Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 287 Misteri Rencana Leo dan Shena


__ADS_3

Leo mengajak Yeon keluar rumah dan berjalan melewati pintu gerbang rumah megahnya. Sepanjang jalan Leo tak banyak bicara dan lebih fokus pada apa yang ada dihadapannya. Sesekali, ia menatap putranya yang juga sama sepertinya. Kalau ayah dan anak ini berjalan bersama, mereka telihat tampak sama.


Cara berjalan, gaya, serta tatapan mata mereka, semuanya sama. Hanya saja, karakter Yeon yang lebih banyak diam dan postur wajahnya, sungguh sangat mirip Refald. Berbeda dengan Leo yang dari kecil terkenal bawel dan suka banyak bicara nggak jelas. Yeon terkenal pendiam tapi suka bikin onar.


Yeon mengira, ayahnya akan mengajaknya pergi ke suatu tempat dengan menggunakan mobil-mobil mewah milik Leo yang terparkir rapi dihalaman rumahnya. Tapi ternyata, ayahnya hanya melewati semua mobil-mobil mewah itu dan memilih jalan kaki melewati pintu gerbang rumahnya. Suami Shena berhenti di depan gerbang sambil mengeluarkan ponsel lalu menelepon seseorang tanpa peduli pada pandangan putranya yang terheran-heran.


“Halo Sayang, aku sudah diluar bersama Yeon. Sebentar lagi kami akan OTeWe ke tujuan. Kau urus Yuna dulu dan susul kami begitu kondisinya membaik. Jangan sampai terlambat, oke. Telat semenit saja, aku akan menghukummu di dalam kamar semalaman, I love you Sayang ... murah,” ancaman yang manis dari Leo, dan si gangster itu sama sekali tak malu berbicara seperti itu di depan Yeon. Padahal, putranya itu langsung bergidik ngeri melihat tingkahnya yang menggelikan.


"Kenapa kau melihat ayahmu seperti itu?" tanya Leo.


“Apa maksud ayah dengan menghukum ibu bila terlambat? Memangnya kita mau kemana?” tanya Yeon penuh selidik.


“Jangan banyak tanya. Percuma kujelaskan sekarang karena kau takkan pernah mengerti.” Leo tersenyum mencurigakan dan mengamati sekeliling jalan yang terlihat sepi.


Kalau dilihat-lihat, pemandangan sekitar rumah Shena dan Leo ini sangat indah dan asri. Hampir semua sudut rumah Shena dikelilingi oleh pepohonan rindang dan pekebunan teh miliknya yang terbentang sangat luas. Sekilas, Leo jadi teringat seluruh kenangan-kenangan indahnya bersama Shena di desa ini.


“Awas saja kalau sampai ayah menyakiti ibu,” ancam Yeon tiba-tiba dan itu membuat Leo langsung menoleh kearahnya.


“Yeon, ibumu takkan pernah tersakiti olehku. Sebab, setiap hukuman yang aku berikan pada ibumu selalu mendatangkan kebahagian. Dan hasilnya adalah kau dan adik-adikmu. Itu buah dari hukuman yang dijalani ibumu ... dariku.” Leo memberikan penekanan kuat pada nada suaranya dan langsung terkekeh melihat ekspresi bingung Yeon.


Dasar ayah nggak ada akhlak, bisa-bisanya dia berkata seperti itu pada Yeon.


“Hukuman yang mendatangkan kebahagiaan dan berbuah aku, Bima dan Lea? Apa maksud ayah, sih?”


“Belum saatnya kau tahu. Nanti kalau kau sudah dewasa dan menikah dengan Yuna, aku akan mengajarimu. Sekarang ayo pergi!” ajak Leo mulai berjalan kaki ke arah kiri tempat tadi ia berdiri.

__ADS_1


Untung saja Yeon masih kecil dan masih belum mengerti istilah-istilah nyeleneh yang keluar dari mulut ayahnya. Kalau ia sudah dewasa dan Leo bicara seperti itu dihadapannya, pasti Yeon bakal mengumpat habis-habisan karena punya ayah yang nggak ada akhlaknya sudah kelewatan.


“Kenapa kita jalan kaki? Kenapa tidak naik mobil saja?” tanya Yeon mengalihkan pembicaraan. “Ayah belum jawab pertanyaanku? Sebenarnya kita mau kemana?”


“Jalan-jalan,” jawab Leo masih sambil berlalu mendahului putranya. Namun Yeon tetap tidak bergeming dari tempatnya dan hanya menatap punggung Leo dari belakang. “Kalau kau tidak mau mengikutiku, kau akan menyesal seumur hidup!” ancam Leo dan berhasil.


Dengan dongkol, Yeon terpaksa mengikuti langkah kaki ayahnya yang entah diajak pergi kemana. Leo benar-banar penuh misteri dan suka sekali main teka teki, membuat kepala Yeon terus berputar menebak-nebak apa yang sebenarnya direncanakan Leo untuknya.


***


Di kamar Yeon, Shena menggerutu sendiri saat suaminya menelepon untuk memberitahunya ada dimana posisi Leo dan Yeon sekarang. Shena sungguh kesal dengan ancaman manis Leo agar tidak datang terlambat ke tempat mereka janjian. Sepertinya, Leo dan Shena memang sedang merencanakan sesuatu yang besar terlepas dari keputusan Yuna untuk tetap tinggal di sini. Sesuatu … yang tidak akan pernah Yuna dan Yeon sangka.


