
Tak pernah terbayangkan dalam benak Rega kalau Aryani, istrinya bisa menemukan tempat yang sudah lama ia rahasiakan. Sudah lama juga, Rega menunggu kesempatan ini dan akhirnya sebentar lagi ia bakal mendapatkan Shena. Namun, semuanya telah gagal total karena kedatangan Aryani yang tiba-tiba. Lebih sialnya lagi adalah, Shena berhasil meloloskan diri dari cengkeraman kedua pengawalnya.
Ketegangan yang terjadi diantara Aryani dan Rega mulai terusik saat ia mendengar suara teriakan keras dua orang yang mendapat serangan dadakan dari Shena.
“Argggggh!” teriak kedua pengawal itu dan Shenapun langsung bergegas berlari keluar.
“Apa yang kalian lakukan? Cepat kejar dia!” teriak Rega dengan lantang. Ia hendak berlari menyusul Shena, tapi langkahnya langsung dihadang oleh Aryani.
“Jelaskan dulu apa yang terjadi? Kenapa kau bawa Shena kemari dan untuk apa ada penghulu disini? Siapa yang menikah, ha?” Aryani langsung memberondong Rega dengan banyak pertanyaan.
Sedangkan yang ditanya sudah cemas kalau Shena bakal berhasil melarikan diri, bisa gawat urusannya. Ia cuma berharap kedua pengawalnya yang tidak berguna itu bisa menangkap kembali Shena hidup-hidup.
“Jawab pertanyaanku! Kenapa kau diam saja? Tatap mataku!” bentak Aryani.
“Diam kau!” Rega balas membentak istrinya. “Jangan ikut campur urusanku! Urus saja urusanmu sendiri!” geramnya.
“Apa? Huh, bisa-bisanya kau bicara seperti itu pada istrimu? Kau ingin menikahi Shena dibelakangku, kan? Jadi inikah tujuanmu menghasutku menyetujui penculikan mereka? Kau biadab!”
Plak!
Rega langsung menampar pipi kanan Aryani dengan keras sehingga wanita itu terhuyung jatuh ketanah.
“Kau berani menamparku!” teriak Aryani sambil memegangi pipinya yang panas.
“Sudah dari dulu ingin kulakuakn ini padamu tapi aku berusaha menahannya. Kau tahu kenapa? Karena aku masih ingin memanfaatkanmu supaya semua tujuanku tercapai. Yaitu mendapatkan Shena.” Mata melotot Rega terlihat sangat menakutkan. Inilah belang asli wajah Rega yang Aryani kira sudah berubah, nyatanya suaminya itu sama sekali tidak berubah dan malah bertambah parah gilanya.
__ADS_1
Rega langsung pergi meninggalkan Aryani begitu saja dan membuat rencana agar Shena kembali padanya. Ia masuk kedalam mobil jipnya dan melesat pergi entah kemana.
Sementara itu ditengah-tengah parit, Shena menatap nanar wajah suaminya seolah tak percaya kalau tangan yang terulur itu adalah tanga milik Leo, suami yang sejak tadi dinantikannya.
“Kau merindukanku, Sayang?” Tanya sosok yang tidak lain adalah Leo.
Shena yang mendengar ciri khas suaminya saat setiap kali datang menolongnya langsung tersenyum dalam tangisannya. Dengan cepat, ia menyambut uluran tangan itu dan memeluk Leo dengan erat.
“Leo!” Shena menangis, tapi juga lega. Sungguh ia tidak ingin menikah dengan pria lain selain suami nggak ada akhlaknya ini. Walau dulu Leo juga memaksanya, tapi pada akhirnya Shena benar-benar jatuh cinta pada Leo. Jiwa raganya, Shena persembahkan hanya untuk Leo seorang.
“Kau tidak apa-apa, Sayang?” tanya Leo memastikan apakah Shena terluka atau tidak.
“Aku tidak apa-apa, hampir saja aku menikah dengan bedebah itu. Aku kesal karena bajingaan itu mengatakan kau telah dibuang ketempat pengasingan. Aku benar-benar ingin membunuhnya. Syukurlah aku bisa meloloskan diri dengan datangnya Aryani.” Shena menjelaskan apa yang terjadi didalam tadi dan anehnya, Leo tak bereaksi apa-apa.
Biasanya Leo emosi dan langsung menyerang orang yang mencoba menyakiti Shena tanpa ampun. Namun kali ini berbeda, Leo hanya diam dan terus menenangkannya dalam dekapannya.
