
Perjalanan menuju lokasi tempat kekasih artis idola Shena lumayan panjang juga. Setelah meninggalkan pulau rahasia Rega, Leo dan Shena masih harus menempuh perjalanan jauh. Sebenarnya, Kun menyarankan untuk menggunakan helikopter pribadinya agar lekas sampai ditujuan, tetapi Leo menolak. Selain tempat lokasi keberadaan Xiao Lung memiliki bangunan yang sangat padat merayap, lokasi tersebut juga tidak menyediakan tempat mendaratkan pesawat udara model apapun.
Penduduk di sana terbiasa menggunakan kendaraan darat, dan tidak pernah menerima pesawat melintas diatas wilayah mereka. Bisa dibilang, pemerintahan disana memiliki system otoriter tinggi. Terutama mengenai territory.
Menurut informasi yang Leo dapat dari Xiaonai, Xiao Lung datang ke daerah tersebut sebagai warga sipil biasa dan kini ia bekerja sebagai bartender disebuah bar. Penduduk disana tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya pasca ia menghilang dari kehidupan Kun entah apa alasannya. Kun sendiri juga tidak mau memberitahu pada Leo ataupun Shena mengenai masalah pribadinya. Ia hanya meminta Leo membantu menemukan keberadaan kekasihnya, itu saja. Sedangkan baik Shena maupun Leo, tidak terlalu tertarik dengan urusan percintaan kembaran Leo. Sebab, urusannya sendiri saja juga sudah banyak dan ia tidak punya waktu memikirkan urusan orang lain.
“Ada dimana kita sekarang?” Tanya Shena bingung, sebab ini pertama kalinya Shena datang ke tempat seperti ini.
“Daerah territory seseorang,” jawab Leo masih sambil fokus menyetir. “Sebenarnya tak sembarang orang bisa memasuki wilayah ini, tapi karena ayahku mengenal siapa penguasa tempat ini, mereka mengizinkanku datang kemari.” Leo tersenyum melihat istrinya.
“Itukah sebabnya, artis idolaku tak bisa menemukan keberadaan kekasihnya dan meminta bantuanmu? Sebab ia tahu cuma kaulah yang bisa datang ke tempat yang tak bisa dijangkau olehnya?”
“Tepat sekali, Sayang. Aku makin cinta padamu, kini kau sudah sangat tahu seperti apa keluarga suamimu ini.” Leo mengusap lembut kepala Shena dengan mesra. “Sebentar lagi kita akan sampai. Begitu masalah Kun dan kekasihnya teratasi, kita harus segera kembali ke rumah. Aku harus melanjutkan kompetisiku, tapi sebelumnya aku minta hadiahku darimu atas apa yang sudah aku lakukan ini. Dobel plus-plus ya Sayang. Aku mau semalaman penuh.” Leo menyeringai dan Shena sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan suami nggak ada akhlaknya ini.
Dasar gangster nggak ada akhlak! Batin Shena.
“Kompetisi?” Shena menatap wajah Leo lekat-lekat setelah ia menyadari kata-kata Leo. “Kau serius masih ingin melanjutkan kompetisi itu?” tanya Shena memastikan.
“Kenapa tidak? Sekali-sekali aku juga ingin bersenang-senang. Sepertinya, mereka akan menjadwalkan ulang kompetisinya. 3 hari dari sekarang.” Leo melirik Shena yang menatap heran kearahnya. “Kau tenang saja, Sayang. Sesuai janjiku padamu, aku … akan memenangkan kompetisi itu siapapun lawanku.” Leo memamerkan senyuman menggodanya.
“Kau tidak perlu ikut kompetisi itu lagi, Leo. Kompetisi itu hanya untuk menjatuhkan Aryani dan sekarang ia dan Rega sudah kalah. Mereka ada ditangan keluargamu, entah seperti apa nasib mereka sekarang. Aku sudah tidak ingin kau memenangkan kompetisi itu lagi.”
“Tetap saja, aku tidak mau kalah. Kau tahu seperti apa aku kan, Sayang. Aku tidak suka kekalahan!”
__ADS_1
Shena tidak tahu kenapa suaminya itu tetap ingin melanjutkan mengikuti kompetisi meski musuhnya sudah berhasil ia kalahkan, tapi itulah Leo. Jika ia sudah memulai sesuatu, maka ia akan menyelesaikannya tak peduli bagaimanapun keadaannya. Bila suaminya sudah berkata seperti itu, maka Shena tak bisa membantah lagi. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, Shena tetap harus mendukung keputusan suaminya.
“Baiklah, terserah kau saja, aku akan selalu mendukung apapun keputusanmu.” Shena menyandarkan kepalanya di bahu Leo dan ikut memandang jalan di depan mereka. “Ehm … Sayang, boleh aku meminta sesuatu darimu?” tanya Shena setelah ia memikirkan sesuatu yang ingin dia lakukan setelah urusan disini selesai.
