Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 299 Kisah Cinta yang Baru Dimulai


__ADS_3

Pembicaraan antara Yuna dan Yeon disaksikan Leo dan Shena dari kejauhan. Pasangan suami istri itu sama-sama tersenyum mendengar obrolan keduanya melalui headset yang terpasang dikedua telinga mereka. Jawaban Yuna atas pertanyaan yang Yeon ajukan serta ucapan perpisahan manis dari seorang Yeon membuat Leo merasa kalau putranya itu memang perpaduan antara dirinya dan juga Refald. Sedangkan Yuna, ia sangat mirip dengan Shena kecil. Sungguh takdir itu penuh dengan kejutan. Baik Leo ataupun Shena jadi merasa, kalau mereka tidak salah pilih pasangan untuk putra sulung mereka.


“Anak itu …,” ujar Leo tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Tatapan matanya terus memandang kebawah.


“Dia mirip ayah dan pamannya.” Shena membantu menambahkan kalimat Leo. “Jawaban Yuna juga sangat luar biasa. Aku rasa, dia akan jadi lebih hebat dariku jika besar nanti.” Shena terus mengamati pergerakan Yuna yang hanya diam saja ditempatnya. Sedangkan putranya Yeon sudah masuk kedalam ruangannya.


“Tapi,” lanjut Shena. “Kenapa putramu itu pemalu sekali, sudah tahu kalau malam ini adalah malam terakhir mereka bisa bersama dan saling mengobrol, kenapa malah pergi meninggalkan Yuna sendirian di sana.”


“Yeon bukan pemalu Sayang, anak itu sedang memerhatikan Yuna dari kamarnya.” yang dikatakan Leo barusan memang benar. Hanya dengan masuk kamar, Yeon bisa memandangi Yuna sepuas hatinya dari jendela kamarnya tanpa harus diketahui oleh tunangannya.


“Kenapa anak itu malah ngumpet di kamar? Bukankah akan lebih baik kalau mereka bisa menghabiskan waktu berdua? Yah … walaupun mereka masih kecil dan belum saatnya untuk memadu kasih, sih. Setidaknya kan mereka bisa bermain bersama untuk mengenal satu sama lain. Bukannya main petak umpet begitu.” Shena mengeluarkan pendapatnya dan langsung disambut tawa tanpa suara dari Leo.


“Kau harus mengenal seperti apa putra sulungmu itu dengan baik, Sayang. dibalik sikapnya itu, ada segudang rencana cinta yang sudah Yeon siapkan untuk Yuna. Berani taruhan, kisah cinta Yeon dan Yuna akan sangat berbeda dengan kisah cinta kita dan pamannya, walaupun mereka berdua, awalnya juga dijodohkan.”


“Aku tidak mengerti, apa maksud ucapanmu, Sayang? Rencana? Kenapa harus ada rencana?” tanya Shena.


“Ini sama seperti saat aku pertama kali bertemu denganmu setelah sekian lama kita berpisah. Walau aku tahu kalau kau adalah kekasih masa kecilku, aku tidak langsung memberitahumu. Aku menunjukkan belakangku didepanmu dan membiarkanmu membenciku dengan mengira kalau aku suka mempermainkan wanita. Pikirmu kenapa aku melakukan itu?”


“Kenapa?” tanya Shena menatap wajah tampan Leo.

__ADS_1


Leo membalas tatapan mata istrinya dan memeluk erat pinggang Shena, ia duduk di atas balkon dan mendekatkan tubuh Shena supaya lebih dekat dengannya. “Karena aku ingin menuliskan kisah cinta kita yang baru. Kisah cinta Leo, si raja playboy … jatuh cinta pada seorang gadis biasa bernama Shena. Bagaimana caraku memaksamu menjadi milikku akan menjadi sejarah kisah kita sepanjang masa. Kisah cinta kita akan dikenang banyak orang karena caraku mendapatkanmu sangat tak biasa dan terbilang gila. Aku rasa … Yeon pun juga memikirkan cara sama seperti yang pernah kulakukan padamu. Hanya saja, aku tidak tahu apa rencananya itu. Kita lihat dan tunggu saja nanti.” Leo menempelkan dahinya di dahi Shena.


Keduanya saling melempar senyum mengenang masa-masa disaat Leo memaksa Shena menjadi kekasihnya dengan menyandera seluruh teman-teman sekelasnya. Kalau diingat-ingat, aksi Leo saat itu memang benar-benar gila dan nekat. Hanya karena ingin menjadikan Shena pacar ia berani melakukan tindakan kriminal, padahal saat itu Leo masih berstatus sebagai mahasiswa. Dan sekarang, keduanya sudah resmi menikah dan hidup bahagia. Bahkan mereka berdua dikaruniai tiga anak yang luar biasa.


