Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 153 Rival


__ADS_3

Keesokan paginya, Shena dan seluruh keluarganya sarapan bersama. Pagi ini adalah pagi yang sangat cerah setelah keluarga Pyordova menggelar acara pesta megah khusus untu Shena yang digelar semalam. Sebagian tamu undangan sudah ada yang langsung pulang, dan sebagian lagi ada yang masih menginap di istana keluarga Pyordova.


Istananya berukuran besar, jadi cukup untuk menampung semua tamu undangan yang hendak menginap. Sebab, mereka yang memutuskan bermalam harus menunggu cuaca yang pas untuk terbang ke negara mereka masing-masing dimana keluarga Leo memang rata-rata tinggal di luar negeri. Tentu saja ada banyak kamar dengan fasilitas mewah tak kalah dengan hotel berbicara 5 lainnya ersedia untuk seluruh anggota keluarga besar Pyordova yang menginap di sini tak terkecuali ayah dan ibu Refald.


Walaupun Refald dan Fey tak bisa datang karena ada keperluan yang mendesak, tapi ayah dan ibunya yaitu Mr. Dan Mrs. Dilagara ikut hadir memeriahkan acara pesta kehamilan kedua Shena semalam. Itulah sebabnya pesta kali ini tidak diwarnai dengan kehadiran musuh yang bikin kacau seperti pesta-pesta sebelumnya. Jadi, meski tak ada Refald dan Fey, pestanya tetap berjalan dengan meriah dan aman terkendali.


"Pagi semuanya," sama Meiliana kakak dari Biyanca alias istri Dilagara.


"Pagi juga, Kak Mei." Biyanca membalas sapaan kakaknya. Dua bersaudara itu kalau sudah bertemu pasti langsung lupa waktu karena keasyikan ngobrol.


"Sudah lama juga kita tak kumpul bersama seperti ini, Bii. Sering-seringlah mengadakan pesta begini supaya kita bisa sarapan bersama sesering mungkin. Terakhir adalah pesta resepsi pernikahan Leo dan Shena setelah diwarnai dengan berbagai kekonyolan yang diakibatkan musuh keluarga besar kita."


"Kenapa bukan Kakak saja yang mengadakan pesta seperti ini? Suruh saja Refald bikin anak lagi? Fey masih muda, tidak masalah jika ia hamil lagi."


"Aku tidak yakin, apakah Refald mau punya anak lagi, dia bilang waktu senggangnya bersama Fey jadi berkurang karena istrinya itu sibuk mengurusi putra pertamanya."


"Itu hanya alasan Refald saja. Lihat menantuku, meski Yeon masih kecil ... Leo bisa membuat anak lagi." Biyanca tersenyum bahagia sambil menyeduh tehnya.


Semetara orang yang dibicarakan yaitu Shena, hanya diam menunduk saja. Sedikit banyak ia mulai paham. Kalau emak-emak sudah berkumpul, pasti yang dibicarakan adalah menantu-menantu mereka dan seputar kehidupan rumah tangga anak-anak mereka.


Leo hanya memicingkan mata menatap bibi dan ibunya. "Mereka berdua seperti tak pernah buat anak saja," bisik Leo pada Shena. "Bisa-bisanya mereka bicara seperti itu seolah bikin anak itu semudah membalikkan telapak tangan. Mereka tidak tahu saja, betapa berat perjuanganku untuk membuatmu hamil lagi. Aku harus berjuang sekuat tenaga setiap hari. Ah ... tapi aku akui, nikmat juga sih ... main bulan tertusuk ilalang denganmu bikin aku ketagihan, Sayang. Nggak ada bosan-bosannya." Leo sengaja menggoda Shena yang masih menunduk malu.

__ADS_1


"Diam kau! Dasar otak mesum!" sengal Shena pelan. Sesekali Shena melirik ke arah bibi dan ibu mertuanya. Dua kakak beradik itu masih saja asyik mengobrol dan banyak sekali hal yang mereka bicarakan. Keduanya tampak akrab sekali.


"Dimana Refald?" tanya Byon pada kakak iparnya. Kini giliran bapak-bapak yang mulai ngerumpi. "Dari semalam, aku tidak melihatnya. Fey juga tidak ada."


"Refald sedang ada urusan. Sedangkan Fey, ia membantu mengurus temannya yang jadi gila karena baru saja keguguran disaat suami yang baru saja dinikahinya kumasukkan ke penjara. Apa Leo tidak memberitahumu?"


