
Egha bingung, haruskah ia memberitahu Leo dan Shena tentang apa yang terjadi di masa lalu. Jika Egha memberitahunya, ia takut Leo dan Shena bakal membencinya lagi. Baru saja ia mendapatkan maaf dari Shena, ia tidak ingin keponakannya ini membencinya lagi jika ia mengatakan apa yang terjadi dulu. Sedikit banyak ia mulai paham bahwa Leo, ternyata adalah anak yang dijodohkan kakaknya. Byon dan ayah Shena memang sepakat menikahkan anak-anak mereka dan itu menjadi biang kerok permasalahan sehingga menyebabkan kedua orangtua Shena meninggal dalam sebuah kecelakaan yang tragis.
“Katakan Bibi, ada apa? Kenapa wajahmu pucat begitu? Tolong jelaskan pada kami, apa yang Bibi ketahui,” desak Shena. “Mungkin dengan dengan begitu, aku dan Leo bisa mengetahui apa penyebab ayah dan ibu mertuaku bercerai.”
“Apa?” Egha hampir berteriak tapi ia menekan kembali suaranya karena tidak ingin Yeon terbangun. “Kau bilang apa tadi? Byon dan Biyanca bercerai? Tidak mungkin. Cinta Mereka begitu kuat, tidak mungkin mereka bercerai. Pasti ada sesuatu yang menyebabkan mereka mengambil keputusan itu.” tanya Egha. Matanya terbelalak tak percaya. Dan yang lebih terkejut lagi adalah Leo dan Shena. Darimana bibi Shena ini tahu kalau nama ibu Leo adalah Biyanca. Artinya, Egha memang mengetahui banyak hal tentang orangtua Leo.
“Bibi ... kau juga tahu nama ibuku?” tanya Leo semakin penasaran.
“Bagaimana mungkin aku tidak tahu, satu-satunya wanita yang terukir dipikiran dan hati ayahmu hanyalah nama Biyanca. Tidak ada nama wanita lain selain nama Biyanca.”
“Ceritakan padaku semuanya Bibi, aku ingin tahu seperti apa kisah mereka?” tanya Leo antusias begitu pula dengan Shena.
“Tapi kalian harus janji dulu, kalian tidak akan membenciku dan menuruti apapun yang aku minta,” ujar Egha.
Leo dan Shena saling pandang, Leo hendak menjawab tapi dicegah oleh Shena. “Kami akan menuruti permintaan Bibi asalkan tidak memberatkan kami. Dan kami janji tidak akan membenci Bibi.” Shena melirik Leo meminta persetujuan apakah yang ia katakan ini benar atau tidak. Dan Leo mengangguk senang.
“Sebelumnya, aku minta maaf padamu Leo, ini hanyalah kenangan masa lalu dan akupun sudah melupakannya. Sebenarnya, dulu ... aku jatuh cinta pada ayahmu saat pertama kali kami bertemu. Kakakku, yang tak lain adalah ayah mertuamu, membawa ayahmu kerumah karena suatu hal yang tidak aku mengerti. Byon tinggal dirumah kami dan menjadi bagian dari keluarga kami, dia dan kakakku sangat dekat layaknya saudara. Saat aku menyatakan cinta pada Byon, ayahmu menolakku mentah-mentah. Dia bilang, dia datang kemari hanya untuk mencari seseorang dan orang itu adalah kekasihnya yang hilang diculik oleh sekelompok orang tak dikenal. Byon mengejarnya hingga kemari. Nama kekasih Byon saat itu adalah ... Biyanca.”
Leo dan Shena langsung tertegun, mereka tidak bisa berkomentar apa-apa. Jadi, Byon, Biyanca dan Egha terlibat cinta segitiga.
“Aku tidak menyangka, ayahku playboy juga, pantas saja aku mirip dengannya. Tak hanya bibi Eshild, bahkan bibimu juga terpikat olehnya,” bisik Leo ditelinga Shena.
“Diam kau! Kenapa kau malah tertawa, ha? Kau tidak lihat bibi merasa bersalah padamu!” balas Shena sambil ikut berbisik. Meski tak dapat dipungkiri, Shena terkejut ayah mertuanya tak jauh beda dengan putranya.
__ADS_1
Bukanya marah setelah mendengar pengakuan mengejutkan dari Egha, Leo malah bersikap sebaliknya, ia sungguh tidak bisa membayangkan seperti apa kisah cinta segitiga antara kedua orangtuanya dan bibi Shena yang tidak lain adalah adik dari sahabatnya sendiri, pasti rumit sekali. Entah kenapa Leo ingin tertawa tapi ia berusaha keras menahannya.
“Lalu, apa yang terjadi setelah itu. Bi?” tanya Shena dan mengacuhkan suaminya.
“Begitu kakak dan Byon lulus sekolah, Byon pamit undur diri karena ingin pergi mencari Biyanca. Entah bagaimana caranya, ayahmu mendapat informasi kalau Biyanca ada disebuah pulau terpencil. Pulau itu dihuni oleh banyak kumpulan samurai kejam.”
