Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 245 Aku Suaminya


__ADS_3

Bukannya takut mendengar ancaman dari Shena atas apa yang pemilik toko itu lakukan, pria paruh baya itu malah tersenyum sinis pada Shena seolah tak takut dengan apa yang Shena katakan padanya. Bagi pria itu, Shena tak lebih dari seorang pengganggu yang suka ikut campur urusan orang lain. Dan pengganggu itu lebih cocok diabaikan saja.


“Kalau begitu, aku juga bisa menuntut anak itu karena berani mencuri makanan di tokoku!” silahkan saja kalau kau ingin melapor pada polisi, dan akan kupastikan anak ini juga akan mendekam di penjara atas tindak kriminal yang ia lakukan,” gertak bapak-bapak itu dengan tersenyum lebih sinis dari sebelumnya.


Bukannya terkejut, Shena malah semakin marah pada orangtua ini dan semakin menguatkan pitingan tangannya sehingga pria paruh baya itu mengerang kesakitan. Namun Shena tidak peduli dan tak ingin melepaskan pitingannya. Sebaliknya, Shena malah meluapkan semua amarah yang ia rasakan pada orang yang tak punya belas kasih ini.


“Dasar kau orang tidak punya hati! Apa susahnya sih bersedekah pada seorang anak? Apa kau bakal kehilangan seluruh isi tokomu jika anak ini memakan satu roti darimu, ha? Anak perempuan ini mungkin saja lapar dan ingin sekali makan, tapi ia tidak punya uang untuk beli, masa kau tidak mau memberikan sedikit rezeki yang kau miliki?


“Bagaimana kalau hal sama terjadi pada anak dan cucumu, ha? Dan mereka diperlakukan sama seperti kau memperlakukan anak ini! Anak ini tidak akan mencuri jika orang sepertimu mau sedikit berbelas kasih padanya. Tapi apa yang kau lakukan? Kau malah menyalahkannya atas tindakannya? Kau pikir ia suka melakukannya?” bentak Shena seperti orang kalap. Ia mendorong tubuh bapak-bapak itu hingga terjatuh ke lantai.


Kata-kata Shena seolah menjelaskan apa yang dirasakan anak kecil itu seolah drinya sedirilah yang melakukannya. Shena mungkin tidak sadar kalau dulu sewaktu masih kecil, ia pernah merasakan kejadian sama seperti yang dialami anak perempuan asing yang ia bela sekarang ini.


Hanya saja, Shena tidak mencuri. Aryanilah yang mencuri makanan dan Shena yang dijadikan kambing hitam. Untungnya dulu semua penduduk desa baik padanya. Tidak seperti sekarang yang suka seenaknya pada siapapun. Sepertinya, jiwa perikemanusiaan di desa ini telah berkurang seiring dengan perkembangan zaman.

__ADS_1


Semua orang yang ada di pasar ini langsung memandangi Shena. Ada yang mendukung aksi heroik istri Leo itu dan ada pula yang tak setuju pada tindakan Shena yang bisa dikatakan kasar pada orangtua. Shna punya alasan atas sikap kasarnya itu, ia tidak bisa menerima siapapun orang yang tega bersikap kasar dan seenaknya sendiri pada anak-anak apalagi sampai melakukan kekerasan fisik ataupun mental hanya karena anak itu melakukan kesalahan.


Senakal-nakalnya seorang anak, seperti yang dilakukan Yeon dan Bima, baik Leo ataupun Shena tak pernah ringan tangan, mereka memang marah tapi cukup dengan memarahi dan menasehati serta menghukum mereka. Biasanya sih kebanyakan Refald yang memberi hukuman karena Leo sudah angkat tangan. Meskipun itu semua masih tak mempan bagi anak-anak Leo yang nakalnya sudah tak bisa dikondisikan.


Namun, kasus kali ini berbeda, anak perempuan yang dimarahi dan dipukuli pemilik toko ini terpaksa mencuri karena ia sudah sangat kelaparan. Keluarganya tak ada yang peduli padanya, makanya ia tak punya pilihan lain selain mrncuri untuk mengisi kekosongan perutnya yang sudah meronta-ronat minta diberi makan.


