
Leo dan Shena menikmati hidangan di sebuah tempat makan yang mereka pesan. Keduanya tak banyak bicara dan lebih fokus dengan makanan yang mereka makan sekarang. Meski begitu, Shena merasa ada sesuatu yang mengganjal perasaannya sejak tadi. Namun ia bingung haruskah ia mengatakan pada Leo atau tidak.
“Leo.” Akhirnya Shena memutuskan untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan pada suaminya.
“Hm, apa Sayang. Buka mulutmu, haaaaa ....” Leo memaksa Shena membuka mulutnya dan menyuapinya.
Setelah menguyah makanan yang diberikan Leo, Shena berkata, “Aku merasa ... sepertinya ada yang mengawasi kita,” bisik Shena pelan sambil pura-pura menikmati makanannya padahal dalam hatinya ia merasa was-was.
“Ehm, aku tahu Sayang. Kau jangan khawatir, nikmati saja makananmu. Makanlah yang banyak dan jangan pikirkan hal lain. Serahkan semua pada suami tampanmu ini. Jangan lupa, kau juga istri seorang gengster. Aku paling tidak suka kalau kencan kita diganggu orang.” Leo tersenyum simpul seolah ia tahu apa yang bakal terjadi selanjutnya. “Kalian semua sudah siap?” ujar Leo yang ternyata sejak tadi ia memakai headsed yang terhubung langsung dengan seseorang.
Shena agak terkejut suaminya berkata seperti itu. “Dengan siapa kau bicara?”
“Dengan semua anak buahku,” jawab Leo enteng.
“Sebenarnya, ada apa ini? Apa yang terjadi?”
“Jangan panik begitu, Sayang. Untuk memancing ikan yang besar keluar dari tempat persembunyian, harus menggunakan umpan yang tepat.” Leo mulai membuat teka teki lagi untuk Shena.
“Aku sama sekali tidak mengerti maksud ucapanmu.”
“Kau cukup bersenang-senang bersamaku. Nikmati saja kencan kita. Setelah ini, ayo ikut denganku ke suatu tempat. Aku yakin, kau pasti akan suka.” Leo tersenyum manis sambil menggenggam erat tangan Shena seolah memberitahu bahwa semuanya baik-baik saja dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Namun lirikan mata Leo mengisyaratkan ada sesuatu hal yang sedang ia sembunyikan dari Shena dan belum bisa mengungkapkannya sekarang.
Setelah selesai makan, Leo mengajak Shena pergi kesuatu tempat sesuai janjinya, dengan berjalan kaki pelan-pelan dan menggandeng erat tangan istrinya seakan enggan ia lepaskan. Leo benar-benar menikmati kencannya dengan Shena. Ia sering berhenti mampir ke stand-stand tertentu untuk mencoba semua barang-barang yang dijual dipinggir jalan. Semua itu ia lakukan agar Shena senang. Mereka berdua juga menikmati makanan ringan yang dijual di pinggir jalan, tertawa bersama, bercanda ria bahkan saat Shena sibuk memilah-milah barang, tiba-tiba saja Leo datang dari belakang sambil membawakan sebuket bunga mawar merah untuk Shena.
“Bunga untuk permata hatiku yang cantik, Shena Narendra Bonscha,” ujar Leo sambil memeluk Shena dengan sangat erat dari belakang. Leo bergeser ke depan dan menyerahkan bunga mawar indah itu lalu mencium mesra bibir manis istrinya dihadapan semua orang yang berlalu lalang.
Tentu saja aksi Leo mendapat tepuk tangan dan teriakan histeris dari semua kaum hawa karena di desa ini, baru pertama kali ada seorang pria begitu romantis pada istrinya. Shena langsung malu habis dan memilih menenggelamkan wajahnya yang merah semangka dipelukan Leo.
__ADS_1
“Apa yang kau lakukan? Mereka menyoraki kita?” gumam Shena sambil memukul pelan dada suaminya.
“Biarkan, saja. Apa salahnya? Toh kita juga sudah menikah. Mereka sepertinya menyukai momen romantis kita ini. Jangan malu lagi Sayang, ini bukan pertama kalinya aku bersikap seperti ini padamu.”
“Tetap saja, aku malu sekali, ayo kita pergi dari sini sebelum lebih banyak orang memerhatikan kita.”
“Siap, Tuan putri Shena. apa sih nggak buat kamu, Sayang.” Leo tersenyum nakal sambil mengedipkan salah satu matanya.
Tanpa aba-aba terlebih dulu, Leo menggendong tubuh Shena pergi meninggalkan kerumunan sambil terus tersenyum sumringah. Sorak sorai semakin hingar bingar meneriaki Leo dan Shena yang berjalan melalui mereka semua. pasangan Leo dan Shena langsung jadi fenomenal di desa mereka karena keromantisan keduanya.
Leo dan Shena sampai di sebuah bukit yang terletak diujung desa. Sebelum sampai di bibir tebing, Leo menurunkan Shena dan langsung menutup mata Shena dengan menggunakan kedua tangan Leo.
