
Pintu gerbang terbuka dengan sendirinya, seluruh anggota keluarga Byon Pyordova masuk ke dalam sebuah rumah dengan bangunan khas ala China. Bentuk rumah yang diberi nama Siheyuan ini adalah salah satu rumah dengan gaya arsitektur tradisional China yang juga merupakan rumah tradisional Han dari dinasti Zhou. Struktur bangunannya didesain dalam sebuah lahan tertutup dengan banyak bangunan didalamnya.
Begitu masuk ke dalam, Biyanca berasa pulang ke negeri asalnya. Rumah ini benar-benar mirip bangunan di tempat kelahirannya. Masih teringat jelas diingatan istri Byon itu bagaimana ia dan suaminya dulu berjuang antara hidup dan mati saat melahirkan Leo ke dunia. Sedangkan Byon berperang dengan semua musuh-musuhnya. Kini masa sulit itu sudah berlalu dan bangunan ini tetap kokoh berdiri tegak. Tidak ada yang berubah disini. Hanya tanaman pohon cemara yang ia tanam bersama Byon dulu kini sudah tumbuh tinggi menjulang.
“Akhirnya, bisa kemari lagi, tempat ini sama sekali tidak berubah.” Biyanca mengamati sekeliling bangunan tempat ini ditemani Byon yang selalu setia berdiri disampingnya.
“Aku mulai teringat kenangan kita, tak terasa sudah puluhan tahun berlalu.” Byon menggenggam erat tangan istrinya.
Sementara Shena, hanya bisa takjub saja melihat interior bangunan rumah ciri khas China ini. Tempatnya benar-benar asri dan indah. Di sekeliling bangunan juga banyak ditumbuhi pohon rindang yang menambah sejuk suasana.
“Kau menyukai tempat ini, Sayang?” bisik Leo ditelinga Shena tanpa peduli pada ayah dan ibunya.
“Suka, tempatnya nyaman sekali dan jauh dari kebisingan, hanya terdengar suara kicauan burung dan binatang kecil yang merdu. Sepertinya ... aku bakal betah tinggal disini sampai Leo junior kita lahir ke dunia.” Shena mengelus perut buncitnya begitu juga dengan Leo yang memeluknya dari belakang.
“Aku senang kau menyukai tempat ini.” sebuah kecupan manis mendarat di pipi Shena. keduanya saling tertawa ria karena sudah tidak sabar menanti kehadiran buah hati mereka.
“Apa kau tidak lelah?” tanya Shena sambil memerhatikan kondisi suaminya.
“Sama sekali tidak, aku jauh lebih kuat sekarang. Aku hanya haus. Dimana pemilik rumah ini? Permisi? Apa ada orang?” nada suara Leo agak terdengar kencang. Ia melongok kesana kemari tap tak menemukan siapapun disini.
“Siapa diluar sana?” tanya seseorang yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu dan mengagetkan Leo serta Shena.
“Ayah?” seru Leo bingung karena barusan ayahnya itu pergi ke arah kanan tempatnay berdiri, tapi kini sudah muncul lagi di pintu sebelah kiri. “Bukankah tadi ayah ada disana? Bagaimana bisa tiba-tiba saja ada disitu? Dan ... sejak kapan ayah ganti baju? Apa ... ada Refald disini?” tanya Leo. Ia bingung bagaimana ayahnya bisa berganti pakaian hanya dalam hitungan detik. Hanya kakaknya Refald yang bisa melakukan semua itu. Namun, tempat ini terlarang untuk siapapun termasuk Refald.
“Siapa yang kau panggil ayah?” tanya seseorang yang lain dari dalam ruangan.
Tak lama kemudian, seseorang itupun muncul dan cukup membuat Leo dan Shena shock seketika. Bahkan Shena sampai mengatupkan kedua mulutnya dengan tangan.
“Kun?” pekik Leo. Matanya yang terbelalak hampir meloncat keluar saking terkejutnya. “Bagaimana kau bisa ada disini?” tanya Leo.
Seseorang yang tidak lain adalah artis idola Shena itu hanya tersenyum dan duduk rileks di teras bangunan rumah ini sambil menatap tajam kearah Leo dan Shena yang terkejut.
“Harusnya aku yang bertanya, bagaimana kau bisa tahu tempat ini?”
Orang yang dipanggil ‘ayah’ oleh Leopun tecengang melihat wajah Kun sama persis dengan Leo. “Ka-kalian berdua ... kembar?” tanya orang itu.
“Iya, Ayah. Dia adalah Leopard Bay Pyordova. Putra tunggal paman Byon Pyordova, dan yang disebelahnya adalah istrinya. Ia adalah fans beratku.” Kun menggaruk-garukan kepalanya sendiri karena merasa lucu saat memperkenalkan kembarannya dan fans fanatiknya pada ayahnya sendiri.
__ADS_1
Sedangkan Leo, langsung terpaku karena seseorang yang ia kira ayahnya sendiri ternyata adalah ayah Kun. “Tidak mungkin,” gumam Leo. “Di-dia ... ayahmu?”
“Apanya yang tidak mungkin?” ujar Byon dari balik punggung Leo dan Shena. Kali ini, Leo benar-benar terkejut melihat ayahnya berdiri di samping ibunya.
“Lama kita tidak bertemu yang mulia, Byon.” Ayah Kun bangun dari posisinya duduk dan memberi hormat pada Byon dengan menundukkan kepalanya.