Mendengar kata ‘Samurai’ mata Leo langsung menajam. Tawanya mendadak hilang dan berubah menjadi serius.
“Samurai?” tanya Shena. Ia langsung melirik Leo dan benar dugaan Shena. Suaminya mulai berubah ekpresi lagi.
“Ehm, Biyanca diculik oleh sekelompok samurai dan Byon menyelamatkannya. Beberapa tahun kemudian, mereka datang kemari dengan status sebagai suami istri. Saat itu, mereka menghadiri pernikahan ayah dan ibu Shena. Dan dihari itu, keduanya berjanji akan menjodohkan kalian berdua. Seingatku, Biyanca sedang hamil waktu itu, kerena itulah mereka membuat kesepakatan tentang perjodohan kalian.”
Benar-benar takdir yag mengejutkan, batin Shena. Ia masih melirik suaminya yang diam seribu bahasa.
“Aku juga terkejut, Bi. Sedekat itukah ayahku dengan ayah mertuaku? Sekarang aku paham kenapa mertuaku lebih menyayangiku daripada putranya sendiri.” Shena memperhatikan Leo yang sedang memikirkan sesuatu.
“Kau beruntung sekali Shena. Kalian benar-benar berjodoh. Sayangnya, malapetaka itu datang menimpa ayah dan ibumu. Walau pada akhirnya, sekarang kalian hidup bahagia.”
“Apa maksud Bibi?” tanya Shena bingung.
“Samurai yang ditolong ayahmu tidak terima karena ayahmu menolak lamaran atas nama putranya. Samurai itu ingin kau menjadi menantunya tapi ayahmu tidak setuju. Sebab, ia sudah berjanji pada Byon akan menikahkanmu dengan putranya yaitu orang yang kini sudah menjadi suamimu ini. Hal itu membuat samurai itu murka dan langsung pergi dari desa ini dengan meninggalkan ancaman yang menakutkan. Samurai itu bilang, akan melenyapkan seluruh keluarga Byon bagaimanapun caranya agar kau bisa menjadi menantunya, istri dari anaknya. Sejak saat itu, ayahmu tidak bisa tidur dan terus memikirkan cara agar hal itu tidak terjadi. Itulah yang aku ketahui tentang kisah orangtua kalian berdua. Selebihnya, aku rasa kau sudah tahu sendiri. Maafkan aku, Shena. Maaf untuk semuanya.”
Bibi Egha mencoba agar tidak menangis mengenang mendiang kakak dan kakak iparnya yang begitu baik padanya sementara ia malah bersikap sebaliknya. Seandainya saja ia bisa kembali memutar waktu, Egha ingin kembali ke masa lalu dan sebisa mungkin ia tidak akan membiarkan kecelakaan yang menimpa kedua orangtua Shena terjadi. Sayangnya, waktu sudah tidak bisa diputar kembali. Yang sudah terjadi, juga tidak bisa diulang lagi.
__ADS_1
Shena tertegun mendengar penjelasan terakhir bibinya, tiba-tiba saja sekelebat bayangan kenangan samurai-samurai yang dikatakan bibinya muncul diingatnnya dan tanpa sadar, Shena pun ambruk karena jatuh pingsan.
“Shena!” teriak Leo. Ia memberikan Yeon pada bibi Egha yang juga ikut terkejut melihat Shena tiba-tiba tak sadarkan diri dihadapannya.
Leo langsung bergerak cepat mengangkat tubuh Shena dan membaringkannya dikursi panjang. Dengan penuh perhatian, Leo menggosok-gosok tangan Shena dan mencoba menyadarkannya kembali.
“Sayang, buka matamu,” pinta Leo khawatir dengan keadaan Shena. Ia takut trauma masa lalu tantang masa kecilnya membuat Shena jadi stres.
“Apa yang terjadi dengan Shena? Apa aku mengatakan kata-kata yang salah?” tanya bibi Egha panik.
“Akulah yang salah, Bi. Harusnya aku tidak mendesakmu menceritakan apa yang kau ketahui tentang kedua orangtuaku,” jawab Leo lirih dan juga terlihat sedih.
BERSAMBUNG
***
Yang ingin tahu ekspresi Leo saat nahan tawa yuk simak di igku ... biar halunya komplit. Hehehe ....
Terimakasih buat ka Ariju Ari yang sudah mau ngasih hati ke Leo dan juga yang lainnya karena mau ngasih hadiah bunga dan kopinya .. terimakasih atas semua dukungannya sehingga aku makin bersemangat nulis. love you all ...
Maaf kalau rilisnya Byon dan mas Samurai masih tertunda, aku masih fokus pada penerbitan novel Leo season 1 semoga tidak ada halangan. Terus dukung semua karyaku ya all ..
__ADS_1
Semangat juga buat editorku ... ka Sifa .. kurang 500 lembar katanya .. lope you ka ... cayooo