
Tubuh Kristin langsung lemas lunglai melihat betapa keren suami teman lamanya ini melebihi suaminya sendiri. Dari segi manapun, Kristin jauh lebih unggul dibandingkan dengan wanita sederhana yang ada dihadapannya, tapi mengapa gadis sederhana ini mendapatkan suami yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan suaminya, terutama dari segi wajah.
Ya iyalah, Refald gituloh, nggak ada yang bisa mengalahkan kesempurnaan pesona Refald. Apalagi kalau sang raja dedemit ini sudah mulai menunjukkan aksinya. Makin melelehlah semua kaum hawa yang melihatnya.
Setahu Kristin, Shiyuri adalah gadis biasa yang dibesarkan dari keluarga biasa juga. Tak ada kemewahan di dalam diri seorang Shiyuri meskipun ia berasal dari keluarga kelas menengah. Sangat berbeda dengannya yang memang berasal dari keluarga sultan, dimana orangtuanya adalah blesteran Jepang-Eropa. Disekolahnya dulu, Kristin dipuja sebagai seorang putri. Hanya saja, ia selalu sial kalau soal asmara. Bahkan sekarang, sepertinya ia jauh lebih sial lagi karena mendapatkan suami seorang penipu ulung.
Seandainya Kristin tahu siapa Fey yang sebenarnya, mungkin wanita itu bakal lebih tak terima lagi, sebab Fey bukanlah gadis biasa seperti yang Kristin kira selama ini. Fey merupakan keturunan langsung dari Putri Galuh Candra Kirana, putri pertama raja Daha yang menikah dengan Pangeran Inu Kartapati dari kerajaan Kahuripan.
Dengan kata lain, dalam diri seorang Fey, mengalir darah biru yang berasal dari kerajaan di zaman dahulu. Itulah mengapa, hanya Fey satu-satunya wanita yang pantas menjadi pendamping hidup Refald karena ia merupakan seorang raja dedemit dengan gelar Mirza Banta. Dan Fey sendiri mendapat gelar Putri Galuh Lafeysionara Kinara. Mereka berdua adalah asangan raja dan ratu dedemit yang ditakuti di dunia lain.
“Biar aku memperkenalkan diriku, Miss …” Refald sengaja tidak mau menyebut nama Kristin.
“Kristin Hanakomachi, itu nama lengkapnya.” Fey membantu menjawab dan semakin tercenganglah Kristin karena ternyata, teman masa kecilnya ini masih mengingat jelas nama lengkapnya.
“Kau masih mengingat nama lengkapku?”
“Aku baru saja ingat, tidak mungkin aku bisa lupa termasuk apa yang sudah kau lakukan pada Miu dulu. Aku bersyukur Kanata lebih memilih Miu dibandingkan dirimu,”
“Jangan memgingatkan masa lalu. Masa depanku kini bersama dengan CEO ternama, yaitu Fabio …”
“Wicaksono!” sela Refald sambil tertawa.
__ADS_1
“Bukan!” kilah Kristin langsung. “Berapa kali harus kubilang pada kalian, namanya Fabio Contero! Bukan Wicak … entahlah itu wicak apa.” Kristin tetap kukuh pada asumsinya bahwa suaminya ini bernama Fabio Contero, bukan Fabio Wicaksono.
“Ada dua nama Fabio di perusahaan Dilagara groub,” terang Refald dengan tenang. “Satunya Fabio yang bekerja dibagian tim pemasaran, dan satunya lagi bekerja sebagai seorang office boy. Tidak ada CEO yang bernama Fabio diperusahaan Dilagara Groub itu, karena nama CEO aslinya adalah …”
“Refald Dilagara,” sahut Fey dengan tatapan tajam menatap wajah tegang Kristin.
“Apa?” Kristin terhuyung mundur karena tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
Bersamaan dengan itu, terdengar bunyi nada pesan yang berasal dari ponsel milik Kristin. Wanita yang sedang terkejut itu membuka ponselnya dan membaca isi pesan yang ternyata berisi tentang pemberitahuan bahwa sejumlah uang sudah masuk kedalam rekening Kristin. Tentu saja nama pengirimnya, atas nama Refald Dilagara. Mata Kristin langsung terbelalak saat membaca siapa nama pentransfernya. Mulutnya bahkan sampai menganga lebar saking shocknya.
“I-ini … nama pengirimnya, kenapa sama dengan ….” Kristin tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Ia memandangi Fey dan Refald bergantian.
