Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 258 Cinderella


__ADS_3

Pengawal suruhan Leo menurunkan tubuh Yuna yang lemah disebuah kamar. Kamar ini, sudah disiapkan khusus untuk Yuna. Rumah peninggalan almarhum kedua orangtua Shena sudah direnovasi oleh Leo bak istana megah. Rumahnya cukup luas sehingga tak perlu khawatir kekurangan kamar. Rumah ini bahkan bisa menampung seluruh keluarga besar Leo jika seluruhnya berkumpul. Suami Shena itu memang sengaja mendesain rumah ini sedemikian rupa untuk mengantisipasi keluarga besarnya datang kemari.


“Istirahatlah di sini sampai makan siang tiba, jika kau butuh sesuatu, panggil saja bibi pengasuh dengan cara tekan tombol hijau ini.” pengawal Leo itu menunjuk sebuah tombol yang ada di dinding tepat di samping tempat tidur. “Apa ada pertanyaan? Atau … kau butuh sesuatu?”


Yuna tak bersuara, ia hanya menggeleng sambil agak-agak takut sendiri. Sepertinya traumanya masih belum hilang sepenuhnya dan baru bisa tenang kalau ada Shena didekatnya. Namun ia sadar diri, tak mungkin Shena mau menemaninya layaknya orangtua kandungnya, bisa-bisa anak-anak Shena tidak terima.


Yuna juga sadar, kemungkinan besar anak-anak Leo merasa tak nyaman dengan kehadirannya di tengah-tengah keluarga ini. Sebab dirinya adalah orang asing yang tidak mereka kenal. Namun tak dapat dipungkiri, Yuna sangat menyukai keluarga kecil yang bahagia ini. Seandainya ia punya orangtua yang penyayang seperti Leo dan Shena, mungkin hidup Yuna akan bahagia.


Karena Yuna tak kunjung bicara, pengawal Leo menganggap kalau gadis itu tak butuh apa-apa lagi. Iapun pergi keluar dan meninggalkan Yuna sendirian. Begitu pengawal itu lenyap dari pandangan, Yuna langsung menangis sejadi-jadinya. Gadis malang itu terduduk di lantai meratapi nasibnya yang begitu buruk. Ia ingin sekali marah tapi tidak tahu harus marah pada siapa? Yang ada di dalam hati Yuna hanyalah pertanyaan, ‘kenapa dan kenapa’ tapi tak ada jawaban dari pertanyaan-pertanyaan Yuna karena ia hanya sendirian.


Disela-sela tangisan Yuna, tiba-tiba pintu kamar gadis manis itu kembali terbuka dan muncul Yeon sedang berdiri diam dari balik pintu kamar Yuna. Gadis itu berhenti menangis kala melihat putra sulung Leo menatapnya dengan tatapan yang tak pernah bisa dimengerti Yuna. Iapun berdiri dan membalas tatapan mata Yeon sambil menghapus sisa bulir air matanya.


Yeon pun tak mau banyak buang waktu, ia berjalan masuk ke kamar Yuna dan menutup pintu kamar itu. “Kita harus bicara!” ujar Yeon membuka suara.


Mata kedua anak berbeda jenis kelamin ini saling beradu pandang satu sama lain. Yeon memerhatikan Yuna mulai dari atas hingga bawah dan memang terlihat menyedihkan. Kakinya lecet karena tak menggunakan alas kaki, bajunya juga sangat kotor dan rambutnya berantakan. Berbeda jauh dengan Yeon yang terlihat klimis dan stylis layaknya anak sultan. Kalau dilihat-lihat, kedua anak kecil ini mirip sekali dengan Leo dan Shena kecil.


“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Yuna mulai membuka suara karena risih juga ditatap Yeon seperti itu.

__ADS_1


“Huh, kau berani juga! Aku datang kemari hanya untuk memperingatkanmu, kau … takkan pernah jadi bagian dari keluarga kami. Karena aku … takkan pernah biarkan itu terjadi,” tandas Yeon langsung tanpa basa basi.


“Aku tidak mengerti apa maksud ucapanmu? Kenapa aku harus menjadi bagian dari keluargamu?” tanya Yuna bingung.


