Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 202


__ADS_3

Dor!


Sebuah peluru melesat cepat dari arah belakang Shena dan Leo yang melihat hal itu langsung memutar tubuh istrinya agar peluru itu menembus tubuh Leo. Shena sangat terkejut dengan aksi suaminya dan ia semakin shock setelah melihat orang berpakaian hitam mengarahkan senjata kearahnya.


Kejadian mengerikan itu terjadi begitu cepat dan pengawal Leo yang menyadari bahaya itu bertindak sigap dengan menembaki orang berbaju hitam tersebut hingga orang itupun terkapar tak berdaya. Sementara pengawal Leo yang lain berdiri mengelilingi Shena dan Leo untuk melindungi tuannya untuk mengantisipasi agar kejadian tadi tak terulang.


Rasa shock yang begitu besar menyerang Shena hingga tangan dan seluruh tubuhnya bergetar. Apalagi saat ia melihat darah ditangannya saat memeluk tubuh Leo yang jatuh dalam pelukan Shena. Dan darah itu berasal dari punggung Leo akibat timah panas menembus kulitnya.


"Tidak! Leo!" Seru Shena panik. "Bangun! Kau dengar aku! Leo!" Teriak Shena sambil menahan beban tubuh Leo yang lemas karena kehilangan banyak darah.


Untung lokasi mereka dekat dengan rumah sakit sehingga tak berselang lama, sebuah ambulans datang dan langsung membawa Leo kerumah sakit agar segera mendapat perawatan. Sepanjang perjalanan, tangan Shena tak pernah lepas dari tautan tangan Leo yang terus saja saling bergenggaman erat dengan tangan Shena.


"Leo! Kau dengar aku? Jangan tutup matamu, Sayang. Kau harus tetap sadar," ujar Shena saat Leo sudah dibawa masuk ke rumah sakit dan menuju ruang ICU.


"Sa-sayang ...." ujar Leo terbata-bata.


"Aku disini, aku akan selalu bersamamu. Jangan banyak bergerak dan jangan banyak bicara. Lihat aku saja!" seru Shena berusaha tegar dihadapan suaminya. Air matanya ingin sekali pecah tapi Shena mencoba menahannya agar tidak keluar dihadapan Leo.


Kini, mereka sudah ada di depan ruang ICU dan Shena tak diperbolehkan ikut masuk ke dalam. Terpaksa genggaman tangan Shena terlepas seiring dengan dibawanya Leo masuk kedalam.


Tangis Shena langsung pecah begitu pintu ruang ICU tertutup rapat. Tubuh Shena langsung lemah lunglai tak berdaya. Ia bahkan terduduk lesu di lantai dan bersandar di daun pintu karena ia tak bisa lagi berdiri tegak. Shena menangis sejadi-jadinya karena masih belum percaya dengan apa yang barusan dialaminya. Ia juga tak menyangka, Leo rela bertarung nyawa demi bisa melindunginya.

__ADS_1


"Leo," isak Shena.


Tak ada kata-kata yang bisa Shena keluarkan selain menunggu seperti apa keadaan suaminya di dalam. Kabar tertembaknya Leo juga langsung terdengar ditelinga Laura yang kebetulan ada di rumah sakit sama dengan Leo sekarang. Sebagai sahabat terdekat Shena, wanita yang baru melahirkan itu bergegas berlari menuju tempat Shena berada.


Hati Laura ikut trenyuh ketika melihat Shena duduk bersandar di daun pintu dengan berlinang air mata. Perlahan ia mendekati sahabatnya dan langsung memeluk Shena.


Tangis Shena pecah lagi saat Laura memeluk dirinya. Istri Leo itu sesenggukan dipelukan Laura seolah melepaskan segala rasa yang ia rasakan atas apa yang menimpa suaminya.


Tak ada kata-kata yang bisa Laura ucapkan untuk Shena selain pelukan hangat darinya. Tanpa sadar, Laura pun ikut menangis bersama Shena dan merasakan apa yang sekarang Shena rasakan.


"Leo, Ra! Dia ...." isak Shena dalam pelukan Laura.


