Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 54 Jiwa Gengster Leo Kembali


__ADS_3

Meski dalam keadaan shock dengan apa yang terjadi disini, sejumlah fakta mengejutkan mulai terkuak. Sepanjang perjalanan, Leo menggenggam erat tangan Shena melangkah ke tempat polisi itu menunjukkan jalan. Begitu sampai, Keduanya naik ke dalam pesawat yang memang sudah disiapkan khusus untuk mereka berdua. Sedangkan polisi itu bergegas kembali ke tempatnya.


Saat Shena dan Leo baru saja duduk di kabin pesawat, tiba-tiba terdengar suara ledakan maha dahsyat dilapangan udara. Ledakan itu berasal dari pesawat yang harusnya menjadi tujuan awal Shena dan Leo dimana posisinya itu sudah digantikan oleh orang lain yang menyamar sebagai mereka.


Getaran ledakan itu terasa kuat seakan bumi mau terbelah. Saking kuatnya, tubuh Shena sampai oleng dan hampir saja membentur dinding pesawat yang ada disamping kanan Shena kalau saja Leo tidak segera menghalau tubuh Shena dengan salah satu tangannya, sementara tangannya yang lain, Leo gunakan menyangga tubuhnya agar tidak sampai menindih tubuh Shena dan tidak mengenai perut istrinya. Untuk sesaat, keduanya saling menatap satu sama lain.


“Kau tidak apa-apa, Sayang?” tanya Leo mencemaskan keadaan Shena. Mata mereka saling beradu pandang.


Mata Shena berkaca-kaca karena terharu atas tindakan sigap Leo dalam melindunginya. “Aku ... tidak apa-apa, karena kau sudah melindungiku dengan baik.” dengan gerakan cepat, Shena mencium bibir suaminya sebagai ungkapan terimakasih yang begitu besar.


Hal itu membuat Leo seolah mendapat semangat baru dalam menghadapi situasi yang mengejutkan ini. Mata Leo terpejam menikmati betapa indah dan syahdunya ciuman lembut Shena. Seketika darah Leo mendidih, bergejolak kuat, dan mendorongnya kembali agar menjadi Leo yang sesungguhnya. Leo yang kuat dan tahan banting dalam menghadapi bahaya apapun. Leo yang brutal dan selalu maju tak gentar ketika berhadapan dengan semua musuh-musuhnya. Leo yang selalu bertindak seenaknya dan sesuka hatinya. Itulah Leo yang sebenarnya.


Tanpa Ragu, Leo membalas ciuman manis Shena untuk mencurahkan betapa ia sangat mencintai istrinya ini. Apapun bakal Leo lakukan asal Shena bisa bahagia. Ia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Shena dan seluruh orang-orang terdekat Leo. Kejadian ini, harus Leo selesaikan sendiri. Ia tidak bisa membiarkan korban berjatuhan lebih banyak lagi dari ini. Leo tidak ingin jadi pengecut yang melarikan diri begitu saja. Sebab, Leo sudah bukan anak kecil lagi.


Di masa depan, Leo harus lebih kuat lagi melindungi Shena dan putranya. Jika tragedi seperti ini saja Leo tidak bisa menghadapinya, maka ia tidak akan bisa melindungi keluarganya dari marabahaya apapun. Karena itu Leo ingin menguji dirinya sendiri seberapa kuat dirinya dalam mengatasi kekacauan ini.


“Maafkan aku Sayang, untuk sesaat aku menjadi lemah,” ujar Leo setelah menyudahi ciumannya. “Tapi sekarang sudah tidak lagi. Kau telah membuat Leopard Bay Pyordova bangun dari tidurnya. Aku bersumpah akan menghabisi mereka semua yang sudah membuatmu dalam bahaya seperti ini.” tangan Leo mengepal kuat menatap tajam mata istrinya. “Tunggulah disini sampai aku kembali. Akan aku pastikan orang-orang itu membayar perbuatannya. Aku mencintaimu Shena. Kau harus percaya padaku.” Leo menempelkan dahinya di dahi Shena berharap istrinya itu bisa mengerti gejolak dihatinya.


Hati Shena ikut bergetar melihat tatapan tajam mata suaminya. Ia merasa bahwa jiwa gengster Leo sudah kembali seperti semula setelah sempat menghilang beberapa waktu lalu.


Dengan senyum mengembang Shena berkata, “Inilah suamiku yang sesungguhnya, si singa Leopard Bay Pyordova yang tak terkalahkan telah kembali semangat lagi. Pergilah suamiku, aku akan menunggumu disini, habisi mereka semua yang sudah menyebabkan banyak kekacauan dan penderitaan dimana-mana. Kau ... harus kembali dalam keadaan selamat supaya kita bisa meliha putra pertama kak Refald.” Shena mencoba tersenyum meski air matanya mengalir membasahi pipinya.