“Sepertinya, sejumlah uang yang aku kirimkan padamu atas nama suamiku sudah masuk ke dalam rekeningmu.” Fey bantu menjelaskan. “Terimalah sebagai hadiah terakhir dariku. Karena aku khawatitr setelah ini, kau tidak bisa berbelanja lagi di mall manapun, dan membeli barang-barang bermerek seperti yang kau lakukan sekarang. Sebab, suami yang kau bangga-banggakan itu bukanlah CEO seperti yang kau katakan padaku.
“Ti-tidak mungkin. Ini sungguh tidak mungkin.” Kristin mencoba tertawa karena menganggap ini hanya lelucon baginya. “Suamiku adalah seorang CEO di perusahaan itu! Aku sendiri yang memastikannya … kau jangan mengada-ngada!” Kristin memelototi Fey. Ia terlihat sangat stress.
“Hei kau … wanita jaalang!” teriak Leo dari belakang.
Sebenarnya, suami Shena ini sudah geram sejak tadi dan ingin sekali menembak kepala sepasang suami istri menyebalkan itu, tapi Refald terus saja memberikan kode pada Leo supaya suami Shena ini tidak ikut campur dulu sebelum kedok asli siapa Fabio sebenarnya terbongkar. Namun, sama halnya dengan Shena, Leo juga sudah tidak bisa bersabar lagi melihat dua cecurut dihadapannya.
“Siapa yang kau sebut wanita jalaang, ha?” teriak Kristin penuh emosi. Ia sudah cukup shock dengan fakta mengejutkan ini ditambah lagi dengan perkataan Leo yang menyakitkan hati. Itu semua membuat Kristin serasa ingin meledakkan amarahnya.
__ADS_1
“Kau lah! Siapa lagi!” balas Leo berteriak. “Terima saja nasib sialmu, yang dikatakan kakakku itulah faktanya. CEO perusaahan Dilagara bukanlah suamimu yang berengsek itu! Melainkan dia!” Leo menunjuk wajah tampan Refald dengan sinis. “Dan asal kau tahu,” lanjut Leo lagi. “Fabio wicik itu sudah beristri sebelum dia menikah denganmu?”
“Hei bodoh! bukan Wicik, tapi Wicaksono!” ujar Refald membenarkan ucapan Leo.
“Hah terserahlah! Siapa yang peduli dengan nama Wicik itu,” ucap Leo seenaknya. Iapun melanjutkan kalimatnya yang sempat terpotong gara-gara Refald. “Kau mau tahu bukti tentang siapa suamimu itu?” tanya Leo pada Kristin dan pastinya langsung membuat Shena terperangah mendengar ucapan suaminya. Sedangkan Kristin masih sangat shock sampai ia tak bisa bergerak lagi.
“Leo, Bagaimana bisa kau ….” Shena sungguh bingung, darimana suaminya ini tahu lebih banyak dari apa yang seharusnya.
“Nanti aku jelaskan Sayang. Jangan terkejut begitu, Kau jangan bersikap tidak tahu seperti apa suamimu ini.” Leo mencium mesra kening Shena agar istrinya ini tidak terlalu shock mengetahui apa yang terjadi setelah ini. Leo bahkan terus merangkul bahu Shena lebih erat dari sebelumnya. Kali ini, Leo sudah menurunkan pistolnya dan memasukkannya ke dalam saku belakangnya. “Segera bawa semua yang aku bilang tadi,” ujar Leo pada anak buahnya melalui headseadnya.
Refaldpun tak mau kalah dengan Leo. Ia memberi aba-aba melalui headsead yang ia pakai sejak tadi dan tentunya tanpa sepengetahuan Fey sebelumnya. “Daratkan helikopternya diatas dan segera turun kemari. Bersiap-siaplah?”
“Baik, Tuan muda!” jawab semua orang yang dihubungi Refald dari seberang sana.
Fey dan Shena hanya saling pandang tentang apa yang dilakukan para suami-suami mereka seolah kejadian ini memang sudah mereka rencanakan sejak awal tanpa diketahui oleh Shena dan Fey.
“Oh … jadi inikah rencanamu, Suamiku?” tanya Fey pada Refald. “Pantas saja kau menyarankanku untuk mengajak Shena shoping di mall ini, ternyata kau punya maskud tersembunyi, heh?”
“Aku hanya ingin kau bersenang-senang dengan Shena, Honey. Ini namanya menyelam sambil minum air.” Refald terkekeh menatap istrinya penuh makna.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***