Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 93 Kejutan untuk Shena


__ADS_3

Wajah Shena sedang cemberut berat pada Leo. Shena sungguh tidak menyangka kalau harus mencium Leo sebanyak suapan yang suaminya makan dengan disaksikan banyak orang yang memandang aneh kearahnya. Mengingat kejadian itu, Shena sudah tidak berani mengangkat kepalanya lagi sekarang. Ia benar-benar dibuat malu habis oleh Leo. Sedangkan Leo malah bersikap tenang-tenang saja dan tidak peduli pada semua orang yang memerhatikan gerak-gerik Leo bahkan saat ia dan Shena pergi meninggalkan restoran sekalipun.


“Kenapa dengan wajahmu, Sayang? Kau ingin aku cium, apa direstoran tadi masih kurang?” goda Leo sambil fokus menyetir.


“Jangan bicara denganku!” cetus Shena tanpa mau menoleh pada Leo. Ia masih kesal gara-gara janji yang ia buat sendiri.


Leo menyembunyikan tawanya. Sepertinya, kali ini giliran Leo yang harus menghibur Shena. Ia memakai headsetnya dan menelepon seseorang. “Halo, apa semuanya sudah siap? Oke ... kami akan segera sampai.” Leo menutup sambungannya dan itu semakin membuat Shena penasaran, siapa lagi yang dihubungi Leo barusan? Apanya yang sudah siap? Itulah pertanyaan yang ada di benak Shena sekarang ini.


“Ini bukan jalan pulang, kita mau kemana lagi? Bagaimana kalau Yeon menangis dan mencariku?” Shena jadi lebih kesal dengan Leo karena mengajaknya entah pergi kemana lagi.


Leo mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah video pada Shena. “Itu adalah video yang baru saja dikirimkan Arga. Yeon bahagia bersama dengan bibi Egha, bu Dewi dan Arga disana. Lihat saja, putramu tak terlihat mencarimu, dia tertawa senang begitu. Bahkan jika malam ini kita tidak pulang, Yeon akan baik-baik saja, karena dia adalah anak yang pintar dan pengertian. Bagaimana kalau kita buatkan adik untuknya agar dia punya teman bermain.”


“Apa?” Shena memejamkan mata sambil menggigit bibirnya saking kesalnya. “Yeon baru mau dua bulan, dan kau ingin aku hamil lagi?” tanya Shena tak percaya.


“Aku dengar, banyak yang seperti itu, Sayang. Bahkan itu terjadi tanpa disengaja.”


“Tidak, Yeon masih butuh ASI eksklusif dariku, aku tidak mau.”


“Tapi aku mau!”


“Kalau begitu kau saja yang hamil dan melahirkan!” cetus Shena. Matanya hampir meloncat keluar melihat Leo.


“Kalau bisa aku pasti akan melakukannya, Sayang. Masalahnya adalah aku tidak bisa. Aku tidak punya rahim dan tempat untuk melahirkan. Yang aku punya adalah pedang yang kugunakan untuk menanam buah hati kita.” Leo memalingkan wajah untuk menyembunyikan tawanya melihat wajah kesal Shena.

__ADS_1


“Bagaimana bisa aku punya suami nggak ada akhlak sepertimu?” gumam Shena lirih dan sudah pasti Leo bisa mendengarnya.


“Beruntungnya aku punya istri cantik dan seksi sepertimu,” balas Leo sambil mengernyitkan alisnya dengan senyumnya yang menawan. Sedangkan Shena hanya bisa mendengus kesal.


Beberapa saat kemudian, Leo dan Shena sampai disebuah tempat yang ada dipuncak sebuah bukit. Dari sini, Shena dan Leo bisa melihat seluruh pemandangan alam dari desa tempat tinggal Shena. Mereka juga bisa melihat lampu kelap kelip malam dari seluruh rumah penduduk yang ada disekitar bukit ini.


Shena langsung turun dari dalam mobil suaminya dan melangkah maju kedepan. “Waaauw, pemandangannya bagus banget. Bagaimana kau bisa tahu ada tempat seindah ini, Leo? Rasanya aku seperti melihat bintang jatuh bertaburan dimana-mana.” Shena sungguh takjub melihat apa yang ada dihadapannya. Seketika kekesalan yang ia rasakan pada suaminya mendadak sirna tak berbekas.


Leo memeluk tubuh Shena dari belakang sambil mencium mesra pipi Shena. “Maaf kalau aku membuatmu kesal tadi, dan juga terimakasih karena sudah membantuku memecahakan masalah untuk kedua orangtuaku. Apa jadianya aku jika tanpamu disisiku, Sayang.” wajah Leo sudah kembali terlihat serius dan ia semakin mengeratkan pelukannya pada Shena.


