Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 159 Intimidasi Shena


__ADS_3

Tak butuh waktu lama bagi Shena dan pengawalnya untuk sampai di tempat tujuan mereka. Yaitu sebuah vila megah bernuansa modern dengan desain interior ala gaya bangunan negara-negara di Eropa yang dilengkapi berbagai fasilitas lengkap. Salah satu fasilitas tersebut adalah tempat gym dan kolam renang diatas bangunan gedung vila mewah ini.


Siapapun pasti suka melihat pemandangan indah dari atas gedung sambil berenang dibawah sinar matahari yang hangat terutama dipagi dan disore hari sembari menikmati sunset ataupun sunrise. Sebab, lokasi ini bisa melihat 2 hal menakjubkan itu sekaligus tanpa harus berpindah lokasi. Sebuah tempat yang diidam-idamkan para pecinta traveling.


Begitu memasuki halaman parkir, oengawal Shena bergegas turun dan langsung membukakan pintu mobil untuk Shena. Mobil dibelakang istri Leo itu juga ikut berhenti dan beberapa pengawal lainnya langsung berlari mengelilingi Shena dengan penuh waspada.


"Tolong jangan laporkan kejadian ini pada ibu dulu. Biar aku sendiri saja yang akan menjelaskan pada ibu nanti," ujar Shena pada pengawalnya.


Shena sangat tahu, setiap gerak-geriknya selama ia berada diluar istana Leo, selalu dilaporkan oleh pengawal yang terus saja mengawalnya. Bahkan Shena sudah makan atau belum, itu juga harus ia laporkan.


Namun, untuk hal yang satu ini, Shena tidak ingin ibu ataupun suaminya tahu. Sebab baginya, ini adalah urusan dirinya dan orang yang sudah berani mengganggu ketenangan rumah tangganya. Shena hanya ingin menunjukkan pada wanita siluman rubah itu tentang siapa Shena sebenarnya. Ia bukanlah wanita lemah yang hanya bisa menangis melihat suaminya digoda oleh wanita lain. Shena akan menunjukkan taring dan giginya supaya tak ada lagi yang berani mencoba mendaftar menjadi orang ketiga, walaupun itu hanya coba-coba.


"Di mana dia?" tanya Shena.


"Sedang berenang, Nyonya. Ia tak sendirian, ada banyak orang diatas sana. Haruskah kami menyingkirkan mereka semua terlebih dahulu?" tanya pengawal itu.


"Tidak perlu. Lebih banyak orang malah lebih bagus. Lakukan saja tugas kalian."


"Baik, Nyonya." Para pengawal setia itu tetap berdiri dibelakang Shena serta berjaga-jaga. Mereka memperketat penjagaan dan melindungi Shena. Bahkan lalat ataupun nyamuk saja tak bisa mendekati nyonya Leopard Bay Pyordova yang kini sudah mulai menunjukkan aksinya.

__ADS_1


***


Sementara itu, Agne dan teman-temannya yang rata-rata adalah kumpulan para bule itu sedang berpesta foya di atas gedung vila sambil berenang dan menikmati pemandangan alam yang ada disekitarnya. Semua orang tertawa riang menikmati pesta buta di pagi hari. Tak terkecuali Agne sendiri. Bahkan diantara mereka tak segan beradegan fulgar disaksikan banyak orang yang hadir di sini. Semuanya malah menikmati adegan yang tidak seharusnya dipertontonkan didepan umum. Tapi inilah kehidupan para kaum Borjuis terutama yang biasa bergaul dengan para bule dimana budaya mereka sangat berbeda dengan budaya orang timur.


"Kapan kau dan Leo, si gengster tuan muda tajir itu bisa seperti itu?" goda teman Agne saat mereka sedang berbaring diatas kursi panjang dibawah payung pelangi yang terpasang. Keduanya sama-saja menyaksikan dengan santai adegan vulgar yang ada dihadapan mereka.


"Segera setelah istrinya meminta cerai dari Leo. Huh, dan itu tidak akan lama lagi. Kau tahu kenapa?" tanya Agne meminta temannya itu menebak-nebak sendiri.


"Kenapa?" tanya teman Agne penasaran.


