Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 315 Leo Kumat!


__ADS_3

Deg!


Jantung Shena berdetak dengan sangat kencang begitu melihat Leo tengah berdiri tepat dihadapannya. Tak ada suara yang keluar dari bibir indah Shena tatkala suaminya itu menyapa manis dirinya. Yang bisa Shena lakukan hanyalah menelan salivanya dalam-dalam saking terkejutnya melihat kedatangan Leo begitu tiba-tiba dan tanpa dinyana-nyana.


Gawat! Bagaimana bisa cecunguk ini ada di sini dalam waktu singkat? Batin Shena sambil melangkah mundur.


Pelan tapi pasti, Leo mulai mendekat kearah Shena dan membuka lebar-lebar pintu kamarnya. Laura yang berdiri di belakang Shena juga tersentak ketika melihat Roy ada dibalik punggung Leo dan menatapnya tajam setajam silet.


“Le-Leo! Ka-kau datang!” ujar Shena gugup, tapi mencoba bersikap tenang.


“Ehm, aku sudah datang … Sayang!” Leo memberikan penekanan pada kata ‘Sayang’ untuk mengintimidasi istrinya. Bahkan Leo menundukkan wajahnya agar sejajar dengan wajah Shena. “Kau belum jawab pertanyaanku, duhai Sayangku. Apa … kau merindukanku?” tanya Leo menggoda Shena dengan pamer senyum manisnya yang dibuat semanis mungkin.


Laura yang tahu kalau sahabatnya sedang dalam pengaruh intimidasi Leo langsung pasang badan di depan Shena dan menjauhkan Leo dari sahabatnya. “Mau apa kau ke sini?” bentak Laura tak takut pada Leo dan dengan kuat mendorong tubuh suami sahabatnya kebelakang. Kedua wanita tangguh ini langsung jaga jarak dengan Leo.


“Minggir. Ra! Aku tak punya urusan denganmu! Urusanku hanya dengan Shena.”


“Langkahi dulu mayatku kalau kau sampai ngapa-ngapain dia!” tandas Laura sambil memelototi Leo.


“Mau aku apain, itu urusanku karena dia istriku! Kenapa kau jadi ikut campur? Apa … kau mau ikutan juga? Aku belum pernah sih main triple, tapi apa kata Roy nanti, sebagai sahabat, aku sangat menghargai suamimu. Kau masih istri sahnya. Mana mungkin aku membiarkan temanku jadi duda kecuali dia sendiri yang menginginkannya,” ujar Leo seenaknya dan benar-benar membuat darah tinggi Shena dan Laura langsung naik. Kedua wanita itu benar-benar geram melihat Leo kalau bertingkah menyebalkan seperti ini.


“Sebaiknya kau pergi atau kami berdua akan lompat ke bawah!” ancam Laura sok serius mencoba tak menggubris ocehan nggak jelas Leo.


Saat ini Laura dan Shena terus berjalan mundur hingga keduanya sampai di luar balkon. Sementara Leo, terus saja mendekat kearah mereka dengan tatapan mata menakutkan.


“Oey, Roy! Jangan diam saja di situ! Kondisikan istrimu! Aku sudah pesan kamar di sebelah, kau dan Laura bersenang-senang saja di sana … sementara aku … akan bersenang-senang di sini. Beruntung kita semua sudah sah dengan pasangan masing-masing. Jika sampai ada yang teriak, tutup saja telinga kalian!” Leo melepas jas hitamnya dan melemparnya ke sembarang arah.


Tanpa menunggu waktu lama, Roypun maju dan tanpa bicara sepatah katapun, ia langsung menggendong tubuh Laura di bahunya dan membawanya keluar seperti yang diinginkan Leo.


“Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan! Jangan menyentuhku! Aku benci padamu! Aku belum memaafkanmu!” teriak Laura sambil berontak, tapi Laura yang sudah tak punya tenaga jelas kalah kuat dengan Roy.

__ADS_1


Masih dalam diam, sahabat Leo itu keluar kamar dengan memanggul Laura tanpa peduli pada teriakan istrinya yang minta diturunkan. Tak lupa, Roy juga menutup pintu kamar rapat-rapat meninggalkan Leo dan Shena berdua saja di dalam.


Shena yang tersadar dari shocknya hendak menyusul kepergian sahabatnya, tapi langkahnya langsung dihadang oleh Leo. “Mau ke mana, Sayang. Jawab dulu pertanyaan pertamaku, jangan biarkan aku menunggu atau …”


“Stop! Jangan diteruskan!” Shena mengangkat kedua tangannya di depan dada Leo. “Biarkan aku pergi dari sini, aku mau nyelametin Laura!” seru Shena yang terlihat sangat cemas dan panik. Leo langsung tertawa mendengar ucapan istrinya yang jelas tidak masuk akal.


“Shena sayang, Laura pergi dengan suaminya? Dia tidak pergi dengan penjahat, apanya yang mau kau selamatkan?” ujar Leo masih sambil tertawa.


