Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 309 Sadis, Tanpa Ampun


__ADS_3

Mobil Movic yang membawa Leo dan Roy langsung berhenti di sebuah gudang tempat parkir truk container. Letaknya, tak jauh dari bandara Charles de Gaulle. Kedatangan si gangster ini langsung disambut hangat oleh beberapa pria bule ber jas hitam dan memakai kacamata dengan warna serupa. Untung postur tubuh Leo dan Roy sama tingginya dengan para pria bule ini sehingga Leo tampak keren berjalan bebarengan bersama mereka.


Sejak insiden kasus tentang Datuk Situroja, nama Leopard Bay Pyordova menjadi trending topik di dunia permafiaan terutama di benua Eropa. Suami Shena itu di gadang-gadang bakal menjadi penerus ayahnya, yaitu Byon Pyordova yang selalu ditakuti oleh musuh-musuhnya. Sebab, cara mafia yang selalu digunakan Leo saat melawan rivalnya selalu tak bisa ditebak dan sangat merugikan selain kematian tentunya. Makanya, para mafia lebih memilih jalur aman bila berurusan dengan Leo. Lebih baik menjadi koleganya ketimbang harus melawannya.


“Selamat datang di kota Paris, Tuan muda Leo. Suatu kehormatan bagi kami, anda mau berkunjung kemari,” ujar salah satu pria bule tinggi besar yang tak lain adalah pemimpin mafia di kota ini. Ia mengulurkan tangannya pada Leo yang dikawal beberapa anak buahnya.


“Terimakasih atas sambutan hangat darimu, Mr. Faid. Maaf jika kedatanganku kemari telah menyita waktumu. Hanya saja, ini begitu mendesak. Dan juga, aku salut kau punya markas di tempat umum seperti ini. Benar-benar tak terduga.” Leo membalas uluran tangan pemimpin mafia dengan senyum mengembang.


“Keluarga andalah yang luar biasa, Tuan muda. Senang bisa menjadi sekutu anda. Sejak dulu … saya sangat mengagumi Mr. Byon yang banyak berjasa di negara ini. tanpa tuan Byon, mafia sepertiku takkan pernah bisa jaya seperti sekarang. Oh iya, saya sudah menangkap semua orang-orang yang anda cari. Agak merepotkan sih, tapi untunglah anak buahku sigap. Apakah anda ingin menemui mereka sekarang?” tanya pria yang bernama lengkap Faid Redon. Mantan gangster yang kini menjadi salah satu mafia kelas kakap.


“Sekali lagi terimakasih Mr. Faid. Anda memang sangat luar bisa. Aku tak punya waktu banyak di sini, istriku tiba-tiba saja menghilang dan aku harus segera mencarinya setelah urusanku di sini beres. Aku kira aku bakal lama, tapi berkat bantuanmu sepertinya semuanya menjadi mudah.”


“Saya belajar banyak dari anak muda seperti anda, Tuan. Serahkan semua masalahmu padaku. Kami punya banyak sekali hacker yang bisa membantu anda mencari di mana keberadaan istri anda dalam waktu singkat. Anda jangan khawatir. Mari … aku antar ke tempat orang-orang itu.” pria yang terlihat matang dan dewasa itu mempersilakan Leo yang diikuti Roy, berjalan mengikutinya menuju tempat rahasianya.

__ADS_1


Tempat rahasia Faid Redon, berada di bawah tanah yang khusus ia gunakan sebagai tempat untuk mengeksekusi semua musuh yang mencoba cari gara-gara dengannya. Mereka semua berjalan pelan melewati gorong-goromg gelap dan hanya ada beberapa lampu cahaya sebagai penerang jalan. Nuansanya mirip seperti dalam film-film triller Hollywood. Bahkan Roy sampai berpikir, jangan-jangan film-film action yang pernah ia tonton salah satu settingnya ada di tempat ini. Soalnya, lokasinya mirip sekali. Tegang dan menakutkan.


Selama dalam perjalanan ke Paris, Leo memberitahu orang yang bernama Faid ini untuk menangkap beberapa orang yang terlibat dengan wanita bernama Senorita dan Magdalena. Tak lupa, Leo juga sudah menjelaskan alasannya.


