Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 225 7 Tahun Kemudian ....


__ADS_3

7 tahun telah berlalu, Shena dan Leo menetap di Jepang dan kini mereka berdua telah dikaruniai 3 anak. Yeon Leon Pyordova (7 tahun), Bimashena Leon Pyordova (6 tahun), dan Lea Leon Pyordova (4 tahun). Lea adalah satu-satunya anak perempuan di keluarga Pyordova. Sedangkan Roy, hanya punya satu putra yaitu Rai Vernon Rainer yang seumuran dengan Bima.


Karena keluarga Roy dan Leo tinggal di Jepang, maka mereka harus mengikuti segala peraturan pemerintah yang ada di negeri sakura tersebut, dan menjadi warga negara yang baik. Salah satunya, menyangkut tentang pendidikan putra putri mereka.


Pendidikan di Jepang mencakup pendidikan formal di sekolah, pendidikan moral di rumah, dan pendidikan masyarakat (pendidikan seumur hidup). Sama halnya di Indonesia, Jepang juga memilki sistem wajib belajar pendidikan dasar dan menengah berlaku untuk penduduk berusia 6 tahun hingga 15 tahun.


Penduduk terdaftar yang memiliki anak usia wajib belajar akan menerima pemberitahuan untuk memasukkan anak-anak mereka ke sekolah. Sebagian besar lulusan sekolah menengah pertama melanjutkan ke sekolah menengah atas baik itu ke sekolah negeri atau sekolah umum (kōritsu gakkō) yang diselenggarakan oleh pemerintah prefektur atau pemerintah kota, dan kadang-kadang oleh pemerintah pusat.


Sebagian besar sekolah dasar negeri dan sekolah menengah pertama negeri dikelola pemerintah kota. Sebagian besar sekolah menengah atas dikelola oleh pemerintah prefektur, dan kadang-kadang oleh pemerintah kota. Sekolah swasta (shiritsu gakkō) diselenggarakan oleh badan hukum.


Saat ini, Yeon, Bima dan Rai masuk di sekolah dasar tempat tinggal mereka berada dan kebetulan, mereka semua satu sekolah. Sedangkan Lea, termasuk dalam pendidikan anak usia dini yang memang tidak termasuk dalam pendidikan diwajibkan, tetapi pemerintah menyediakan sekolah TK atau yg disebut dengan Youchien.


Selain itu, juga ada Hoikuen (day care). Perbedaan antara Youchien dan Hoikuen hanya terletak pada jam belajarnya. Youchien hanya dari pukul 8;50-13;30, sedangkan Hoikuen dimulai sejak pukul 07:00-19:00. Hoikuen memang diperuntukkan untuk anak-anak yang orang tuanya bekerja dan tidak ada yang bisa menjaganya. Oleh karena itu, salah satu syarat mendaftarkan ke sekolah ini adalah surat keterangan bahwa kedua orang tua bekerja.


Shena mendaftarkan putri bungsunya di Youchien, dan selalu mengantar serta menjemput putrinya tepat waktu. Kadang-kadang ia janjian dengan Laura untuk melakukan aktivitas bersama.


Kehidupan keluarga kecil Leo dan Roy bisa dikatakan harmonis layaknya keluarga bahagia lainnya. Hanya saja, Yeon dan Bima selalu saja bikin ulah yang bikin pusing kepala sekolah termasuk Leo dan Shena sendiri.


Bagaimana tidak? Setiap hari, ada saja ulah Yeon yang membuat Leo harus terpaksa meninggalkan rapat hanya untuk memenuhi panggilan kepala sekolah Yeon untuk datang ke sekolah. Atau mengosongkan semua jadwalnya hanya untuk menyelesaikan masalah yang dibuat Yeon dan Bima.

__ADS_1


Putra sulung Leo itu suka sekali berkelahi dengan teman sebayanya hanya karena teman-temannya melakukan hal yang tak disukai Yeon. Contoh kecil seperti duduk diatas meja bangku Yeon atau bicara kasar didepannya. Yeon anak yang sensitif dan jika ada teman seperti itu pasti ia akan melayangkan tinju pada siapapun yang bertingkah didepannya tanpa pandang bulu. Berkali-kali Yeon mendapat peringatan tapi selalu tak diindahkan oleh putra pertama Leo itu dan tetap saja melakukan kesalahan yang sama.


