Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 248 Perasaan Shena


__ADS_3

Tak hanya Leo yang sedang bersedih, Shena sendiri juga merasakan sesuatu yang membuat jantungnya seolah berhenti berdetak melihat Leo berdiri membelakanginya. Tak seharusnya Shena menolak didekati Leo karena bagaimanapun juga, ia adalah istri dari orang yang berdiri sedih dihadapannya.


Istri macam apa dirinya? Berani bersikap tak adil pada suaminya sendiri. padahal Leo sudah terang-terangan mengatakan kalau ia bisa memahami kondisi Shena saat ini. Sejak bersama, Leo juga selalu menjaga dan melindunginya. Kurang apalagi?


Shena menundukkan kepalanya, hatinya serasa sesak dengan situasi yang aneh ini. Tanpa sadar, kaki Shena berjalan mendekat kearah Leo dengan sendirinya. Ingin rasanya Shena menolak pergerakan tubuhnya tapi hatinya berguncang kuat untuk tak menghentikan langkahnya mendekati Leo.


Dengan penuh keraguan yang amat sangat … Shena mencoba mengulurkan kedua tangannya untuk memeluk pinggang Leo dari belakang. Air mata Shena mengalir begitu saja seolah ikut merasakan kegundahan hati pria ini saat ia benar-benar merengkuh tubuh suaminya. Orang yang memang sangat ia cintai.


“Aku … benar-benar tidak ingat apapun tentangmu, tapi … aku juga sedih bila melihatmu seperti ini,” ucap Shena lirih dan betapa terkejutnya Leo mendapat perlakukan yang sangat Leo rindukan dari seorang Shena.


“Kau … memelukku?” tanya Leo antara sedih dan bahagia.


Sedih, karena Shena belum juga mengingat dirinya, bahagia … karena Shena bisa merasakan betapa besar cintanya untuk Shena. Sungguh Leo tak menduga, Shena mau memeluknya lagi.


“Maaf … kalau sebagai istri, aku sudah kasar padamu. Semuanya serasa baru bagiku dan aku tidak tahu harus bersikap bagaimana terhadapmu dan juga pada diriku sendiri. Namun, mulai sekarang, katakan apa saja, semua yang biasa kita lakukan bersama. Aku … akan berusaha keras melakukan semua itu. Aku … akan menjalani hidupku bersamamu, mungkin akan sulit sih, karena kau harus bersabar menghadapiku dan memulainya lagi bersamaku dari awal.


“Setidaknya, aku harus mencoba memperlakukanmu sebagai suamiku, dan menjadi ibu dari anak-anakku. Siapa tahu, aku … bisa mengingat semua hal yang telah kulupakan jika kita kembali mengulang masa-masa indah kisah cinta kita berdua.” Shena menempelkan wajahnya di punggung suaminya sambil memejamkan mata. Rasanya terasa nyaman bila memeluk Leo seperti ini.

__ADS_1


Entah ini mimpi atau bukan, hati Leo benar-benar merasa Lega. Dipeluk Shena, sungguh membuat Leo tak bisa berkata-kata. Ini adalah pelukan pertama Shena pasca kecelakaan itu dan ia bahagia. Leopun memegang erat kedua tangan Shena yang melingkar sempurna di perutnya.


“Terimakasih, Sayang.” Leo balik badan dan menatap wajah Shena yang berurai air mata. Leo membantu mengusap sisa bulir air mata itu sambil berkata, “Mulai sekarang, aku janji … tidak akan jahil lagi padamu. Dan akan selalu membuatmu bahagia. Aku hanya akan mencintaimu saja, cepatlah kembali mengingat masa lalu kita supaya bisa berkumpul bersama dengan anak-anak.” Leo terlihat senang menatap manik mata Shena.


“Akan aku usahakan,” gumam Shena sambil memaksakan diri tertawa.


Leo memegang kedua pipi Shena yang jadi merah merona. Ia hendak mencium Shena, tapi takut kalau Shena berubah marah dan kembali menampar dirinya seperti saat mereka berdua berada di dalam pesawat.


Melihat gelagat Leo yang ragu-ragu, Shena memberanikan diri untuk mencium mesra Leo lebih dulu. Diluar dugaan, Shena merasakan ada cinta yang begitu besar saat bibir keduanya bertemu. Shena bahkan memejamkan matanya dan memeluk leher suaminya. Menikmati setiap hisapan yang diberikan Leo meskipun pada awalnya suaminya ini terkejut karena ia menciumnya lebih dulu.


