Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 41 Video Pamungkas


__ADS_3

Sidangpun dilanjutkan, semua orang juga sudah berkumpul menanti sidang lanjutan. Sepertinya para lebah-lebah menyengat kiriman dari Leo sudah berhasil disingkirkan dan semua orang-orang yang hadir mulai memasuki ruangan. Pawang lebahpun dihadirkan untuk berjaga-jaga jika lebah-lebah menyengat tadi datang kembali, mereka semua memakai seragam anti lebah. Namun, ada pemandagan berbeda di ruangan ini.


Seperti yang sudah dibayangkan Leo saat ia bertemu dengan mantan menejernya, wajah hakim dan jaksa penuntut serta wajah Elise, jadi bengkak dimana-mana sehingga bentuk muka mereka berubah tidak karuan. Hakimpun juga kesulitan bicara sama seperti mantan menejer Leo. Dialegnya sangat susah dimengerti sehingga membuat semua orang yang hadir di ruang sidang merasa aneh sendiri. Mereka semua ingin tertawa tapi tidak tega. Alhasil sebagian dari mereka memilih bersembunyi untuk melepas tawa mereka terutama saat mendengar hakim berbicara.


“Houdoron young tourhourmout, mouef outos ounsodon louboh toudi. Saouyo seoundoro jugou mounjoudo kourbon outos ounsidoun ono. Noumun, kotou haourus toutop meloujnjutkoun sodoung ono. Untouk moumpoursounkaot waouktu, mourou kouto mouloui sodongnyou, euehhh ...soukutnya.” hakim itu memegangi wajahnya yang bengkak akut akibat sengatan lebah sambil menahan sakit yang amat sangat.


Mukanya benar-benar ancur lebur. Ukuran mulutnya jadi jauh lebih besar dari hidungnya sehingga terlihat mirip dengan wajah sapi perah.


Semua orang yang ada diruangan ini menundukkan kepalanya untuk tertawa tanpa suara ketika hakim berbicara begitu ia membuka sidang. Bahkan sebagian dari mereka ada yang berlari keluar karena sudah tidak tahan lagi.


Hanya Leo dan Abas yang bersikap tenang. Leo menginginkan sidang ini selesai secepatnya agar ia dan Shena bisa segera kembali ke hotel. Ia berencana beberapa hari kedepan akan kembali pulang kerumah mereka karena renovasi tentang keamanan rumahnya sudah selesai dilakukan.


“Yang mulia,” ujar pengacara Abas tanpa basa basi. Sepertinya jaksa penuntut itu juga berniat tidak bicara dalam ruang sidang ini karena masih merintih kesakitan. Kesempatan itu ia gunakan untuk membuktikan bahwa Leo tidak bersalah. “Izinkan saya memutarkan sebuah video kejadian yang menjadi dalang dari kasus ini. Saya juga ingin memberitahu Yang mulia, bahwa senjata api milik tuan muda Leo ada dua. Satu, adalah senjata mainan yang beliau todongkan pada nona Elise, dan satunya lagi adalah senjata asli dan beliau memiliki surat izin kepemilikan senjata tersebut secara legal.


Alasan kenapa tuan muda memiliki senjata itu, karena beberapa waktu lalu, sebelum tuan muda datang kemari, beliau dan istrinya diserang oleh beberapa orang jahat tak dikenal yang hampir merenggut nyawa keduanya. Dari insiden itulah tuan muda Leo selalu membawa senjata api tersebut dimanapun beliau berada untuk berjaga-jaga agar hal serupa tidak terulang kembali mengingat siapa tuan muda sebenarnya.


"Apa yang dilakukan tuan muda Leo, tidak seperti yang dituduhkan. Beliau hanya menggertak saja dengan menembakkan pistol ke arah lain untuk menakuti orang yang sudah berani mengusiknya apalagi sampai berani menghina istrinya. Menurut saya, itu tindakan yang sangat keren untuk gengster sekelas tuan muda Leo."

__ADS_1


Terdengar gelak tawa dari bangku penonton mendengar pujian Abas soal Leo yang melindungi Shena. Hakimpun kembali mengetuk palu untuk menenangkan mereka semua.


Setelah suasana kembali tenang, Abas pun melanjutkan pembelaannya. "Ini adalah surat kepemilikan senjata api milik tuan muda Leo, dan ini adalah video yang harus Yang mulia lihat untuk mempertimbangkan apakah tuan muda bersalah atau tidak dalam insiden yang diperkarakan ini.” Abas menyerahkan kedua bukti yang ia sebutkan pada hakim untuk segera diperiksa.


“Yang mulia,” ujar Leo berdiri dari tempat duduknya. “Bolehkah saya berbicara sebelum Yang mulia memberi putusan?” tanya Leo dengan ekspresi yang sangat tenang.


