Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 223 Kejutan dari Leo untuk Shena


__ADS_3

Mata Shena berkaca-kaca melihat kejutan pagi yang diberikan Leo padanya. Kado-kado bejibun, cincin berlian indah yang menyedapkan mata, dan sekarang suaminya itu masih memberikan gelang, kalung serta perhiasan lainnya yang membuat Shena terpana. Semua perhiasan mahal ini membuat Shena jadi merasa seperti emas berjalan.


"Aku tahu kau tak suka perhiasan, ataupun kemewahan lainnya. Tapi ... kalian ini, aku berharap kau tak menolak hadiah-hadiah ini meskipun kau masih marah padaku," ujar Leo.


Tak dapat dipungkiri, Shena terpukau dengan keindahan seluruh perhiasan yang diberikan Leo padanya. Apalagi saat Leo menyematkan cincin berlian itu di jari manis Shena dan memakaikan gelang emas di pergelangan tangannya. Hati wanita mana yang tidak bahagia bila diperlakukan istimewa oleh suaminya.


"Berbaliklah, akan kupasangkan kalung couple ini untukmu," ujar Leo dengan suara merdunya.


Bak seolah sedang tersihir, Shena menurut saja apa yang dikatakan suaminya. Kalung yang ia kenakan dan yang dikenakan di leher Leo memang sama seperti dengan kalung di leher Shena. Keduanya jadi semakin terlihat serasi setelah memakai kalung couple yang sama.


"Kenapa kau memberiku banyak sekali hadiah. Jika aku mau, aku bisa membelinya sendiri. Kau tidak perlu repot-repot menyiapkan semua ini. Dan kalungnya ....,"


"Indah bukan?" Leo menyela kata-kata istrinya dan memeluknya dari belakang. "Semua perhiasan dan hadiah-hadiah ini belum sebanding dengan pengorbananmu saat bersamaku, Sayang. Bahaya besar selalu mengancam nyawamu dimanapun kau berada. Dan itupun dimulai saat aku memutuskan menjadikanmu wanitaku. Terlepas dari itu semua, kau tetap berdiri di kokoh dan bertahan disisiku dan menjadi wanita tegar yang amat sangat mengagumkan.


"Sejak bertemu denganmu, aku seolah menemukan jiwaku yang hilang. Kau segalanya bagiku, Sayang. Jangan larang aku memanjakanmu dengan segala kemewahan ini. Dan ... mengenai kalung, itu adalah simbol cinta kita berdua. Aku memesan khusus kalung itu langsung dari Eropa. Konon katanya, siapapun yang memakai kalung couple ini, maka ia dan pasangannya akan hidup bahagia hingga hari tua." Leo mencium mesra pipi Shena sehingga wajah Shena jadi merah merona.


"Terimakasih Leo sayang, atas semua kejutan yang kau berikan. Tidak ada lagi kata yang bisa kuucapkan selain kata 'terima kasih',"ujar Shena dan balik badan menghadap Leo yang semakin menatap mesra dirinya.


"Anggap saja ini semua adalah permintaan maafku karena sudah jahil padamu, Sayang. Jadi, kau tak perlu berterimakasih padaku." Leo menggenggam erat kedua tangan Shena. "Selama ini kita berdua sudah melewati banyak hal sulit dalam membangun bahtera rumah tangga bersama. Suka duka pernikahan kita, juga sudah sama-sama kita rasakan. Aku tak tahu apakah kau bahagia bersamaku atau tidak. Aku hanya takut, kau menyesal karena sudah memilih hidup bersama dengan orang sepertiku."


"Jangan bicara seperti itu Leo. Aku, memang marah padamu, tapi aku sangat mencintaimu melebihi apapun. Sampai matipun, aku takkan pernah menyesal telah menjadi istri dari seorang Leopard Bay Pyordova, suami gengsterku yang tampan dan nggak ada akhlak ini." Shena meraih leher Leo sambil tersenyum bahagia. "Sungguh aku menjadi wanita paling beruntung di dunia karena dicintai olehmu. Bahkan dikehidupan berikutnya, aku berharap kita berjodoh lagi dan menjadi pasangan suami istri kembali."


"Tentu saja kita akan terus berjodoh sampai kapanpun. Takkan ada yang bisa memisahkan kita berdua, siapapun itu. Sekarang, apa kau masih marah padaku?" tanya Leo ikut tersenyum melihat wajah bahagia istrinya.

__ADS_1


"Sedikit, selama kau terus bersikap manis padaku, aku tidak akan marah padamu."