Agne tak langsung menjawab. Ia sungguh merasa senang karena mengira rencananya telah berhasil. "Karena ... semalam istrinya Leo sudah pergi dari istananya. Wanita menyebalkan itu keluar sendiri secara diam-diam dan tanpa sepengetahuan suaminya, hahaha ..." Agne tertawa bahagia. Ia menikmati wine yang khusus ia pesan dari Eropa untuk merayakan kemenangannya karena telah merasa sukses membuat Shena harus pergi meninggalkan Leo dan keluarganya walau hanya sementara.


"Tentu saja aku tahu, sebab ..."


"Ada salah satu mata-matanya dirumah itu," seru seorang wanita cantik yang tidak lain dan tidak bukan, adalah Shena. Istri Leo yang sedang Agne dan temannya bicarakan.


Kedatangan Shena yang sengaja memotong kata-kata Agne membuat siapapun yang ada di sini terkejut. Termasuk juga Agne sendiri yang langsung tertegun melihat sosok wanita yang ia benci.


"Kau!" cetus Agne dengan nada suara tidak welcome. "Bagaimana kau bisa ke sini?" tanyanya.

__ADS_1


"Ehm, bagaimana ya ... mungkin karena ... kalian sedang membicarakanku sehingga aku terbawa kemari. Boleh aku duduk?" tanya Shena bersikap lembut selembut sutra. Ia tidak peduli dengan tatapan semua orang yang seakan ingin menguburnya hidup-hidup di sini.


Tanpa disuruh ataupun menunggu persetujuan sang tuan rumah, pengawal Shena mengambilkan kursi untuk Shena dan mempersilakan nyonya mudanya duduk di kursinya. Tanpa izin pula, sang pengawal itupun mengambilkan jus buah segar entah milik siapa dan memberikannya pada Shena.


"Maaf kalau pengawalku kurang sopan. Mau bagaimana lagi, dia tahu aku gampang lelah dan sedang kehausan setelah menempuh perjalanan jauh keluar dari istana suamiku." Shena memasang wajah sok merasa tidak enak hati karena telah meminum minuman milik orang lain tanpa izin. Ia masih bersikap santai walau ada banyak pasang mata menatap tajam kerahnya. "Wuih, segar sekali," seru Shena setelah meminum jus rampokannya.


"Sepertinya kau sedang mengadakan pesta mewah, ya?" tanya Shena sambil tersenyum senang. Ia pun berdiri dan menyapa semua;orang yang ada di sini. "Hai-hai kalian semua ... lanjutkan saja pestanya. Dan kau yang disitu ...." Shena menunjuk pasangan sejoli yang beradegan vulgar tadi. "Bisa kalian menyingkir dari situ? Kalian merusak mataku saja. Haruskah ku rekam dan ku upload apa yang kalian lakukan ini di medsosku?" tanya Shena, tapi sayangnya pengawal Shena sudah merekam mereka semua dan siap menunggu perintah dari Shena untuk mengunggah adegan tak pantas itu di berbagai media sosial miliknya.


"Apa maumu, ha? Kau datang dan merusak pestaku? Pergi kau dari sini!" teriak Agne dengan emosi yang meluap-luap.


"Hei, santai aja kali ... apa kau tidak kasihan padaku? Aku jauh-jauh datang kemari hanya ingin bertemu denganmu, loh. Gara-gara, kau ... akupun terpaksa harus berakting di depan suami dan ibu mertuaku untuk bisa berada disini. Aku terpaksa marah pada Leo dan menjadi wanita paling menyedihkan di sana. Semua itu aku lakukan demi bisa membuatmu senang. Sebab kalau tidak, kau tidak mungkin membuat pesta semewah ini. Iya, kan?" Shena tersenyum mengejek pada Agne sehingga semakin marahlah wanita itu.


"Apa maksudmu?" tanya Agne. Wajahnya sudah merah padam karena tujuannya sudah ketahuan.


Pantas saja Shena langsung tahu kalau di istana Leo ada mata-matanya yang merupakan salah satu pelayan Leo. Pelayan itu berhasil disuap oleh Agne untuk melaporkan apa yang terjadi pada Leo dan Shena pasca insiden penamparan yang berujung penempelan lipstik di kerah baju Leo sehingga membuat Shena marah dan memutuskan pergi meninggalkan rumah..


BERSAMBUNG


****

__ADS_1


__ADS_2