Yeon berjalan mendekat ke arah Yuna dengan gaya coolnya. “Kau bisa menipu ayah dan ibuku dengan wajah sok melasmu ini, tapi aku … takkan tertipu! Aku akan mengawasimu dan membuatmu takkan pernah betah tinggal di rumah ini. Sebaiknya kau hati-hati!” Yeon menatap sinis Yuna yang juga menatapnya dalam diam. “Sebaiknya kau cepat mandi! Kau itu bau sekali? Berapa tahun kau tidak mandi, ha?” Yeon menutupi hidungnya seolah tak betah berada didekat Yuna.


“Bagaimana aku bisa mandi kalau kau tetap ada di sini? Keluarlah! Dan ketuklah pintu sebelum masuk ke dalam kamar orang.” Yuna agak sedikit malu, tapi mencoba membela dirinya. Ia tidak boleh down hanya karena anak ini sedang mengintimidasinya.


“Dasar tak sadar diri! Kau itu sudah mirip seperti gembel jalanan, masih sok menasehatiku? Suka-suka aku mau ngetuk pintu atau tidak! Kau tak berhak bicara apapun padaku! Cepat mandi sana!” bentak Yeon dan iapun bergegas keluar dengan kesal.


“Ada apa dengan anak itu? Kalau saja dia mengalami apa yang aku alami. Ia tak mungkin bicara seperti itu padaku! Gembel? Aku memang gembel! Memangnya kenapa kalau aku gembel? Apa aku tidak layak hidup di dunia ini? Apa salahku jika aku jadi gembel?” akhirnya Yuna berteriak sambil menangis dan mengeluarkan seluruh amarahnya. Tentu saja teriakan itu didengar Yeon dari luar tapi ia hanya diam saja.


***


Tentu saja katiga anak sultan ini takjub akan kejutan yang diberikan Leo dan Shena, merekapun tidak sadar untuk segera menyantap hidangan yang khusus dibuat Shena untuk mereka bertiga. Namun, Leo meminta mereka semua untuk menunggu Yuna dulu, baru mereka bisa makan sama-sama.


“Kenapa ayah dan ibu menunggu anak asing itu? Memangnya dia bagian dari keluarga kita, apa?” tanya Lea terang-terangan terlihat tidak suka dengan Yuna.

__ADS_1


“Lea Sayang, bukan seperti itu. Yuna gadis malang yang banyak disakiti orang. Dia masih trauma sehingga ia tak bisa bersikap seperti dirimu. Kau masih terlalu kecil, makanya tidak mengerti.” Leo mulai menjelaskan. “Jangan pandang orang hanya dari penampilan luarnya saja, kau juga harus melihat sisi lainnya. Ayah yakin kau akan menyukainya kalau kalian sudah saling kenal.”


“Lea, ibu percaya, kau adalah malaikat kecil ibu yang juga suka membantu orang lain jika ada yang membutuhkan bantuanmu. Yuna butuh teman sepertimu, nasibnya begitu buruk sehingga membuat dia jadi seperti itu. Bukan salahnya jika ia harus mengalami hidup seperti ini. Ibu harap kau bisa berteman baik dengan Yuna. Kasihan dia, dia sendirian dan tak punya siapa-siapa.”


“Dimana orangtuanya, Bu? Kenapa dia sendirian?”


“Kami tak bisa menjelaskannya pada kalian untuk saat ini, masalah Yuna sangat rumit dan sulit untuk dijelaskan. Kalian bertiga harus bersikap baik padanya. Jangan sampai ia trauma lagi atas apa yang pernah menimpanya. Apa kalian paham?” tanya Leo pada ketiga anak-anaknya.


“Baik, Ayah.” Jawab Yeon, Bima dan Lea bersamaan.


Tiba-tiba saja mata ketiga putra Leo terperangah saat melihat Yuna berjalan pelan mendekat ke ruang meja makan dengan penampilan baru yang sangat berbeda 180 derajat dari sebelumnya. Bila tadinya Yuna mirip sekali dengan gembel jalanan, kini Yuna berubah menjadi cinderalla yang sedang diundang dipesta dansa. Gaun kasual yang dipakai Yuna dan pita putih yang terpasang rapi dirambut indahnya, membuat Yuna terlihat sangat cantik jelita.


“Wuah … cantik sekali!” ujar Bima dan Lea bersamaan.


Sedangkan Yeon, langsung terpaku dan merasa tertampar karena tadi ia sempat menghina Yuna dengan mengatainya gembel jalanan. Dan kini, sang gembel jalanan itu malah berubah menjadi sangat cantik bak seorang putri raja.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2