Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 131 Pria berjas Hitam


__ADS_3

Tatapan tajam mata Leo tertuju pada pemimpin kelompok anak punk yang baru saja tiba. Salah satu pemimpin itu membawa pematik api sama seperti yang dibawa Leo. Setelan jas hitam yang dipakai pemimpin tersebut sama sekali tak mencerminkan bahwa dialah pemimpin dari para anak-anak punk ini. Sebab, ia terlihat stylish dan lebih rapi bila dibandingkan dengan anak buahnya. Leo saja kalah rapi dengan pria ber jas hitam tersebut.


Dan pematik api itu, sepertinya merupakan simbol dari kelompok mereka, dimana setiap anggotanya harus memiliki benda kecil tapi berbahaya bila disalahgunakan. Bentuknya memang kecil dan sederhana, tapi begitu dinyalakan, benda tersebut bisa membakar apa saja yang diinginkan pemiliknya.


“Aku pikir siapa orang yang sudah membuat anak buahku mendatangkanku kemari. Sebab, kembang api yang ia nyalakan adalah tingkat tertinggi, dimana musuh yang mereka hadapi bukanlah orang biasa. Huh, ternyata … kau.” Pemimpin itu maju selangkah demi selangkah mendekat ke arah Leo dengan gaya coolnya.


Shena heran dan langsung menatap kearah Leo. Sepertinya, orang itu tahu siapa suaminya. “Kau kenal dia Sayang?” tanya Shena.


Leo tetap tidak menyahut pertanyaan istrinya dan itu semakin membuat Shena penasaran. Pikirannya sudah tak karuan. Istri Leo itu khawatir bakal benar-benar terjadi perang disini. Soalnya, tidak biasanya Leo mengacuhkannya seperti ini. Leo sendiri masih menatap tajam wajah pemimpin ber jas hitam mahal itu tanpa berkomentar apa-apa. Saat pria itu mendekat, Leopun ikut berjalan mendekat kearahnya. Keduanya dipertemukan ditengah-tengah area parkir kosong yang lumayan luas juga. Shena sudah was-was dan juga panik kalau-kalau terjadi perang ditempat ini.


Meski selama ini Leo terkenal tak terkalahkan, dan juga memiliki pengawal yang sudah terlatih, tetap saja Shena merasa sangat cemas. Sebab, pemimpin itu lebih mirip seperti mafia yang sangat familiar bagi Shena. Dibalik gayanya yang sok keren, ada aura berbahaya terpancar disekelilingnya.


Gayanya, cara berjalan dan bicaranya, sepertinya ia sangat mirip dengan seseorang, tapi siapa dan dimana aku pernah melihatnya, ya? Batin Shena sambil terus mengamati pria yang bediri dihadapan Leo.


“Aku sama sekali tidak pernah menyangka, kita bisa bertemu kembali disini, gangster Leopard Bay Pyordova, lama kita tak jumpa,” ujar pria ber jas hitam itu pada Leo.


Leo menatap sinis wajah orang yang berdiri didepannya. Bukannya menyahut sapaan pria ber jas hitam itu, Leo malah langsung melayangkan serangannya dan sialnya serangan dadakan Leo itu ditangkis dengan cepat oleh pria didepannya. Tak berhenti sampai disitu, Leo terus menyerang dan menyerang tanpa ampun dengan menggunakan jurus tendangan mautnya. Namun, lagi-lagi pria ber jas itu bisa dengan cepat menghindar. Keduanya beradu tinju dan kekuatan masing-masing. Saling menyerang dan juga bertahan satu sama lain.


“Kekuatanmu masih sama seperti dulu, Leo. Kau bahkan jauh lebih kuat,” seru pria itu disela-sela perkelahian mereka.


“Diam dan berkosentrasilah!” teriak Leo dan ia langsung menghujamkan tinjunya di wajah pria ber jas hitam itu. Sayangnya, serangan Leo berhasil ditangkis kembali oleh lawannya dengan mudah. Mereka berdua terus berkelahi, saling pukul dan juga saling tangkis.


Sedangkan seluruh anak buah Leo ataupun anak-anak punk itu hanya diam tanpa bisa berbuat apa-apa. Mereka semua menunggu perintah dari pemimpin mereka masing-masing untuk bantu menyerang atau tidak. Selama kedua pemimpin yang sedang beradu otot itu diam, maka merekapun hanya bisa melihat dan menyaksikan saja perkelahian keduanya.

