
Tangis Shena langsung pecah tatkala melihat wanita anggun sedang berjalan pelan kearahnya. Wanita itu terpaku melihat Shena dan juga yang lainnya. Sambil berlinang air mata, Shena langsung berlari memeluk sosok wanita yang amat sangat dirindukannya. Hampir 3 bulan lamanya istri Leo itu tak bertemu dengan ibu mertua tercintanya.
“Ibu,” ujar Shena disela-sela tangisnya. “Ibu kemana saja? Aku sangat merindukanmu, Bu.” Shena memeluk erat ibu mertuanya yang juga langsung membalas pelukan menantu kesayangannya.
“Ibu juga merindukanmu, Sayang. Maafkan ibu,” ujar Biyanca lirih.
“Jika Ibu merindukanku, kenapa Ibu tak datang menemuiku? Apa Ibu membenciku? Tidakkah Ibu merindukan, Yeon? Cucu Ibu? Jika aku melakukan kesalahan, katakan saja Bu, tapi jangan tinggalkan aku seperti ini,” isak Shena dan Biyanca semakin mengeratkan pelukannya sambil menangis juga.
“Tidak Sayang, kau tidak melakukan kesalahan apapun. Justru ibulah yang bersalah padamu, gara-gara ibu … kau dan Leo harus melewati banyak hal. Maafkan ibu Sayang. Ibu pergi … karena ibu merasa tak pantas menjadi ibu yang baik untukmu dan juga Leo.” Air mata Biyanca mengalir deras saat mengatakan kalimat itu pada Shena.
Sedangkan Leo, lebih memilih diam dan mengamati keadaan serta mempelajari situasi yang terjadi disini. Matanya tertuju pada sosok ayahnya yang juga diam seribu bahasa saat melihat Biyanca.
Ada banyak pertanyaan di hati Leo. Tidak biasanya ayahnya yang terkenal cinta mati dengan Biyanca, kini terlihat galau dan bimbang. Byon tak bergeming dari posisinya saat melihat wanita yang dicintainya datang. Bahkan Leo yakin ini adalah pertemuan pertama mereka setelah 3 bulan lamanya terpisah. Padahal dulu, Byon selalu memperlakukan Biyanca bagai bidadari dalam hidupnya, tapi kini semuanya telah berubah. Tak ada kata-kata yang keluar dari mantan salah satu gembong mafia itu begitu belihat istrinya sendiri.
Semarah itukah ayah pada ibu? Tapi kenapa? Apa yang terjadi pada mereka berdua? Kesalahan apa yang ibu lakukan hingga ayah bersikap begini? Akankah hubungan keduanya memang telah berakhir? Batin Leo.
__ADS_1
“Jangan berkata seperti itu lagi, Bu. Bagiku, Ibu adalah ibu terbaik yang pernah kutemui didunia ini. Aku beruntung memiliki ibu mertua yang cantik dan luar biasa baik sepertimu.” Shena melepas pelukannya dan menatap wajah cantik ibu mertuanya. “Sejak kecil, aku kehilangan kedua orangtuaku. Aku tak pernah merasakan seperti apa rasanya kasih sayang orangtua, tapi semenjak kalian membawaku masuk dalam keluarga ini, aku sangat bahagia …
“Bukan karena aku menjadi istri dari pria yang kucintai, tapi aku kembali mendapatkan kasih sayang ayah dan ibuku yang telah lebih dulu meninggalkanku melalui kalian berdua. Kasih sayang yang kalian berikan padaku, telah menggantikan posisi orangtua kandungku. Kalian berdua bahkan menganggapku seperti putri kalian sendiri dan bukannya menantu. Namun, hatiku hancur, Ibu … betapa sakit hati ini saat Leo memberitahuku kalau Ibu dan ayah harus terpisah tanpa kutahu apa alasannya. Lebih baik aku mati daripda aku kehilangan kedua orangtuaku untuk kedua kali.” Shena menangis dan Biyanca dengan sabar mengusap bulir air mata Shena.
Biyanca sudah tak bisa membendung lagi perasaannya. Ia terduduk lunglai didepan Shena sambil menangis dan menekan kuat dadanya. Tentu saja, sikap Biyanca ini, mengundang tanda tanya besar bagi Leo dan juga Shena. Seketika Shena ikut terduduk dan memeluk ibu mertuanya. Iapun menangis bersama dengan sosok wanita yang amat dicintai Shena.
Untuk sesaat, semua orang terdiam dan menunggu sampai Biyanca bisa mengontrol emosinya. Perlahan, Biyanca melepas pelukan Shena dan menatap wajah cantik menantu kesayangannya ini.
