Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 78 Berakhir


__ADS_3

Leo berdiri gontai dengan bersimbah darah dari musuhnya sendiri. Ia pergi dengan pandangan mata kosong untuk membersihkan diri sebelum ia bertemu dengan Shena.


Semua orang yang ada disini pun tak bisa berkata-kata. Apa yang dilakukan Leo adalah demi kebaikan dirinya dan seluruh keluarganya. Byon membawa Kun yang terluka kerumah sakit tempat ayahnya dirawat. Sedangkan Roy, memilih menemani Leo membersihkan diri. Sejak kecil, Roy sudah mengenal Leo itu seperti apa, jadi ia sangat mengerti bagaimana perasaan Leo saat ini. Terlebih ia sudah menghabisi orang yang berani mencintai istrinya.


"Kak Refald, ayo kita pergi!" seru Rey pada Refald yang masih berdiam diri ditempatnya.


"Kalian pergilah dulu, aku akan bereskan kekacauan ini," ujar Refald tanpa menoleh ke arah Roy.


"Kalau begitu, aku akan temani Leo dulu." Roy pun pergi mengejar kepergian sahabat karibnya.


Sekarang, tinggallah Refald beserta seluruh anggota geng kapak yang sudah berhasil dikalahkannya. Ia memerhatikan Samurai yang sedang sekarat. Dengan langkah kaki berat, Refald berjalan pelan mendekat kearah Samurai yang tergeletak lemah tak berdaya.


"Jangan lakukan itu, Raja!" cegah pak Po seolah tahu apa yang akan dilakukan Rajanya.


"Aku tidak bisa membiarkan dia berakhir seperti itu pak Po. Aku tidak ingin ada Raghu-Raghu yang lain tercipta di dunia ini karena masalah cinta. Semua orang ditakdirkan untuk berpasang-pasangan. Tidak ada yang namanya cinta segitiga segiempat atau segi-segi yang lainnya."


"Tapi itu adalah pilihan mereka, Raja. Anda tidak harus melakukannya hal yang bukan wewenang anda." Pak Po masih tidak rela jika Refald menggunakan kekuatannya untuk menolong samurai itu.


"Tugasku adalah mencegah terciptanya Raghu pak Po, meski samurai ini mati, jiwanya tidak akan bisa tenang. Dan kau bisa tebak apa yang terjadi selanjutnya. Aku tidak ingin kejadian dulu terulang lagi. Jangan halangi aku. Karena samurai itu harus menebus semua dosa-dosa besarnya dengan harus tetap hidup." Refald melangkah maju mendekati Samurai yang sedang sekarat.


"Pikirkan sekali, Raja." Pak Po mengkhawatirkan apa yang dilakukan rajanya.


"Jangan khawatir pak Po. Dimasa depan, kau dan aku akan menghilang sementara karena ulah anak-anak kita. Jadi, selama aku bisa melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, itu tidak jadi masalah untukku. Tidak akan terjadi apa-apa padaku. Kekuatanku juga tidak akan menghilang karena kini, aku adalah seorang raja." Setelah berkata demikian, Refald memegang gagang pedang yang ditancapkan Leo ditubuh samurai yang sedang sekarat itu sambil memejamkan mata.


Secara ajaib, darah samurai yang berceceran dimana-mana, kembali terserap masuk kedalam tubuh samurai tersebut tanpa sisa. Seketika wajah sekarat samurai sudah tak terlihat lagi. Sebaliknya, ia kembali berseri.


Perlahan, Refald mencabut pedang dari dalam tubuh samurai itu dan menyembuhkan lukanya. Tentu saja proses penyembuhan itu berlangsung sangat lama. Sementara pak Po dan pasukannya yang lain mengurus semua jenazah para anggota geng kapak dan memakamkan mereka ditempat yang layak dalam satu lokasi. Begitu Refald selesai mengobati, sang samurai kembali sehat lagi dan hanya meninggalkan luka-luka tertentu saja.


"Kenapa kau menyelamatkanku?" Tanya samurai itu setelah ia bisa bangun dari maut yang hampir saja merenggut nyawanya.

__ADS_1


"Aku tidak menyelamatkanmu, aku hanya menyelamatkan cinta yang kau punya. Apa yang kau katakan itu benar. Tidak ada yang salah dengan cinta. Yang salah adalah caramu mencintai. Kau begitu mengagungkan cintamu pada Shena sampai melupakan norma manusia yang ada di dunia ini. Sudah tugasku mengembalikan apa yang sudah hilang darimu. Karena kau berhak mendapatkan cinta yang layak.


"Tidak ada yang tahu kalau kau masih hidup. Mulai sekarang, kau terlahir kembali sebagai Nagata Lingga Maheswara. Kau bukan samurai si pembantai lagi. Kau hanyalah manusia biasa. Aku akan mengirimmu ke sebuah desa terpencil dimana tak seorangpun bisa mengenalimu. Disanalah tempat yang cocok untukmu. Dan disana pula, kau akan menemukan cinta sejatimu yang sesungguhnya."


