Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 187


__ADS_3

Kilatan mata elang Leo menyiratkan sebuah makna bahwa bukan dirinya dan Shena yang dalam bahaya meskipun Leo berhadapan dengan seorang ketua mafia dan sedang dikepung pasukan bersenjata. Leo yang berasal dari keturunan mafia asli dari Jerman dan pernah berjaya dimasanya, sama sekali tak takut apapun walau puluhan senjata api diarahkan padanya. Sebaliknya, gengster nggak ada akhlak itu terlihat tenang-tenang saja dan tetap mengarahkan pistolnya tepat di alat vital pria tua sang ketua mafia yang berdiri gemetar dihadapan Leo.


"Kau hanyalah mafia kelas teri dan kau bertanya padaku ... apa yang akan aku lakukan padamu?" Suara terdengar seperti ingin menerkam orang hidup-hidup. "Huh, baiklah ... akana aku beritahu, aku ... akan membuat etalibunmu mati kutu." Leo tertawa sinis sambil menatap wajah tegang didepannya.


"Kau sedang dikepung semua pasukanku sekarang! Jika kau membunuhku, maka kau dan istrimu akan mati!" teriak pria tua itu. Namun Leo sama sekali tak gentar sedikitpun.


"Oey, pak tua! Sebenarnya, aku tak sudi memberitahumu dengan siapa kau berurusan saat ini, tapi satu hal yang harus kau tahu. Kau itu salah memilih musuh! Sadar nggak, sih? Mafia kelas teri sepertiku sama sekali tak sepadan denganku. Apalagi kau itu sudah bau tanah! Yang harusnya kau lakukan itu perbanyak amal supaya masuk surga, bukan malah ngumpulin dosa!" Leo berceramah ala pak ustadz kece dan itu membuat Shena terpana, tapi juga ingin tertawa. Bisa-bisanya Leo berceramah sedemikian rupa layaknya orang yang berakhlak padahal ia sendiri nggak ada akhlak.


Dasar bengek si Leo! batin Shena.


Meski begitu, Shena tetap menatap kagum suaminya yang selalu tenang dalam menghadapi segala hal terutama hal yang berbahaya. Jadi, Shena juga tak merasa takut selama ada Leo bersamanya.


"Dasar bocah tengil! Apa kau bosan hidup, ha?" teriak pria itu marah karena ia tersinggung dengan kata-kata dan sikap Leo yang sangat tidak sopan padanya. "Apa orangtuamu tidak mengajarimu sopan santun? Beraninya kau bicara seperti itu pada orang tua?"


"Aku tak perlu sopan pada orangtua bejaat sepertimu, Pak tua. Harusnya kau sadar diri? Kau adalah orang yang tak pantas dihormati. Aku kasihan pada anak dan istrimu karena sudah hidup dengan orang seberengsek dirimu! Tapi mulai sekarang, aku ... akan membebaskan mereka agar tak lagi terjebak dengan pria tua yang tak bisa diandalkan." usai berkata seperti itu, Leo langsung menarik pelatuknya dan ...

__ADS_1


Dor!


Suara tembakan terdengar keras keluar dari peluru Leo yang ia arahkan tepat di alat vital pria tua tersebut hingga ia terkapar tak berdaya tanpa suara seketika. Bersamaan dengan itu, para anak buah Leo yang terlatih sebagai penembak jitu, mulai menembaki anak buah mafia tadi tepat sebelum mereka sempat menarik pelatuk senjata api yang mereka arahkan pada Leo. Seluruh pasukan yang mengepung Leo tumbang satu persatu tanpa suara dan semuanya mati di tempat.


Tentu saja kejadian itu membuat Shena shock. Untungnya, tangan Leo dengan cepat menarik tubuh mungil istrinya dan memeluk Shena dengan sangat erat.


"Jangan dilihat, Sayang. Ini bukan tontonan untukmu." Leo mencoba menenangkan Shena supaya ia tak.lagi shock dengan kejadian sadis yang ada disekelilingnya. "Siapapun orang yang menyakiti orang-orangku, mereka semua, harus mati ditanganku. Mereka harus membayar apa yang sudah mereka lakukan pada anak buahku yang malang." Kata-kata Leo itu terdengar sangat menakutkan daripada terkena sabetan pedang. Ia mencoba menjelaskan pada Shena kenapa ia melakukan semua ini.


