Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 240


__ADS_3

Manik mata Leo melihat tajam wajah Shena yang kepalanya dibalut dengan perban. Pertanyaan Shena benar-benar membuat Leo tertegun, tapi ia buru-buru menguasai diri agar bisa memastikan apakah pendengarannya itu salah atau tidak. Tidak mungkin jika Shena tidak mengenali dirinya. Leo mengira kalau istrinya itu sedang bergurau dengannya.


“Sayang, jangan bercanda. Kenapa kau tanya aku siapa? Aku suamimu. Orang yang sangat kau cintai. Leopard Bay Pyordova.” Leo memamerkan senyum menawannya untuk menggoda Shena.


Namun bukannya tergoda, Shena malah bersikap sebaliknya. Rasa bingung, takut dan juga panik mulai menyerang hati dan pikiran Shena.


“Apa? Suami?” wajah Shena semakin pucat. Tiba-tiba saja ia merasakna sakit yang amat sangat dikepalanya. “Aaacchh!” erang Shena sambil menekan kuat bagian kepala yang terasa sakit. Istri Leo itu merintih kesakitan.


Hal itu membuat Leo jadi semakin cemas. Tidak ada angin tidak ada hujan, mendadak Shena menggeliat kesakitan sambil terus memegangi kepalanya. Leo berusaha menenangkan Shena tapi tidak berhasil. Mungkin karena kepalanya terasa amat sangat sakit.


“Sayang, kau tidak apa-apa? Apa yang terjadi padamu!” Leo hendak menyentuh kepala istrinya tapi Shena mencegahnya.


“Pergi kau! Jangan dekati aku!” teriak Shena disela-sela ia menahan sakit.


Tentu saja teriakan Shena semakin membuat shock Leo. Iapun memencet tombol yang ada di samping ranjang istrinya untuk memanggil suster ataupun dokter supaya datang kemari dan memeriksa kondisi Shena yang aneh ini.


Tak perlu menunggu waktu lama, dokter yang mengoperasi Shena segera datang bersama dengan beberapa suster. Shena terus mengerang kesakitan dan tidak ingin disentuh oleh siapapun termasuk dokter itu sendiri.


“Cepat! Beri obat penenang!” seru dokter itu pada suster yang berdiri diseberangnya begitu melihat Shena kesakitan. Tanpa banyak bicara, suster itupun menyuntikkan obat penenang di selang infus Shena sesuai petunjuk dokter.


Akibat efek dari obat tersebut, Shenapun akhirnya bisa tenang dan kembali pingsan. Dokter itu segera memeriksa denyut nadi dan juga kelopak mata Shena yang tengah tak sadarkan diri. Rasa khawatir yang sudah memuncak, menyelimuti seluruh hati Leo. Berkali-kali suami Shena itu mengepalkan kedua tangannya sendiri. Ingin rasanya marah, tapi ia tak tahu harus marah pada siapa.


“Dok, ada apa dengan istriku? Kenapa dia tidak mengenaliku?” tanya Leo was-was.

__ADS_1


“Dugaan saya, nyonya Shena mengidap amnesia disosiatif, Tuan muda. Tapi itu hanya dugaan. Untuk mengetahui spesifiknya, istri anda harus menjalaani CT scan.”


“Apa?” pekik Leo. “Bagaimana bisa dia kena amnesia?” tanya Leo.


“Kejadian ini biasanya terjadi akibat kecelakaan yang mengakibatkan trauma pada kepalanya, Tuan muda. Atau bisa juga karena mengalami kondisi stres. Apakah sebelum terjadi kecelakaan, Nyonya Shena sempat tertekan?” dokter itu balik bertanya pada Leo.


Leo terdiam. Ia memejamkan mata untuk mengingat serangkaian kejadian yang sempat membuat Shena stres. Terutama saat ia bersikap jahil pada Shena. Juga tentang tingkah para anak-anak mereka beberapa waktu lalu, mungkin saja serangkaian kejadian itu sempat membuat Shena tertekan dan stress sehingga ia jadi seperti ini.


Diamnya Leo, membuat dokter yang menangani Shena mengerti tentang situasi dan kondisi yang sedang dialami Shena. Sebab, ia juga tahu betul seperti apa Leo. Menjadi seorang Shena tidaklah mudah. Oleh sebab itu, ia paham betul kalau hal ini bisa saja terjadi.


“Apa penyakit Shena ini berbahaya Dokter? Apakah ada obat untuk menyembuhkannya?”


“Tidak ada obat apapun untuk menyembuhkan amnesia jenis ini tuan muda, nyonya Shena hanya bisa melakukan banyak terapi yang akan mengingatkan dia pada kenangan masa lalunya. Siapa dia sebenarnya, dan bagaimana keluarganya. Dengan catatan, ia tidak boleh stress ataupun tertekan. Jika ia mengalami tekanan dalam pikirannya, maka rasa sakit dikepalanya akan menyerang kapan saja. Hal itulah yang bisa menimbulkan bahaya. Jadi, untuk sementara ini … sebisa mungkin jangan buat Nyonya tertekan lagi apapun keadaannya. Seperti memaksanya melakukan apapun yang tidak ia suka.” Sekali lagi, dokter itu memeriksa kondisi Shena. “Kita akan melakukan CT scan secepatnya, saya permisi dulu.” Dokter itu pamit undur diri bersama dengan suster-susternya.