“Tutup matamu sebentar, dan ikuti langkahku Sayang. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu,” bisik Leo di telinga Shena.
Meski ia tidak tahu apa yang direncanakan Leo, Shenapun menuruti suaminya.
“Kau siap Sayang, jangan terkejut, ya?” bisik Leo mesra di telinga Shena.
Leo membuka kedua tangannya setelah melihat anggukan pelan istrinya. Perlahan, Shena membuka mata dan betapa takjubnya ia setelah tahu apa yang ada di depannya. Di bawah tebing sana, ada taman bunga berwarna warni tertanam dihamparan padang bunga yang luas dan indah. Entah berapa hektar luasnya sehingga tempat itu terlihat seperti lautan bunga. Karena ini adalah musim semi, maka seluruh bunga warna warni itupun bermekaran. Dan yang lebih mengejutkan Shena lagi adalah crop circle yang tertulis dihamparan padang bunga itu.
“I love you Shena,” bisik Leo mengikuti tulisan crop circle yang ia ciptakan khusus untuk Shena.
“A-apaa ... kau sendiri yang membuatnya? Sejak kapan? Bagaimana bisa?” mata Shena mulai berkaca-kaca karena terharu, suami nggak ada akhlaknya ini bisa memberikan kejutan menakjubkan ini untuknya.
“Sejak aku mengikuti program latihan itu. Tanpa sengaja aku melihat tempat ini dari atas tebing menjulang dari atas sana.” Leo menunjuk sebuah tebing tinggi yang biasa ia gunakan untuk tempat latihan. “Setiap malam selesai latihan, aku datang ke tempat ini untuk membuat crop circle yang ingin kupersembahkan khusus untukmu. Aku tahu kau sangat menyukai bunga-bunga dan kau pernah mengigau merindukan taman bunga di rumah kita.
“Kau sangat menyukai rumah kaca dirumahku karena tempat itu adalah tempat pertama kali aku melamarku. Sudah banyak hal yang kita lalui bersama dan sudah lama pula kita tidak bisa pulang ke rumah. Makanya aku membuat crop circle ini. Maaf kalau aku tak punya banyak waktu untukmu Sayang, tapi cintaku padamu tak pernah pudar. Aku tetap mencintaimu, hari ini, esok dan seterusnya sampai detak jantung ini berhenti.”
__ADS_1
Shena langsung memeluk suaminya dengan erat dan menangis didadanya karena terlalu bahagia. “Kau tidak perlu melakukan hal-hal gila untukku. Tidakkah kau tahu betapa bersalahnya aku padamu? Aku tak pernah melakukan apapun untukmu, tapi kau sudah melakukan banyak hal untukku,” isak Shena. “Saat ini aku tak butuh apa-apa. Cukup kau ada disisiku selamanya, itu sudah lebih dari cukup untukku. Kenapa kau harus melakukan semua ini hanya demi menuruti igauanku? Tidak masalah dimanapun aku berada asal bisa bersamamu.”
Leo tersenyum senang dan mengusap sisa bulir air mata Shena. “Aku tidak suka kau menangis seperti ini, meskipun kau sangat bahagia. Sekarang, katakan padaku, apa kau juga mencintaiku?”
Shena terdiam dan tidak langsung menjawab pertanyaan suaminya. “Tidak, aku tidak mencintaimu, tapi ... aku sangat sangat sangat mencintaimu melebih apapun yang ada di dunia ini.”
Leo yang tadinya kecewa mendengar jawaban pertama Shena langsung tersenyum dan memeluk istrinya setelah Shena meneruskan kalimat yang ingin didengarnya. Leo begitu bahagia sekarang, tapi kebahagiaan itu harus tertunda karena Leo menyadari kedatangan seseorang.
Perlahan, Leo melepaskan pelukannya sambil menatap tajam mata Shena. “Sepertinya kita, kedatangan tamu, tetap bersamamku dan jangan pernah lepaskan genggaman tanganmu dariku. Kau mengerti Sayang,” ujar Leo berbalik arah menghadap seseorang yang sudah berdiri di belakang Leo dan Shena sejak tadi.
Shenapun mengikuti arah pandang suaminya dan langsng terkejut melihat orang yang ada dihadapan mereka.
“Siap dia Leo? Apa kau mengenalnya?” tanya Shena. Entah kenapa ia puya firasat buruk tentang orang itu.
“Aku tidak kenal, tapi aku tahu siapa dia ... orang itu ... dia ... adalah ketua geng kapak yang mengincar nyawaku,” jawab Leo tanpa ekspresi.
Deg!
Detak jantung Shena langsung bedetak kencang mendengar kata-kata suaminya. “Apa?” pekik Shena langsung. Matanya terbelalak melihat ke arah pria tinggi itu dan juga menatap Leo secara bergantian. Mereka berdua saling pandang dengan emosi dan perasaan mereka masing-masing.
BERSAMBUNG
***
Siap-siap tegang di episode selanjutnya.
__ADS_1