Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 237 Penyelamatan


__ADS_3

Dugaan Rey memang benar. Si bungsu Lea sedang digoda oleh anak laki-laki asing tak dikenal. iapun bergegas menghampiri Lea bersama dengan Yeon dan Bima.


Selain kakaknya yang memiliki wajah tampan menawan, putri satu-satunya dari keluarga Pyordova ini juga punya paras cantik rupawan. Tak heran bila ada yang tertarik pada Lea. Wajah Lea juga sangat menggemaskan sehingga membuat semua orang yang melihatnya ingin sekali mencubit pipinya.


Sayangnya, kali ini Lea agak sedikit sial. Niat hati ingin bermain bersama dengan kakak-kakaknya, ditengah jalan ia malah dihadang oleh anak laki-laki asing yang tidak Lea kenal.


"Hai gadis cantik, siapa kau? Aku baru melihatmu di tempat ini?" tanya anak laki-laki itu yang terang-terangan minta kenalan.


Karena Lea tak tahu menahu siapa anak laki-laki ini, maka ia hanya diam dan pergi begitu saja. Yang dilakukan Lea malah membuat anak laki-laki itu semakin penasaran pada Lea yang cuek dan acuh tak acuh padanya. Tentu saja, sifat Lea ini didapat dari ibunya. Sedangkan anak laki-laki itu nekat mengikuti langkah kaki Lea kemanapun gadis kecil itu pergi. Sebab, baru kali ini ia diacuhkan oleh gadis asing yang tidak ia kenal.


Lea tahu kalau ia sedang diikuti tapi tetap saja berjalan cepat. Tiba-tiba saja, gadis kecil menggemaskab itu berhenti berjalan dan berbalik badan menghadap anak laki-laki yang mengikutinya. Kali ini, wajah Lea sudah tidak tegang lagi. Sebaliknya, ia tersenyum menatap wajah tampan anak itu.


"Berhenti mengikutiku atau ...."


"Atau apa?" sela anak laki-laki yang tak diketahui namanya oleh Lea.


"Atau kami akan mematahkan tulang kakimu supaya kau tak bisa berjalan mengikuti adikku!" ujar Rey maju dihadapan anak itu setelah ia muncul dari balik punggung Lea.


Di samping kanan dan kiri Lea juga muncul kakak-kakanya, yaitu Bima dan Yeon. Ketiga kakak laki-laki Lea pasang badan melindungi Lea dari pengganggu yang mencoba mengusiknya.


Melihat tatapan mata Rey yang tajam, nyali anak laki-laki itu jadi sedikit ciut. Namun, entah mengapa ada sesuatu yang membuat anak laki-laki itu merasa tertantang ketika melihat Rey dan saudara-saudaranya.


"Aku Ryuzaki Sano. Putra pertama dari keluarga Sano. Kalian semua pasti penduduk baru di kota ini." Anak laki-laki yang bernama Ryuzaki itu mengulurkan tangannya pada Rey tapi putra Refald itu enggan menerima uluran tangannya. Rey agak sedikit sombong sih, tapi sebagai anak-anak, ia harus tetap waspada terhadap siapapun yang baru ditemuinya.


"Pergi kau dari hadapanku dan jangan sekali-kali kau mengganggu adikku lagi." Reaksi Rey yang kurang welcome ini membuat Ryu jadi kesal. Tak disangka, niat baiknya malah dianggap mengganggu.

__ADS_1


Mata anak laki-laki itu menatap tajam mata Rey. Sama halnya dengan Rey dan saudara-saudaranya. Ryuzaki Sano juga putra dari keluarga sultan di wilayah ini. Sebab itulah ia agak tersinggung bila orang lain memperlakukannya dengan tidak baik diwilayahnya sendiri apalagi oleh pendatang yang baru saja tinggal di sini.


"Aku hanya bertanya siapa gadis manis itu karena aku tak pernah melihatnya ataupun kalian sebelumnya. Jadi aku penasaran. Aku tak bermaksud mengganggunya. Aku bahkan bertanya dengan sopan." Meski agak sedikit takut, tapi Ryu kecil masih punya harga diri. Sebagai seorang anak sultan di kota ini, masa iya ia diam saja diremehkan bahkan dianggap sebagai seorang pengganggu oleh orang asing pula.


"Apa pedulimu tahu tentang siapa kami semua? Kami tidak suka mengganggu kehidupan orang lain, jadi kau jangan coba-coba mengganggu kehidupan kami. Ini peringatan terakhir." Rey kembali menyalakan kilatan api kemarahannya.


Dalam hati, jika anak laki-laki ini berani berkata sepatah kata saja, maka Rey akan langsung memukulnya. Namun ternyata, anak itu terdiam, mungkin kali ini Rey terlihat sangat menakutkan sampai anak itu tak bisa berkata apa-apa.


"Ayo kita pergi dari sini. Lea! Kau tetap disisiku," tandas Rey tapi matanya masih lurus menatap Ryu yang juga menatapnya.


Rey mundur mengajak saudara-saudaranya pergi dari sini sesegera mungkin sebelum ia benar-benar marah. Sebab, putra tunggal Refald dan Fey itu tak ingin menimbulkan kekacauan di negeri orang. Namun, baru juga beberapa saat keempat bersaudara itu berjalan pergi bersama-sama, tiba-tiba saja, anak laki-laki benama Ryu itu berlari menghadang langkah Lea dan langsung mecuri ciuman pipi gadis mungil itu.


