
Tak perlu menunggu waktu lama bagi Byon dan Biyanca untuk datang ke tempat di mana Shena berada setelah mendengar kabar menantu kesayangannya dirawat di rumah sakit karena terkena bom asap beracun yang mengandung zat kimia berbahaya bagi kesehatan termasuk untuk wanita hamil seperti Shena. Biyanca berlari secepat mungkin meninggalkan Byon jauh dibelakang demi bisa segera bertemu dengan menantu satu-satunya keluarga Pyordova.
Sesampainya di ruang VIP, yaitu tempat Shena dan Leo berada, Biyanca langsung memeluk tubuh istri Leo itu dengan sejuta kecemasan terlihat jelas di wajah awet muda Biyanca meski ibu Leo kini sudah berusia hampir setengah abad. Biyanca merasa sedikit lega ketika Shena sudah sadar dan duduk bersandar disandaran ranjang tidurnya.
"Bagaimana kondisimu sekarang, Sayang? Apa kau baik-baik saja? Kenapa kau sampai bisa terkena bom asap? Apa Leo tidak menjagamu dengan baik?" Biyanca memberondongi Shena dengan banyak pertanyaan.
"Leo menjagaku dengan sangat baik, Ibu. Jika tidak ada Leo, entah apa yang terjadi padaku. Dia datang tepat waktu dan sigap membawaku kemari ketika aku dalam bahaya. Aku aman selama suamiku ada bersamaku. Jadi, Ibu jangan khawatir." Shena tersenyum sambil menggigit bibir karena ia cemas kalau-kalau bibinya tiba-tiba saja, datang juga kemari.
Shena sudah was-was ketika mendengar suara langkah kaki berjalan mendekat ke arah ruangannya. Shena pikir suara langkah kaki itu adalah suara langkah bibinya. Istri Leo itu bahkan sampai meremas jari tangan suaminya dengan kuat saking tegangnya jika benar, yang akan datang itu adalah bibinya.
Namun ternyata, dugaan Shena salah. Orang yang muncul dibalik pintu adalah Byon, ayah mertuanya sendiri, bukan bibirnya. Melihat hal itu, baik Shena ataupun Leo sama-sama sedikit bernapas lega karena dugaan mereka berdua salah.
"Sebenarnya, apa yang terjadi Shena? Kenapa kau menempuh bahaya sendirian? Jika sampai sesuatu terjadi padamu, aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri," ucap Biyanca.
"Maaf, Ibu. Aku hanya ingin melakukan apa yang dilakukan seorang istri jika suaminya di goda oleh wanita lain. Aku ingin menunjukkan taringku supaya tak ada lagi yang menggoda suamiku. Sama seperti yang dilakukan Leo, jika ada laki-laki lain yang menggodaku. Tapi lain kali aku janji, aku tidak akan mengulangi lagi kesalahanku."
"Jadi ... kau tidak marah pada Leo?"
"Tidak Ibu, ada mata-mata di rumah kita, jadi untuk mengelabuhi musuh, aku berpura-pura marah pada suamiku." Shena menatap wajah suaminya yang juga menatapnya. "Maafkan aku, Sayang. Karena sudah membuatmu tak bisa tidur gara-gara aku marah padamu," sindir Shena.
Meski kenyataannya, Leo tertidur lelap diruangan lain. Kalau benar ia tidak bisa tidur, harusnya Leo tahu kalau istrinya melarikan diri dari rumah tepat tengah malam disaat semua orang sedang tidur lelap. Namun faktanya, Leo tidak tahu apa-apa.
"Bagaimana kau bisa tahu ada mata-mata, Sayang?" tanya Leo mengalihkan pembicaraan. Sebab, bohongnya ketahuan.
"Saat kau baru pulang dan membangunkanku, tak sengaja aku melirik ada bayangan yang berdiri di depan pintu kamar kita. Aku yakin itu bukan ibu ataupun ayah. Dari situ aku sudah curiga ada yang tidak beres. Makanya aku harus mengajakmu bermain drama ikan terbang dulu dengan bertengkar denganmu."
"Kenapa kau tidak memberiku kode? Aku bisa melenyapkan langsung orang yang berani menguping pembicaraan kita. Aku benar-benar terkejut kau tidak percaya dengan cintaku padamu."
__ADS_1
"Aku percaya, kau tak suka disentuh wanita lain selain aku. Tapi jika malam itu tak terjadi apa-apa pada kita, pasti hari-hari berikutnya si ulat bulu itu pasti terus mencari celah untuk menggangu rumah tangga kita dengan memakai cara apapun. Aku tak bisa membiarkan itu terjadi, Leo. Karena itulah aku melakukan semua ini. Sayangnya, si siluman rubah itu telah berhasil melarikan diri." Shena agak sedikit kecewa karena usaha yang ia lakukan sudah gagal.
"Jangan khawatir, akan kusingkirkan semua orang yang mencoba mengganggu ketenangan kita. Kau fokus saja pada kehamilanmu ini, Sayang. Jangan pikirkan yang lain." Leo mengusap lembut perut rata Shena dan mencium keningnya.
Byon berdiri di samping Biyanca dan menatap menantunya. "Kalau kau tak mau memberitahu Leo ataupun yang lainnya, kenapa kau tak beritahu ayah, Shena. Kau tidak tahu, dunia ini sangat kejam."
