
Sebulan telah berlalu, Akhirnya Shena bisa kembali kekediaman Leo sendiri dan membawa anggota keluarga baru mereka, yaitu Yeon Leon Pyordova untuk tinggal di istana Leo sendiri. setelah keluar dari rumah sakit, Shena tinggal di vila keluarga Byon Pyordova sampai usia Yoen cukup untuk dibawa pergi naik pesawat kembali pulang kerumah. Dan setelah sebulan menunggu, akhirmya Shena beserta yang lainnya bisa kembali pulang.
Semua penghuni rumah menyambut kedatangan anggota baru kecil yang baru berusia sebulan itu. Semuanya tampak bahagia dan antusias sekali dengan bertambahnya jumlah keluarga Pyordova. Cucu pertama dari Byon Pyordova. Beberapa pelayan dan pengasuh serta pengurus rumah, berebut menggendong pangeran muda Yeon yang mungil dan tampan itu. Sudah puluhan tahun lamanya seluruh penghuni mension Byon tidak mendengar suara tangis bayi. Kini, dengan kehadiran Yeon kecil, istana Leo sudah tidak sepi seperti kuburan lagi.
“Istrirahatlah Sayang, kau tidak boleh terlalu lelah. Biarkan mereka melihat Yeon sepuasnya. Kalau Yeon menangis, mereka pasti akan memberikannya padamu.” Leo membantu Shena berjalan masuk ke dalam kamarnya.
“Tapi ... apa tidak apa-apa?” tanya Shena masih mengkhawatirkan putranya yang sedang digendong para pengasuh Leo.
“Tidak apa-apa. Mereka terlalu bahagia melihat anggota baru keluarga ini. Masa kau mau merusak kebahagiaan mereka. Yeon adalah pangeran kecil mereka sekarang. Lagipula, sudah ada ayah dan ibu. Tidak ada yang perlu kau cemaskan selama ada aku disini.”
“Kau benar, istana ini terlalu sepi bagi mereka. Kehadiran Yeon membuat mereka bersemangat sekali.” Shena memerhatikan para penghuni istana yang merawat Leo sejak kecil mulai mengajak Yeon berbicara, padahal usia bayi mungil itu baru saja sebulan.
“Ayo, aku antar kau ke kamar. Istirahatlah, karena nanti sore, aku akan mengajakmu keluar.”
“Memang kita mau kemana?”
“Ke suatu tempat. Nanti kau juga bakal tahu sendiri.” Leo tersenyum manis pada Shena dan mereka berdua masuk ke dalam kamar.
****
Shena tertegun karena Leo ternyata membawanya kesebuah tempat yang langsung membuat Shena terharu hingga menumpahkan air mata karena tak kuasa menahan rasa saat ia melangkahkan kakinya di tempat ini. Ibu muda itu sama sekali tidak menyangka, suaminya bersedia membawanya kemari meski tanpa diminta olehnya.
“Leo ... ini ....” derai air mata membasahi wajah cantik Shena.
“Ayah dan ibu mertua juga harus tahu, kalau cucu pertama mereka sudah hadir ke dunia. Mereka pasti sangat senang karena cucunya sangat tampan sepertiku. Maaf aku tidak memberitahumu sebelumnya karena khawatir kau akan menangis seharian.” Leo mengusap sisa bulir air mata Shena dan mengecup kening istrinya. Leo beralih menatap Yeon kecil yang tertidur lelap dalam gendongan Shena dalambaltan selimut tebal. “Bangun, Yeon. Kita akan bertemu dengan almarhum kakek dan nenekmu. Mereka berdua adalah malaikat penyelamat ayahmu. Kelak, kau juga harus menjadi lebih hebat dari kami semua.” Leo mengusap lembut pipi merah merona putranya yang bergerak imut dan menggemaskan siapa saja yang melihatnya.
__ADS_1
“Terimakasih sudah mengajakku kemari, Leo. Aku benar-benar terharu.” Shena bersandar di bahu suaminya.
“Sama-sama Sayang. Jangan menangis lagi, oke. Aku tidak mau mertuaku mengira, kau tidak bahagia bersamaku.” Leo mengusap lembut rambut istrinya. Ia sangat bahagia karena keluarganya kini semakin lengkap dengan kehadiran putra pertama mereka.
Shena sedang berdoa di depan makam kedua orang tuanya. Sementara Leo menggantikan Shena menggendong Yeon. Tanpa sengaja, ia melihat seseorang yang tidak asing lagi baginya disekitar mereka. Orang itu, sejak tadi mengamati gerak gerik Leo dan Shena. Kerena penasaran, Leo mendekat ke arah orang itu, tapi setelah Leo sampai di tempat persembunyian yang dituju Leo, orang tersebut sudah tidak ada lagi. Leo kembali ke tempat Shena dan memberikan puranya pada Shena.
“Ada apa?” tanya Shena bingung dengan gelagat Leo.
“Sepertinya aku melihat seseorang, tapi orang itu sudah kabur.”
“Siapa?” tanya Shena penasaran.
“Entahlah, aku tidak yakin. Mungkin aku hanya salah lihat atau sedang berhalusinasi. Sudahlah, jangan dipikirkan. Aku akan berkeliling sebentar.” Leo menoleh pada beberapa pengawalnya, kalian berdua ikut aku. Dan yang lainnya tetap disini menjaga Shena dan putraku,” perintah Leo pada pengawalnya.
