Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 52 Telepon dari Refald


__ADS_3

Leo masih bersikap waspada pada polisi yang sebelumnya ia yakini sebagai salah satu anggota geng kapak dimana geng tersebut sedang mengincar nyawanya. Meski ayahnya sudah memintanya untuk percaya pada polisi tersebut, Leo masih belum bisa melakukannya mengingat kepribadian polisi itu yang mau saja menjadi kaki tangan pejabat kota yang hanya mementingkan diri mereka sendiri.


Bagaimana bisa Leo memercayai orang yang tidak punya rasa kemanusiaan saat sedang ada wanita hamil mau melahirkan ia biarkan begitu saja. Bahkan polisi tersebut juga memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi Leo saat ia membantu para pengendara keluar dari kemacetan yang polisi itu buat. Tapi kini, dengan sangat berat hati, karena perintah ayahnya sendiri, Leo harus mengikuti polisi brengseek ini.


Pasti ada yang tidak beres disini, batin Leo. suami Shena itu mulai menyusun rencana untuk bisa melarikan diri dari sini. Sayangnya, kondisi Shena sangat tidak memungkinan untuk berlari. Leo mengamati semua tempat rahasia ini yang katanya dibuat oleh ayahnya sendiri.


Ruangannya sangat luas dan dipenuhi dengan berbagai alat elektronik seperi layar komputer lengakap dengan fasilitas pemantauan dan pelacakan lainnya yang terpajang hampir disemua sudut dinding ruangan. Tempat ini lebih pantas disebut sebagai tempat pemantauan karena CCTV yang terpasang diluar, bisa dilihat dari sini. Yang lebih menakjubkannya lagi adalah, bukan hanya area sini saja yang bisa dipantau dari sini, tertapi seluruh wilayah yang ada di kota ini dan sekitarnya, semuanya terlihat jelas disini.


“Siapa kau sebenarnya?” akhirnya Leo bertanya. Ia sudah tidak tahan lagi menahan rasa penasarannya setelah melihat semua isi ruangan ini. Belum sempat polisi itu menjawab, ponsel Leo tiba-tiba berbunyi dan itu dari Refald. “Iya, Refald,” ujar Leo saat ia mengangkat sambungan teleponnya.


“Jangan lakukan apapun Leo,” seru Refald dari seberang sana. “Ikuti apapun yang dikatakan polisi itu, maka kau dan Shena aman. Aku dan ayahmu sudah menunggu di rumah sakit. Begitu pesawatnya meledak. Kau dan Shena akan berangkat menggunakan pesawat lain agar bisa kemari.”


“Kenapa kau dirumah sakit? Apa yang terjadi? Siapa yang sakit?” Leo terdengar khawatir. Sementara Shena hanya bisa mengamati suaminya.


“Fey akan melahirkan. Aku tidak bisa kesana menjemputmu. Agar pergerakan kami tidak dicurigai, maka satu-satunya orang yang bisa membantumu saat ini hanyalah polisi itu.”


“Apa kau gila? Kau tahu apa yang sudah dilakukan orang itu pada semua masyarakat disini? Dan kalian ingin aku mengikutinya? Ada apa dengan kalian semua?” teriak Leo kesal.


“Akan aku jelaskan semuanya padamu, nanti? Kita tidak punya waktu lagi, aku tidak bisa menentang takdir untuk menyelamatkanmu karena Fey sangat membutuhkanku. Pikirkan Shena, Leo. Jangan bertindak gegabah yang bisa membahayakan nyawanya. Kalau kau sendirian, aku yakin kau bisa menyelamatkan diri tanpa butuh bantuan siapapun. Masalahnya, kau bersama Shena yang sedang hamil besar. Ia tidak boleh banyak bergerak bebas sembarangan.”


Leo tertegun mendengar apa yang dikatakan Refald. Entah kebetulan atau tidak, ucapan kakaknya itu sama persis seperti yang dikatakan ayahnya.


Kenapa mereka berdua bisa memercayai polisi jahat ini. Siapa orang ini dan apa hubungannya dengan ayah dan Refald? batin Leo.

__ADS_1


“Polisi itu adalah salah satu kaki tangan geng kapak? Apa kau tahu itu?” tanya Leo.


“Aku tahu, ayahmulah yang memintanya menjadi anggota geng kapak. Untuk bisa menjadi kaki tangan mereka juga tidak mudah. Dia harus menjadi penjahat kelas kakap dengan segudang tindakan keji diluar batas manusia untuk bisa meyakinkan mereka kalau polisi itu layak menjadi anggota geng kapak kepercayaan mereka. Dengan begitu, dia bisa menyelamatkanmu jika terjebak dalam situasi seperti sekarang ini,” terang Refald dengan santai.


“Kau bilang apa, barusan? Huh, sial. Ada apa ini sebenarnya, ha?” bentak Leo penuh emosi karena ia merasa cuma dirinyalah yang tidak tahu apa-apa.