“Alasan aku pergi, karena semua kekacauan yang menimpa kalian berdua, disebabkan olehku.” Biyanca memulai penjelasannya yang membuat Shena ataupun Leo mengerutkan kening mereka masing-masing karea tidak mengerti perkataan Biyanca.
“Apa maksud, Ibu?” tanya Leo dari kejauhan. Ia tak ingin mendekat karena sengaja memberi ruang pada Shena untuk melepaskan rindu pada ibunya. Sebab, Leo sangat tahu seperti apa perasaan Shena terhadap kedua orangtuanya.
Apa yang dikatakan wanita paruh baya yang cantik dan awet muda ini sukses membuat Leo dan Shena sama-sama terpana tek percaya. “Apa yang Ibu katakan, ini? Ada apa? Kenapa ibu jadi penyebab semua yang terjadi padaku dan juga dan Shena?” Tanya Leo sudah tidak bisa sabar lagi.
“Samurai itu … Ibu mengenal siapa dia. Semua yang terjadi pada kalian berdua, disebabkan olehnya. Namun, hal itu tidak akan terjadi jika saja saat itu, Ibu tak membantunya lepas dari kejaran ayahmu tanpa sepengetahuannya. Kau dan Shena, tidak akan mengalami hal sulit itu jika saja ibumu ini, membiarkan anak itu mati ditangan ayahmu waktu itu. Dengan begitu, Shena takkan kehilangan kedua orangtuanya dan kaupun tak harus bertarung dengan nyawa.
__ADS_1
“Semua ini salah ibu, dan ibu baru mengetahui itu semua saat geng kapak yang kau lawan ternyata adalah samurai yang waktu itu ibu selamatkan.” Biyanca menangis menyesali perbuatannya. Ia tidak pernah menyangka kalau perbuatan baikanya demi membalas budi ayah dari samurai itu, telah menyebabkan banyak bencana besar bagi orang-orang yang dicintainya.
“Apa?” mata Leo terbelalak begitupula dengan Shena. “Ibu bilang apa?” tanya Leo memastikan pendengarannya. “Ibu mengenal samurai itu? Bagaimana bisa? Apa hubungan ibu dengannya? Katakan, Bu? Kenapa Ibu menyelamatkannya? Ada apa ini?” Nada suara Leo mulai meninggi. Reaksinya ini sama seperti Byon saat tahu bahwa istrinyalah yang menyebabkan kejadian buruk yang menimpa putra putri mereka selama ini.
Mata ayah Leo terpejam mengingat peterngkaran hebatnya dengan Biyanca tepat saat Leo dan Shena berangkat pulang ke kampung halaman Shena. Saat itu, Biyanca mengaku pada suaminya bahwa ia mengenal samurai yang menjadi musuh besar putranya. Lebih parahnya lagi adalah, Biyancalah yang secara langsung meminta Refald menyelamatkan nyawa samurai itu sekali lagi dan membiarkannya hidup. Padahal jelas-jelas Biyanca tahu, Leo berjuang antara mati dan hidup saat bertarung melawan samurai itu seorang diri, tapi Biyanca malah melindungi orang lain dan bukannya putranya sendiri. Itulah yang tak bisa Byon terima atas apa yang dilakukan istrinya.
Ayah Leo itu langsung murka saat Biyanca mengatakan yang sebenarnya. Itu adalah kemarahan terbesar Byon sepanjang sisa hidupnya bersama dengan wanita yang dicintainya. Ini pertama kalinya, Byon tak bisa memaafkan kesalahan istrinya yang secara tidak langsung, sudah menyakiti Shena dan juga Leo. Terutama meninggalnya saudara angkat Byon yang tak lain adalah kedua orangtua Shena demi menyelamatkan putranya. Itu semua, semata-mata gara-gara ulah Biyanca yang menyelamatkan samurai itu ketika Byon hampir saja berhasil membunuhnya dulu.
BERSAMBUNG
***
Tunggu penjelasan Biyanca selanjutnya, apa alasan dia menyelamatkan samurai itu dan kenapa Refald mau saja menuruti permintaan bibinya. Jangan bosan menunggu up nya, ya … love you all …
Terimakasih atas semua hadiah mawar dan kopinya, aku terhura banget kalian menyukai tulisanku yang nggak jelas ini. Semoga kalian terus setia dan masih mau membaca semua karya-karyaku. Terimakasih juga buat kak Ariju Ari yang sealu memberikan hatinya untuk novel Leo dan Rey. Pokoknya aku sayang kalian semua karena terus menyemangatiku disaat aku sedang down.
__ADS_1
Oh iya, yang ingin tahu visual Kun dan Leo diepisode sebelumnya, bisa langsung cek ig ku.