Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 150


__ADS_3

Wajah Shena masih saja manyun meski calon pelakor mantan pemilik distro ini sudah pergi. Bisa-bisanya wanita itu mengundang makan malam suaminya tepat dihadapannya tanpa merasa canggung sedikitpun. Shena benar-benar merasa sangat kesal.


"Sudahlah Sayang, jangan ngambek lagi, nanti cantiknya hilang loh," rayu Leo setelah ia memecat seluruh karyawan yang ada di distro ini tanpa terkecuali. kini, hanya tinggal Shena dan Leo saja yang masih ada di dalam distro karena Shena sedang ngambek dan menolak diajak pergi.


"Kenapa kau tadi hanya diam saja, saat wanita itu mengundangmu makan malam. Kau bahkan melihat matanya. Apa karena dia jauh lebih seksi dariku?" Sengal Shena pada Leo. Sudah jelas sekali kalau ia sedang cemburu tapi masih saja menyangkal. Pasalnya Shena sendiri yang menyela sebelum Leo sempat buka suara.


"Bagiku, kaulah wanita tercantik dan terseksi di dunia ini, Sayang. Tidak ada yang lain. Suer!" Leo mengangkat satu tangannya dengan membentuk pola huruf V.


"Bohong!" cetus Shena langsung. "Bilang saja, kalau kau tadi terpesona sama kecantikannya," tuduh Shena yang bukan-bukan.


"Sungguh Sayang, mau kubelah dadaku supaya kau percaya padaku? Aku serius." Mata elang Leo menatap manik mata istrinya. Namun, Shena masih saja sewot. Sebenarnya Shena bukannya tidak percaya, hanya saja ia sedang sensitif sekarang, makanya mudah sekali emosi. Apalagi, Shena sedang hamil muda. Wajar kalau Shena gampang sekali marah pada hal-hal sepele.


"Bawakan pisau kemari!" seru Leo pada salah satu pengawalnya setelah melihat reaksi istrinya tak berubah. Masih saja ngambek.


"Baik, Tuan!" Pengawal itupun pergi tanpa banyak bicara untuk mendapatkan apa yang Leo minta. Tak berselang lama, pengawal itupun datang sambil membawa sebilah pisau pesanan Leo.


"Kau mau apa dengan pisau itu?" tanya Shena memelototi Leo. Semoga saja apa yang ia pikirkan itu tidak benar, tapi yang namanya Leo itu memang terkenal nekat daridulu. Sudah bukan hal yang tabu lagi kalau Leo bisa melakukan hal yang sangat ekstrim didepannya.


"Mau membuktikan padamu bahwa aku hanya mencintaimu seorang dan hanya kaulah satu-satunya wanita tercantik dan terseksi yang pernah kutemui di dunia ini. Tidak ada yang lain lagi." Ucapan Leo benar-benar terdengar meyakinkan.


"Tapi nggak gitu juga kali, kenapa harus bawa-bawa pisau segala?"


"Kau tahu aku tak pernah main-main dengan ucapanku Sayang. Aku sudah tidak tahu harus bagaimana lagi meyakinkanmu supaya kau percaya padaku bahwa hanya kaulah cintaku yang memenuhi setiap sudut relung hatiku."

__ADS_1


Entah kenapa Shena malah ingin tertawa mendengar kalimat sok puitis itu keluar dari mulut suaminya. Dasar playboy! batin Shena.


"Sejak kapan kau belajar sastra, heh? Kau puitis sekali sekarang." Shena mulai tersenyum dan itu membuat Leo merasa lega karena suasana hati Shena sudah kembali membaik.


"Kedewasaankulah yang membuatku jadi seperti ini. Puisi dan sastra mengalir begitu saja dalam hati ini. Kenapa? Kau tidak suka, Sayang? Apa kau masih tidak percaya pada suami yang mencintaimu sepenuh hati dan jiwa ini?" Leo menunggu reaksi Shena yang terdiam. "Baiklah, kalau kau tak mau menjawab, maka aku akan menancapkan pisau ini dan membelah dadaku untukmu." Leo mengangkat pisau itu dan Shena langsung berteriak melarangnya.


"Jangan! Oke! Aku percaya. Buang pisau itu jauh-jauh." Shena merebut pisau itu dan melemparkannya ke sembarang arah . Alih-alih cemas melihat aksi Leo barusan, Shena malah tertawa mendengar kalimat gombalan Leo.


"Kenapa kau tertawa? Kau pikir aku badut?" ganti Leo yang sewot sekarang.


"Kau lebih lucu dari badut," gumam Shena lirih.


"Apa? Kau bilang apa?" teriak Leo karena samar-samar ia mendengar suara gumaman istrinya.


"Setuju!" Leo langsung mencium mesra Shena tanpa memberi aba-aba terlebih dulu. Keduanya sama-sama tertawa riang setelah adegan ngambek Shena berakhir manis.


"Ayo kita pulang sekarang, kau harus memberiku jatah dobel." Leo menggenggam erat tangan Shena.


"Lah, kok dobel?"


"Iya dong, sekalian ... aku ingin mengunjungi buah hati kedua kita di dalam." Leo mengedipkan salah satu matanya sambil memamerkan gigi putihnya yang rata.


"Kau ini! Selalu saja seperti itu. Dasar mesum!"

__ADS_1


Leo tertawa melihat wajah cemberut Shena. Ia pun menggendong tubuh istrinya dan berjalan keluar distro. Tentu saja aksinya ini langsung mencuri perhatian orang-orang yang melihat betapa kerennya Leo saat menggendong tubuh Shena.


"Kenapa kau menggendongku?" tanya Shena sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Leo. Ini bukan pertama kalinya Leo bersikap seperti ini. Jadi, Shena sudah tidak kaget lagi.


"Aku hanya tidak ingin istriku kelelahan, itu saja. Apalagi, dia sedang hamil muda. Aku tidak akan pernah membiarkan kau kecapean sebelum kita selesai bermain bulan tertusuk ilalang." Leo mulai menyeringai nakal.


"Sudah kuduga, pasti ada udang di balik rempeyek. Kau sengaja melakukan semua ini, bersikap sok manis padaku karena kau menginginkan sesuatu dariku. Dasar mesum! Kenapa sifat mesummu ini gk hilang-hilang, sih?" tanya Shena.


"Itu karena kau ada didekatku, Sayang. Makanya mesumku muncul secara alami," jawab Leo seenaknya. Keduanya saling cekikikan bersama tanpa peduli pada orang-orang yang memandang aneh Leo yang menggendong Shena.


***


Sesampainya dirumah, rupanya Byon dan Biyanca sudah menyiapkan pesta mewah untuk menyambut kedatangan Leo dan Shena yang terlihat semakin hari semakin mesra saja. Begitu pasangan nggak ada akhlak itu datang, semua tamu undangan langsung menyambut kedatangan mereka berdua dengan tepuk tangan yang meriah.


"Ada apa ini, Leo? Kenapa ayah dan ibu mengadakan pesta sebagus ini? Siapa yang ulang tahun?" tanya Shena penasaran.


"Ini bukan pesta ulang tahun, Sayang. Ini pesta penyambutan untuk merayakan kehamilan keduamu. Gimana? Kau suka? Diujung sana ada tempat untukmu dan untukku. Kita seperti pengantin baru lagi sekarang." Leo membimbing Shena berjalan menuju tempat yang sudah disediakan untuk mereka.


Mata Shena tak bisa berhenti berkedip melihat betapa megah dan mewahnya pesta ini. Sungguh suatu kejutan yang amat luar biasa.


BERSAMBUNG


****

__ADS_1


__ADS_2