Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 228 Jalan Buntu


__ADS_3

Guru BK itu merasa harga dirinya diinjak-injak oleh Yeon yang sok keren itu. Diusianya, tak seharusnya ia berkata seperti itu di depan orang dewasa apalagi ia adalah gurunya sendiri. Pakai acara mengancam segala lagi. Bukan untuk ini tujuan guru itu memancing Yeon kemari. Dan ia tak bisa berakhir seperti ini.


Mata guru BK tersebut menatap kearah seseorang yang sejak tadi ada ditempat persembunyiannya dan memberikan kode seperti yang sudah ia rencanakan sebelumnya. Melihat kode tersebut, beberapa orang muncul dari berbagai arah dan mengepung Yeon kecil sendirian. Yeon yang tahu kalau hal ini bakal ia hadapi, tetap bersikap tenang-tenang saja. Ia berbalik badan menghadap gurunya dengan tatapan sinis seakan mengejeknya.


"Sensei, sepertinya kau sudah pikun. Kau akan menyesal jika coba-coba menyakitiku," gertak Yeon.


"Siapa bilang aku akan menyakitimu. Aku akan membuangmu ke tengah laut sana. Tidak ada yang tahu kalau kau datang kemari. Keluargamu akan mengira kalau kau hilang di telan bumi." Guru BK itu tersenyum menang. Sebab ia yakin kalau Yeon memang tidak memberitahu siapapun perihal kedatangannya kemari. Dan itu memang benar karena Yeon adalah anak yang bertanggung jawab dan punya prinsip hidup sendiri. "Bawa dia dan buang saja anak ingusan menyebalkan itu ke tengah laut. Jangan sampai kalian semua meninggalkan jejak sedikitpun," suruh guru BK itu pada anak buahnya.


"Kau akan menyesal seumur hidup, Sensei. Kau belum tahu betul siapa keluarga ayahku."


"Buahahahaha, aku tahu. Ayahmu adalah gengster ternama dan ditakuti semua musuh-musuhnya. Namun, ia tidak tahu kalau kau ada di sini karena kau tak mungkin memberitahu siapapun, termasuk ayahmu. Sekuat apapun dia, ayah yang kau banggakan itu ... takkan bisa menyelamatkmu. Kalaupun bisa, itu sudah terlambat. Kau sudah tinggal nama."


Bukannya takut mendengar kata-kata intimidasi dari gurunya, Yeon malah menepuk jidatnya. "Hadeuh, susah sekali kalau bicara dengan orang dewasa sepertimu, Sensei. Karena itulah aku lebih suka berkelahi daripada bicara. Orang dewasa takkan mengerti apapun yang dipikirkan anak-anak sepertiku."


"Diam kau! Sudah terpojok masih saja sok-sokan?" Bentak guru BK itu. "Hei kalian! Tunggu apalagi? Cepat tangkap dan buang anak itu ke laut!" teriaknya pada orang-orang yang sedang berdiri mengelilingi Yeon.


"Tunggu, Sensei. Aku sangat ingin tahu, kenapa kau ingin sekali membunuhku? Padahal jelas-jelas kau tau kalau ayahku takkan tinggal diam dan akan menemukan siapapun orang yang mencoba melukaiku."


"Itu karena kau adalah anak paling menyebalkan yang pernah kutemui di dunia ini. Selain itu, aku punya dendam pribadi dengan ayahmu. Dan dengan kematianmu, maka dendamku sudah terbalas."

__ADS_1


Mata Yeon menyipit melihat gurunya mengeluarkan sisi jahatnya. Padahal, di sekolah guru ini adalah guru favorit yang digilai banyak siswinya karena sikapnya terkenal sangat ramah. Namun nyatanya, dibalik sikap ramahnya, terdapat jiwa monster mengerikan didalamnya.


Beberapa orang maju bersama untuk menangkap tubuh kecil Yeon, tapi anak pintar itu langsung melompat tinggi ala gerakan salto melewati orang yang ada di samping kanannya lalu berlari sekencang mungkin. Orang-orang itu terperangah tak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan. Namun, buru-buru mereka sadar dan ikut berlari sekencang mungkin mengejar Yeon yang ternyata memiliki kecepatan berlari melebihi kapasitas seorang anak diatas rata-rata.


