
Suami Fey ini sama saja seperti menyiram bensin diatas api yang berkobar sehingga menciptakan kebakaran hebat menyelimuti hati seorang Kristin. Padahal Refald jelas-jelas tahu, kalau Kristin masih belum bisa menerima kenyataan atas sejumlah fakta tentang suaminya. Dan kini, Refald malah menambahkan lagi masalahnya.
Mata teman lama Fey itu melotot sambil mendengus kesal. Napasnya sampai naik turun menahan emosi. Tak lama kemudian, wanita itupun pingsan tepat di depan Refald dan suami Fey itu hanya diam menyaksikan Kristin jatuh terkapar. Refald bahkan tak bergeming dari tempatnya dan membiarkan Kristin tergeletak begitu saja tanpa berbuat apa-apa.
"Refald! Kenapa kau tidak menolongnya?" sengal Fey ikut cemas mengamati keadaan Kristin.
"Dia bukan siapa-siapaku, kenapa aku harus menolongnya?" ujar Refald.
"Kau ini!" Fey berdecak kesal pada Refald. Ia menatap mas Gen, untuk segera membantunya membawa Kristin ke rumah sakit terdekat. "Bawa dia ke rumah sakit terdekat mas Gen," seru Fey.
"Baik, Ratu." Mas Gen bergerak cepat mengangkat tubuh Kristin yang terkapar tak berdaya untuk dibawa kerumah sakit secepatnya.
Fey meminta baby sitter nya untuk pulang terlebih dulu dan meminta beberapa anak buah Refald yang tak lain adalah para pasukan dedemit untuk mengawal Rey selamat sampai tujuan. Sementara itu, Fey hendak menyusul Kristin ke rumah sakit.
"Honey, kenapa kau perhatian sekali pada orang yang sudah menganggap remeh dirimu? Biarkan saja dia? Dia seperti itu akibat dari ulahnya sendiri."
Fey menatap wajah suaminya. "Kalau dia orang lain yang tak kukenal, aku pasti akan melakukan hal itu, Refald. Masalahnya, Kristin adalah teman masa kecilku dan dia bukan wanita yang jahat sebenarnya, bagaimana mungkin aku membiarkan dia seperti itu. Setidaknya, aku ingin memastikan kondisinya, sebab dia sedang berbadan dua. Kau sendiri juga pasti sudah mengetahuinya."
"Ya sudah, terserah kau saja kalau begitu. Tapi maaf Honey ... aku tidak bisa ikut denganmu. Aku harus mengurus sesuatu." Refald mengecup pelan kening istrinya dengan mesra. "Pergilah dengan mas Ger dan yang lainnya. Aku akan segera menemuimu begitu urusanku selesai."
Fey mengangguk setuju, ia memeluk Refald sebentar. "Jangan terlalu lama," ujar Fey lalu iapun pergi menyusul Kristin ke rumah sakit. Dan Refald menuju kesuatu tempat dimana dia sedang dibutuhkan.
__ADS_1
Sementara itu, Leo mengajak Shena ke distro dimana ia dan Fey pernah diusir oleh menejer distro tersebut. Semua karyawan yang bekerja di distro itu tercengang melihat ada serombongan orang datang memasuki distro.
Siapa lagi kalau bukan Leo dan para pengawalnya, ditambah dengan Shena. Berbeda dengan apa yang dialami Fey dan Shena tadi, kedatangan Leo kali ini disambut hangat oleh seluruh karyawan distro. Sebab, mereka semua tahu siapa Leo hanya dari gaya pakaian yang dikenakan suami Shena. Dari ujung rambut hingga ujung kaki, semua yang menempel ditubuh Leo berharga fantastis semua.
Sudah pasti perlakuan mereka juga sangat berbeda. Hanya saja, mereka agak bingung karena ia datang bersama dengan Shena. Wanita yang sudah diusir menejer distro ini hanya karena berpakaian kasual. Bahkan celana jins Shena sobek-sobek dibagian dengkulnya.
Siapa sangka kalau wanita berpenampilan sederhana ini adalah istri dari seorang sultan sekaligus ketua gengster kelas kakap yang ditakuti semua musuhnya. Seandainya sejak awal karyawan di distro ini tahu siapa Shena, mungkin mereka tidak akan berani mengusir Shena tadi.
