Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 120 Datang 3


__ADS_3

Kembali kemasa saat Leo memulai rencananya agar kedua orangtua Leo menunjukkan batang hidung mereka dengan memanfaatkan rencana jahat buatan Aryani dan Rega. Sebenarnya, Leo tidak ingin merepotkan kakak atau saudara-saudaranya yang lain atas apa yang menimpa keluarga besarnya. Tapi ini sudah tidak bisa dibiarkan, terlebih lagi, Leo tidak tega melihat Shena terus-terusan sedih karena mertuanya tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak. Ia sangat tahu apa arti orangtua Leo bagi Shena.


Selama ini, istrinya itu menganggap Byon dan Biyanca layaknya orangtua kandungnya, bukan sebagai mertua. Karena itulah Shena yang paling terpukul ketika mendengar perpisahan Byon dan Biyanca yang sampai saat ini, tak diketahui apa penyebabnya. Dan untuk memunculkan mereka, maka Leo harus bekerjasama dengan Refald dan Xiaonai yang terkenal ahli IT.


Begitu Kun yang menyamar sebagai Leo diculik dan dibawa pergi oleh preman bayaran Rega, tanpa ada yang tahu, Leo sudah menyuruh anak buahnya memasang kamera cctv disetiap sudut ruangan agar bisa merekam adegan penculikan tersebut. Tentu saja rekaman itu akan ia kirimkan pada Byon yang lokasinya sudah diketahui oleh Refald.


Tugas pengiriman itu Leo serahkan pada Xiaonai untuk menghack alat komunikasi Byon agar ia bisa melihat kalau putranya dan seluruh keluarganya sedang dalam bahaya. Rencana Leopun berhasil. Begitu Byon melihat video kiriman dari Xionai, tanpa pikir panjang Byon bergegas pergi ketempat dimana Leo alias Kun disekap.


Sementara Fey selaku istri Refald, bertugas untuk memberitahu Biyanca yang ternyata tinggal dirumah kakaknya, mertua Fey sendiri. Fey mengatakan semua apa yang terjadi pada Shena dan anaknya pada Biyanca. Meski awalnya Biyanca bersikap seolah tidak peduli, tapi hatinya tak bisa menerima jika ada orang yang mencoba menyakiti menantu serta cucu kesayangannya.


Akhirnya, Biyancapun mengikuti Fey yang berjuang sendiri menyelamatkan Shena. Sayangnya, saat ia tiba di lokasi, Shena sudah pergi bersama Leo ketempat Kun berada saat ini. Dan hanya menemukan orang yang buat masalah dengan Shena dan keluarganya. Siapa lagi kalau bukan Aryani.


“Aku sudah dengar semua perlakuan burukmu pada menantuku. Selama ini aku diam karena saat itu, Shena melarangku melakukan apapun padamu sebab kau adalah sepupunya. Tapi sekarang, kau sendiri sudah memutuskan hubungan darah dengan keluargamu dan bahkan kau tega membuang ibumu sendiri. Anak macam apa kau, ha? Bahkan kau jauh lebih buruk dari sebutan anak durhaka. Kau lebih pantas disebut binatang daripada manusia.” Biyanca menjambak rambut Aryani hingga wanita itu mengerang kesakitan.


“Aggghhhh! Lepaskan aku!” erang Aryani.


“Baik, aku akan melepaskanmu setelah kau kugantung di menara rumahku!” geram Biyanca. Ia beralih menatap pengawalnya yang berdiri dibelakang Aryani. “Seret dan ikat wanita ini dibelakang mobil. Setelah itu bawa dia ke tanah lapang yang luas. Sebuah helikopter akan menjemputnya. Begitu tiba di mension keluarga Pyordova, masukkan dia kedalam ruang bawah tanah tempat dimana Leopard suamiku berada. Tapi jangan biarkan dia mati dulu sebelum aku tiba disana. Dia harus hidup dan menanggung penderitaan terburuk bagai di neraka selama sisa hidupnya.” Mata Biyanca menatap tajam Aryani dengan kilatan api kemarahan.


“Tidak! Lepaskan aku! Kau tidak bisa melakukan ini padaku! Tolong beri aku kesempatan sekali lagi, aku akan minta maaf pada Shena. Tolonglah!” rengek Aryani saat ia diseret paksa keluar dalam kodisi tangan terikat oleh pengawal Biyanca. Tapi mertua Shena itu sama sekali tak mengindahkan teriakan Aryani. Ia sungguh kesal dengan wanita yang sudah berani mengancam keselamatan keluarganya.