"Leo akan baik-baik saja, Shena. Percayalah, suamimu itu sangat kuat." Laura mencoba menenangkan Shena walau ia sendiri tidak tahu apakah ucapannya ini berhasil menenangkan Shena atau tidak. Saat ini Shena sedang hamil muda dan Laura tak ingin terjadi apa-apa pada Shena jika sahabatnya terus saja shock seperti ini.


Kejadian tadi terlalu mengerikan untuk diingat. Air mata Shena terus mengalir kala terbayang wajah Leo terus tersenyum manis padanya walaupun ia sedang terkena luka tembak. Bahkan Shena masih terngiang kalimat Leo sebelum dia pingsan.


"Ternyata, rasanya seperti ini. Kau ... pasti merasakan sakit yang sama saat melindungiku dulu," ujar Leo didetik-detik terakhir sebelum ia pingsan dipelukan Shena.


Derai air mata Shena tak bisa berhenti mengalir mengingat semua pengorbanan yang dilakukan Leo untuknya. Leo yang ceria, Leo yang jahil, Leo yang penuh dengan kejutan, Leo yang lucu, Leo yang menyebalkan, Leo yang keren dan Leo yang menakutkan serta Leo yang tampan, membuat Shena tiba-tiba saja merindukan suaminya. Tak terasa sudah banyak sekali hal terjadi sepanjang perjalanan kisah cinta keduanya hingga Shena harus berada di titik ini.


"Leo," gumam Shena dan iapun mengusap lembut perut ratanya. Sementara Laura terus setia menemani sahabatnya dan terus menenangkannya.

__ADS_1


Sedangkan Roy, langsung sibuk mengurus semua hal berkaitan dengan insiden penyerangan yang terjadi pada Leo dan Shena termasuk kejadian saat Leo dan dirinya berada di gedung perusahaan Leo sendiri. Sebenarnya ia juga panik serta heran, seorang Leo yang tak terkalahkan bisa tertembak dengan mudah, tapi Roypun akhirnya mengerti kalau Leo, bisa saja menghindari peluru itu. Namun, Leo sengaja pasang badan demi melindungi Shena. Sebab, dalam situasi tadi, pembunuh bayaran itu takkan berhenti menembak jika seandainya tembakan pertama bisa dihindari oleh Leo dan Shena. Leo tak ingin Shena dijadikan target utama penembak bayaran itu.


Cara terbaik agar Shena tak jadi sasaran empuk musuhnya adalah dengan membiarkan Leo tertembak. Itulah yang dipikirkan Roy sekarang. Sebab Leo, sangat mencintai Shena melebihi nyawanya sendiri dan hal itu memang terbukti. Sekarang, semua orang-orang terdekat Leo hanya bisa berharap suami Shena itu bisa melewati masa kritisnya.


Disaat hati Shena sedang kalut dan dilanda kesedihan yang begitu dalam, dari kejauhan muncul seorang dokter muda memakai masker putih berjalan mendekat keruang ICU. Namun anehnya, sebelum dokter itu masuk, ia mendekati Shena sambil mengatakan kalimat yang mengagetkan Shena.


"Kau tenang saja, belum waktunya suamimu itu mati." Setelah berkata begitu dokter itupun masuk ke dalam ruang ICU sambil tersenyum senang.


Hati Shena sedikit lega setelah mendengar ucapan dokter muda tadi. Sepertinya, ia tahu siapa dokter itu dan barulah Shena mau berdiri lalu duduk di kursi penunggu dengan harap-harap cemas.


"Siapa dokter tadi? Apa kau mengenalnya?" tanya Laura setelah melihat sahabatnya agak sedikit tenang.


"Sepertinya begitu," jawab Shena lirih.


Tubuhnya serasa lemas dan akhirnya Shena bersandar disandaran kursi. Entah karena shocknya begitu besar dan banyak pikiran, hingga menyebabkan Shena mendadak pingsan begitu saja tanpa tahu apa yang terjadi pada suaminya. Apakah operasinya berhasil atau tidak.


BERSAMBUNG


****


pasti tahu nih siapa dokter muda ini ya, hehehe

__ADS_1



__ADS_2