"Kenapa kita kemari lagi?" tanya Shena bingung, padahal ia sudah sangat puas karena kakak iparnya Fey sudah membuat sang menejer songong yang menganggap remeh dirinya, sementara ini harus ditahan Di kantor polisi atas ulah yang tidak pernah ia lakukan.
"Kenapa? Sudah pasti untuk memberitahu mereka semua yang bekerja disini tentang siapa kau sebenarnya, Sayang." Leo tersenyum sinis dan itu membuat perasaan Shena jadi tidak enak.
Wah gawat, aku mencium aroma balas dendam yang begitu besar, batin Shena.
"Hei kau! Kemari!" Panggil Leo pada salah satu karyawan wanita yang berdiri paling dekat dengan Shena. "Ambilkan gaun termahal yang ada di distro ini untuk istriku," seru Leo.
"Hah?" Karyawan distro itu tergeragap saking gugupnya. Ia mengamati semua orang yang ada disekitar Leo untuk mencari istri mana yang dimaksud Leo.
Sebab, satu-satunya wanita yang masuk ke distro bersama Leo hanyalah Shena yang penampilannya bertolak belakang dengan Leo yang sempurna. Sepertinya wanita itu belum tahu kalau Shenalah istri yang dimaksud Leo.
"Kenapa kau diam saja? Cepat ambilkan gaun yang sesuai dengan istri cantikku ini!" Leo merangkul bahu Shena dan semakin terbelalaklah semua karyawan wanita yang ada di distro ini menyaksikan fakta yang mencengangkan itu.
__ADS_1
"Apa?" karyawan wanita itu setengah berteriak. "Nona ini ... adalah istri anda, Tuan?" Wanita itu terlihat shock sampai terbata-bata saat bicara. Ia sama sekali tidak percaya, ternyata wanita berpenampilan biasa inilah istri Leo.
"Nyonya, lebih tepatnya Nyonya Leopard Bay Pyordova. Dia sudah bukan gadis lagi. Dia istri yang sudah melahirkan putraku dan kini sedang mengandung buah hati kami yang kedua," ujar Leo bangga tapi matanya terus menatap marah semua karyawan yang mematung dengan mulut menganga lebar dihadapannya. "Kenapa? Apa ada masalah?" geram Leo.
"Ti-tidak, Tuan," jawab mereka semua.
Gila! Wanita biasa itu adalah istri dari tuan muda tampan ini? Bagaimana bisa? Haaaa ... aku iri ..., hampir semua wanita itu membatin dengan kata-kata yang sama.
"Kalau begitu tunggu apalagi? Cepat lakukan apa yang aku perintahkan tadi!" bentak Leo mengagetkan semuanya.
"Baik Tuan," semuanya menjawab serentak dan segera berpencar untuk mencari gaun yang pas untuk Shena dan menyesuaikan apa yang diinginkan Leo.
Beberapa gaun terindah dan termahal coba diberikan pada Leo, tapi tak satupun dari gaun itu disukai oleh Leo. Semua karyawan kualahan dengan permintaan Leo untuk mencarikan gaun, sepatu, serta tas yang cocok untuk Shena.
Bagaimana tidak, Leo memang sengaja membuat semua karyawan ini berlari kesana kemari untuk mencarikan apa yang diinginkan Leo. Belum lagi mereka juga harus bolak-balik mengembalikan barang-barang branded temahal itu ke tempat asalnya kalau yang diambilkan tidak sesuai dengan selera Leo.
Sedangkan Shena, hanya diam berdiri saja tanpa bersuara. Sebab, ia tahu suaminya ini hanya main-main. Semua barang yang diambilkan karyawan distro itu sebenarnya sudah sesuai dengan apa yang diinginkan Leo. Hanya saja, suami Shena itu sengaja membuat semua karyawan di distro ini kelelahan sampai mereka tak bisa bangun berdiri lagi.
Napas mereka sudah ngos-ngosan dan ada yang sudah pingsan. Melihat hal itu, Leo menghentikan permainannya dan mengumpulkan semua karyawan dalam satu tempat.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***