“Leo, aku ikut denganmu?” pinta Shena. “Aku tidak mau berpisah darimu? Aku sudah selesai disini. Kita pergi bersama-sama saja.”
Aku yakin itu dia, tapi jelas tidak mungkin. Aku sudah menghabisinya tepat di depan mata kepalaku sendiri. Tidak mungkin dia ... tunggu! Jangan-jangan ... Leo memicingkan matanya dan berharap dugaannya salah besar.
Leo mulai bergelut dengan hatinya. Saat ini, ia tidak ingin membuat Shena cemas. Semoga saja apa yang ia lihat tadi tidak benar.
“Ada apa Leo?” tanya Shena lagi saat keduanya berjalan bersama beriringan. Di belakang mereka, ada pengasuh dan sekelompok pengawal Leo yang setia mengikuti mereka kemanapun mereka pergi.
“Shena, ada hal penting yang ingin aku tanyakan padamu.” Leo berhenti berjalan dan menghadap Shena.
“Ehm, katakan ada apa?” Shena memerhatikan wajah serius Leo. Jika wajah suaminya seperti itu, pasti ada sesuatu hal yang mengganjal pikiran dan hati Leo.
__ADS_1
“Apa kau mengenal pria yang jatuh cinta padamu? Jauh sebelum kau bertemu denganku?” tanya Leo to the poin.
“Maksudmu, ketua geng kapak itu?”
“Ehm, apa kau mengenalnya? Kau pernah berinteraksi dengannya?”
Shena berpikir untuk mengingat-ingat siapa pria yang dibicarakan Leo. Sejak kematian kedua orang tua Shena, gadis itu memutuskan untuk melupakan semua kenangan masa kecilnya. Termasuk kenangannya bersama Bayu alias Leo, suaminya sendiri. Tentu saja Shena tidak mengingat apa-apa, apalagi pria samurai yang mengaku sangat mencintai dirinya. Shena benar-benar tidak mengenalnya.
“Aku tidak ingat apapun tentang pria yang kau maksud Leo, bahkan kenangan bersamamu saja aku juga tidak ingat. Aku tidak tahu apapun tentangnya. Siapa namanya dan seperti apa wajahnya dulu, aku sungguh tidak ingat lagi.” Shena berkata sejujurnya. “Kenapa kau tiba-tiba bertanya begitu? Bukankah kau sudah menghabisinya?”
“Ehm, aku memang sudah melenyapkannya. Tapi aku tidak sempat mengubur jasadnya. Anak buahku bilang, kak Refaldlah yang mengurus semuanya. Saat itu perasaanku sedang kacau. Aku sudah tidak bisa berpikir dengan jernih lagi, aku membunuh orang yang sangat mencintai istriku, padahal aku sama sekali tidak pernah mengenalnya. Aku tidak tahu apakah yang aku lakukan ini benar atau tidak. Harusnya secara hukum, aku sudah dipenjara.” Wajah Leo terlihat kacau. Dan Shena sangat tidak menyukai Leo yang seperti ini.
Shena menyerahkan Yeon kecil yang tertidur pulas pada pengasuhnya supaya Shena bisa leluasa berbicara dengan suaminya. Kini keduanya sedang berada dipinggiran tebing indah dipemakaman kedua orang tua Shena.
“Yang kau bunuh adalah penjahat kelas kakap dan buronan tingkat dunia, Sayang. Meski orang itu tidak mati ditanganmu, ia akan mati ditangan aparat penegak hukum yang tersebar di dunia. Sudah tidak ada lagi tempat untuk penjahat kejam sepertinya. Kau jangan menyalahkan dirimu sendiri. Tidak akan ada yang bisa memenjarakanmu, karena kau selalu punya cara mafia untuk menyelesaikan semua jeratan hukum yang mengarah padamu. Seperti yang kau lakukan saat menyelamatkanku dari tuduhan hukum waktu itu. Kau luar biasa, Suamiku. Aku sangat bangga menajdi istrimu. Dan aku akan terus mencintaimu selamanya. Meski banyak pria yang mengaku mencintaiku, aku hanya bisa mencintaimu. Tidak ada lagi cinta-cinta yang lain.”
Sebuah ciuman manis mendarat di bibir indah Shena. Leo sungguh terbuai dengan pernyataan cinta Shena padanya dan itu membuat suasan hati Leo kembali senang. “Aku juga sangat mencintaimu Shenaku sayang. Tidak akan aku biarkan siapapun merebutmu dariku, meski ada 100 samurai sekalipun, aku akan mempertahankanmu disisiku dan akan aku buat kau semakin jatuh cinta padaku.”
Shena tersenyum, ia merebahkan kepalanya di dada Leo, kedua insan yang sedang dimabuk cinta ini menikmati tiupan angin sepoi-sepoi yang seolah ikut bahagia melihat cinta Leo dan Shena semakin bersemi disetiap waktunya.
BERSAMBUNG
***
Minta saran dong ... kira-kira kalau Leo ganti cover di bawah ini ... bagus nggak?
__ADS_1