Tak hanya Shena yang mengalami shock, wanita yang tak lain adalah janda mendiang anak buah Leo juga terkejut hingga tubuhnya kaku saking shocknya melihat pria selingkuhannya sudah tak bergerak lagi alias koaps. Tubuh wanita itu jadi gemetar ketakutan. Darah segar berceceran dimana-mana dan suasana haru yang tadinya menyelimuti pemakaman suaminya, kini berubah menjadi tempat pembantaian sadis paling mengerikan yang tak pernah bisa dibayangkan. Karena tak ingin bernasip sama, wanita yang baru saja menyandang gelar janda muda, tiba-tiba berlutut di bawah kaki Leo dan meminta pengampunan nyawanya.


"Maafkan aku, Tuan muda. Tolong jangan bunuh aku! Beri aku 1 kesempatan, aku akan menebus kesalahanku? Tolonglah Tuan. Jangan bunuh aku." Kedua tangan wanita itu ia katupkan di depan dada sambil memohon agar Leo memaafkannya.


"Itu tidak mungkin!" sanggah wanita itu cepat. "Bagaimana aku bisa minta maaf pada orang yang sudah mati?" tanyanya.


"Kalau begitu, kau mati saja! Susul suamimu di alam baka sana dan minta maaflah padanya." Leo hendak menarik pelatuknya tapi wanita itu berteriak dengan kencang hingga mengagetkan Shena yang masih dibekap Leo. Satu tangan Leo memeluk erat tubuh istrinya sementara tangan satunya ia arahkan pada wanita yang sedang panik itu.

__ADS_1


"Tidak!" teriak wanita itu. "Tolong jangan bunuh aku! Aku mohon! Aku akan lakukan apapun asalkan kalian berdua memaafkanku. Aku mohon!" Wanita itu menangis, ia benar-benar meminta pengampunan nyawa dari Leo.


"Maafkan dia Leo," gumam Shena lirih pada suaminya. Ia menatap Leo yang masih diselimuti dengan amarah mengetahui istri dari mendiang anak buahnya telah berkhianat.


"Dia hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kesalahan," lanjut Shena. "Berikan dia satu kesempatan lagi untuk menebus kesalahannya, Leo. Yang terjadi biarlah terjadi. Kau juga sudah melenyapkan biang keladi dari masalah ini. Biarkan dia hidup menanggung beban rasa bersalah seumur hidupnya."


Kata-kata Shena, mampu membuat Leo meredakan emosinya. Ia bisa mentolerir kesalahan apapun kecuali pengkhianatan. Apa yang dilakukan wanita ini, sungguh tak berperikemanusiaan. Leo bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan anak buah yang rela mati demi dirinya ternyata dikhianati oleh istrinya sendiri. Tentu saja hal itu membuat Leo marah meskipun bukan Leo yang mengalaminya.


"Shena ...."


"Sstt ...." Shena menempelkan jari telunjuknya di bibir Leo sehingga Leo tak bisa melanjutkan kata-katanya. "Aku tahu perasaanmu saat ini Sayang, karena akupun merasakan apa yang kau rasakan meskipun aku tak mengenal betul semua anak buah kepercayaanmu. Tapi, wanita ini sudah tak berdaya. Dan dia juga sudah meminta maaf dan berjanji melakukan apa saja asalkan kau mengampuni nyawanya. Jadi ... maafkan saja dia," bujuk Shena sambil membelai lembut rambut Leo. Keduanya saling menatap penuh makna satu sana lain. Shena tak ingin suaminya bertindak lebih keji dari ini dengan membunuh wanita lemah .


Syukurlah rasa cinta Leo pada Shena begitu besar sehingga ia luluh juga dengan keputusan istrinya. untuk memaafkan wanita ini. Akhirnya Leo menurunkan senjatanya dan menuruti apa yang dikatakan Shena.


"Kau beruntung karena istriku membantumu. Kau tidak akan mendapatkan apapun dari harta warisan mendiang suamimu karena kau sudah mengkhianatinya. Kini, hiduplah seorang diri dengan menanggung beban dosa yang mungkin takkan pernah bisa termaafkan." Setelah berkata demikian, Leo mengajak Shena pergi dari pemakaman itu dan kembali pulang ke rumah setelah memerintahkan anak buahnya untuk membereskan kekacauan yang sudah ia buat.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2