Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 200 Serangan


__ADS_3

Kalian semua! Berpencarlah, ini bukan tempat yang aman lagi bagi kita!" Perintah Leo pada seluruh anak buahnya. "Kau juga Roy, tak menuntut kemungkinan mereka ada diposisi aman untuk menyerang kita. Aku khawatir mereka sudah ada diluar." Leo menepuk bahu sahabatnya untuk segera mencari tempat perlindungan.


Semua orang tak terkecuali Leo langsung berpencar dan tetap waspada bila ada yang menyerang. Leo beserta yang lainnya, takkan pernah membiarkan pembunuh bayaran ini lolos begitu saja. Suami Shena itu juga sudah tahu siapa saja dalang dibalik semua penyerangan ini.


"Kalian semua, tetaplah waspada dan bersembunyilah di tempat aman selagi musuh belum menampakkan diri," ujar Leo pada semua orang melalui headsetnya.


Suami Shena ini benar-benar keren, ia selalu sigap dalam menghadapi kekacauan dan perkiraannya selalu benar. Sebenarnya saat mengajak Shena masuk ke dalam kantornya, Leo sudah curiga ada yang tidak beres di sini. Ia pun meminta seluruh anak buahnya siaga 24 jam untuk mengawasi orang-orang yang dianggap mencurigakan dan melaporkan situasinya kepada Leo.


Dari laporan yang Leo terima, ia menyimpulkan kalau kejadian penyerangan ini bakal terjadi. Untuk itulah ia harus mengantisipasi segala kemungkinan yang ada dengan maju selangkah lenih unggul dari musuh. Leo juga meminta kedutaan besar Jepang yang ada di Indonesia untuk mempermudah kepulangan pria bernama Bob itu serta menahan istrinya saja di sana. Hal itu Leo lakukan untuk mengetahui siapakah orang-orang yang mencoba menentang Leo. Dan terbukti sudah kejahatan yang dilakukan anak buah ayahnya terhadap Leo sekarang. Mereka semua, menginginkan kematian Leo. Siapa lagi kalau bukan para pemegang saham.


Setelah insiden penembakan pertama, suasana dalam gedung perkantoran mendadak berubah sepi karena semua pegawainya sudah digiring Leo keluar gedung. Namun, masalah tak selesai sampai disitu. Para pembunuh bayaran itu masih ada dan berusaha menembaki para pengawal Leo dari jarak jauh.


Dor! Dor! Dor!


Perkiraan Leo memang tepat, para musuh dalam selimut itu menyerang Leo dkk dari arah yang tak terlihat. Namun bukan Leo namanya jika ia mudah dikalahkan oleh kecoak-kecoak yang mencoba mengusik ketenangannya. Inilah saatnya Leo menunjukkan pada musuh besarnya siapakah Leo sebenarnya.


Selagi Roy dan para pengawalnya baku tembak dengan para pembunuh bayaran, Leo masuk kedalam lift dan menuju lantai atas tanpa diketahui oleh siapapun. Bukan untuk melarikan diri, tapi ia mencari tempat yang tepat agar bisa menghabisi musuh-musuhnya ditempat tak terlihat.


"Beritahu aku lokasi curut-curut itu berada," ujar Leo pada anak buahnya yang ada di ruang cctv.


"Dua orang ada di lantai dasar dibalik tiang penyangga gedung. Lokasinya sebelah barat daya tempat anda berjalan sekarang, satunya ada di lantai dua dibalik tangga. 500 meter dari tempat anda berjalan," terang anak buah Leo.


"Ada lagi?" tanya Leo sambil memeriksa kembali peluru senjatanya.

__ADS_1


"Tidak ada Tuan, muda."


"Terus amati pergerakan mereka, beritahu aku jika ada pergerakan."


"Baik Tuan," jawab pengawal Leo dengan lantang.


Dari lantai 3, Leo bisa melihat orang-orang yang dicarinya. Mereka semua berada di tempat seperti yang diberitahukan oleh pengawal Leo melalui cctv. Tanpa membuang waktu, Leopun beraksi melumpuhkan mereka semua dengan melepaskan tembakan.