Tek berselang lama, Refald muncul beserta Fey yang menggendong Yeon dalam keadaan baik-baik saja. Bayi mungil itu sedang tertidur pulas saat tiba dilokasi tempat Biyanca berada. Fey dan Refald bahkan sempat berpapasan dengan Aryani yang langsung melirik anak Shena dengan kilatan api kemarahan dan dipenuhi dengan api dendam. Ia hendak menyakiti Yeon dengan menyerang Fey, tapi Refald langsung bertindak cepat, ia memukul tengkuk Aryani sampai jatuh pingsan sebelum tangannya sempat menyentuh istrinya.

__ADS_1


Biyanca yang melihat aksi mengejutkan itu jadi emosi dan hendak membunuh Aryani ditempat dan didetik itu juga. Namun, Refald mencegahnya.


“Jangan Bi, jika Bibi membunuhnya sekarang, maka ia tak akan bisa menanggung dosa-dosanya lagi. Biarkan dia hidup agar dapat menebus semua kesalahannya.”


Yang dikatakan Refald benar. Seketika emosi Biyanca mulai mereda. “Siram dia dengan air sampai sadar kembali!” seru Biyanca pada pengawalnya. “Begitu dia sadar, seret dia dengan mobil menuju lapangan terbuka seperti yang kukatakan tadi. Jangan biarkan dia mati, dulu! Apa kalian mengerti!” teriak Biyanca untuk meluapkan semua amarahnya.


“Baik, Nyonya!” ujar pengawal itu dan mengangkat tubuh Aryani keluar.


Biyanca langsung menyongsong cucunya yang terbangun akibat keributan tadi. Ia mengambil alih Yeon dari gendongan Fey. Sungguh Biyanca sangat merindukan cucunya. Tanpa sadar, iapun menangis sambil terus menatap betapa lucunya cucu pertamanya.


“Kau sangat tampan sekali cucuku, nenek sangat merindukanmu!” berkali-kali Biyanca menciumi wajah Yeon sampai anak itu menangis. Tapi Biyanca berhasil menenangkannya kembali.


“Bibi, kita harus segera pergi dari sini. Leo dan Shena juga masih dalam bahaya,” bujuk Refald.


“Kita akan tahu kalau kita sudah ada disana. Ayo, Bi!” ajak Refald dan mereka semua langsung pergi kelokasi Byon sekarang berada.


***


Sementara Byon sendiri, langsung mengamuk ditempat setelah tahu putranya disekap di dalam sebuah ruangan. Ia menembaki setiap orang yang ada dihadapannya tanpa ampun. Sebenarnya, Byon heran kenapa Leo bisa sekali mudah tertangkap. Tapi mengingat apa yang terjadi pada menantu dan cucunya, Byon berpikir kalau Leo sengaja mengalah agar istri dan anaknya selamat.


“Si-siapa kau?” tanya Rega dengan tubuh gemetar. Sebab Byon langsung mengarahkan senapannya tepat dikepala Rega.

__ADS_1


“Beraninya kau menyekap putraku yang tampan didalam sana? Apa kau bosan hidup, ha?” Teriak Byon sambil memukul wajah Rega dengan senapannya. Cowok itu terhuyung hingga membentur dinding ruangan. Darah segarpun mulai mengalir di pelipis Rega akibat benturan keras tadi.


“Ouch! Pasti itu rasanya sakit sekali,” gumam Kun dan Byon langsung menatapnya.


“Kenapa suaramu jadi aneh begitu?” Tanya Byon bingung.


“Daridulu … suaraku memang seperti ini Sir,” jawab Kun santai.


Byon langsung terkejut setelah mengetahui siapa orang yang mirip dengan putranya ini. “Kau? Bagaimana bisa kau ada disini? Dimana putraku?” Byon maju melangkah ke tempat Kun disekap. Ia bergegas mengahcurkan gemboknya dengan menembakinya berkali-kali.


“Putramu baik-baik saja, Sir. Mungkin ia sedang menuju kemari bersama istrinya,” ujar Kun dengan gaya santainya.


Rega yang mendengar pembicaraan itupun juga ikut bingung, tapi bukan saatnya ia memikirkan kebingungan ini. Begitu Byon sibuk membuka pintu, kesempatan itu Rega gunakan untuk melarikan diri dari sini. Ia mengendap-endap dibelakang Byon dan langsung berlari keluar. Namun, baru beberapa langkah ia berjalan, Rega menghentikan langkahnya, matanya melotot, terpaku dan juga shock setelah melihat siapa yang datang menghalanginya.


“Kau?” seru Rega. “Bu-bukannya kau ada di … “ Rega menoleh ke arah Kun yang sudah keluar dari ruangannya dan tersenyum sinis melihat Rega. “Tidak mungkin!” tubuh Rega langsung lemas melihat fakta mengejutkan yang tiba-tiba saja terjadi disini.


BERSAMBUNG


***


yang ingin tahu visual Kun atau Leo .. ah terserahlah yang mana aja toh mereka juga orang yang sama .. .wkwkwk ... bisa cek di Ig-ku

__ADS_1



__ADS_2