__ADS_1


"Dan juga pernikahan Zaya, aku belum resmi memperkenalkanmu padanya. Refald bilang, dia akan segera menikah." Leo langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat. Ia bangga memiliki Shena yang selalu menyemangatinya disaat ia lemah.


"Benarkah? Kalau begitu ... cepat habisi musuh-musuhmu dan kembalilah kemari."


“Aku janji padamu, Sayang. Aku akan kembali dalam keadaan selamat. 30 menit, beri aku waktu 30 menit saja. Akan aku pastikan, aku kembali dalam waktu 30 menit.” Leo mencium lagi bibir Shena dengan mesra dan penuh cinta, lalu ia mencium kening Shena dan pergi meninggalkan istrinya di dalam kabin pesawat yang dikawal oleh beberapa anak buah dari pasukan ayah Refald.


Leo bergegas menuju ruang pilot dimana sudah ada pilot dan kopilot yang siap menerbangkan pesawatnya. “Jangan lepas landas dulu pak pilot, sambungkan aku dengan ruang rahasia yang dibangun ayahku! Apa masih ada orang disana?” seru Leo sambil mengamati sekitar.


Ruang bawah tanah ini masih tertutup rapat dan belum dibuka. Artinya, situasi diluar sana masih belum aman.


“Sepertinya tidak ada tuan muda, ledakan tadi juga merusak bebeapa bagian ruang termasuk ruang rahasia ayah anda,” terang pilot itu tapi Leo tidak percaya begitu saja sebelum memastikannya sendiri.


Leo menyahut paksa alat komunikasi yang menghubungkan pesawat ini dengan ruang rahasia ayahnya. “Halo, apa ada orang disana!” seru Leo. “Oey, Pak polisi! Kau dengar aku? Katakan sesuatu!” teriak Leo. Cara bicaranya terdengar tidak sopan. Dasar nggak ada akhlak! tapi itulah Leo. Suami Shena iyu mana punya sopan santun. Sama ayahnya saja berani, apalgi orang lain.


“Tu-tuan muda ...” terdengar suara lirih dari seberang sana.


Leo terkejut dan bergegas mengambil alat komunikasi itu lagi. “Bagaimana keadaanmu! Kau baik-baik saja? Tunggu aku! Jangan pergi kemana-mana sampai aku datang menjemputmu!”


“Ti-tidak Tuan muda ... anda ... haru segera pergi dari sini.”


“Kalau kau sampai mati sia-sia, maka hutang budimu terhadap ayahku tidak akan pernah lunas. Kau harus hidup dan membayar hutang budimu itu kerena kau hampir saja membuatku menjadi anak yatim. Aku tidak akan membiarkanmu mati semudah itu. Jika kau ingin hutangmu lunas, kau harus tetap hidup.” Leo menutup alat telekomunikasinya dan bergegas turun dari pesawat. Namun, langkahnya itu dicegah oleh salah satu anak buah pamannya yang bertugas mengawalnya pergi dari tempat ini dengan selamat.

__ADS_1


“Anda tidak boleh turun Tuan muda, pesawatnya sebentar lagi berangkat,” cegah pengawal bersenjata lengkap suruhan pamannya.


“Minggir!” bentak Leo.


“Tidak, Tuan muda. Ini adalah perintah dari kolonel, kami harus segera membawa anda dan nona Shena pergi dari tempat ini hidup-hidup.”


“Beri aku waktu 30 menit untuk menyelamatkan polisi itu. Kalau kau menghalangi langkahku, aku tidak segan-segan menghabisimu!” tatapan mata elang Leo yang menakutkan membuat pengawal itu jadi agak sedikit ragu.


Tanpa izin, Leo mengambil senjata api milik pengawal itu dengan paksa. Suami Shena itu mendorong pengawal tersebut hingga bergeser kesamping dengan kasar agar Leo bisa lewat. Ia langsung melompat turun dari badan pesawat dan berlari kearah lorong ruang rahasia milik ayahnya.


Sedangkan Shena sendiri hanya bisa memerhatikan suaminya berlari menjauh dari badan pesawat dengan harap-harap cemas. Meski terasa sangat berat, Shena harus berusaha keras percaya pada suaminya.


“Leoku tak terkalahkan, ia pasti bisa kembali dalam keadaan selamat,” gumam Shena menguatkan dirinya sendiri.


Sebelum menghilang dari balik lorong, Leo menoleh kebelakang dan melambaikan tangannya untuk Shena. Shenapun membalas lambaian tangan suaminya dan memberikan simbol cinta padanya.


“Kau harus kembali Leo ... aku menunggumu.” Tangan Shena ikut mengepal dengan sangat kuat menyaksikan Leo sudah menghilang dari pandangannya. Tak berselang lama, beberapa tembakan terdengar menggema dimana-mana.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1



__ADS_2