“Bagaimana kalau kita tanya kak Refald saja, aku penasaran apa yang sudah Yeon rencanakan,” usul Shena sambil memeluk leher suaminya dengan kedua lengannya.


“Percuma saja, si biksu Tong itu tidak akan pernah memberitahu kita. Daripada bingung memikirkan itu, bagaimana kalau aku menyalurkan pedang etalibunku pada lubang sumur milikmu. Sejak tadi aku sudah menahannya, dan aku sudah tidak kuat lagi sekarang.”


“Kau ini!” Shena memukul pelan dada suaminya. “Apa cuma itu yang ada dikepalamu, ha?” pekik Shena sambil memasang wajah manyun.


“Untuk mala mini, iya. Hanya itu saja yang ada diotakku.” Tanpa menunggu waktu lama, Leo menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkannya di atas tempat tidur. Leo menatap kedua manik mata Shena yang juga menatapnya.


“Sudah selesai, mereka sudah dibubarkan,” jawab Leo tak bergeming dari tempatnya. Kedua tangannya mengunci rapat tangan Shena.


“Tanpa kita? Tuan rumah macam apa kita? Meninggalkan pesta pertunangan begitu saja dan malah bermesraan di sini?”


“Tuan rumah yang baik,” ujar Leo ngasal lagi.


“Darimana ceritanya bisa jadi tuan rumah yang baik kalau caramu seperti ini? Kau ini ada-ada saja, dasar somplak!”

__ADS_1


“Kau tak perlu mencemaskan pestanya, Sayang. Sudah ada asisten yang mengurus semuanya. Bahkan Yuna dan keluarganya sudah diantar pulang dengan selamat sampai tujuan. Besok pagi, kita akan datang ke rumah mereka untuk berpamitan. Tapi malam ini … kau … milikku!” Leo semakin mengeratkan pelukannya hingga Shena jadi kesulitan bergerak. Napasnya juag mulai tersendat-sendat.


“Leo Sayang … bisa … longgarkan sedikit pelukanmu? Aku … kesulitan bernapas.” Rintih Shena sambil menggeliatkan tubuhnya mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Leo.


“Tidak bisa, ini hukuman karena kau berani mengatai suamimu somplak! Terimalah hukumanmu dariku, Sayang.” Leo mencium bibir dan seluruh wajah Shena dengan mesra.


Tentu saja Shena tak bisa menolak untuk melayani keinginan suaminya melaksanakan ritual bulan tertusuk ilalang. Keduanya bergumul di bawah selimut sepanjang malam ditemani sinar bulan purnama yang ikut senyam senyum sendiri menyaksikan betapa indahnya kisah kasih Leo dan Shena ketika keduanya menyalurkan hasrat gelora cinta mereka berdua.


Malam yang sepi penuh dengan cinta. Bila Leo dan Shena bisa menciptakan malam syahdu keduanya dalam ikatan suci yang sah, maka lain halnya dengan Yuna dan Yeon. Keduanya sama-sama menatap cahaya sinar bulan yang menerangi seluruh alam jagat raya ditempat yang berbeda. Meskipun ini adalah malam terakhir Yeon dan Yuna, kisah cinta keduanya malah baru saja dimulai. Benih-benih cinta itu akan tumbuh seiring dengan berjalannya waktu sampai takdir mempertemukan mereka kembali.


“Selamat malam Yuna,” gumam Yeon. Ia menatap jendela kamar memandangi keindahan pemandangan desa di malam hari.


Rumah Yuna tampak kecil bila dilihat dari kamar Yeon. Namun itu sudah cukup buat Yeon untuk menyampaikan apa yang harusnya ia sampaikan secara langsung pada Yuna. Iapun melepas cincin tunangannya dan mengaitkannya pada sebuah kalung lalu memakainya di leher. Hal serupa juga dilakukan oleh Yuna. Cincin yang terbuat dari berlian indah itu ia jadikan kalung dan akan terus memakainya hingga Yeon datang untuk menjemputnya. Sampai hari itu tiba, Yuna akan menyimpannya di dalam hati dan takkan pernah melepaskan kalung ini.


“Selamat malam, Yeon. Sampai ketemu lagi, jaga dirimu baik-baik dan jangan khawatirkan aku.” Yuna tersenyum dan mulai berbaring di atas tempat tidurnya.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2