“Solouhkoun.” Hakim itu memberi izin pada Leo untuk mengutarakan pendapatnya.


“Sebelum Yang mulia memutar video yang sudah disiapkan pengacara saya. Saya ingin bertanya satu hal kepada Yang mulia sebagai hakim agung diruang sidang ini.” Leo menatap mata hakim itu lekat-lekat sehingga membuat ayah dari Elise itu memicingkan matanya.


“Apa arti hukum bagi anda, Yang mulia? Maaf kalau pertanyaan saya lancang. Saya hanya ingin tahu pendapat anda sebagai hakim agung dan orang yang memberi keadilan tertinggi diruangan ini.” pertanyaan Leo benar-benar membuat semua orang yang ada dalam ruangan ini tercengang. Entah apa alasan Leo menanyakan hal itu pada pemegang keadilan tertinggi dalam sidang ini.


Sejujurnya, hakim itu memang sedikit tersinggung mendengar Leo bertanya seperti itu, tapi melihat banyak orang yang menunggu reaksinya, tidak ada alasan banginya untuk tidak menjawab. Namun, karena ia tidak bisa berbicara dengan jelas, hakim menuliskan jawabannya pada selembar kertas dan meminta hakim pendamping yang duduk disebelah kanannya untuk membacakan jawaban atas pertanyaan yang diajukan Leo padanya.


“Hukum adalah peraturan berupa norma dan sanksi yang dibuat denga tujuan menngatur tingkah laku manusia untuk menjaga ketertiban, keadilan dan mencegah terjadinya kekacauan. Sebenarnya, ada banyak sekali pengertian hukum serta kaidah-kaidahnya, tetapi kami tidak perlu menjelaskannya kepada anda karena saya yakin semua orang yang ada disini mengetahui apa arti hukum itu sendiri. Disekolah, apa arti hukum juga sudah diajarkan sejak dini. Apalagi negara kita ini adalah negara hukum. Jadi, semua orang tahu apa arti dari hukum itu.” Itulah jawaban yang dibacakan oleh hakim pendukung.


“Terimakasih Yang mulia,” ujar Leo menerima jawaban tersebut dengan senang hati. “Saya hanya berharap setelah Yang mulia melihat video yang sudah diberikan pengacara saya, Yang mulia bisa memberikan keadilan seadil-adilnya dari tindakan yang sudah saya dan istri saya lakukan. Bila pengadilan ini bisa memberikan keadilan tanpa ampun atas apa yang dilakukan seseorang, maka saya rela dihukum jika apa yang saya lakukan dinilai salah.

__ADS_1


“Namun, dibalik itu semua, saya hanya memberikan keadilan pada orang yang berhak mendapatkannya. Seseorang yang lemah finansial, tidak akan bisa menang melawan borjuis sekelas nona Elise. Hanya ketidakadilanlah yang seseorang itu dapatkan, insiden dalam video tersebut sudah membutktikan bahwa hukum Yang mulia pegang, itu lemah. Maaf jika saya lancang berbicara seperti itu dihadapan Yang mulia, tapi itulah kenyataannya.” Leo menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat terlepas dari semua kekacauan yang sudah ia buat sehingga lawan-lawannya jadi berwajah aneh begitu.


Shena tertegun melihat betapa bijaknya Leo saat mengatakan semua itu diruang sidang. Semakin jatuh cintalah Shena pada suaminya itu. Ingin rasanya ia berlari dan memeluk tubuh Leo, memberinya kecupan seperti yang biasa mereka lakukan. Namun, keinginan itu ia tahan sampai persidangan ini selesai. Shena berharap, hakim yang tidak lain adalah ayah kandung dari Elise bisa menilai manakah yang benar dan yang salah dengan seadil-adilnya.


Hakim agung tak bersuara mendengar pernyataan Leo, ia pun meminta stafnya untuk memutarkan video yang diberikan oleh kubu Leo. Ternyata, video itu bersi bermula dari Elise yang sedang sarapan bersama dengan kekasihnya. Tak berselang lama, datanglah seorang kekek tua berpakaian compang-camping meminta sedikit makanan pada Elise.


Bukannya memberi, Elise malah memaki-maki kakek tua itu dengan kasar sehingga terjadilah keributan besar yang mengundang simpati dari banyak orang. Seorang menejer hotel datang dan semakin memperkeruh keadaan sampai akhirnya Shena yang melihat insiden itu jadi geram dan memberi pelajaran sang menejer agar minta maaf pada kakek tua tersebut. Namun, bukannya minta maaf seperti yang diminta Shena, menejer tersebut malah ikutan menghina Shena yang notabene nya adalah istri dari pemilik hotel tempatnya bekerja. Selanjutnya, sudah bisa ditebak seperti apa kisahnya.


BERSAMBUNG


***


Masih ada satu episode lagi ... tunggu ya ...



__ADS_1


__ADS_2