Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 102 Gagal


__ADS_3

Shena masih menatap suaminya yang memeluknya erat sambil berjalan keluar gedung pendaftaran kompetisi. Saat ini, ia masih belum tahu bagaimana Leo bisa berada disini dan mengetahui apa yang terjadi dengannya. Sejak tadi, istri Leo itu tak pernah berhenti menatap wajah suaminya. Sementara teman-teman Shena hanya mengikuti dua sejoli itu dibelakang tanpa berani berkata-kata. Sebab, sindiran Leo soal auman macan Leopard sungguhan itu benar-benar mengena dihati mereka.


“Aku tahu aku sangat tampan, Sayang. Kau tidak perlu melihatku seperti itu. Nanti kau semakin jatuh cinta padaku.” Leo tersenyum menatap wajah shock Shena.


“Bagaimana dengan perjalanan bisnismu?” tanya Shena memilih tak menggubris ocehan narsis Leo.


“Sedikit tertunda, tapi karena istriku sedang dalam masalah besar dan sangat membutuhkan bantuanku, maka aku terpaksa meminta para petinggi perusahan yang jumlahnya bejibun supaya datang kemari jika mereka membutuhkanku. Lagipula, ini juga menguntungkan bisnisku Sayang, lihatlah diatas sana.” Leo menunjuk sebuah papan iklan besar yang terpasang rapi tepat diatas gedung pendaftaran ini. “Perlombaan yang kau ikuti ini bertaraf internasional. Jika aku menang, akan banyak orang yang mau berinvestasi dengan perusahaanku sekaligus meningkatkan pamorku. Harga saham yang aku miliki sekarang, pasti juga akan melonjak. Ini namanya, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Kau jangan khawatir lagi, oke. Suamimu ini tidak akan kalah.” Leo mengusap lembut pipi istrinya sambil tersenyum.


Tak bisa dijelaskan betapa shocknya Shena dan juga teman-teman Shena setelah mendengar ucapan Leo. Mereka baru sadar perlombaan yang mereka ikuti ternyata bukan perlombaan biasa. Hadiahnya pun juga tak tanggung-tanggung. Uang tunai dan sejumlah mobil pilihan menjadi hadiah utamanya. Pantas peraturannya sangat ketat. Rupanya ini merupakan jenis perlombaan yang spektakuler dan pastinya hanya bisa diikuti oleh orang yang ahli dan berpengalaman dibidangnya.


“Tapi, aku tidak bisa mengikuti perlombaan ini,” ujar Shena sedih.


“Tidak apa-apa, kan ada aku. Aku janji akan membuat sepupumu itu tidak bisa mengangkat kepalanya lagi dihadapanmu! Jika aku mau, aku bisa membuat mereka berdua jadi berkedel kentang karena telah berani cari masalah dengan kita. Tapi ... tidak ada hal yang lebih menyenangkan selain membuat musuh mati kesal terlebih dulu, Sayang. Akan aku kalahkan si nenek sihir itu.” Leo sengaja mengikuti julukan yang diberikan teman-teman Shena saat memanggil Aryani dengan sebutan nenek sihir.


Tentu saja hal itu membuat teman-teman Shena yakin, kalau Leo bisa mendengar semua pembicaraan mereka dari awal. Leo pura-pura tidak mengerti apa-apa dan membukakan pintu mobil limosinnya untuk Shena. “Kalian semua ikutlah dengan kami. Syarat untuk mengikuti lomba menari adalah mengirimkan video berkelompok kita. Kita buat video itu dirumah,” seru Leo pada teman-teman Shena tanpa merasa canggung sedikitpun.


Berbeda dengan teman-teman Shena yang masih tertegun melihat suami Shena sok akrab dengan mereka. Ketiganya agak sedikit takut mengingat penjelasan Shena bahwa Leo adalah seorang gengster yang tak kenal ampun bila berhadapan dengan musuh-musuhnya.


“Ada apa dengan kalian? Aku memang bisa mengaum seperti Leopard, tapi aku tidak menerkam orang. Tadi itu aku hanya bercanda karena kalian menyebutku macan Leopard. Rileks saja, satu-satunya manusia yang ingin aku terkam hanyalah istriku seorang.” Leo melirik wajah Shena sambil mengedipkan salah satu matanya untuk menggoda Shena.


Shena sendiri langsung mengerti kearah mana pembicaraan Leo kali ini. Namun, kata-kata Leo ini malah membuat teman-teman Shena semakin takut dengan si gengster tampan Leo.


“Masuklah, Leo benar. Dia tidak akan menyakiti kalian. Walau dia gengster nggak ada akhlak, dia tidak jahat pada orang yang baik padaku.” Shena meyakinkan teman-temannya supaya tidak salah paham dengan kata-kata Leo barusan.


Sebab, wajah teman-teman Shena langsung kembali menegang mendengar kata ‘terkam’ keluar dari mulut Leo. Mereka pikir terkam yang dimaksud Leo adalah menyakiti Shena dalam arti yang sebenarnya. Padahal, kata ‘terkam’ versi Leo adalah sudah pasti menjurus ke arah bulan tertusuk ilalang.


Ketiga teman Shena yang terdiri dari Fitri, Vita dan Dody mengikuti ajakan Shena dalam diam. mereka berlima pergi kekediaman Leo dan Shena diikuti oleh seluruh pengawal Leo. Sesampainya dirumah, Shena langsung menghampiri Yeon yang ternyata sudah terjaga sejak tadi. Setelah bercuap-cuap sebentar, Leo langsung mengajak latihan teman-teman Shena karena mereka sudah tidak punya banyak waktu.