“Tidak apa-apa. Syukurlah kalau kau baik-baik saja. Ayo kita segera pergi dari sini, kita juga harus menyelamatkan Yeon dan bibimu.” Leo menggendong tubuh Shena yang lemah dan berlari cepat masuk kedalam mobil yang sudah ia parkir rapi diujung lahan parit ini.
Rupanya, Leo tak datang sendiri. Beberapa pengawalnya juga standby ditempat untuk berjaga-jaga seolah sudah lama sekali mereka berada ditempat ini. Pemandangan ini semakin membuat Shena tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi. Ditambah reaksi Leo yang biasa-biasa saja seolah ia telah mengetahui semuanya membuat Shena curiga kalau kejadian ini, sudah direncanakan oleh Leo.
“Leo, apa ini … adalah rencanamu?” Tanya Shena saat keduanya berada didalam mobil. “Kau sudah tahu kalau Aryani dan Rega akan menculikku? Lalu … Leo yang disandera oleh mereka … dia … jangan-jangan ….” Shena tidak sanggup meneruskan kalimatnya.
“Dia artis idolamu, si Kunkun.” Leo membantu meneruskan kata-kata Shena. “Kita harus menuju lokasi dimana putraku berada. Bagaimana dengan kakakku? Berhasilkah dia?” Tanya Leo pada pengawalnya.
“Iya Tuan, tuan muda Yeon baik-baik saja karena Tuan Refald berhasil menyelamatkannya tepat waktu,” jawab pengawal Leo yang duduk dibangku depan bersama sopir pribadi Leo.
__ADS_1
“Apa yang terjadi dengan Yeon? Kenapa dia?” belum juga Shena mengatasi rasa keterkejutannya soal artis idola Shena yang ternyata menggantikan posisi suaminya, kini ia sudah dikejutkan lagi dengan berita tentang putranya. Wajah Shena langsung pucat kerena mencemaskan bibinya yang terluka dan kondisi putranya yang entah sekarang seperti apa.
“Tenanglah Sayang, Yeon baik-baik saja selama ada biksu Tong disana. Bibimu mungkin sudah dibawa kerumah sakit. Sekarang hanya tinggal mengeksekusi bajingan tengik yang sudah berani membuatmu jadi begini.” Leo tersenyum sinis karena sudah lama juga ia tidak bersenang-senang mencincang orang.
Mendengar jawaban Leo dan adanya Refald, membuat perasaan Shena yang tadinya khawatir mulai sedikit lega. “Jika yang diculik Rega dan Aryani waktu itu adalah Kun, lalu … ada dimana kau waktu itu?” Shena masih penasaran tentang misteri dibalik rencana Leo.
“Mematahkan kaki dan tangan para juri di kejuaran turnamen yang sedang kita ikuti ini. Aku meminta mereka untuk menunda pertandingan kontes sembari aku menyelamatkanmu terlebih dulu, tapi mereka tidak mau. Ya sudah … apa boleh buat.” Lagi-lagi Leo tersenyum sinis.
“Hah?” Shena langsung terperanjat mendengar jawaban sadis dari suaminya. “Kenapa kau lakukan itu pada mereka? Itu namanya curang. Kenapa kau melukai orang yang tidak bersalah?” Shena tidak suka jika Leo bertindak seenaknya.
“Aku hanya malakukan apa yang pantas aku lakukan, Sayang. Para juri itu sejak awal sudah disuap oleh si bedebah Aryani itu. Meskipun aku mengikuti kontes final tersebut, tetap saja bukan aku pemenangnya.”
“Lalu … bagaimana dengan kontesnya sekarang?”
“Ya sudah pasti ditunda sampai mereka mendapat pengganti juri yang baru.” Leo tersenyum senang karena ia sangat tahu siapakah yang akan menjadi juri baru dalam turnamen itu.
“Siapa jurinya?” Tanya Shena penasaran. Sebab, ia yakin Leo pasti sudah mengetahuinya.
“Kau akan tahu nanti, Sayang. Untuk sekarang fokus pada sepupu iparmu itu. Katakan padaku, kau ingin aku apakan dia?” tanya Leo sambil memeluk mesra Shena. Keduanya sedang menuju tempat Yeon berada sekarang.
“Buat dia menyesal seumur hidup karena berani memaksaku menikah dengannya. Dia bahkan berani menyakiti bibiku dan memisahkanku dari Yeon. Sampai matipun, aku tidak akan pernah memaafkan perbuatannya.” Shena memukul-mukul kepalan tangannya sendiri dalam rangkulan Leo.
“Dikabulkan.” Leo mencium mesra kening Shena yang terlihat sangat marah. “Akan aku buat mereka menyesal karena sudah berani cari masalah dengan kita.”
BERSAMBUNG
__ADS_1
***