“Berhenti merengek seperti anak kecil, nanti akan aku ceritakan semuanya padamu begitu kita bertemu. Ayahku sudah mengamankan semua anggota geng kapak yang tersebar di penjuru kota. Pemimpinnya masih belum ketemu dan satu-satunya orang yang bisa menemukan pimpinan geng tersebut ... adalah polisi itu. Kembaliah kemari, biarkan sisanya ayah yang membereskannya, kau tidak boleh terlibat dalam kekacauan apapun karena kita juga harus menghadiri pernikahan Zaya sebentar lagi.”


“Apa kau bilang? Zaya ... akan menikah? Huh, benar-benar luar biasa. Kau menyelamatkanku hanya karena ingin aku hadir dipernikahan gadis tengik itu, ha?” suara Leo semakin terdengar kencang. Untung ruangan ini adalah ruang kedap suara jadi tidak mungkin bisa didengar oleh orang lain meskipun Leo berteriak keras sekalipun.


“Lebih dari itu, aku menyuruhmu kesini karena aku ingin pamer padamu, kalau aku akan sah jadi ‘ayah’ sebentar lagi!” goda Refald.


“Dasar kau raja dedemit nggak ada akhlak, dalam situasi seperti ini kau masih bisa berkata seperti itu padaku? Sialan kau Refald!” umpat Leo dan hanya suara tawa yang terdengar disana.


“Aku sedang tidak ingin bercanda denganmu!” nada suara Leo masih meninggi.


“Baiklah, paman Byon sudah mengurus semuanya. Cepatlah kemari! Ada yang harus kau dan Shena lakukan.” Refald menutup sambungan teleponnya setelah memberitahu apa yang akan dilakukan Leo dan Shena.


Shena mendekat ke arah suaminya dan langsung memeluknya. Ia tidak tahu harus berkata apa, karena Shena sendiri juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun, saat ini Leo butuh semangat dan dukungan darinya untuk menghadapi semua ini.


Pelukan hangat Shena, rupanya benar-benar ampuh. Leo sedikit lebih tenang sekarang. Ia menatap wajah istri tercintanya yang juga menatapnya.


“Shena, maafkan aku.” Leo membelai lembut rambut Shena.

__ADS_1


“Kenapa kau minta maaf, kau tidak salah. Ini diluar kendali kita.” Shena memberanikan diri mengecup mesra bibir suaminya. Untuk pertama kalinya, suami nggak ada akhlaknya ini terlihat suram. Tidak ada senyum diwajahnya meskipun Shena sudah menciumnya.


“Maaf sudah membuatmu berada dalam bahaya Sayang,” lanjut Leo lagi setelah Shena memberikan hadiah kecupan padanya. “Aku terlalu lemah. Aku benar-benar kesal karena tidak bisa melindungimu sepenuhnya ... aku ....”


Shena menempatkan jari telunjuknya dibibir Leo agar suaminya itu tidak lagi bicara. “Kalau kau minta maaf lagi, aku akan memaksamu melakukan ritual bulan tertusuk ilalang disini dan disaksikan oleh pak polisi itu. Aku rasa, dia tidak keberatan kalau dalam situasi genting ini kita masih bisa bermesraan disini. Bagaimana? Apa bisa kita mulai ritualnya sekarang?” ancam Shena dan sukses membuat Leo tertawa.


“Kau berani bicara seperti itu sekarang, ha?” Leo salut pada Shena karena berani menantangnya disini.


Shena tidak langsung menjawab, ia sedikit lega karena bisa melihat Leo tertawa walau tak seperti biasanya. “Apapun akan aku lakukan asal suamiku yang nggak ada akhlak ini bisa kembali tersenyum untukku. Mungkin kau tidak tahu, tapi aku sangat suka kalau kau tertawa.”


Leo menatap ekspresi wajah Shena. “Kenapa?” dengan gerakan cepat, Leo memeluk pinggang istrinya dan menempelkan perut buncit Shena ketubuhnya.


“Karena ... ehm ....” Shena jadi gugup kalau Leo menatapnya seperti itu. “Emmmm, sebenarnya kau sangat tampan kalau sedang tertawa.” Shena menjawab lirih. Entah kenapa gadis itu jadi malu sendiri saat berkata seperti itu pada Leo. Apalagi saat ini suaminya itu sedang menatapnya tajam sehingga membuat Shena jadi salting sendiri. “Aduh kenapa panas sekali ya, viuuuh” Shena mengibas-ngibaskan tangan di dekat wajahnya seolah sedang kepanasan. “Aku akan cari kipas angin dulu, disini panas sekali,” Shena melepaskan diri dari pelukan Leo dan hendak berjalan membelakanginya. Tapi tangan Leo langasung menarik pelan tangan Shena lalu mencium mesra istrinya tanpa peduli pada polisi yang berada diantara mereka.


Anehnya, polisi tersebut bersikap biasa saja. Ia lebih memilih fokus mengamati layar monitor yang ada disekelilingnya dan membiarkan pasangan suami istri utu melakukan apapun yang mereka suka.


BERSAMBUNG


***


masih ada 1 episode lagi ... ditunggu ya ..


maaf kalau baru bisa up hati ini, karena lagi fokus di Refald kemarin.

__ADS_1



__ADS_2