"Huh, bagaimana kau bisa yakin aku akan melakukan apapun yang kau katakan tadi?" samurai itu menatap tajam mata Refald.


"Kau harus melakukannya, sebab jika tidak, kau akan mati. Gelang itulah yang akan mengikatmu." Refald menunjuk sebuah gelang emas yang melingkar di tangan kanan si Samurai.


"Sejak kapan kau memasangkan gelang ini padaku?" Samurai itu terkejut melihat gelang dipergelangan tangan kanannya, ia berusaha melepas gelang tersebut tapi tidak bisa.


"Gelang itu terpasang dengan sendirinya. Itu adalah perjanjian yang aku buat dengan gelang itu ketika menyembuhkanmu. Gelang itu pula yang akan menuntun langkahmu. Kau harus menebus semua dosa-dosamu dengan berbuat banyak kebaikan. Jika kau berbuat hal buruk, maka gelang itu akan menyiksamu sampai kau sadar atas kesalahan yang kau buat.


"Oh, iya .. jangan sekalipun kau muncul dalam kehidupan Shena dan Leo lagi. Jika kau berani menampakkan diri dihadapan mereka, maka aku sendirilah yang akan datang padamu dan langsung menebas kepalamu dengan tanganku sendiri. Dan satu lagi, gelang itu tidak akan pernah bisa lepas kecuali kau berubah menjadi manusia yang baik. Dan orang yang bisa melepas gelang itu saat kau sudah menjadi orang baik adalah cinta sejatimu sendiri. Camkan kata-kataku ini dengan baik. Selamat tinggal dan selamat berjuang." Refaldpun langsung menghilang meninggalkan samurai itu sendirian.


Sang samurai berlari keluar ruangan bermaksud mencari keberadaan penolongnya. Namun ia sangat terkejut setelah ia membuka pintu. Samurai itu sudah tidak ada lagi dimarkasnya, tapi berada disebuah tempat yang sepertinya ini adalah desa yang disebutkan Refald tadi.


***


Sementara di tempat lain, Leo membersihkan diri disungai dengan berendam di dalamnya ditemani oleh Roy. Sejak tadi, Roy memperhatikan gerak-gerik Leo.


"Apa kau sungguh merindukanku sampai kau menatapku seperti itu?" ujar Leo tanpa menoleh ke arah sahabatnya.


"Aku rindu berkelahi denganmu. Apa yang sebenarnya terjadi? Tidak biasanya kau seperti ini? Kau baik-baik saja?" tanya Roy agak sedikit khawatir dengan Leo.


"Saat ini, aku tidak sedang baik-baik saja. Aku membunuh orang yang paling aku benci dan orang itu sangat mencintai istriku. Apa menurutmu aku harus baik-baik saja?"


"Salah sendiri, siapa suruh dia mencintai Shenamu? Sudahlah, jangan dipikirkan lagi, semuanya sudah berakhir. Kini kau dan Shena bisa hidup bahagia. Oh iya, selamat untuk kelahiran putra pertamamu. Aku turut senang, akhirnya kini kau resmi jadi ayah." Roy terkekeh melihat Leo.


"Terimakasih, sebentar lagi kau juga akan menyusulku." wajah Leo terlihat datar-datar saja.

__ADS_1


"Kalau kau sudah selesai, ayo kita pergi darisini. Para istri-istri kita, pasti sudah menunggu kedatangan kita." Roy melempar sepasang pakaian baru supaya bisa Leo kenakan. Mereka berdua meninggalkan sungai dan kembali ke para istri-istri mereka.


"Apa rencanamu setelah ini?" tanya Roy saat keduanya dalam perjalanan pulang.


"Apalagi? Buat anak lagilah," jawab Leo ngasal.


"Dasar gengster mesum nggak ada akhlak!" umpat Roy.


"Dan kau adalah teman Gengster mesum nggak ada akhlak!" balas Leo.


"Oke, salahku karena berteman dengan gengster bengal sepertimu!" Roy membuang muka dan Leo hanya tertawa.


"Kau sama bengalnya denganku, karena itulah kita bisa berteman." Leo masih tertawa dan berjalan pergi meninggalkan Roy. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Shena dan putranya yang baru saja lahir kedunia.


BERSAMBUNG


***


Maaf genrenya jadi melenceng lagi, soalnya kalau ada Refald pasti aura fantasinya keluar. Kenapa aku hidupin si Samurai, karena dari sini aku mau bikin perjalan mas Samurai menebus semua kesalahannya sampai ia bisa menemukan cinta sejatinya yang tentunya ada dinovel baruku nanti. Dan semua karyaku, hanya ada dinoveltoon. Ditunggu aja ya ...


Jangan lupa baca kisah Rey dan Rhea juga di novel baruku ... terimakasih atas semua dukungannya, love you all



Visual Leo, hehe



Visual samurai yang terdampar di desa terpencil

__ADS_1


__ADS_2