"Oh, orang yang menyamar sebagai CEO dan menggelapkan dana perusahaanmu? Aku sudah dengar. Jadi ...." Byon beralih menatap Leo. "Mata manusia yang kau berikan pada Leopardku, apakah mata orang itu, Leo?" tanya Byon pada putranya.


"Ehm, benar Ayah. Siapa suruh dia bermain mata pada istriku. Aku tidak akan pernah mengampuni siapapun yang mencoba menggoda Shenaku." Leo menyeduh teh nya dengan santai sementara tangan kirinya tetap berada di bahu Shena. Entah mengapa, tiba-tiba saja Shena merasa mual mendengar pembicaraan ini.


"Lalu, siapa pria yang sedang kau rantai itu?" tanya Byon lagi.


"Itu mantan menejer distro yang sudah berani merendahkan Shena dan Kak Fey. Dia bebas dengan jaminan meskipun kak Refald memanipulasi bukti kajadian pelecehan yang sebenarnya tidak dia lakukan. Aku menyuruh anak buahku untuk mengurungnya disini. Dia akan berurusan dengan kak Refald nanti."


"Semua keputusan ada ditanganmu, Sayang. Aku akan selalu mendukung apapun keputusanmu," tandas Leo.


Shena berpikir sejenak, jangan sampai ia salah mengambil keputusan, sebab ini menyangkut hidup dan mati seseorang. "Izinkan aku untuk membicarakan masalah ini dengan bibi Egha Ayah. Sebab, Aryani ... adalah putrinya.


"Apa?" mata Byon langsung melotot mendengar ucapan Shena. Reaksi Byon membuat Biyanca menoleh ke arah suaminya.


Leo dan Shena juga baru sadar bahwa antara Byon, Biyanca dan juga bibi Shena yaitu Egha, sempat terlibat cinta segitiga. Dan setelah puluhan tahun lamanya. Baru kali ini, Byon dan Biyanca mendengar nama Egha lagi dan itupun dari Shena.

__ADS_1


Suasana mendadak menjadi tegang lantaran mata Biyanca memancarkan api kecemburuan begitu nama Egha disebutkan. Namun, ia mencoba menutupinya dari Shena. Walau bagaimanapun juga, Egha adalah bibi menantu kesayangannya, adik kandung dari almarhum ayah Shena yang dulu sempat dianggap seperti saudara sendiri oleh Byon.


"Bagaimana ini, Leo. Sepertinya aku salah bicara. Apa yang harus aku lakukan? Lihat wajah ibu dan ayah, mereka menakutkan sekali," bisik Shena pada Leo.


"Kau tenang saja Sayang. Aku akan mengalihkan pembicaraan." Leo mengusap lembut rambut istrinya dan beralih menatap bibinya. "Ehm, Bibi ... urusan apa yang sedang dilakukan kak Refald hingga ia absen di pesta semalam?" tanya Leo.


"Oh itu ... dia sedang latihan," jawab wanita yang akrab disebut sebagai Mei.


"Latihan? Latihan apa?" tanya Biyanca jadi penasaran. Akhirnya, ketegangan yang sempat terjadi bisa mencair juga. Usaha Leo untuk mengalihkan pembicaraan telah berhasil.


"Latihan untuk mengikuti kompetisi menari dan menyanyi di babak final yang akan diselenggarakan besok lusa. Ia ngotot ingin menang dari rivalnya," terang ibu Refald.


Leo langsung menyemburkan teh yang ia minum hingga pakaiannya yang ia kenakan menjadi kotor. Shena sendiri juga sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan bibi Mei barusan.


"Apa?" seru Leo dan Shena bersamaan. "Kompetisi?" tanya mereka lagi dan anehnya mereka kompak lagi. Bahkan mata Leo dan Shena sama- sama melotot menatap wajah ibu Refald.


BERSAMBUNG


***


jreng-jreng ... seperti yang aku janjikan sebelumnya kalian harus berpartisipasi menentukan siapa pemenang antara Leo dan Refald saat mereka sama-sama mengikuti babak final. Caranya. lihat postingan visual video penampilan Refald dan Leo di igku yang aku posting nanti. Trus pilih siapa yang menang dilihat dari penampilan keduanya ... setuju nggak ... yang setuju angkat kaki ... eh salah, angkat tangan maksudku.

__ADS_1


Terima kasih untuk ka Ariju ari karena udah ngasi koin. dan juga yang lainnya yang sudah memberikan hadiah kopi dan bunganya. Jadi makin semangat kan nulisnya. Love you all ...


__ADS_2