"Sebagai menantu keluarga mafia Pyordova yang ditakuti oleh banyak musuhnya. Aku harus bisa melawan musuhku sendiri, Ayah. Dengan begitu aku bisa menegakkan kepalaku dengan bangga karena bisa menjadi bagian dari keluarga ini." Shena tersenyum dan ia mendapat pelukan hangat dari Byon dan Biyanca.
"Kami juga bangga padamu. Tapi lain kali, jangan diulangi lagi, oke. Kau harus memberitahu kami jika terjadi sesuatu, apapun itu," ujar Byon pada Shena dan langsung disambut anggukan kepala dari menantunya.
Tak berselang lama, pengawal Leo yang tadi disuruh mencari dan mengawasi Agne yang melarikan diri, datang dan langsung membisikkan sesuatu di telinga Leo. Seketika mata Leo menajam dan iapun mengajak keluar pengawalnya agar tidak mengganggu yang lainnya.
"Apa yang kau katakan itu, benar?" tanya Leo setelah ia dan pengawalnya berada di luar ruangan.
"Benar, Tuan muda. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. Wanita itu ... menceburkan diri ke jurang."
"Tidak Tuan, saya yakin itu adalah wanita yang anda maksud. Tapi kejadian itu, aneh sekali Tuan muda," ujar pengawal itu antara apakah ia harus mengatakannya atau tidak.
"Aneh apanya? Katakan saja? Tidak apa-apa."
"Pada saat kejadian, saya tak sengaja melihat mobil tuan besar Byon dan nyonya Biyanca terparkir tak jauh dari jurang tempat wanita itu menerjunkan diri. Saya yakin mereka melihat kejadian itu, tapi ayah dan ibu Tuan langsung pergi begitu saja setelah wanita itu benar-benar jatuh dari bibir tebing," terang pengawal itu agak sedikit takut.
Namun, diluar dugaan, bukannya terkejut atas informasi yang baru saja Leo terima, reaksi suami Shena itu malah biasa-biasa saja. Ia hanya menatap kedua orangtuanya dan Shena secara bergantian.
"Orangtuaku dan istriku, rupanya adalah orang-orang yang diam-diam, tapi menghanyutkan. Wuah, daebak." Mata Leo menatap lurus seluruh anggota keluarganya. "Ada yang menyuruh wanita itu ... untuk melenyapkan dirinya sendiri. Dan aku tahu, siapa orag itu," gumam Leo sambil tersenyum simpul.
****
__ADS_1
Informasi yang diberikan pengawal Leo pada suami Shena itu memang benar. Kembali ke waktu dimana Agne berhasil melarikan diri setelah sempat dibantu rekannya yang kini telah tiada. Wanita itu terus berlari menjauh meninggalkan vila mewahnya selagi Leo sibuk menyelamatkan Shena.
Disaat yang bersamaan, Leo langsung menghubungi Biyanca kalau Shena tak sengaja menelan bom asap, sehingga terpaksa dibawa ke rumah sakit terdekat. Mendengar kabar mengejutkan itu, Secepat kilat Biyanca meminta Byon untuk segera mengantarkannya ke tempat anak dan menantunya berada.
Di tengah jalan yang jarak lokasinya lumayan jauh dari tempat Shena dirawat, ibu Leo tak sengaja bertemu dengan Agne yang terus berlari ketakutan dengan pakaian yang sangat kotor layaknya seorang pengemis jalanan. Saat itu, Biyanca menunggu Byon yang sedang mengisi bensin di pom bensin. Ibu Leo melihat wanita yang sudah ia kenal karena sering bolak balik masuk majalah fashion dan merasa kasihan melihat Agne yang malang bak gelandangan itu berjalan ketakutan seolah sedang dikejar-kejar sesuatu.
Tanpa curiga, Biyanca keluar dari dalam mobil dan menghampiri wanita seksi itu untuk mencari tahu apa yang terjadi dan berniat membantunya. Sepertinya, mertua Shena ini belum tahu kalau wanita yang hendak ia tolong ini adalah biang kerok dari masalah yang menimpa Leo dan Shena.
"Apa yang kau lakukan di sini, Agne?" tanya Biyanca.
Mata Agne terpaku melihat siapa orang yang bertanya padanya. Agne mengenal siapa wanita anggun nan elegan ini sebab ia sering menghadiri acara fashion show yang sering ia adakan di luar negeri.
"Nyonya Biyanca!" seru Agne terlihat lega dan bahagia.
"Apa yang kau lakukan ditempat ini? Lihat dirimu? Kau ... berantakan sekali?" seru Biyanca antara miris dan juga kasihan.
"Ceritanya sangat panjang, Nyonya ...," seru Agne dengan terbata-bata.
"Oke! Ayo ... ikutlah denganku dan masuklah ke dalam mobil. Kita bicara sambil jalan." Biyanca membantu membimbing Agne masuk ke dalam mobilnya dan meminta Agne menceritakan apa yang terjadi padanya.
BERSAMBUNG
***
NB:
Biar gak bingung, adegan terakhir itu adalah adegan flashback pertemuan Biyanca dengan Agne, seperti apa kelanjutannya, tetap tunggu kisahnya diepisode selanjutnya ya ...
__ADS_1