Hanya saja orang seperti pria paruh baya itu tak bisa terima dan memperlakukan anak perempuan itu dengan kasar. Untung Shena segera datang menolong anak perempuan kecil itu, jika tidak … entah apa yang terjadi padanya. Shena tersadar kalau dirinya kini telah menjadi pusat perhatian, tapi ia tak begitu peduli. Apapaun alasannya, tindakan sang pemilik toko itu salah.


“Kali ini aku masih bisa memaafkanmu. Jika sampai aku tahu kau berbuat seperti ini kepada siapapun, maka akan kupastikan kau bakal menyesal seumur hidup. Ingat itu baik-baik.” Setelah puas memberi sedikit pelajaran pada pria tak berperikemanusiaan itu, Shena berbalik arah dan mendekat ke tempat dimana anak perempuan kecil itu berada.


“Terimakasih Tante,” ujar anak itu sambil sesenggukan.


Shena langsung memeluk gadis kecil itu dan menenangkannya. Namun kejadian tak terduga hampir saja membahayakan nyawa Shena. Rupanya, bapak-apak tadi tak terima atas apa yang dilakukan Shena padanya barusan. Iapun lekas berdiri dan mengambil balok kayu yang kebetulan ada di dekatnya dan langsung berjalan cepat untuk menyerang Shena dengan memukulkan balok kayu tersebut ke arah kepa Shena. Tetapi usahanya melukai Shena gagal total karena sebuah cengkeraman tangan seseorang menghalangi niat pria paruh baya itu sebelum ia benar-benar memukul Shena.

__ADS_1


Tangan yang meggagalkan aksi pemilik toko tersebut tak lain dan tak bukan adalah suami Shena sendiri. Sebenarnya, sejak tadi Leo sudah berada diantara kerumunan orang-orang yang mengelilingi Shena sambil mengawati apa yang sedang terjadi. Awalnya Leo terejut melihat aksi istrinya yang sengaja membuat keributan untuk membela anak kecil yang tidak ia kenal. Bukannya marah, Leo malah semakin bangga pada Shena. Sebab, istrinya itu sama sekali tak berubah meskipun ingatannya hilang. Shena tetap suka menolong orang lain dan lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan pribadinya. Itulah Shena, wanita yang amat dicintai Leo.


“Berani kau menyakiti istriku, akan kupatahkan semua tulang-tulangmu didetik ini juga!” mata elang Leo menatap marah pria yang dicekal kuat tangannya oleh tangan Leo hingga pembuluh darah pria itu tersumbat.


“Aaaaggh!” erang pemilik toko kesakitan tapi Leo tidak peduli, siapa suruh ia mengganggu istri tercintanya. “Lepaskan aku!” jerit pria itu semakin lemah hingga berlutut dihadapan Leo.


Mendengar suara teriakan itu, Shena balik badan dan dengan sigap melindungi anak itu kalau-kalau ada musuh yang hendak menyerangnya. Namun, ia lega karena ternyata ada suaminya yang sedang melindunginya. Shena tertegun melihat tatapan mata Leo begitu serius dan tampak sangat marah pada pria itu. Entah mengapa Shena merasa kalau suaminya itu sangat keren.


“Siapa kau! Aku tak punya urusan denganmu?” erang orang itu lagi tapi tangan Leo masih memelintir kuat tangan pria itu sambil terus menahan rasa sakit yang amat sangat. Balok kayu yang tadi ia genggam juga sudah terlepas.


“Apa telingamu tuli? Aku bilang jangan coba-coba kau berani menyakiti wanita cantik dan baik hati bak malaikat itu.” Leo menunjuk lurus Shena. “Karena dia adalah istriku. Artinya … aku adalah suaminya. Apa kurang jelas?” tandas Leo dengan nada suara menakutkan.


Pria paruh baya itu sedikit ciut melihat kilatan mata Leo yang mendekatkan wajahnya tepat dihadapan wajah sang pemilik toko. Wajah tampan Leo bisa berubah sangar kalau ia sedang marah. Orang-orang yang ada disekitar Leo juga tak berani berkomentar apa-apa. Mereka semua sama seperti Shena. Kagum atas sikap gentle dan keren Leo saat melindungi wanita yang dicintai dari bahaya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2