Leo mencium mesra Shena dan memeluk erat-erat tubuh istrinya. "Aku akan bersikap manis pada istriku mulai sekarang. Tapi hari ini, aku tak bisa menemanimu seharian. Aku harus bersiap-siap untuk jumpa pers dengan wartawan, kak Refald dan Roy pasti sudah ada disana. Kau boleh ikut kalau kau mau?" Leo melepas pelukannya dan menatap Shena untuk menanti sebuah jawaban.


"Tidak, aku disini saja. Aku sudah kehilangan banyak tenaga karena dijahili olehmu. Begitu selesai jumpa pers, cepatlah kembali dan temani aku jalan-jalan ke pantai. Aku ingin melihat sunset disana."


"Siap tuan putri," seru Leo dengan lantang. Iapun menggendong tubuh Shena dan membawanya ke dalam kamar. Pasangan sejoli itu menikmati momen indah yang biasa mereka lakukan saat-saat bersama sebelum Leo pergi menemui Refald dan Roy ditempat mereka janjian.


***


Wawancara pers berjalan dengan lancar. Kedatangan. Sultan Refald dan pewaris tunggal keluarga Pyordova yang masih dalam satu rumpun keluarga membuat heboh atas kabar yang menimpa Leo dan istrinya karena pengkhianatan para anak buah ayah Leo sendiri. Refaldpun menjelaskan kronologi bagaimana Leo bisa pura-pura meninggal demi bisa menangkap dalang dibalik orang yang mencoba melenyapkannya.


Dalam sehari, pemberitaan tentang Leo dan Shena langsung menjadi trending topik dunia. Para penjahat juga sudah dieksekusi oleh badan intelijen tertinggi di negara Jepang atas kesalahan yang sudah mereka lakukan. Dengan begini, takkan ada lagi orang yang berani mengganggu ketenangan kehidupan Leo dan Shena lagi.


"Wauuw, indah sekali pantainya," seru Shena.


"Kau suka?" tanya Leo yang sejak tadi memerhatikan raut wajah istrinya sambil menggandeng erat tangan Shena.


"Sangat sukalah, indah begini. Kau pandai sekali memilihkan pantai untukku? Tapi ... kenapa ada tempat tidur disana?" Shena menunjuk kasur berukuran sedang lengkap dengan bantalnya ada di pinggir pantai. "Dan juga ... kok pantainya sepi sekali?" tanya Shena bingung.


"Aku menyewa pantai ini dan melarang siapapun masuk kemari. Dan kasur itu ...." Leo tak melanjutkan kata-katanya dan malah berjalan lebih dulu meninggalkan Shena dibelakangnya lalu merebahkan diri diatas kasur tersebut dengan pose tubuh yang menggoda.


"Kemarilah sayang, kita bisa melihat sunset dengan rebahan diatasi kasur ini."

__ADS_1


"Hah?" mata Shena terbelalak melihat Leo mengedipkan salah satu mata untuknya.


"Kemarilah, aku tidak akan memakanmu. Aku hanya tak ingin kau kelelahan, makanya aku menyiapkan semua ini."


"Sungguh?" tanya Shena ragu.


"Sungguh," jawab Leo.


"Kau tidak akan macam-macam?" tanya Shena lagi.


"Tidak, aku hanya akan satu macam saja, yaitu mencintaimu dengan segenap hati dan jiwaku." Leo tersenyum sendiri mendengar ucapannya.


"Dasar tukang gombal." Shena jadi sewot mendengar ucapan suaminya. Namun dengan malu-malu kucing, iapun berjalan mendekat ketempat Leo berada dan mereka berdua sama-sama menikmati indahnya sunset diatas kasur sambil saling berpelukan.


Tak dapat dilukiskan betapa bahagianya perasaan Shena sekarang ini setelah kemarin-kemarin dibikin nangis oleh Leo gara-gara ulah jahilnya. Namun, hari ini ia dibuat gembira dengan sejumlah kejutan dari Leo yang tak terduga.


Malam harinya, Leo dan Shena kembali pulang ke mension mereka dan makan malam bersama dengan Refald-Fey dan juga Roy-Laura.


"Kami akan menetap di Jepang, sampai anak-anakku lahir ke dunia," ujar Leo pada teman dan kakaknya mengenai rencananya.


"Apa?" tanya Roy langsung tersedak, tapi tidak untuk Refald yang sudah tahu seperti apa isi otak adiknya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2