__ADS_1


Lama juga keduanya beradu kekuatan, tapi tak satupun diantara mereka terluka. Terakhir, mereka berdua sama-sama jatuh terduduk dilantai akibat dua kaki mereka saling menendang satu sama lain. Namun, ada yang aneh dalam perkelahian suami Shena dan lawannya. Baik Leo ataupun pemimpin anak punk itu terlihat menikmati dan saling tertawa. Leo bahkan berdiri lebih dulu, lalu berjalan pelan menuju pria ber jas hitam itu sambil mengulurkan satu tangannya.


“Bagaimana kabarmu, Nostra Cassano?” tanya Leo sambil memamerkan senyumnya.


Pria ber jas hitam yang ternyata bernama Nostra Cassano itu menyambut uluran tangan Leo. Leo menarik tangan itu hingga keduanya sama-sama berdiri. Mereka berdua langsung berpelukan erat seolah sedang melepas rindu masing-masing.


Cassano? Kok tidak asing, ya? batin Shena lagi.


“Tentu saja aku baik! Kau semakin tampan saja sekarang! Bukan lagi bocah ingusan seperti para anak buahku itu,” ujar pria berjas tersebut dalam pelukan Leo.


“Kau juga! Hampir saja aku tak mengenalimu tadi, tapi aku sudah curiga bahwa kaulah pemimpin mereka.” Leo menatap benda kecil yang ada ditangannya. “Karena benda kecil ini, selalu mengingatkanku padamu. Itulah sebabnya aku mengambil pematik ini saat anak buahmu lengah dan memanfaatkan kecantikan istriku untuk mendatangkanmu kemari.”


“Kau masih sama seperti dulu, cerdik dan juga licik!” keduanya saling tertawa riang.


“Tidak mungkin … pasti ini cuma kebetulan,” gumam Shena pelan. “Apa orang itu ….”Shena tak berani melanjutkan kalimatnya.


Terkuak sudah kenapa selama ini Leo selalu menggunakan cara mafia bila berhadapan dengan musuhnya. Pasti ada hubungannya dengan orang ini.


“Sayang!” panggil Leo pada Shena. “Kemarilah! Akan kukenalkan kau pada sahabat lamaku sewaktu aku dan Roy masih tinggal di Jerman.” Leo menatap wajah tegang istrinya.


Meski agak sedikit ragu, Shena berjalan pelan kearah suaminya dan berdiri disampingnya. Ternyata, kalau dilihat dari dekat, pria ber jas hitam ini lumayan tampan juga. Wajahnya asli bule Jerman. Tidak seperti Leo yang masih berwajah oriental.


“Ini istriku, dia cantik kan?” ujar Leo sumringah sambil memeluk erat bahu Shena.

__ADS_1


“Cantik, kalian memang pasangan yang serasi? Maaf aku tak bisa datang sewaktu ayahmu mengundangku ke acara pesta resespsi pernikahan kalian. Ada hal yang tak bisa kutinggalkan.”


“Ehm, kau berhutang penjelasan banyak padaku termasuk alasan kenapa kau bisa berada ditempat ini. Tapi aku tak bisa lama-lama disini, kami harus kembali pulang karena anakku pasti mencari-cari ibunya.” Lagi-lagi Leo pamer kemesraan didepan semua orang.


“Aku akan datang kerumahmu. Kau share saja lokasi dimana kau tinggal sekarang. Aku sangat senang bisa kembali bertemu denganmu, Leo.” Pria bernama Nostra itupun menjabat tangan Leo.


“Senang bertemu denganmu juga, kalau begitu kami permisi dulu. Maaf sudah membuat babak belur anak buahmu.” Leo membalas jabatan tangan sahabatnya.


“Tidak masalah, mereka masih labil seperti zaman kita sekolah dulu. Sebenarnya, aku ingin kau lebih lama ada di sini, tapi jika kau tidak bisa, kita akan bertemu lagi lain kali.”


“Tentu, aku akan menunggu kedatanganmu,” ujar Leo.


Leopun pamit pergi sambil menggandeng tangan Shena, tapi belum juga ia dan Shena beranjak, tiba-tiba seorang wanita cantik yang sangat Leo dan Shena kenal berlari kearah teman lama Leo lalu langsung memeluk orang itu.


Tentu saja pemandangan itu membuat terkejut sepasang suami istri ini,“Kau ….” Seru Shena dan Leo bersamaan. Mata mereka berdua juga tertuju pada seseorang yang berjalan lesu keluar dari pintu bar.


“Astaga! Apa yang terjadi?” gumam Shena sambil menatap wajah suaminya yang sedang melihat tajam orang yang baru keluar dari bar itu. Sementara ia sendiri beralih menatap wanita yang memeluk teman lama Leo.


BERSAMBUNG


***


visual Leo dan temannya aku post di Ig .. lihat disana aja ya ...

__ADS_1


__ADS_2