Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 130 Anak Punk


__ADS_3

Saat Leo meninggalkan Shena sendirian, kesempatan itu digunakan orang-orang yang sejak tadi mengintai keduanya untuk mendekati Shena selagi Leo tidak ada. Alasan mereka mendekat, tentu saja karena mereka tidak pernah melihat wanita secantik Shena, ada ditempat seperti ini. Wajar jika pasangan sejoli suami istri itu, menjadi pusat perhatian mereka yang ternyata merupakan sekumpulan anak-anak punk. Shena sendiri, melihat ada gelagat aneh dari beberapa anak punk yang berjalan mendekat kearahnya. Ia pun mulai bersikap waspada. Dalam diam dan tenang, Shena mencoba mengirim pesan pada suaminya kalau ada beberapa orang mencurigakan mulai mendekatinya.


Dalam hitungan detik, kini anak-anak punk yang masih berusia belia itu sudah berdiri 2 meter dari posisi Shena berada. Mereka semua menatap Shena dari atas hingga bawah sambil tersenyum mencurigakan.


“Anak-anak punk ini ternyata jauh lebih muda dariku,” gumam Shena pelan pada dirinya sendiri. Ia sama sekali tidak takut menghadapi prejengan mereka yang sok keren itu. Mereka semua sama sekali tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Leo. “Kalian semua mau apa?” tanya Shena dengan lantang dan tak gentar. Menghadapi bocah ingusan seperti anak-anak punk ini, tak perlu campur tangan Leo. Shena sendiri merasa bisa mengatasinya.


“Kau tidak takut dengan kami, Nona?” tanya salah satu anak punk yang berdiri paling dekat dengan Shena.


“Kalianlah yang harusanya takut padaku. Ah, jangan panggil aku nona, karena aku sudah menikah dan punya anak. Berhentilah bermain-main di tempat seperti ini wahai bocah, lebih baik kalian sekolah daripada harus jadi berandal nggak jelas begini?” Shena malah menggurui. Tentu saja seluruh anak punk itu langsung tertawa terbahak-bahak mendengar nasihat Shena.


“Gimana, nih? Dia menyebalkan sekali,” tanya salah satu anak punk itu pada rekan-rekannya yang lain.


“Sikat ajalah!” ujar rekannya.


“Tunjukkan siapa kita? Sepertinya dia terlalu menganggap remeh kita!” seru yang lainnya.


“Oke!” ucap anak punk itu dan langsung menatap tajam Shena.


Shena sendiri juga sudah mulai bersiap-siap mengepalkan kedua tangannya untuk menghadapi berandal jalanan ini. “Semoga aku tidak lupa dengan latihan bela diri yang pernah kupelajari dulu,” gumam Shena mulai mengambil ancang-ancang.

__ADS_1


“Oey, kalian semua!” teriak seseorang dari belakang para kumpulan anak punk itu.


Tentu saja anak-anak punk tersebut langsung menoleh ke sumber suara yang tidak lain dan tidak bukan suara dari suami Shena sendiri. Orang itu … siapa lagi kalau bukan si gangster nggak ada akhlak Leo. Ia bersandar di pagar pembatas tempat parkir sambil memakai headsead. Sepertinya, Leo juga sedang menelepon seseorang melalui headseadnya.


“Cepat datang kemari dan bawa seluruh pasukanmu yang tersebar di area ini!” ujar Leo sambil berjalan kearah Shena dengan gayanya yang keren ala gangster Leo. Ia melepas pakaiannya hingga memakai kaos dalam celana panjangnya saja. “Aih … kenapa cuaca disini panas sekali, ya?” ujar Leo.


Suami Shena itu duduk di atas sepeda klasik milik salah satu anak punk sambil memainkan sebuah pematik api. Entah darimana Leo mendapatkan pematik itu. Yang jelas, tatapan mata Leo serta gaya stay cool Leo membuat anak punk itu heran bukan kepalang.


“Menyingkir dari hadapan istriku! Kalau kalian sampai maju selangkah lagi, akan aku patahkan kaki kalian semua! Aku serius,” ujar Leo dengan tatapan tajam mata elangnya. Sepertinya, Leo sengaja ingin bermain-main dengan para anak punk itu.


“Kapan kau mengambil pematik itu? Darimana kau mendapatkannya? Siapa kau?” tanya salah satu anak punk pemilik pematik yang dibawa Leo.