“Kita rekam video kontes menari sekarang dan besok kita kirimkan rekaman itu ke panitia,” ujar Leo.


“Lalu, siapakah yang akan ikut lomba memanah? Perlombaan pertama besok adalah memanah,” tanya dody.

__ADS_1


“Kalian bisa memanah?” Leo balik bertanya.


“Tidak bisa,” jawab Dody jujur, begitu pula dengan Fitri dan Vita.


“Baiklah, kalau begitu aku yang akan ikut lomba memanah.”


“Tunggu, Leo. Kau kan tidak pernah memanah?” tanya Shena agak sedikit ragu. Setahu Shena, Leo hanya jago tembak dan tidak pernah melihat suaminya ini mengikuti olahraga memanah.


“Aku langsung bisa sekali belajar, Sayang. Kenapa? Kau meragukan kemapuan suamimu?”


“Bukan begitu ....” Shena bingung harus berkata apa.


“Jika aku bisa memanah dengan sempurna, kau harus main denganku 5 ronde. Kita lakukan setelah malam hari, kau setuju?” Leo menyeringai nakal pada Shena.


“Hah? Lima?” mata Shena langsung terbelalak.


“Kenapa? Masih kurang? Aku tambah ....”


“Setuju atau tidak setuju, kita akan tetap melakukannya. Akan aku tunjukkan padamu kalau aku bisa memanah dengan sempurna.”


“Memangnya, kalian berdua mau bermain apa? Sampai harus 5 ronde segala?” tanya Fitri dengan polosnya.


“Main bu ....” Mulut Leo langsung dibekap oleh Shena dengan tangannya sebelum suaminya itu menyelesaikan kalimatnya. Shena meringis kuda menatap ketiga teman-temannya.


“Hehe ... bukan apa-apa, kita hanya main kartu sebelum tidur, jangan dipikirkan masalah itu?”


“Kartu apanya ....” Leo mencoba berontak, tapi lagi-lagi Shena membekap mulut suaminya, kali ini jauh lebih kuat.


“Diam kau! Masa kau mengatakan hal semacam itu di depan teman-temanku? Malu tahu!” bisik Shena pada Leo.


“Memangnya kenapa? Kan kita sudah, menikah? Dua temanmu itu juga sudah berkeluarga, pasti mereka mengertilah!”

__ADS_1


“Mereka masih punya akhlak, Leo! Tidak sepertimu, dasar kau ini! Jangan berkata yang aneh-aneh lagi dihadapan mereka. Atau kita batalkan saja taruhan ini,” ancam Shena sedikit melotot pada Leo.


“Baiklah, ingat ya Sayang. Lima ronde.” Leo menunjukkan kelima jarinya di depan Shena sambil tersenyum penuh pesona. Leo sangat menyukai ekspresi Shena yang seperti ini, istrinya itu terlihat menggemaskan sekali.


Shena hanya bisa membuang napas. Ini bukan pertama kalinya Leo mengajaknya taruhan. Namun, untuk saat ini, Shena ingin fokus pada perlombaan yang sedang mereka ikuti.


“Sekarang cepatlah kalian latihan, aku akan merekam videonya. Kelompok pertama, Vita, Dody dan suamiku Leo. Kalian mulai dulu. Tunjukkan pesona kalian oke! Kontes menari ini bergantung pada video yang kita kirim.” Shena mulai memberikan aba-abanya pada teman-teman Shena.


“Aku sudah menunjukkan pesonaku padamu, Sayang. Disetiap malam.” Lagi-lagi Leo menggoda Shena.


“Diam kau! Aku tidak bicara padamu.” Shena kesal sekali dengan Leo yang terus saja menjahilinya didepan teman-teman Shena.


Namun Shena mencoba sabar, ia tidak boleh terpengaruh dengan Leo. Shena sudah mendatangkan pelatih khusus menari untuk melatih mereka. Orang itu adalah tetangga Shena sekaligus teman dekat almarhum ayah Shena sendiri. Bibi Eghalah yang merekomendasikan pak pelatih itu agar kontes ini bisa mereka menangkan.


“Mohon bantuannya, Pak?” ujar Shena sambil menjabat tangan sang pelatih.


“Saya akan berusaha keras, Nyonya. Saya lihat tuan muda punya bakat.” pelatih itu berkomentar soal Leo dan teman-teman Shena.


Bakat Leo adalah berkelahi dan bikin onar, batin Shena sambil terus menatap wajah suaminya.


“Baiklah kita mulai sekarang.” Shena kembali fokus dan menyiapkan kamera yang akan ia gunakan untuk merekam aksi Leo dan kedua temannya begitu mereka selesai dilatih oleh sang pelatih.


Video pertama, terdiri dari Vita dengan posisi didepan sebagai pemimpin, sedangkan Leo dan Dody ada dibelakangnya. Mereka mulai menari dan menunjukkan pesona mereka. Awalnya tidak ada masalah sampai akhirnya Dody mengacaukan tariannya, cowok itu merusak gerakan tari yang dicontohkan Vita sehingga mengundang tawa Leo yang berdiri disebelahnya. Bahkan pelatihpun ikut tertawa tapi tidak tega.


Entah dia itu bodoh atau apa, yang jelas Dody hanya bisa melenggak-lenggokkan pinggulnya saja dengan ekspresi gerakan yang bikin siapapun jadi tertawa melihatnya. Gara-gara ulah Dody yang lugu itu, video pertama mereka ini dinyatakan ‘gagal’.


BERSAMBUNG


***


Video pertamanya sudah aku posting di ig. Silahkan cek sendiri. Untuk video keduanya, ditunggu diepisode selanjutnya.

__ADS_1



__ADS_2