
Leo mengantar Shena ke sebuah mall yang sudah istrinya sepakati dengan kakak iparnya, Fey. Karena Shena tetap ingin pergi sendiri tanpa ingin ditemani olehnya, mau tidak mau Leopun menuruti keinginan Shena. Meski begitu, Leo tetap memerintahkan seluruh anak buahnya yang sudah ia sebar diseluruh area mall untuk menjaga Shena.
“Sayang, kau yakin tidak mau aku temani?” tanya Leo pada Shena saat ia menghentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk mall.
“Tidak usah, sungguh aku ingin menghabiskan waktu bersama Yeon dan kakak ipar. Kita sudah membicarakan ini tadi pagi,” ujar Shena sambil menggendong Yeon dan bersiap turun. Babysitter Yeon yang ada di belakang mobil Leo juga ikut turun dan membawakan kereta dorong khusus untuk Yeon. “Pergilah, kakak ipar sudah menungguku di dalam. Nanti jemput aku jika kami sudah selesai bersenang-senang,” ujar Shena pada Leo.
“Beri aku ciuman manis, baru aku mau pergi.” Leo mendekatkan wajahnya tepat di depan Shena.
“Tapi ini tempat umum, banyak orang sedang memerhatikan kita,” protes Shena.
“Tidak ada ciuman, maka aku akan standby di sini. Dan pastinya, kau tidak boleh keluar.” Mata elang Leo menatap tajam mata istrinya.
Tidak ada pilihan lain selain menuruti apapun yang diinginkan Leo walau Shena malu sekali dilihat banyak orang karena mereka berciuman mesra ditempat umum. “Sudah, kau puas! Dan semua orang sedang memerhatikan kita sekarang.” Wajah Shena berubah jadi manyun melihat Leo tertawa senang.
“Aku tidak peduli dengan mereka semua. Aku mencintaimu, Sayang. Ciuman tadi sudah kudu wajib kau berikan padaku.” Leo kembali mencium kening Shena seolah memperlihatkan pada semua orang yang memandang aneh kearah mereka berdua bahwa Shena hanyalah miliknya seorang. “Hati-hati di dalam sana, kalau ada apa-apa, segera hubungi aku. Baik-baik dengan ibumu, Sayang. Jangan rewel meski tanpa ayah disisimu." Leo mengusap lembut kepala putranya sambil mencium kening Yeon mungil.
“Ehm, aku pergi dulu. Bye!” Shena tersenyum dan memberikan bonus kecupan dipipi Leo. Iapun bergegas turun dan meletakkan Yeon di kereta dorong lalu membawanya masuk ke dalam mall.
Leo hanya tersenyum memerhatikan kepergian Shena dari belakang. “Segera bergerak dari tempat kalian semua, jangan pernah lengah dan awasi saja istriku dari kejauhan. Laporkan kegiatan apa saja yang dia lakukan setiap 5 menit sekali padaku, jangan sampai ada yang terlewat sedetikpun atau aku pecat kalian semua. Mengerti!” perintah Leo melalui headset pada seluruh anak buahnya.
“Siap tuan muda! Kami mengerti,” ujar semua anak buah Leo kompak dari posisi mereka masing-masing.
__ADS_1
Setelah Leo memastikan bahwa Shena dan putranya aman terkendali, Leopun menancapkan gasnya dan melaju pergi dari mall menuju perusahaan yang ia kelola. Sementara Shena mencari lokasi keberadaan Fey yang memang sudah terlebih dulu sampai di mall bersama Rey kecil dan babysitternya.
Keduanya saling melambaikan tangan dan betapa terkejutnya Shena setelah melihat gaya pakaian kakak iparnya, tak jauh beda dengan yang dikenakan Shena sekarang. Mereka berdua berpenampilan sederhana dan sama sekali tak menunjukkan bahwa para ibu muda ini adalah istri-istri dari para anak sultan yang tampan dan tajir melintir habis.
“Wuah, kita samaan,” ujar Shena tersenyum riang melihat Fey juga tersenyum padanya.
“Kita berdua satu selera, Refald sempat protes dengan gayaku hari ini, tapi aku lebih suka begini. Tak terlau mencolok dimata orang lain.”