Yeon mulai berhenti berlari dan mengambil ancang-ancang yang pas untuk menyerang orang-orang yang 3x lipat lebih besar darinya. Anak sulung Leo itu mencoba melawan. Sebab, ia tidak mungkin berlari terus sepanjang waktu.


"Menyerahlah kau anak kecil, sini ... paman kasih permen." Salah satu orang suruhan guru BK itu maju ke hadapan Yeon dan memberikan permen lollipop kesukaan anak-anak. Yeonpun pura-pura lunak dan mencoba rileks serta bersikap seperti anak biasa lainnya yang terlihat polos dan menggemaskan.


"Apa kubilang, anak kecil suka coklat dan permen. Praktiskan? Tak perlu susah payah dan mengeluarkan banyak tenaga," bisik orang itu pada rekannya seolah memberitahu kalau menangkap anak kecil seperti Yeon itu mudah.


Yeon menatap sesuatu yang ada di bawah kakinya dan sebuah benda disamping kanan tempatnya berdiri. Dengan seringai mencurigakan, Yeon punya ide seru untuk mengalahkan orang ini.


"Hei, Paman! Ada wanita seksi sekali tuh di sana! Fiuuh, uhuy!" tunjuk Yeon ke arah belakang punggung orang itu.


Dengan cepat, putra sulung Leo itu mengambil batu besar yang ada di samping kanannya lalu melemparkannya langsung ke kepala orang yang sudah berhasil dikecoh Yeon.


Pluk!


Sebuah batu besar mendarat mulus di kepala orang itu akibat lemparan tepat sasaran dari tangan kecil Yeon. Tentu saja, darah segar langsung mengalir deras dipelipis orang itu berbarengan dengan erangan menggelegar keluar dari mulutnya saking sakitnya.

__ADS_1


"Aaarrggh!" suara keras orang itu terdengar memekikkan telinga. Rekan-rekannya yang berdiri didekatnya mencoba menolongnya. Sepertinya, lukanya lumayan dalam juga.


Yeon mengambil kepiting laut yang bersembunyi di balik batu dekat dengan tempat Yeon berdiri. Putra Leo itu berlari cepat untuk memasukkan kepiting itu ke dalam jas orang yang sedang sibuk menolong rekannya yang terluka akibat ulahnya.


"Aaaaagghh, sakiiit! Apa ini? Auww!" Teriak orang berjas hitam tadi sambil berguling-guling kesana kemari. "Tolong! Tolong aku! Auww, hentikan, jangan gigit lagi!" Teriaknya dengan kencang akibat capitan kepiting yang dimasukkan oleh Yeon.


Kakak dari Bima itu tertawa puas melihat dua orang yang mengejarnya berteriak kesakitan. Sedangkan 2 yang lainnya jadi ikutan panik melihat dua rekannya saling mengerang satu sama lain.


"Paduan suara teriakan kalian terdengar merdu," ejek Yeon senang. Sekarang sasaran Yeon adalah dua pria yang masih berdiri tegak didepannya. "Hei Paman bodoh! Kejar aku kalau bisa! Masa sama anak kecil kalah. Kau bilang tadi mudah menangkap anak ingusan sepertiku, kan? Ayo tangkap aku!" Yeon terus meledek dan sengaja membuat emosi orang-orang suruhan guru BK nya.


Dua orang yang tak terluka merasa terhina sekali mendengar ledekan Yeon. Mereka berdua mengejar Yeon dan takkan pernah mau melepaskan anak yang sudah berani meremehkan mereka.


"Dasar bocah tengik, awas saja kau! Jangan lari! Sini kalau berani!" Teriak orang-orang itu mulai marah dan mulai mengejar Yeon lagi.


Sayangnya, dewi Fortuna tak seterusnya berpihak pada putra sulung Leo ini. Kali ini, anak itu telah salah memilih jalan sehingga ia sampai di bibir jurang. Dibawah jurang itu ada lautan terhempas luas siap menerjang siapapun yang terjun kedalamnya.


"Sial, ini jalan buntu." Yeon menatap ngeri ombak laut yang terlihat bak tsunami di bawah sana. Ia menelan ludahnya sendiri membayangkan jika ia akan jatuh kedalamnya.


"Hahahaa ... menyerahlah, Nak. Kau takkan bisa lari lagi dari sini." Dua orang ber jas hitam itu berdiri tak jauh dari tempat Yeon menatap senang karena sudah merasa menang.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2