
Pesta perayaan kehamilan kedua Shena sengaja digelar sangat mewah dan wah. Biyanca menyiapkan semua pesta ini dengan sangat meriah sebagai bentuk rasa syukur dan bahagianya karena ia akan memiliki cucu lagi. Seluruh keluarga besar Leo juga datang untuk ikut berpartisipasi memeriahkan acara pesta yang sudah disiapkan Biyanca.
Saat ini, Shena sedang ada di ruang rias dan ia dirias sedemikian rupa layaknya pengantin sungguhan. Disebelahnya sudah berdiri Leo yang juga sudah siap menghadiri pesta kehamilan kedua Shena. Jas hitam yang melekat ditubuh Leo membuat wajah suami Shena itu semakin tampan saja.
"Kau cantik sekali dengan gaun ini Sayang," bisik Leo dari balik telinga Shena begitu ia selesai dirias.
"Kau benar Leo," ujar Shena lirih sambil memandangi dirinya dan Leo melalui cermin. Mereka berdua terlihat sangat serasi.
"Biasanya sih begitu, tapi kali ini dalam hal apa, ya?" tanya Leo dengan nada suara menggoda yang dibuat-buat.
"Kita seperti menjadi pengantin lagi. Dulu waktu aku hamil Yeon, tidak begini! Maksudnya, tak terlalu wauw seperti sekarang ini. Dan ada di mana Yeon sekarang?"
"Itu karena dulu, kau hamil saat keluarga kita dilanda banyak sekali masalah, Sayang. Banyak hal yang harus kuurus sampai harus mengajakmu kesana kemari. Tapi sekarang, satu persatu musuh sudah ditakhlukkan dan kau hamil lagi disaat yang tepat. Soal Yeon, dia baik- baik saja. Banyak yang menjaganya dan putra pertama kita itu tumbuh dengan cepat. Jadi, kau tidak perlu khawatir lagi soal apapun. Nikmati saja pesta dan kehamilan keduamu ini. Aku akan selalu berada disisimu." Leo mengulurkan tangannya untuk membimbing Shena menghadiri pesta.
Sempat terlintas dipikiran Shena tentang ingatan pertunangan dan pesta resepsi pernikahan Shena dan Leo yang terjadi beberapa waktu silam. Acara inipun tak jauh beda dengan pestanya kala itu.
"Apa ... kali ini akan ada kekacauan lagi, seperti pesta-pesta sebelumnya?" tanya Shena agak ragu saat menerima uluran tangan suaminya.
Leo tersenyum manis mendengar pertanyaan istrinya. "Kenapa? Kau takut?" Leo malah balik bertanya.
__ADS_1
"Sedikit sih, sepertinya kekacauan yang terjadi ketika pesta sedang berlangsung, sudah menjadi tradisi keluarga besar Pyordova. Dimana ada pesta disitulah musuh berada. Aku khawatir, kali inipun sama, ada yang mencoba mengacaukan pesta lagi."
Leo menggenggam erat kedua tangan Shena lalu menciumnya dengan lembut. "Tidak akan ada yang terjadi. Kalaupun ada pengacau, semuanya pasti bisa diatasi dengan mudah. Keluarga Pyordova adalah keluarga yang tak terkalahkan selama aku dan ayahku masih ada. Ditambah lagi anggota keluarga yang lain, seperti kak Refald, Xiaonai, dan juga yang lainnya. Mereka semua, pasti takkan tinggal diam bila ada musuh mengganggu ketenangan kita.
"Kau sudah tahu seperti apa keluarga besarku kan, Sayang. Membasmi pengacau itu sudah keahlian kami. Tidak seru kalau tidak ada perkelahian dalam pesta. Namun kau jangan cemas, kau aman selama bersamaku karena aku akan menjaga dan melindungimu. Tidak akan ada yang bisa menyakitimu ataupun Yeon."
Kata-kata manis dari Leo, membuat Shena terbuai dan berhasil menenangkan kerisauannya. Tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi di sini. Sebab, keluarga besar Leo takkan membiarkan siapapun mengusik ketenangan keluarga besar mereka.
Ternyata apa yang dikhawatirkan Shena memang tidak berarti. Selama pesta berlangsung, tak ada yang terjadi. Semuanya Baik-baik saja dan pestanya berjalan dengan lancar. Malam ini, Shena dan Leo bagaikan raja dan ratu sehari di pesta ini. Keduanya duduk disinggasana megah yang sudah disiapkan.