“Kau tidak akan menamparku lagi, kan?” tanya Leo. Ia menghentikan ciumannya dan beralih menggendong tubuh Shena lalu meletakannya diatas ranjang.


Leo sangat senang malam ini. Ia mencium kening Shena dan merebahkan kepalanya di dada istrinya. Senyum simpul terlihat di sudut bibirnya kala mendengar detak jantung Shena berdebar kencang. Ini detak jantung sama seperti yang pernah ia dengar dari seorang Shena. Entah karena terlalu bahagia atau lelah, Leo malah terlelap lebih dulu dalam pelukan Shena tanpa melakukan apa-apa.


Shena juga terkejut, karena ia merasakan napas teratur pria yang sudah berhasil merebut hatinya untuk yang kedua kali. Pria yang tak lain suaminya ini ternyata tengah tertidur lelap diatas dadanya. Tak dapat dipungkiri, Shena juga bahagia melihat Leo tersenyum dalam dekapannya. Tadinya, Shena sudah berpikir kalau suaminya ini akan mengajaknya melakukan hubungan suami istri, tapi ternyata dugaannya itu salah, padahal jika Leo meminta haknya, Shena juga tidak akan menolak.


“Apa … aku sudah jatuh cinta padanya? Apa rasanya … sesenang ini?” tanya Shena lirih sambil membelai lembut rambut hitam legam suaminya.

__ADS_1


***


Keesokan harinya, Shena terbangun dan sudah tak mendapati suaminya berada diatasnya lagi. Ia menoleh kesana-kemari tapi tak menemukan keberadaan Leo dimanapun. Ia agak terkejut setelah mendengar seseorang membuka dan menutup pintu kamar mandi dan orang itu adalah Leo, orang yang Shena cari-cari sejak tadi. Rupanya Leo baru saja selesai mandi.


“Pagi Sayang,” ujar Leo sambil setengah telanjang mengusap-ngusap rambutnya yang basah dengan handuk putihnya. Tentu saja Shena jadi malu sendiri melihat suaminya terlihat sangat seksi begitu, apalagi jika habis mandi.


“Pa-pagi,” ujar Shena lirih dan mengalihkan pandangannya dari Leo.


“Tolong, bisa kau ambilkan pakaianku yang ada disebelahmu? Aku malas membuka koper karena biasanya ….” Leo tak meneruskan kalimatnya karena yang biasa menata dan menyiapkan segala keperluan Leo adalah Shena.


“Ini,” ucap Shena dari balik punggung Leo. “Pasti akulah yang menyiapkan semua yang kau butuhkan. Maaf, aku tidak ingat, tapi … mulai sekarang aku akan belajar menyiapkan apapun yang kau inginkan. Kau tinggal bilang saja.” Shena tersenyum dan hendak pergi meninggalkan Leo tapi satu lengannya ditarik dan tubuhnya langsung dipeluk Leo dari belakang.


“Hidupku … memang sangat bergantung padamu,” bisik Leo pelan di telinga Shena. “Sejak aku menikah denganmu, kaulah yang mengatur semuanya untukku dalam segala hal mulai dari hal terkecil hingga hal besar kecuali masalah pekerjaan. Aku rasa … aku takkan bisa hidup tanpamu disisiku, Sayang.” Leo mendekap Shena dengan sangat erat seolah mereka baru saja bertemu setelah sekian lama terpisah.


Mendengar kata-kata Leo, Shena mulai berkaca-kaca lagi. Entah kenapa ucapan Leo rasanya terdengar sedih di telinga Shena.


“Tapi … aku tak ingat apapun lagi, aku tak tahu apa saja yang kau suka, pakaian apa yang ingin kau kenakan? Apa warna kesukaanmu, apa makanan favoritmu, aku sungguh tidak tahu apa-apa tentangmu.” Shena mengusap bulir air matanya yang hampir jatuh. “Aku juga tidak tahu akan seperti apa pernikahan kita ini tanpa ingatanku. Kau seakan asing bagiku tapi aku selalu merasa sakit setiap kali kau bersedih. Aku sungguh tidak tahu … aku tidak tahu harus bagaimana?” Shena menangis dan perlahan Leo membalikkan tubuh Shena supaya menghadapnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2