"Aku suka kamu," bisik Ryu cepat sambil tersenyum senang lalu berlari kencang melihat ke tiga saudara laki-laki gadis yang ia cium barusab mulai menunjukan taring, gigi serta tanduk mereka.


"Kakak!" seru Lea mencoba menghentikan saudara-saudaranya, tapi terlambat, Yeon dan Bima sudah berlari jauh meninggalkannya untuk menyusul Rey.


Pengawal Leo yang sejak tadi mengawasi gerak-gerik anak-anak sultan itu langsung melaporkan apa yang terjadi di sini. Begitu pula dengan pengawal Refald.


Tak berselang lama, Leo dan Shena tiba menghampiri putrinya yang amat sangat cemas. Sementara Refald dan Fey langsung mencari keberadaan putranya. Hanya saja, tempat ini terlalu ramai sehingga Refald tak bisa menggunakan kekuatannya dengan leluasa.


Sebagai gantinya, ia mencoba membaca pikiran seluruh keponakannya tapi juga tidak mudah. Karena ini adalah acara festival tahunan, hampir seluruh penduduk Jepang di kota ini datang merayakan festivalnya.


"Sial! Mereka terlalu banyak!" umpat Refald kesal karena sulit berkonsentrasi. "Honey. Ayo kita ke tempat yang lebih tinggi." Refald menggandeng tangan istrinya dan bersikap seperti orang biasa lainnya agar tak menimbulkan kecurigaan. Refald tak bisa menghilang ataupun berlari cepat karena ada banyak pasang mata sedang memerhatikan mereka.


"Apa yang terjadi dengan anak-anak itu? Apa mereka baik-baik saja?" tanya Fey sedikit khawatir.

__ADS_1


"Sejauh ini mereka baik-baik saja, tapi mereka bertiga pergi terlalu jauh." Refald dan Fey masuk ke dalam pagoda Lima lantai. Keduanya berjalan cepat menaiki tangga dan mulai mengamati sekeliling untuk mencari keberadaan Rey, Yeon dan Bima.


Setelah sesaat mencari kesana kemari, Refald menemukan Rey dan saudara-saudaranya sedang barada dipinggiran jalan raya. Ketiganya berlarian mengejar seseorang yang tak lain adalah Ryu. Seorang anak kecil yang mereka kejar itu berhasil menyeberangi jalan raya disaat jalanan penuh dengan kendaraan besar yang melaju kencang.


Saking kesalnya Rey, Yeon dan Bima atas apa yang dilakukan anak yang bernama Ryu terhadap Lea, ketiganya tak bisa membiarkan Ryu lolos begitu saja. Rey nekat berlari menyeberang jalan lebih dulu, disusul Yeon dan tak jauh dibelakangnya ada Bima.


Karena tak memperhatikan jalan, sebuah truk besar melintas kencang dan hampir saja menabrak Rey jika saja Refald tak datang tepat waktu menyelamatkan putranya dengan jurus terleportasi yang ia gunakan dan membawa Rey ketepian. Bersamaan dengan itu, sebuah bus angkutan umum juga melaju kencang ketika Yeon menyeberang menyusul Rey dibelakang.


Fey bergerak cepat melakukan hal sama seperti yang dilakukan suaminya. Yeon selamat berkat kekuatan yang dimiliki Fey dan berhasil sampai dipinggiran tanpa terluka sedikitpun. Namun hal serupa tak terjadi pada Bima. Bahaya besar tak hanya dialami Rey dan Yeon saat ketiganya menyeberangi jalan.


Bila truk dan bus angkutan umum hampir menabrak Rey dan Yeon didetik yang sama, maka disaat bersamaan pula, sebuah taksi melintas cepat dan hampir saja menabrak Bima jika saja Leo tak segera menggendong putranya dan berpindah tempat ke pinggir. Namun, karena Leo hanya manusia biasa tak seperti kakak dan kakak iparnya, ia kehilangan keseimbangan setelah sempat melempar tubuh Yeon kepinggir dan mengorbankan dirinya untuk menjadi santapan taksi yang sedang melaju kencang.


Tentu saja hal itu membuat Shena yang melihat kejadian itu, langsung berlari sekencang yang ia bisa untuk menyelamatkan suaminya. Dilihat dari kecepatan mobil taksi itu, kecelakaan tak dapat dihindari lagi. Shena sudah dapat memastikan bahwa dalam hitungan detik, Leo bakal tertabrak taksi itu.


Tangan Shena berhasil meraih tangan Leo dan menarik tubuh suaminya sekuat tenaga. Saking kuatnya, Shena sampai menggunakan tubuhnya untuk bertukar posisi dengan Leo. Tidak salah lagi, demi bisa menyelamatkan orang yang amat dicintainya, Shena memutar tubuhnya 180% untuk menggantikan posisi Leo. Dengan kata lain, yang akan tertabrak bukanlah suami Shena, melainkan Shena sendiri.


Brak!


Tubuh Shena terpental keatas dan menabrak badan mobil hingga akhirnya jatuh terkapar tak berdaya di jalan raya begitu taksi itu melintasi tubuh Shena. Kejadian naas itu terjadi begitu cepat dalam waktu yang bersamaan dan tentu saja, membuat semua orang shock bukan kepalang termasuk Leo sendiri.


"Tidaaaak! Shenaaa!" teriak Leo menggelegar!" matanya melotot tak percaya atas apa yang ia lihat barusan.


BERSAMBUNG


****

__ADS_1


__ADS_2