Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 59


__ADS_3

Satu jam kemudian, Shena terjaga dan menatap wajah suaminya yang tertidur sambil memeluknya dengan erat. Shena tersenyum simpul, mengelus lembut pipi tirus suaminya yang sedang terlelap dihadapannya. Sekelebat kenangan buruk tentang apa yang dihadapi Leo beberapa waktu lalu terlintas dipikirannya meski sekarang untuk kesekian kalinya, nyawa Leo masih bisa diselamatkan berkat bantuan kakak iparnya.


Hal seperti ini sudah terjadi berkali-kali. Musuh-musuh yang mengincar nyawa Leo berkeliaran dimana-mana. Yang artinya dimanapun Leo berada, ia bisa saja dalam bahaya.


“Apa yang harus aku lakukan untuk melindungimu Leo,” gumam Shena lirih. Shena merasa menjadi istri yang sama sekali tidak berguna karena tidak bisa melakukan apa-apa untuk suaminya.


“Kau hanya perlu mencintaiku dengan segenap hati dan jiwamu saja Sayang,” jawab Leo tiba-tiba, padahal matanya terpejam dan Shena pun tersentak karena ternyata suaminya sudah bangun bahkan sejak tadi. Leo memang sengaja pura-pura tidur untuk menggoda istrinya.


“Kau tidak tidur?” tanya Shena.


“Tidur, tapi aku terjaga saat kau juga membuka mata.” Leo membuka mata elangnya dan menatap wajah cantik Shena. “Jangan khawatirkan apapun Sayang, nyawaku sudah dalam bahaya sejak aku dilahirkan kedunia, tapi ... semua orang yang menyayangiku, tidak akan pernah membiarkan aku mati begitu saja. Aku sendiri juga tidak berniat mati meninggalkanmu sendirian di dunia ini. Aku yang sekarang jauh lebih kuat dari Leomu yang dulu.” Leo mencium mesra bibir ranum Shena agar istrinya ini tak lagi terus mencemaskannya. “Kau masih mau tidur lagi atau ....” Leo mencoba menggoda Shena.


“Atau apa? Pokoknya aku nggak mau main bulan tertusuk ilalang lagi.” Shena memasang wajah cemberut sehingga membuat Leo jadi tertawa tanpa suara.


“Kenapa dipikiranmu itu hanya ada bulan tertusuk ilalang saja, Sayang?”


“Biasanya memang itu yang selalu kau katakan padaku. Kalau kau sudah bilang begitu, maka kau juga tidak akan membiarkanku menolakmu.”


“Kalau begitu Ayo,” ajak Lao sambil menggamit lengan Shena.


“Tuh, kan? Pokoknya aku nggak mau!” Shena menepis tangan suaminya.


“Yakin, kau tidak mau!” tanya Leo sambil menatap tajam mata Shena.

__ADS_1


“Nggak!” jawab Shena sewot.


“Ya sudah. Aku pergi sendiri saja kalau begitu.” Leo bangun dan berdiri tegap sambil merapikan pakaiannya.


“Memangnya kau mau kemana?” tanya Shena bingung.


Shena pikir yang dimaksud Leo dengan kata ‘ayo’ adalah untuk melakukan ritual yang biasa mereka lakukan. Namun sepertinya Shena sedang salah paham. Bukan itu yang dimaksud Leo.


“Menemui kakak ipar.” Leo menyeringai.


Shena langsung melempari Leo dengan bantal sambil berkata, “Kenapa kau tidak bilang daritadi, ha?” geram Shena karena sudah salah kira.


Leo menangkap bantal yang dilempar Shena tepat sebelum mengenai wajah tampannya. “Aku sudah mengajakmu tadi, tapi kau bilang kau tidak mau. Apa boleh buat, aku harus pergi sendiri.”


Dengan penuh semangat, Shenapun langsung bergerak cepat bangun dari tempat tidurnya sehingga membuat Leo tersenyum melihat tingkah Shena yang terlalu menggebu-gebu ingin bertemu dan melihat putra pertama para idolanya yang tak lain adalah kakak iparnya sendiri.


Leo mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Shena sambil terus tersenyum. Begitu Leo membuka pintu, sebuah buket bunga berukuran besar dan beberapa hadiah yang sudah terbungkus rapi menanti dihadapan Leo dan semuanya dibawa oleh pegwal Leo yang berjaga di depan kamarnya.


“Sejak kapan kau menyiapkan ini?” tanya Shena tidak menyangka kalau suaminya ini sudah menyiapkan segalanya untuk mengunjungi kakak iparnya.


“Sejak kau terlelap tadi. Aku memina mereka emmebelikan barang-barang senagaibah tangan untuk kakak ipar yang sudah berjuang melahirkan putra pertama Refald. Meski si biksu Tong tak butuh apa-apa, tetap saja kita harus mengucapkan slamat pada mereka berdua.”


Leo merangkul bahu Shena sambil mengajaknya berjalan bersama. Shena sendiri memeluk pinggang suaminya sambil bersandar dibahunya. Sungguh pemandangan yang bikin iri semua mata yang memandang kemesraan mereka berdua. Para pengawal yang membawakan hadiah Leo pun hanya bisa menutup mata dan telinga melihat betapa sweetnya perlakuan Leo pada Shena.

__ADS_1


Bahkan ada kejadian lucu saat keduanya memasuki lift bercampur dengan beberapa orang yang hendak turun ke lantai dasar. Mereka semua memandang aneh Leo yang sejak tadi berbisik-bisik mesra dengan Shena, bahkan Leo tak segan mencium Shena dihadapan semua orang yang satu lift dengannya tanpa peduli pada orang-orang disekitarnya.


Leo langsung memelototi mereka semua sambil berkata, “Apa lihat-lihat? Kami sudah menikah!” bentak Leo.


Sontak semuanya langsung berpaling dari wajah Leo dengan sejuta umpatan yang bakal menyakitkan telinga kalau didengar. Sayangnya, mereka semua hanya bisa mengumpat dalam hati, sebab tidak ingin mati sia-sia hanya karena si gengster nggak ada akhlak Leo.


Dasar berengsek! Bajiingan tengik! Buaya laaknat! Giila? Gak waras! Bocah edan! Sableeng! Beengek! dan yang terakhir adalah, Gak ada akhlak!


Semua hal diatas adalah bentuk umpatan yang dilontarkan semua orang yang satu lift dengan Leo dalam hati mereka masing-masing. Namun, yang diumpat tenang-tenang saja seolah tak pernah terjadi apa-apa dan malah terus melanjutkan aksinya menggoda Shena dan memeluknya dengan mesra seolah Leo menunjukkan kepada dunia bahwa Shena hanya miliknya seorang.


BERSAMBUNG


****


masih ada 1 episode lagi tunggu ya ...


terus dukung dan kasih semangat aku dong ... love you all


bagi yang ingin tahu seperti apa proses persalinan Fey, ada di kisah PUTRA RAJA di episode terbarunya. yang udah baca pasti tahu.


maaf kalau up nya telat


__ADS_1


halu dikit boleh ya ... hehe.. di dunia nyata mereka terpilih menjadi 'Beautiful Asian Actresses'


__ADS_2