Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 74 Melahirkan


__ADS_3

Leo menuju pinggiran tebing yang agak menjulang ke bawah dan menekan salah satu batu besar yang berjajar didepannya. Rupanya batu yang ditekan Leo itu bukanlah sembarang batu. Itu adalah tombol rahasia yang bisa membuka pintu bawah tanah tepat dihadapan kaki Leo berpijak. Begitu pintu terbuka, Leo langsung masuk ke dalam dan secara otomatis pintu rahasia itupun tertutup dengan sendirinya.


Suasana di dalam ruang rahasia terlihat terang karena terpasang lampu elektrik di setiap dinding lorongnya. Sepertinya, tempat ini sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh Baida. Ruang rahasia ini adalah tempat sama yang sengaja ia bangun demi melindungi Byon dan Bii dulu ketika mereka berdua dalam bahaya, dan lucunya apa yang terjadi pada Leo dan Shena, juga terjadi pada kedua orangtuanya saat berjuang melahirkan Leo.


Bedanya, kali ini Baida menyiapkan mobil pengangkut barang agar Leo dan Shena tak perlu berjalan jauh untuk bisa keluar dari jalan rahasia ini. Leo meletakkan tubuh Shena disampingnya dan ia langsung menyalakan mesin mobil pengangkut. Tanpa suara, Leo langsung membawa keluar Shena.


Rupanya, pintu keluar ruang rahasia ini terhubung dengan sebuah rumah yang ternyata letaknya ada di pusat kota. Begitu Leo membuka pintu tersebut, suasana kota sudah sangat ramai dihadapannya. Leo keluar sambil menggendong Shena dan langsung membawanya pergi ke rumah sakit yang ada di kota ini.


Sesampainya di rumah sakit Shena dilarikan masuk ke ruang UGD karena ketuban yang Shena keluarkan sangat banyak, jika tidak segera ditindak, maka air ketuban Shenaisa habis dan berakibat fatal untuk si jabang bayi. Leo pun setia mendampingi dan menggenggam erat tangan Shena yang terus merintih kesakitan didepannya.


“Sakit sekali Leo,” jerit Shena sambil terus mencengkeram tangan Leo.


“Aku tahu Sayang, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku ada disini bersamamu, kau harus kuat. Gigit tanganku kalau kau merasa kesakitan.” Leo jadi ikut sakit melihat wanita yang dicintainya jadi seperti ini. Ia beralih ke dokter yang ada di hadapan Leo. “Cepat lakukan sesuatu, Dokter!” bentak Leo dengan keras saat mereka semua sudah berada di ruang UGD khusus persalinan.


"Kami sedang berusaha Tuan muda. Tenanglah," ujar dokter itu.


"Bagaimana aku bisa tenang, ha? Istriku sedang kesakitan."


"Semua wanita yang hendak melahirkan pasti merasa sakit, Tuan muda. Tapi rasa sakit itu akan terganti begitu putra anda lahir." Dokter itu mencoba menenangkan Leo supaya tidak panik dalam mengahadapi situasi ini.


Mendengar hal itu, Leo tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia kembali fokus ke Shena.


Semua perawat dan dokter langsung bertindak cepat untuk menangani Shena yang hendak melahirkan. “Nyonya Shena, tarik napas dalam-dalam, lalu keluarkan sambil mendorong perut anda. Satu ... dua ... tiga! Dorong!” teriak dokter itu dengan lantang, tapi tetap bersikap tenang. Sangat berbeda dengan Leo yang bikin heboh sana sini.


“Dokter! Jangan lihat bulan istriku! Fokus pada putraku saja. Awas kalau sampai kau melihatnya!” ancam Leo tapi yang diancam sama sekali tidak menggubris ancaman Leo karena ia sangat tahu apa yang harus dilakukan seorang dokter.


Sementara Shena sudah kesal setengah mati dengan Leo yang sejak tadi hanya mementingkan bulannya saja. Dasar suami nggak ada akhlak! batin Shena dan ia mulai berjuang melahirkan putranya.


“Arrgggghhhh!” Shena berteriak kencang dan berusaha mendorong perutnya. Ia mencengkeram kuat rambut Leo dan menariknya sehingga Leo sendiri ikutan berteriak lebih kencang dari Shena.


“Aaagh, Sayang! Kenapa kau menarik rambutku? Bukannya tangankuu!” protes Leo. ia masih menundukkan kepalanya di depan Shena kerena rambutnya di jambak.


“Diam kau! Sakit banget, tahu!” bentak Shena dan ia mengambil napas dalam-dalam lagi.

__ADS_1


“Sedikit lagi, Nyonya!” suruh dokter itu tanpa peduli pada perdebatan Leo dan Shena. Dokter itu hanya fokus pada sang jabang bayi.


“Jangan kepalaku! Aku mohon sakit banget Sayang ....” Leo menggelengkan kepalanya, tapi Shena tidak peduli. Ia hanya ingin menjambak rambut Leo.


Belum sempat Leo menyelesaikan kalimatnya, Shena benar-benar menjambak rambut Leo lagi dengan sekuat tenaga. Kali ini, tarikan Shena jauh lebih kuat dari yang tadi sehingga Leo beteriak semakin kencang dan mengagetkan semua orang yang ada dirumah sakit ini.


“Agggghhhhhhh!” teriak Leo menggelegar memekikkan telinga siapapun yang medengarnya kerena rambutnya ditarik kuat oleh Shena.


Dan bersaman dengan itu, Leo junior lahir ke dunia yang penuh dengan fana. Teriakan Leo langsung terhenti dan berganti dengan rasa haru mengharu biru kala Leo dan Shena melihat putranya sudah hadir di tengah-tengah mereka. Tangisan bayi mungil kemerahan itu terdengar merdu ditelinga Leo.