Rona kebahagiaan terpancar jelas di wajah pasangan suami istri yang tengah berbahagia menanti buah hati kedua mereka. Leo malah tak henti-hentinya menatap Shena tanpa kedip. Sebab malam ini, menantu kesayangan keluarga Pyordova memang terlihat sangat cantik. Bahkan Shena mendapat banyak sekali hadiah istimewa yang semuanya berharga selangit dari seluruh keluarga besar Leo. Tak tanggung-tanggung, Biyanca juga memberikan sebuah istana megah yang khusus dibangun untuk Shena.
Yang membuat Shena tercengang dengan istana itu adalah ada patung dirinya dan Leo yang seolah sedang berdansa mesra terpajang rapi dihalaman Mension mewahnya. Patung itu disetting saling menatap satu sama lain. Sungguh Shena sangat terharu dengan semua persiapan yang diberikan Biyanca padanya. Air mata Shenapun langsung tumpah ruah karena terlalu bahagia dengan kejutan besar yang diberikan padanya.
"Selamat atas kehamilan keduamu, Sayang. Harusnya kami memberikan hadiah ini dari dulu. Tapi karena terlalu banyak hal yang harus kita lewati bersama. Baru kali ini aku bisa memberikan hadiah ini. Kau suka patungnya? Itu adalah patung yang aku ambil dari pesta pertunanganmu dengan Leo waktu itu. Patung ini sudah kupesan sejak kalian meresmikan hubungan kalian berdua dan baru jadi sekarang. Bagaimana menurut kalian?" tanya Biyanca yang sejak tadi tak berhenti tersenyum.
"Amazing, Ibu. Kau luar biasa. Patung kaca itu sungguh mirip aku dan Shena. Iya, kan Sayang?" Leo menoleh pada Shena yang menangis sesenggukan. Ia tak pernah menyangka bakal mendapat kejutan seluar biasa ini.
"Sayang ...," ujar Leo lagi.
__ADS_1
"Biarkan aku menangis Leo, aku ... aku sangat bahagia," isak Shena.
"Bahagia itu tertawa Sayang, bukannya menangis. Sini aku peluk," ujar Leo.
Suami Shena itu merentangkan kedua tangannya dan bersiap memeluk istrinya, tapi ternyata yang dipeluk Shena bukannya Leo, malah Biyanca. Shena langsung menangis sejadi-jadinya diperlukan ibu mertuanya.
Tentu saja Leo jadi salting sendiri. Ia sedikit kikuk karena terlalu PeDe mengira bahwa Shena bakal memeluknya, eh ... ternyata tidak.
"Terimakasih Ibu, terimakasih untuk segalanya. Aku ... aku tidak tahu harus berkata apa selain ucapan terimakasih. Sungguh aku bahagia Ibu, kalian semua memperlakukanku lebih dari yang seharusnya. Aku ... aku bahkan sampai tak bisa berkata-kata. Aku ... menyayangi kalian semua ... terimakasih atas semua hadiah yang kalian berikan padaku. Entah aku pantas menerima ini semua atau tidak ... yang jelas ... hadiah ini sangat berarti bagiku." Shena masih terisak saat mengungkapkan semua perasaannya.
Biyanca melepas pelukan Shena dan memegang kedua bahu menantunya. "Tentu saja kau pantas mendapatkannya, Sayang. Kau adalah menantu kesayanganku yang sudah aku anggap seperti putriku sendiri. Kehadiranmu, semakin melengkapi keluarga kami. Ditambah lagi, anggota keluarga Pyordova akan bertambah satu lagi.
"Siapa bilang kau tidak pantas mendapatkan semua hadiah ini. Kau bahkan pantas mendapatkan hadiah yang lebih dari ini, Shena Sayang. Kabar kehamilanmu ini membuatku ingin hidup lebih lama agar aku bisa menyaksikan semua cucuku tumbuh dewasa. Dan aku ingin, mereka nanti mendapatkan pasangan sempurna seperti kau dan Leo." Biyanca membantu mengusap sisa bulir air mata Shena yang terus saja mengalir membasahi wajah cantiknya.
"Ibumu benar Shena," ujar Byon ikut buka suara. "Kau memberikan kebahagiaan tak terkira pada keluargaku. Tidak kusangka si cecunguk Leo bisa menghasilkan keturunan lagi. Dan aku harap, keluarga besar kira akan semakin bertambah nanti." Byon mengusap pelan rambut Shena dan istri Leo itupun beralih memeluk ayah mertuanya tanpa bisa berkata apa-apa.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1