“Dasar bengek si Leo, seenaknya saja suruh datang tepat waktu, memangnya aku Dumbledore apa? Yang bisa clang cling clang cling kesana kemari dalam sekejap mata?” gerutu Shena sambil melempar ponselnya ke sembarang arah. Ia kembali mengamati kondisi Yuna yang sudah mulai membaik.


“Bagaimana kondisinya?” tanya Shena pada pelayan rumahnya yang membantu merawat kondisi Yuna.


“Apa perlu kita panggilkan dokter? Yuna tidak boleh sakit dulu. Tidak untuk hari ini.” Shena mengamati Yuna yang masih terbaring lemah sambil tersenyum manis padanya dan Shena membalas senyuman itu.


“Tidak perlu Nyonya. Ia hanya butuh istirahat,” jawab pelayan muda itu masih menunggu titah berikutnya dari Shena.


“Kalau begitu, siapkan semua yang aku beritahukan tadi dan bawa saja kemari. Sepertinya aku harus menunda keberangkatan Yeon. Melihat kondisi Yuna, tidak mungkin aku tega meninggalkan dia seperti ini. Beritahukan pada Leo tentang rencanaku.”


“Bak, Nyonya. Akan saya sampaikan. Permisi.” Pelayan kepercayaan Shena itupun pergi untuk melakukan perintah majikannya.


Sementara Shena sendiri, berjalan pelan mendekat ke arah Yuna dan duduk disampingnya. Yuna berusaha bangun dan duduk disandaran tempat tidur agar bisa melihat jelas wajah cantik orang yang amat sangat dikaguminya. Bisa jadi, hari ini adalah hari terakhir Yuna bisa melihat Shena sepuasnya sebelum sang idola pegi ke luar negeri dan menetap di sana.

__ADS_1


“Kau sudah baikan?” tanya Shena lembut penuh perhatian. Suaranya yang lembut, menenteramkan hati Yuna.


“Iya Bibi. Aku tidak apa-apa, maaf telah membuat Bibi dan yang lainnya khawatir.”


“Apa yang Yeon katakan padamu sampai kau pingsan? Apa dia mengganggumu lagi? Atau … apakah dia … mengatakan sesuatu yang menyakiti hatimu?” tanya Shena.


Jantung Yuna kembali berdetak kencang mendengar pertanyaan-pertanyaan yang membuat ia tak bisa menjawabnya. Tidak mungkin Yuna mengatakan kalau ia pingsan hanya karena Yeon memutuskan untuk menjadikannya sebagai calon istri. Dengan kata lain, Shena adalah calon ibu mertuanya. Ada sedikit rasa senang di hati Yuna sih, tapi jelas itu tidak mungkin mengingat perbedaan kasta diantara ia dan Yeon sangatlah jauh bagai bumi dengan langit.


Membayangkan Yuna menjadi bagian dari keluarga Pyordova, membuat kepala Yuna bernar-benar jadi pusing tujuh keliling. Ia tidak tahu harus barkomentar apa. Saat ini, Yuna hanya berharap bahwa ucapan Yeon adalah candaan semata yang sengaja Yeon ucapkan untuk membuat dirinya pingsan. Yuna sangat tahu diri dan juga sadar diri siapa ia dan dari mana kastanya berasal.


Baik Shena ataupun Leo, takkan pernah sembarangan memilih menantu. Sebagai keluarga terpandang, Leo pasti akan mempertimbangkan bibit, bebet dan bobot seorang wanita yang akan menjadi menantunya. Dan semua itu, tidak ada dalam diri seorang Yuna. Menjadi istri Yeon Leon Pyordova, itu sangat-sangat tidak mungkin bagi Yuna. Bahkan bermimpipun, itu merupakan hal yang mustahil untuk dilakukan.


“Yuna, kau dengar aku?” tanya Shena lagi dan membuyarkan lamunan Yuna saat berkutat sendiri dengan pikirannya.


“Eh, iya Bibi … maaf. Aku … maksudku … Yeon tidak melakukan apa-apa padaku. Aku hanya lelah, dan tak sengaja pingsan. Yeon sama sekali tidak menyakitiku,” ujar Yuna menyembunyikan fakta yang sebenarnya. Alasan Yuna pingsan sudah pasti kerena shock berat mendengar ucapan Yeon yang menurut Yuna, sangatlah tidak masuk akal.


“Kau harusnya istirahat saja dikamarmu. Kenapa kau malah datang menemui Yeon? Awas saja kalau sampai anak itu menyakitimu. Akan kukuliti dia hidup-hidup!”


Mendengar capan Shena, Yuna tersenyum. Ia meaasa Shena sangat menyaynginya melebihi putranya sendiri. Entah mengapa hati Yuna jadi bimbang, mungkinkah ia dan Yeon suatu hari nanti bisa bersama seperti yang putra Leo itu ucapkan? Atau ini hanya mimpi dan angan-angan Yuna semata? Sepertinya, Yuna lebih yakin dengan pernyataan yang kedua yang lebih masuk akal.


Yah tidak salah lagi, menjadi istri Yeon … itu hanya mimpi. Dan mimpi ini, akan segera berakhir begitu seluruh keluarga Leo pergi meningglakan negara ini.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


Yang ingin tahu wajah imut Yeon kecil, bisa cek di Instagramku, zariya_zaya.


__ADS_2