Dor! Dor! Dor!


Suami Shena itu mengeluarkan tiga tembakan sekaligus dan mereka semua langsung tewas di tempat sebab peluru Leo tepat menembus jantung mereka. Semua orang tahu kalau Leo adalah penembak jitu. Seluruh tembakan yang ia layangkan tak pernah meleset. Ia sudah ahli menembak sejak usianya baru 17 tahun, dan kemampuan menembaknya semakin bertambah pesat seiring dengan bertambahnya usianya seperti sekarang. Siapapun orang yang menjadi sasaran Leo, ia pasti takkan pernah lolos.


"Habislah kalian semua!" ujar Leo sambil meniup ujung senjatanya setelah puas melihat musuhnya tumbang. "Apa ada lagi?" tanya Leo pada anak buahnya melalui headset.


"Apa kalian sudah memeriksa seluruh karyawan yang ada di luar?" tanya Leo kembali masuk ke dalam lift menuju lantai dasar tempat Roy dan pengawalnya yang lain berada.


"Sudah Tuan muda, mereka semua bersih. Sebentar lagi polisi Jepang akan datang, apa yang harus kami lakukan?"


"Lakukan apa yang menjadi tugas kalian, sisanya biar diurus oleh pengacaraku. Ini adalah kasus percobaan pembunuhan. Hukum di Jepang sangat ketat, ikuti saja prosedur mereka dan biarkan mereka menyelidiki kasus ini. Jepang takkan pernah mengampuni orang yang membuat kekacauan di negaranya, siapapun orang itu."


"Baik Tuan muda."


Leo melepas headsetnya dan berjalan menuju tempat Roy yang sedang memeriksa keadaan musuh. Mereka semua terkapar tak berdaya akibat serangan jitu dari Leo.

__ADS_1


"Kau tidak apa-apa?" tanya Roy pada Leo setelah sahabatnya berdiri disampingnya. "Bagaimana dengan lukamu?" Roy menatap lengan kanan Leo yang berdarah.


"Tidak apa-apa, kau tenang saja. Ini cuma luka kecil." Leo beralih menatap pengawal Leo. "Hubungi kakakku yang ada di China untuk memblokir semua pemberitaan kejadian ini. Pastikan ayah dan ibuku tidak tahu dan juga, pastikan Shena tak melihat televisi atau pemberitaan seputar kejadian disini. Aku tidak ingin dia shock yang bisa berpengaruh pada kehamilannya," perintah Leo pada anak buahnya.


"Baik, Tuan muda." pengawal Leo itu dengan sigap melakukan segala hal yang diperintahkan Leo padanya.


"Sebaiknya, kau obati dulu lukamu." Roy tetap saja mengkhawatirkan kondisi sahabatnya.


"Roy, aku malas diinterogasi polisi." Leo mengalihkan pembicaraan karena ia sedang malas berurusan dengan polisi. "Kau saja yang urus semua kejadian di sini. Aku pergi dulu," ujar Leo sambil menyelipkan senjata apinya dibalik saku belakang celana Leo dan ia tutupi dengan jas silvernya.


"Memangnya, kau mau kemana?"


"Kencan dengan Shena! Bye, kabari aku jika ada sesuatu!" Tanpa menuggu Roy berkomentar, Leo langsung berlari pergi meninggalkan sahabatnya yang terbengong-bengong.


"Woy! Kampret! Enak sekali kau he ..." teriak Roy tak terima. Sebab, ia sendiri juga malas berurusan dengan polisi Jepang.


"Anggap saja itu bayaran karena telah menyelamatkan nyawamu! Sampai ketemu lagi, dada ..." Leo melambaikan tangan dari kejauhan pada Roy yang sudah kesal setengah mati.


"Dasar bengek kau Leo! Obati dulu lukamu!" teriak Roy yang akhirnya pasrah saja dengan nasibnya menjadi teman gengster nggak ada akhlak itu.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2