“Maafkan aku, Sayang. Aku … sungguh-sungguh minta maaf. Kau bisa menghukumku dengan cara apapun, tapi tolong … jangan lupakan aku. Jangan lupakan cinta kita, kenangan-kenangan indah kita. Dan juga buah hati kita berdua, apa jadinya Yeon, Bima dan Lea jika kau juga tak mengingat mereka semua. Kau tidak boleh lakukan ini padaku, Sayang. Aku mencintaimu, sungguh aku sangat mencintaimu melebihi apapun.” Leo duduk disebelah Shena dan kembali menggenggam erat tangan istrinya.


Kabar tentang Shena yang mengalami amnesia disosiatif sudah tersebar keseluruh keluarga besar Leo dan Refald. Leo langsung menemui Refald begitu kakanya dan Fey serta anak-anak mereka tiba di rumah sakit.


“Kak, lakukan sesuatu. Tolong sembuhkan Shena. Aku akan lakukan apa saja supaya ia bisa kembali mengingat sispa dirinya dan kita semua. Apa kau tak bisa gunakan kekuatanmu?” ujar Leo pada Refald yang menatap tajam Shena.


Istri Leo itu sedang duduk bersandar di ranjang menghadap jendela tanpa mau bicara pada Leo ataupun menatap wajah suaminya sendiri walaupaun mereka berdua sejak tadi hanya berduaan di dalam kamar VVIP. Leo sendiri juga tak bisa berbuat apa-apa selain hanya diam dan terus mengamati gera-gerik istrinya sampai keluarga besanya datang.


Anak-anak Leo langsung berlarian menuju ranjang ibunya dan mencoba menyandarkan kepala mereka dipangkuan Shena. Namun, Shena yang ingatannya hilang, sama sekali tak bereaksi dan bahkan terlihat seperti orang linglung. Fey yang ikut mendekat ke arah Shena jadi tak tega pada anak-anak itu, mereka terus saja bicara menceritakan segala hal yang mereka rasa tapi ibunya hanya diam saja.

__ADS_1


“Sejak kapan ia seperti itu?” tanya Refald dari kejauhan. Ia tetap berdiri di samping Leo untuk menjaga jarak.


“Sejak tadi, saat selesai melakukan CT scan. Ia tak mau bicara atau bahkan melihatku!” wajah Leo terlihat kusut dan juga kalut. Rasa bersalahnya semakin bertambah besar.


Belum juga Refald buka suara, tiba-tiba saja Shena menjerit dan lagi-lagi memegangi kepalanya yang terasa sakit. Tentu saja jeritan Shena itu mengagetkan semua orang yang ada di ruangan ini tak terkecuali anak-anak Shena sendiri. Yeon, Bima dan Lea sangat shock melihat kondisi ibunya jadi memprihatinkan begitu.


“Honey, bawa anak-anak pergi dari sini, cepat!” Seru Refald dan langsung mendekat ke arah Shena untuk menenangkannya.


“Ayo anak-anak, kita pergi dulu. Ibumu sedang kurang sehat, biarkan dia istirahat dulu sementara sampai dia baikan. Ayo!” Fey menggiring ketiga anak-anak Leo dan Shena untuk keluar dari ruangan.


Sedangkan Leo, ia terpaku menatap apa yang terjadi dihadapannya. Ia tidak percaya kalau Shena telah melupakannya dan juga anak-anak mereka berdua. Begitu Yeon, Bima dan Lea keluar ruangan bersama Fey, Leo langsung memukul-mukul dinding ruangan menggunakan tangan kanannya hingga luka lecet dan darah segar mulai bercucuran di dinding itu saking kuatnya pukulan Leo.


“Hentikan Leo! Tidak ada gunanya kau menyakiti dirimu sendiri sekarang. Fokuslah pada kesembuhan istrimu!” bentak Refald yang sudah berhasil menenangkan Shena.


“Dokter bilang tak ada obat apapun untuk menyembuhkannya! Bagaimana aku bisa memaafkan diriku sendiri, ini semua salahkau! Akulah yang menyebabkan wanita yang kucintai jadi seperti itu!” ganti Leo yang berteriak. Ia marah pada dirinya sendiri.


“Karena itulah kau harus berusaha keras untuk membuat Shena kembali mengingat kenangan-kenangan kalian berdua.” Refald berjalan cepat dan berdiri didepan Leo. “Aku tak bisa menggunakan kekuatanku kali ini. Karena ini adalah takdir yang harus kalian berdua jalani.”


Kedua kakak beradik itu saling menatap tajam satu sama lain. Satunya menatap dengan rasa keputusasaan yang tinggi, satunya lagi menatap penuh semangat juang yang besar.


BERSAMBUNG


****

__ADS_1


__ADS_2