“Kalian berdua ini sedang kumat gilanya, makanya aku harus jauhin Laura dari Roy sebelum Laura …”


Belum juga Shena selesai bicara, Leo langsung menggendong Shena dan meletakkannya di atas tempat tidur. Agar istri tercintanya ini tidak bisa bangun, Leo langsung menindih tubuh Shena dengan tubuhnya.


“Jawab dulu pertanyaanku? Apa kau merindukanku?” tanya Leo menatap lurus manik mata Shena.


“Nggak! Eh … iya …” jawab Shena gugup.


“Aku tidak tahu, kau ini bicara apa? Flasdisk apa?” Shena berbohong dan pura-pura tidak mengerti maksud pertanyaan suaminya. Padahal, flashdisk yang dimaksud Leo ada di dalam tas kecilnya.


Tidak mungkin Shena memberikan fd itu pada Leo sebelum ia dan Laura memastikan seperti apa isinya. Jika fd itu jatuh ketangan suaminya, maka sudah bisa dipastikan baik Laura ataupun dirinya takkan tahu fakta yang sebenarnya tentang Roy.


“Oh, iya? Apa kau yakin, Sayang?” tanya Leo sambil menggenggam erat kedua tangan Shena dengan kedua tangan Leo. Ia menciumi leher istrinya sampai wanita itu menggeliat-geliat geli. Napas Shena mulai terengah-engah karena Leo terus saja menciuminya tanpa henti.


“Leo … lepaskan aku … su-sungguh aku … tidak tahu … a-apa maksudmu?” Shena masih berkilah berharap Leo bisa melepaskan belenggu cintanya.


“Aku beri kau satu kesempatan lagi, Sayang. Katakan padaku, di mana flasdisk itu?” tanya Leo lagi. Ia mengangkat kepalanya dengan senyum mencurigakan. Tangan nakal Leo mulai masuk ke dalam bagian intim tubuh Shena.


Semakin mendesahlah Shena sehingga ia hampir menyerah, tapi ia harus bertahan demi sahabatnya Laura. Wanita … tak boleh kalah dari laki-laki, kebenaran harus ditegakkan. Itulah tekat Shena yang matia-matian menahan godaan hasrat cinta Leo.


“A-aku … tidak tahu … apa yang kau bicarakan ini.” pada akhirnya Shena memutuskan untuk tetpa tidak mau memberitahu Leo.

__ADS_1


“Hemmm … jika tidak ada padamu, berarti ada pada Laura.” Masih dalam keadaan menindih tubuh Shena, Leo merogoh ponsel yang ada di celananya dan menelepon Roy. “Roy, kau menemukannya?” tanya Leo sambil meloudspeaker suara panggilannya agar Shena juga bisa mendengar.


“Aaaaah! Pergi kau! Jangan dekat-dekat!” teriak Laura dari ruang sebelah dan terdengar melalui panggilan telepon Leo.


“Woy kampreeet! Aku sedang berusaha mencarinya, kenapa kau menggangguku?” protes Roy marah.


“Oke! Lanjutkan! Aku juga mau melanjutkan …”


“Roy!” teriak Shena memotong kata-kata suaminya. “Kau apakan Laura! Awas kau! Kalau sampai Laura kenapa-napa. Bakal kujadikan dadar gulung kau!” ancam Shena, padahal ia sendiri juga sedang dalam bahaya karena berada dalam cengkeraman suaminya.


“Mau kuapakan Laura, itu terserah aku, karena dia kan istriku, bukan istrimu!” jawab Roy ketus sehingga lagi-lagi, Leo menahan tawanya agar tidak muncrat keluar mendengar ucapan sahabatnya yang 11 12 dengan ucapannya saat menjawab ancaman Laura.


“Kau!” Shena hendak mengumpat tapi tidak jadi karena Leo menutup panggilannya tiba-tiba dan meletakkan ponselnya di meja yang ada di sebelah tempat Shena ditindih Leo.


“Sudah, hentikan sayang, Roy dan Laura sedang sibuk begitu pula dengan kita. Bagaimana kalau kita mulai sekarang? Aku sudah tidak tahan," ucap Leo lirih sambil menciumi kedua pipi Shena.


Ini nih, si bengek Leo mulai kumat gilanya. Batin Shena yang hanya bisa menatap wajah mesum suaminya sambil berkali-kali menelan salivanya.


BERSAMBUNG


***


HAPPY NEW YEAR ALL …


Semoga di tahun baru ini kita semua selalu diberi kesehatan dan apa yang kita inginkan bisa tercapai …


Aku juga mengucapkan banyak terimakasih pada kalian semua yang sudah mendukungku dan setia menemani haluku. Love you sekebon tehnya Shena ya all … hehehe ….


Selamat bagi para pemenang give awaynya. Semoga ditahun 2022 nanti, aku bisa bikin give away lagi. Terus dukung semua karyaku ya ….

__ADS_1


__ADS_2