“Katakan, kau mau berapa anak?” goda Leo.
“Kenapa kau selalu membicarakan anak disaat seperti ini?” tiba-tiba Shena teringat sesuatu lagi. “Oh iya, apa yang dikatakan kak Refald padamu? Kenapa kau menatapku denga tatapan aneh?” tanya Shena penasaran.
“Rahasia! Kau akan tahu sendiri bila saatnya tiba. Namun, aku belum bisa memberitahumu. Sekarang, jawab dulu pertanyaanku, kau mau berapa anak?” ganti Leo yang bertanya.
“Sebanyak yang kau inginkan. Kau bilang kau ingin punya banyak anak, kan?” Shena memutuskan untuk meladeni suaminya yang mulai kumat lagi.
“Benarkah? Kau tidak keberatan? Kita beneran punya banyak anak?” wajah Leo terlihat berseri-seri karena senang.
“Aku tidak keberatan, selama kaulah yang menggantikanku hamil dan melahirkan,” cetus Shena.
“Kau yang mengada-ngada. Disaat seperti ini, masih saja membicarakan anak, Yeon saja masih belum genap setahun!” Shena mulai cemberut pada Leo dan menghadap ke jalan sambil menikmati pemandangan yang ternyata, lumayan indah bila dipandang.
“Kalau saja tidak ada yang mengikuti mobil ini, aku akan menghentikan mobilnya dan melakukan bulan tertusuk ilalang di tempat ini bersamamu, kita bikin anak langsung disini,” gerutu Leo dan seketika disambut lirikan tajam dari Shena.
***
Leo menghentikan mobilnya tepat di depan halaman parkir sebuah bar besar satu-satunya di wilayah ini. Ia keluar dari dalam mobil dan memberitahu Kun kalau disinilah kekasihnya berada.
__ADS_1
“Aku sudah mengatur jadwal konsermu di dalam, sebentar lagi akan ada orang yang memandumu. Tidak ada yang mengenalmu ditempat ini, jadi kau jangan bersikap sok artis disini. Kau hanya akan menyanyi di tempat yang sudah disediakan. Dengan begitu, kau bisa bertemu dengan kekasihmu. Tapi aku tidak menjamin ia bakal menemuimu mengingat ada dimana kita sekarang. Kau mengerti maksudku?” tanya Leo pada kembarannya yang menatap tajam lokasi sekitarnya.
“Aku tahu tempat ini, kau jangan khawatir. Lagipula akan lebih baik jika tidak ada yang tahu kalau aku artis papan atas yang digandrungi banyak wanita dan salah satunya adalah istrimu itu.” Kun sengaja memanas-manasi Leo.
“Huh.” Leo tertawa sinis, sama sekali tidak ada raut cemburu seperti yang biasa ia tunjukkan seperti sebelum-sebelumnya. “Istriku mengidolakanmu karena wajahmu mirip denganku. Akulah idolanya yang sesungguhnya, bukan kau!” Leo menunjuk kasar dada kembarannya seolah itu adalah sebuah peringatan jangan buat masalah dengannya.
“Huh, aku salut akhirnya kau memercayai kekuatan cinta istrimu padamu. Oke! Aku tarik kembali kata-kataku tadi. Apa … kau mau ikut masuk ke dalam juga?” tanya Kun pada Leo.
Leo tidak langsung menjawab dan menoleh pada Shena yang juga mulai ikut keluar dari dalam mobil lalu berjalan pelan sampai berdiri di samping suaminya.
“Aku lapar, bisa kita makan sesuatu di dalam? Aku juga ingin bertemu Xiao Lung.” Shena tersenyum menatap Leo.
Leo membals senyuman Shena dan merangkul bahu istrinya. “Baiklah, kita ikut masuk kedalam.” Leo menggandeng tangan Shena dan masuk ke Bar diikuti Kun dari belakang.
Begitu mereka melewati pintu, seorang pengawal menyambut kedatangan mereka dan langsung meminta Kun masuk ke sebuah ruang khusus. Karena hal ini sudah direncanakan, maka Kun pun mengikuti arahan pengawal tersebut sehingga ia terpisah dari Leo dan Shena.
BERSAMBUNG
****
Maaf untuk nma wilayahnya, tidak aku sebutkan biar tidak menimbulkan pro dan kontra, cukup dibayangin saja hehe ...
Terimakasih atas semua dukungannya ya all ... karena sudah mau setia menunggu up nya Leo ... love you all pokoknya
__ADS_1
ohiya biar halunya komplit ... bisa cek video visual Leo dan Kun di Ig ku, masih ada banyak video lainnya. Ditunggu saja.