Dengan kekuasaan yang Faid punya, ia tak membutuhkan waktu lama membereskan orang-orang yang dimaksudkan Leo. Kebetulan, orang-orang yang ia tangkap ini juga termasuk daftar hitam pencariannya karena seringnya menimbulkan banyak masalah bagi Faid. Bagai setali 3 uang, ternyata Leo juga mengincarnya. Sungguh kebetulan yang menguntungkan kedua belah pihak.


Pintu gerbang bergembok tebal telah dibuka, rombongan pemimpin mafia dan Leo, masuk ke dalam ruangan yang sangat gelap. Hampir tak ada cahaya apapun di tempat ini. Ruangannya juga sangat pengap sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Faid memerintahkan anak buahnya untuk menyalakan lampu.


Dan begitu lampu dinyalakan, tampak jelaslah wajah-wajah orang-orang incaran Leo. Leo dan Roy langsung tertegun melihat mereka semua yang diikat dengan posisi terbalik, kaki ada di atas dan kepala di bawah. Mulut mereka juga ditutup dengan lakban. Kondisi orang-orang itu, benar-benar mengenaskan. Darah dan luka memenuhi sejujur tubuh mereka. Mungkin mereka lebih memilih mati daripada harus disiksa seperti ini.


Leo dan Roy saling pandang. Awalnya, mereka bersimpati melihat kondisi memprihatinkan orang-orang ini, tapi begitu mengetahui apa pekerjaan mereka, rasanya digantung dan disiksa seperti ini saja tidak akan cukup. Mereka semua harus mendapatkan hukuman yang lebih berat dari ini mengingat banyaknya orang yang telah menjadi korban kebiadaban mereka.


“Di mana chip itu?” tanya Leo pada orang-orang yang sedang disiksa ini.

__ADS_1


Para pengawal Faid melepaskan lakban yang menempel erat di mulut mereka dengan kasar sehingga mereka merasa kesakitan.


“Jika … kami memberitahumu, apakah kau … akan melepaskan kami?” salah satu orang yang ditanya Leo malah balik bertanya pada Leo.


“Tergantung dari jawaban yang kau berikan.” Jawaban Leo sangat ambigu sehingga orang-orang ini tampak ragu untuk menjawab pertanyaan Leo atau tidak. "Kalau kalian tidak mau jawab, maka … kalian semua akan membusuk di tempat ini. Tapi … jika kalian memberitahuku, akan aku berikan tempat terindah untuk kalian.” Mata elang Leo menatap lurus orang-orang yang sedang diikat terbalik.


Faid hendak menyela karena ia merasa keberatan dengan jawaban Leo, tapi Roy menghalaunya dengan memberi kode yang hanya diketahui oleh sesama gangster. Tawaran Leo benar-benar menggiurkan bagi orang yang sedang berada di ambang kematian. Para penjahat ini hanya tidak tahu saja, kalau Leo punya arti tersendiri dari kalimat yang baru saja diucapkannya.


“Chip itu, ada pada Magdalena. Ia tinggal di dekat hotel Raphael. Ia juga punya cctv kronologi kejadian semua orang yang ia jebak. Tiap flashdish, punya nama sendiri-sendiri. Cuma itu yang aku tahu, selebihnya aku hanya menjalankasn tugas yang diperintahkan. Aku sudah menjawab pertanyaanmu, sekarang bebaskan aku. Kau bilang, akan memberiku tempat terindah.”


Leo tersenyum penuh makna. Ia berjalan menjauh dari tempatnya berdiri tanpa berkata sepatah katapun. Tiba-tiba saja, suami Shena itu mengeluarkan pistol Udav sama seperti yang dimiliki istrinya. Pistol itu memiliki selongsong peluru 9 x 21 mm dimana kekuatan amunisinya bisa menembus lapisan baja setebal 4 mm dari jarak 50 meter. Begitu ditembakkan dengan peredam, amunisinya akan menembus jauh lebih tinggi daripada peluru standar.


Leo menjulurkan tangannya yang memegang pistol Udav tersebut ke arah yang memberinya jawaban atas pertanyaannya. Tentu saja, semua orang langsung terkejut melihat aksi Leo yang tak pernah mereka sangka, kecuali Roy pastinya. Sebab, sahabat Leo itu sangat tahu, seperti apa Leo ketika berhadapan dengan penjahat. Sadis, dan tanpa ampun.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2