“Jangan panggil aku seperti itu di depan anak-anak kita, Baida.” Byon berjalan mendekat ke arah orang yang bernama Baida dan langsung memeluknya. “Kau sudah tua sekarang, ha!” Byon tersenyum senang.
“Begitu juga dengan anda Yang mulia.” Balas orang yang bernama Baida.
“Panggil Byon saja,” erang Byon.
“Tidak bisa Yang mulia, sampai kapanpun, saya hanyalah pengawal setia anda. Zaman mungkin boleh berubah, tapi saya dan anda, akan tetap sama seperti dulu. Meski ini sudah terlambat, saya ... turut berduka cita atas meninggalnya Pangeran Leonard Pyordova dan istrinya, putri Camelia. Maafkan saya karena di hari pemakan beliau, saya tidak bisa datang. Anda tahu sendiri, tidak mungkin bagi saya meninggalkan tempat ini karena janji saya pada Eshild.”
Byon melepaskan pelukannya sambil tersenyum. Saat berhadap-hadapan, wajah Byon dan Baida bagai pinang dibelah dua. Tapi anehnya, kenapa wajah Leo dan Kun juga sama? Padahal, baik Kun ataupun Leo, wajahnya tidak mirip ayahnya.
“Eshild sangat beruntung mempunyai pendamping hidup sepertimu, Baida. Itulah kenapa dia lebih memilih belajar pedang darimu daripada memintaku. Dimana dia sekarang?”
“Ada di dalam, dia sedang sakit, sepertinya dia sangat merindukan putranya yang tenar itu karena sudah lama tak berkunjung.” Baida tetang-terangan menyindir Kun.
“Ayolah, Ayah. Jangan singgung itu lagi,” protes Kun pada ayahnya.
“Jangan terlalu fotmal pada saya Yang mulia Bii. Yang mulia Byon bisa menghadiahi bogem mentah pada saya bila anda bersikap seperti itu.”
“Tapi ....”
“Bii,” panggil Byon. “Jangan membuat Baida semakin merasa bersalah. Turuti saja apa katanya.”
Biyanca tak bisa membantah lagi bila suaminya sudah berkata seperti itu.
“Sayang, sepertinya kita sedang melihat drama kolosal istana sentris di zaman dulu. Ayahku dipanggil ‘yang mulia’ di zaman modern serna tekhnologi ini? Kenapa aku jadi teringat kakakku si Tong Sam Chong itu?” bisik Refald pada Shena, tapi istrinya itu sama sekali tak bereaksi.
“Shena,” panggl Biyanca membuyarkan lamuna Shena. “Kau mau ikut dengan, ibu?” tanya Biyanca menoleh pada Shena yang sejak tadi masih saja bengong.
“Ah, tentu saja Ibu,” ujar Shena gugup. Ia pun melepas pelukannya dari Leo dan berjalan mendekat ke arah Biyanca. Mereka berduapun masuk ke dalam untuk bertemu dengan Eshild, yaitu ibu dari artis idola Shena sendiri.
Byon dan Baida juga ikut masuk. Mereka berdua mulai berbincang-bincang ria bernostalgia dan mengenang masa lalu mereka. Sebab, dua pria tangguh yang ditakuti banyak mafia di dunia, kini sudah mulai beranjak tua. Namun, jiwa muda mereka masih berinar bagai api yang membara.
__ADS_1
“Kau bisa kemasukan lalat jika terus-terusan menganga seperti itu.” Kun membantu mengatupkan mulut Leo yang ditinggal sendirian diluar oleh keluarganya.
“Ada apa ini? Apa yang terjadi disini? Ini ....” Leo menatap wajah Kun. Kalau saja rambut Kun tidak pirang, pasti Leo bakal mengira bahwa saat ini ia berdiri di depan cermin.
Namun berbeda dengan ayahnya, rambut kembarannya sama-sama hitam. Leo tidak mengerti bagaimana bisa ia dan kun jadi kembar?
“Rambut ibuku pirang dan wajahnya 11 12 dengan ibumu, makanya kita berdua jadi kembar begini. Aku sudah tes DNA dan hasilnya, aku anak kandung mereka. Kau jangan khawatir.” Kun membantu menjelaskan rasa penasaran Leo sambil berlalu pergi ke arah pintu keluar.
“Mau kemana kau?” tanya Leo.
“Konserlah,” jawab Kun sambil terus berlalu pergi tanpa menoleh pada Leo.
“Disaat seperti ini? Bukankah ibumu sakit?”
“Aku akan kembali setelah konser, lagipula ada kau disini. Wajah kita kan mirip. Oh iya ... aku lupa memberitahumu.” Kun berbalik arah menatap Leo. “Ayah sudah mempersiapkan pelatih kungfu untukmu, bersiaplah. Dia akan segera datang. Semoga kau berhasil dengannya. Bye ... sampai ketemu lagi.” Kun tersenyum dengan gaya ciri khasnya seperti saat ia selesai melakukan konser.
“Apa maksud orang itu?” tanya Leo dan ia pun masuk ke dalam rumah dimana sudah ada ayah, ibu, dan istrinya di dalam.
BERSAMBUNG
****
Maaf upnya telat. Ada yang bisa tebak siapa pelatih kungfu Leo yang dimaksud Kun? Kalau ada jawaban yang tepat. Langsung aku kasih reward. Serius!
Petunjuk!
Tidak ada hubungannya dengan Keluarga Leo
Asli orang China dan terkenal
Jangan bosan nunggu up nya Leo ya .... love you all.
__ADS_1
tahu kan yang mana Leo? hehe. ..