“Huh, kalian para bocah tengik tak perlu tahu siapa aku. Sebab, jika kalian tahu, aku khawatir kalian akan mengikuti jejakku. Bocah ingusan seperti kalian harusnya duduk manis di bangku sekolah, menimba ilmu sebanyak-banyaknya supaya kalian punya masa depan cerah. Bukannya bermain-main di sini dan mengganggu istri orang lain.”


“Hadeuh ini bocah benar-benar perlu dibina … alias dibinasakan!” sinis Leo. “Aku sangat jalas berbeda dengan kalian, meskipun aku seorang gangster, aku bukan gangster kaleng-kaleng seperti kalian yang masih bau kencur. Sebaiknya kalian seegra pergi dari sini sebelum tandukku keluar.” Leo tersenyum sinis sambil mengedipkan satu matanya pada Shena.


“Jangan banyak omong kau! Jawab pertanyaanku! Darimana kau dapat pematik api itu? Itu punyaku!” sengal salah satu anak punk penuh emosi.


“Aku sudah mengambilnya saat kita berpapasan tadi?” Leo menyeringai senang. “Sebenarnya, kunci mobilku tidak ketinggalan, benda kecil itu ada disakuku. Aku hanya memancing kalian semua keluar.” Leo beralih menatap Shena. “Maaf Sayang, aku memanfaatkan kecantikanmu untuk memancing mereka. Itu lebih baik daripada aku buat kerusuhan di tempat ini.” Leo menjelaskan pada istrinya kalau ternyata tadi dia cuma pura-pura ketinggalan kunci mobil.

__ADS_1


“Tidak apa-apa Sayang. Aku paham,” ujar Shena bangga pada kecerdasan Leo. Ia sama sekali tak menduga suaminya ini selalu peka bila ada hal yang mencurigakan dan bertindak selangkah lebih cepat dari bahaya yang mengintainya. Leo semakin luar biasa sekarang.


“Aku mencintaimu Sayang, beri hadiahku setelah aku membereskan pasa anak bau kencur ini!” Leo berdiri dan berjalan pelan ke depan anak punk yang tadi emosi karena pematiknya sudah ia ambil tanpa sepengetahuan pemiliknya entah bagaimana caranya.


“Jika kau berani memukul kami, maka seluruh anak punk yang ada wilioyaha ini akan datang kemari dan menghabisimu!” ancam anak punk itu tak takut dengan tatapan tajam amta Leo.


“Oh iya? Justru aku sangat ingin tau sispaa pemimpinmu! Biar sekalian kubereskan kalian semua!” gertak Leo tak kalah menakutkan. “Panggil mereka semua kemari, se-ka-rang!” tanbdas Leo tepat di manik mata anak punk tersebut.


Kerena tidak ada reaksi, maka Leopun langsung memberikan hadiah bogem mentah di pipi kiri anak punk itu sehingga memancing emosi rekan-rekannya yang lain. Para kumpulan berandal jalanan ini langsung mengeroyok Leo. Tentu saja, Leo yang sudah terlatih dan berpengalaman selalu bisa menangkis serangan mereka semua. Apalagi Leo jago sekali berkelahi. Tendangan dan pukulan maut Leo, dengan mudah ia layangkan pada tubuh anak-anak punk itu sehingga mereka semua jatuh tersungkur hanya dalam waktu sekejap.


Salah satu anak punk yang masih kuat, menyalakan kembang api dan menembakkannya ke atas langit-langit untuk mamanggil rekan-rekannya yang lain. Adegan seperti ini mengingatkan Shena pada film Kungfu Hustle dan ia juga baru sadar, kalau lokasi ia dan Leo berada ini memang mirip dengan kawasan tempat syuting film tersebut dilakukan, bahkan sepertinya, tempat ini adalah tempat sarang para gangster layaknya ada dalam film Steven Chou itu.


Tak perlu menunggu waktu lama, begitu kembang api ditembakkan, para kumpulan anak-anak punk dari berbagai macam jenis bentuk datang bergerombol ke tempat Leo dan Shena berada. Shena sendiri langsung berlari kedekat suaminya. Namun, ternyata Leo tak sendirian, para pengawalnya yang sudah tersebar diseluruh wilayah ini juga datang bergerombol. Alhasil, dua kubupun berkumpul dalam satu tempat parkir yang lumayan luas dan saling menatap tajam masing-masing kubu.


“Apa kita akan berperang disini?” tanya Shena was-was. Leo tak langsung menjawab, ia hanya tersenyum simpul sambil menatap serius pemimpin para kumpulan anak-anak punk ini.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


lihat video visualnya di Ig ku ya ...



__ADS_2