Tawa Shenapun mereda dan ia berbalik badan menghadap suaminya. “Sudah tugasku membantu mengatasi kesulitan yang melanda suami nggak ada akhlakku ini, karena aku adalah istrimu. Apa yang aku lakukan tak sebanding dengan apa yang sudah kau korbankan untukku. Aku akan melakukan apapun untukmu walau harus mengorbankan nyawaku sekalipun.” Shena memegang kedua pipi Leo dan menciumnya mesra.


“Kau tidak perlu berkorban nyawa, sebab aku tidak akan bisa hidup tanpamu.” Leo membalas ciuman Shena jauh lebih mesra dari sebelumnya. “Kita akan tinggal di desa ini sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Apa kau keberatan, Sayang?” tanya Leo dan Shenapun langsung berbinar senang.


“Tentu saja aku tidak keberatan, justru aku sangat senang. Tapi ... bagaimana dengan istanamu?”


“Aku tidak menikah denganmu karena kau adalah sultan, aku mau hidup bersamamu karena aku sangat mencintaimu tak peduli kau itu sultan atau bukan. Kau suamiku dan ayah dari anakku, apapun keadaaanmu aku akan tetap bersamamu dan mencintaimu selamanya. Bahkan jika kau sudah keriput dan berubah jadi jelek, aku akan tetap mencintaimu.”


“Harusnya aku yang berkata begitu? Dan kau bilang apa tadi? Aku jelek?” Leo mulai menunjukkan mata elangnya.


“Setampan dan secantik apapun manusia, kalau sudah tua pasti jelek, Sayang.” Shena membela diri supaya Leo tidak marah karena berani mengatainya jelek.


Leo menempelkan dahinya di dahi Shena lalu mencium mesra bibir istrinya. Setelah itu, Leo membalikkan tubuh Shena menghadap pemandangan indah yang ada dihadapan mereka sambil berhitung mundur. “3 ... 2 ... 1 ....” ujar Leo dan seketika muncullah ratusan kembang api melayang terbang tinggi dan memecah belah langit dengan suara petasannya yang ramai bagai bisingnya pasar.

__ADS_1


Pancaran sinar kembang api itu begitu indah, megah dan meriah layaknya sedang ada perayaan pesta tahun baru. Semua warga penduduk sekitar juga terkejut dan ikut menyaksikan pesta kembang api dadakan itu. Untuk kesekian kalinya, Shena takjub melihat kejutan yang diberikan Leo. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah, tiba-tiba saja, Leo memberikan hadiah kalung berlian tercantik yang tidak pernah Shena lihat sebelumnya.


“Apa ini? Kau membelikanku kalung lagi? Dan ini ... cantik sekali.” Mata Shena berkaca-kaca melihat betapa indah kalungnya. Bahkan didalam liontin berlian itu terdapat inisial L dan S. Yaitu nama Leo dan Shena.


Sepertinya, liontin ini dipesan dan dibuat khusus untuknya. Sebab inisial itu tidak mungkin dijual dipasaran. Dan juga, harganya pasti sangat fantastis sekali untuk ukuran berlian sebagus ini.


“Sebenarnya, kalung ini sudah ingin aku berikan sejak dulu sebagai hadiah karena kau sudah melahirkan buah hati pertama kita, tapi karena ada begitu banyak hal yang terjadi, aku baru bisa memberikanmu sekarang. Maaf dan terimakasih untuk semuanya Sayang. Aku harap, kau suka dengan hadiahku.”


“Tentu saja aku suka? Wanita mana yang tidak bahagia mendapat hadiah sefantastis ini dari suaminya. Dan yang paling aku suka adalah inisialnya. Entah kenapa aku suka dua huruf L dan S dijadikan satu dalam sebuah liontin terindah. Sungguh aku bahagia sekali, Leo. Terima kasih untuk hadiahnya” Shena memandangi kalung yang dipasangkan Leo untuknya.


“Kau jadi sangat cantik saat memakai kalung ini.” Leo terpesona melihat betapa cantiknya Shena malam ini. Ia mendekatkan wajahnya tepat diwajah istrinya dan mencium mesra bibir Shena lagi.


Nuansa romantis yang begitu indah menyelimuti dua pasang sejoli yang sedang dimabuk asmara. Suasana di atas bukit jadi semakin syahdu karena dihiasi megahnya kembang api yang beterbaran diatas langit-langit malam.


BERSAMBUNG


***


Kok bisa samaan sama Rey dan Rhea ya ... Rey juga ngasih kalung ke Rhea. Dasar paman dan keponakan sama-sama nggak ada akhlak. Mereka sehati juga rupanya.


Yang mau tahu seperti pesona Leo bisa lihat di igku. Supaya halunay makin komplit. Hehehe ...


Oh iya ... minta saran dong, kalian setuju nggak? Kalau novel ‘Putra Raja’ itu diterbitkan?

__ADS_1


Lagi galau soalnya, sebagai penulis remahan rengginang, jujur aku minder karena karyaku sangat jauh dari kata ‘bagus’.



__ADS_2