“Wuah, kenapa kita samaan lagi, Kak? Leo juga protes saat aku mengenakan pakaian ini, tapi inilah gayaku dari dulu, lebih nyaman dan juga santai.”
“Iya, kau benar sekali.”
“Dimana kak Refald sekarang Kak?”
“Kakak seperti tidak tahu Leo saja, siapa bilang aku sendiri? Ia pasti sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mengawasi gerak-gerik kita. Walau aku tidak tahu ada dimana pengawal Leo itu sekarang, aku yakin, kita berdua pasti sedang diawasi.”
Fey tertawa, “Iya, itu sudah pasti. Apa kau ingin aku membereskan mereka semua? Kali aja kau merasa riisih?” tawar Fey.
“Biarkan saja Kak, lagipula aku sudah terbiasa. Leo hanya terlalu khawatir padaku. Padahal, aku sudah bilang padanya, bersama kakak … aku pasti aman.”
“Dia terlalu mencintaimu, makanya ia tak ingin kau dan Yeon kenapa-napa. Ya sudah kalau begitu, ayo kita mulai bersenang-senang,” ajak Fey penuh semangat. Keduanya terlihat sangat antusias. Mungkin karena ini pertama kalinya bagi Fey dan Shena bebas tugas dari suami-suami mereka dan bisa melakukan apa saja yang mereka suka.
__ADS_1
Fey mengangkat satu tangannya untuk tos bersama dengan Shena. Dua wanita cantik ini saling tertawa satu sama lain dan berjalan beriringan sambil mendorong kereta bayi mereka masing-masing. Ada banyak kesamaan antara Shena dan Fey. Tak hanya sama-sama berparas cantik, hati keduanya juga terlalu baik, bahkan kini mereka sama-sama memiliki satu putra yang lucu dan menggemaskan.
Tak ingin menunggu waktu lama, keduanya langsung hunting barang-barang yang mereka incar. Namun, ada hal tak terduga yang membuat Shena dan Fey tiba-tiba saja ditolak oleh salah satu pemilik distro dan melarang Shena ataupun Fey masuk ke dalam salah satu distro tenama di mall ini.
“Kenapa kami ditolak, pak? Apa salah kami?” tanya Shena. Sementara Fey hanya diam saja mengamati orang-orang yang bekerja di distro ini.
“Maafkan kami ya mbak, ini distro hanya khusus bagi para konglomerat karena barang-barang yang dijual disini semua unlimited dan berasal dari luar negeri. Kalian berdua tak mungkin bisa membeli barang-barang di tempat ini karena harganya sangat fantastis. Banyak orang seperti kalian terpaksa kami usir dari distro ini karena mereka tak sanggup membayar barang berharga selangit ini. Jadi, sebelum itu terjadi, sebaiknya kalian berdua pergi dari sini. Ada banyak toko disana yang kelasnya sesuai dengan kalian. Kalau disini khusus orang-orang high class.”
“Apa?” Shena benar-benar shock setelah mendengar ucapan orang yang sepertinya bekerja sebagai menejer di distro mewah ini. “Aku baru tahu, ada ya peraturan seperti ini? Harus membedakan orang berkelas dan yang tidak. Atas dasar apa kalian melarang kami berdua masuk kemari?”
Menejer distro itu mengamati penampilan Shena dan Fey mulai atas hingga bawah. Pria ber jas hitam itu mengira bahwa Fey dan Shena hanyalah ibu rumah tangga biasa dilihat dari gaya pakaian mereka yang kasual, tanpa ia tahu bahwa suami-suami wanita cantik ini bisa saja membeli mall ini beserta seluruh isinya.
"Shena, ayo kita pergi!" ajak Fey.
"Tidak, Kak. Aku kesal sekali dengan orang itu, seenaknya saja menganggap remeh kita." Shena benar-benar kesal sekarang.
"Maksudku, kita pergi dulu dari sini dan mencari tempat aman untuk Yeon dan Rey, baru kita buat perhitungan dengan orang-orang sombong itu," ujar Fey sambil menyunggingkan senyumnya.
"Benarkah? Bagaimana caranya?" tanya Shena penasaran dan Fey hanya menjawab pertanyaan Shena dengan senyuman mencurigakan.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***