“Kau berhasil, Sayang.” Leo meringis kuda karena jambakan Shena masih terasa sakit dikepalanya. Leo juga mencium kening Shena yang lemah dan lelah setelah perjuangan keras melahirkan Leo juniornya.


Shena tidak bisa menyembunyikan senyumnya ketika melihat rambut Leo yang berantakan akibat jambakannya barusan. Seandainya Shena masih punya tenaga, mungkin ia sudah tertawa terbahak-bahak melihat suaminya berantakan seperti itu.


Setelah dibersihkan, Leo langsung menggendong putranya. Ia terlihat sangat bahagia. Namun, kebahagiaan itu harus sirna ketika salah satu anak buah Leo datang dan melaporkan sesuatu yang benar-benar mengejutkan Leo. Untung saja Shena dan bayinya sudah dipindah ke kamar VVIP.


“Tuan muda, Master dan tuan Baida ... mereka ....” pengawal Leo tidak bsia melanjtkan kata-katanya. Seolah tahu apa yang terjadi, Leo memberikan putranya pada Shena.


“Maafkan aku, Sayang. Aku harus pergi, aku tidak akan pernah membiarkan manusia itu hidup dan mengganggu ketenangan kita. Tetaplah disini, aku akan kembali begitu selesai membereskan mereka semua.” Leo mencium kening dan bibir Shena.


“Hati-hatilah Sayang, kau harus janji akan kembali. Kami menunggumu. Lihatlah wajah Leo junior kita, dia mirip sepertimu.” Shena tersenyum melihat betapa tampannya putranya ini.


“Dia perpaduan kita berdua, aku mencintaimu, Sayang. Terimakasih sudah melahirkan putra pertama kita. Aku janji, aku pasti kembali. Oh iya, aku sudah menyiapkan nama untuk Leo junior kita. Namanya ... Yeon Leon Pyordova.” Sekali lagi, Leo mencium kening Shena.


“Nama yang cocok, Yeon ... nama seorang tuan muda yang tampan.” Senyum merekah terlihat di wajah Shena melihat Yeon kecil tertidur pulas didekapannya.


“Ehm, dia psti akan ajdi sepertiku kelak.” Leo juga ikut tersenyum.


“Tidak, aku tidak setuju dia sepertimu. Kalau soal wajah tidak masalah, tapi aku tidak mau dia jadi playboy seperti ayahnya. Dia harus mirip pamannya, kak Refald yang hanya ada kak Fey dalam hati dan hari-harinya. Tidak menjelajahi wanita lain sepertimu.”


“Tapi aku hanya mencintaimu, tidak ada wanita lain lagi.” Leo masih membela diri.


“Baiklah, aku percaya. Sekarang pergilah, sampai kapan kau berdebat denganku?”

__ADS_1


Leo terdiam dan tersenyum lagi, “Aku pergi dulu, sampai nanti Sayang.” Leo pergi keluar ruangan. Ia pasrahkan semuanya pada dokter yang ada di rumah sakit ini agar memberikan pelayanan yang terbaik untuk Shena dan putranya selama ia tidak ada disini.


“Hubungi ayah dan seluruh keluargaku, suruh mereka semua cepat datang kemari dan menangkap seluruh anggota geng kapak itu,” perintah Leo pada anak buahnya saat ia dan anak buahnya berjalan di koridor rumah sakit.


“Tapi Tuan muda, masalahnya tuan Baida sedang berada di ICU, sedangkan master Chan masih dirawat karena lukanya lumayan juga. Dan ... kelompok geng kapak itu, berhasil melarikan diri. Saya berusaha membawa semua orang yang terluka kemari agar segera mendapat perawatan, tapi ....” jelas pengawal Leo.


Leo berhenti melangkah. “Ada apa?” tanya Leo sambil mengepalkan tangan menahan emosi.


“Sepertinya ... anggota geng kapak itu berhasil menangkap seseorang, dan orang itu ....”


“Gawat!” Leo langsung menyadari sesuatu. Ia tahu siapa yang ditangkap anggota geng kapak itu. “Cepat hubungi semua keluargaku!” pekik Leo.


“Di desa ini, tidak ada sinyal, Tuan.”


“Sial!” Leo memukul dinding rumah sakit dengan keras. “Berapa pasukan yang kita punya sekarang?” geram Leo. Ia benar-benar ingin menghabisi si samurai itu.


“Sekitar 15 orang, Tuan.”


“Kumpulkan mereka semua. Kita harus menyusun rencana untuk menyelamatkan si kmpret itu dulu. Kita harus bergerak cepat. Geng itu tidak bisa diangap enteng. Target kita adalah menyelamatkan sandera. Misi ini tidak boleh diketahui oleh siapapun termasuk master Chan dan paman Baida.”


“Baik, Tuan.” Pengawal Leo pergi dan melakuakn semua perintah Leo.


sedangkan Leo mencoba mencari sinyal untuk menghubungi semua orang yang bisa dihubungi meski usahanya gagal karena terkendala sinyal.


BERSAMBUNG


***


Siapa yang diculik? Pasti tahu ... hehe ....


PEMBERITAHUAN!


novel baruku, kisah anaknya Leo dan juga kisah anaknya Refald serta kisah Byon dan Biyanca aku rilis di akun baruku. tapi tetap di Noveltoon. Sekarang masih dalam proses. kalau sudah rilis pasti aku kasih pengumuman lagi.

__ADS_1


terimakasih buat yang selama mendukung semua karya-karyaku ... love you all



__ADS_2