Terlepas dari itu, Yeon tergolong anak yang cerdas di bidang akademiknya. Ia selalu mendapat nilai tertinggi disekolahnya dan jago sekali bermain basket sehingga tak sedikit para siswi disekolahnya menyukai Yeon. Meskipun Yeon adalah anak yang suka membuat masalah disekolah, ia tetap menjadi idola sama seperti ayahnya dulu.


Bila Yeon suka sekali berkelahi dan bikin onar sana sini, lain halnya dengan adiknya, si Bima yang jahilnya gak ketulungan. Mungkin karena saat Shena hamil Bima, Leo suka jahil pada istrinya, akhirnya sifat nggak ada akhlaknya Leo menurun pada putra keduanya. Banyak guru dan Walimurid siswa sekelas Bima protes dengan aksi Bima yang kelewat jahil sampai membuat semua orang kesal pada putra kedua Leo ini.


Salah satunya adalah seperti yang dilakukannya sekarang, di kelas yang berbeda dengan kakaknya, Bima sedang sibuk mengikat tali yang ada di bangku belakang temannya saat jam pelajaran dimulai. Rai yang memerhatikan teman sejawatnya mulai berulah lagi jadi penasaran, kejahilan apa yang sedang dilakukan Bima kali ini.


"Heh bengek! Sedang apa kau?" bisik Rai tapi matanya tertuju pada papan dan guru yang ada didepannya.


"Ssssttt! Kau diam saja. Jangan bersuara," bisik Bima tersenyum mencurigakan dan membuat Rai putra Roy itu hanya geleng-geleng kepala.


Akibatnya, meja kelas siswa yang ada dibelakangya termasuk meja Bima sendiri ikut terseret juga oleh langkah anak laki-laki tersebut. Kejadian itu membuat seluruh ruangan menjadi berantakan dan tidak karuan karena mejanya berserakan tak beraturan dimana-mana.


"Siapa yang melakukan ini?" tanya guru itu dengan tampang seram.


Wajah teman-teman Bima seluruhnya menoleh ke arah putra kedua Leo yang hanya bisa nyengir kuda karena tak ada anak nakal lain yang bisa melakukan hal ini selain Bima. Bimapun langsung dihukum dengan berdiri di depan kelas sambil merentangkan kedua tangannya selama jam pelajaran berlangsung. Namun, hal itu tak membuat jera seorang Bima, ia malah pamer kepada teman-teman sekelasnya dengan berjoget ria diluar kelas sehingga seluruh siswa tak bisa konsentrasi pada pelajaran dan malah tertawa melihat aksi Bima yang berjoget ria disaat ia sedang menjalankan hukuman.


Aksi Bima itu membuat guru pengampu semakin kesal dan terpaksa, untuk kesekian kalinya memanggil Leo dan Shena kesekolah.

__ADS_1


***


Shena sedang asyik ngobrol di sebuah kafe bersama Laura dan Lea setelah menjemput si bungsu Lea pulang sekolah. Tiba-tiba ponsel Shena berdering dan itu dari suaminya Leo.


"Sayang, kau ada dimana?" tanya Leo dari seberang sana begitu Shena mengangkat panggilannya.


"Ada di kafe dekat dengan sekolah Lea dan aku sedang bersama Laura. Ada apa?"


"Bisakah kau ke sekolah Yeon dan Bima? Aku sedang dalam perjalanan dan mungkin agak terlambat," ujar Leo dengan suara gemetar seolah sedang menahan amarah.


"Ehm, aku mengerti. Aku akan kesana." Shena menutup panggilan teleponnya karena ia paham betul apa yang terjadi pada kedua putra bengalnya itu.


"Bima dan Yeon bikin ulah lagi?" tebak Laura begitu melihat ekspresi Shena yang Tadinya santai jadi berubah serius.


"Sepertinya begitu. Lihat saja, akan kugantung mereka berdua di depan pintu masuk rumah!" geram Shena langsung bangun berdiri dari tempat duduknya sambil menggebrak meja. "Ayo Sayang, kita temui kakak-kakakmu." Shena menggandeng tangan Lea yang menurut pada ibunya tanpa berkomentar apa-apa karena gadis kecil mungil nan cantik itu tahu apa yang sudah dilakukan kedua kakaknya.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2