Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 89 Kabar


__ADS_3

Leo dan Arga saling berhadapan satu sama lain. Sebenarnya Arga sendiri juga agak ragu untuk bertanya pada Leo karena ia khawatir suami Shena itu tersinggung dan jadi kalap lagi seperti tadi, tapi rasa penasarannya jauh lebih kuat dari keraguannya. Jadi, Arga memutuskan untuk bertanya saja.


“Aku harap kau tidak salah paham lagi padaku terutama pada pertanyaan yang akan aku ajukan padamu,” ujar Arga hati-hati.


“Katakan ada apa?” tanya Leo dengan eksprsesi datar. Sebisa mungkin ia bersikap tenang dan tidak ingin kehilangan kendali lagi.


“Siapakah ... samurai yang kau maksud itu? Kenapa kau begitu marah pada Shena hanya karena dia? Apa yang terjadi? Aku tidak bermaksud ikut campur urusan kalian, aku hanya penasaran saja pada samurai yang telah membuatmu marah. Kalau Rega, sudah dari dulu dia terus mengganggu Shena dan aku berhasil melindunginya untukmu. Tapi kalau Samurai itu ... aku tidak tahu,” terang Arga sedikit waspada. Semoga saja, Leo tidak kalap lagi setelah mendengar pertanyaannya.


Untuk sesaat Leo memang terdiam, tapi ia juga ingin tahu alasan kenapa samurai itu sangat menginginkan Shena dan berusaha melenyapkannya. Dengan santai, Leopun menceritakan apa yang ia alami bersama Shena di pulau Selayar hingga Yeon terlahir disana.


“Seperti apa sosok samurai itu?” tanya Arga menyembunyikan rasa terkejutnya setelah Leo selesai bercerita. Ia tidak bisa membayangkan kesulitan yang dialamai Shena dan Leo selama berada disana gara-gara samurai itu.


“Dia bertato, rambutnya gondrong dan juga sangat ahli pedang. Sayangnya, ia agak gaptek. Itu menurutku, aslinya seperti apa dia, aku tidak tahu,” jawab Leo.


Arga terkejut dan tubuhnya langsung menegang setelah mendengar penjelasan Leo. Rasa shock yang begitu kuat, menyerang Arga sehingga ia sendiri tidak tahu apa yang harus ia katakan. Tiba-tiba terlintas diingatannya sesosok anak remaja dengan ciri-ciri sama seperti yang digambarkan Leo padanya.


“Jangan-jangan, dia ...” Arga tidak melanjutkan kalimatnya. Dan Leo langsung menatapnya tajam.

__ADS_1


“Kau mengenalnya? Katakan padaku, siapa dia? Apa yang kau ketahui tentangnya?” desak Leo.


Arga menundukkan kepalanya sambil sedikit memijat-mijat keningnya. Ia bersusaha meyakinkan diri bahwa ciri-ciri orang itu memang sama seperti yang disebutkan Leo, tapi ia juga tidak terlalu yakin, bisa saja dia salah kira orang. Namun, Leo terus saja mendesaknya untuk menceritakan sosok yang Arga yakini sebagai samurai. Akhirnya, mau tidak mau, sahabat Shena itupun menceritakan apa yang ia tahu semasa samurai remaja itu selama tinggal disini.


“Dulu, ada satu anak remaja yang pernah tinggal disini bersama ayahnya yang seorang ronin, nama orang itu adalah Mayoshi. Dia keturunan langsung dewa pedang samurai yang terkenal di Jepang. Kalau tidak salah, nama dewa pedang itu adalah Miyamoto. Mayoshi membawa putranya yang bernama Moshi ke desa ini. Mayoshi adalah kenalan ayah Shena. Paman Rendra menyelamatkan Mayoshi dari kejaran musuh kakeknya, dan untuk beberapa saat Mayoshi dan Moshi tinggal di desa ini dan menyamar sebagai penduduk desa setempat. Hanya itu yang aku tahu, tapi aku sama sekali tidak menyangka, Moshi memendam rasa pada Shena. Pantas saja, ia selalu menatapku dengan tatapan ingin membunuh saat aku bermain bersama dengan Shena.” Arga menjeaskan apa yang ia ingat dulu.


“Kapan mereka datang kemari? Apa aku sudah ada disini?” tanya Leo. Darahnya sudah mendidih saat Arga menceritakan seluk beluk tentang samurai itu meski tidak selngkapnya. Tapi membayangkan Shena pernah bersamanya, itu cukup membuat Leo merasa sesak di dada.


“Dia sudah ada di desa jauh sebelum kau datang. Namun, tepat di hari kedatanganmu, paman Rendra bertengkar hebat dengan Mayoshi sehingga ia dan putranya meninggalkan desa ini. Tak berselang lama, Shena dan ayahnya, menemukanmu terhanyut di sungai. Yang menjadi pertaanyaan adalah, apa yang mereka perdebatkan kala itu? Sampai detik ini, tidak ada yang tahu apa penyebabnya.”


“Terimaksih atas informasinya, Ga. Jangan katakan apapun pada Shena karena ia sama sekali tidak mengingat apa-apa. Kenangan buruk setelah kehilagan kedua orangtuanya membuat Shena tak ingin lagi mengingat kenangan menyakitkan itu. Kini, istriku sudah melupakan segalanya dan memulai lembaran baru bersamaku, sebaiknya identitas samurai itu biarkan saja hanya aku dan kau saja yang tahu. Jangan sampai ada orang lain yang mengetahui semua ini.”


“Aku setuju denganmu. Lebih baik, Shena memang tidak tahu. Rahasia ini aman bersamaku, kau tenang saja.” Arga menepuk pelan bahu Leo dan memutuskan untuk kembali masuk ke dalam rumah bibi Egha.


Sedangkan Leo sendiri, langsung mengambil ponselnya dan menelepon seseorang. “Halo, ini aku ... segera cari informasi mengenai orang yang akan aku kirimkan namanya padamu melalui pesan. Jangan sampai ada yang tahu kalau aku mencari orang itu bahkan kakakku sekalipun. Kau punya banyak waktu, jadi jangan terburu-buru, yang penting jangan sampai ketahuan.” Leo menutup sambungannya dan melihat Shena sedang bersenda gurau dengan Bu dewi dan juga bibi Egha dari kejauhan. Sementara Yeon juga sangat senang berada ditengah-tengan tawa mereka mereka semua.


“Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi kali ini, jika aku sampai menemukanmu, maka aku sendirilah yang akan mengubur jasadmu!” geram Leo sambil mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


Leo berjalan pelan mendekat ke arah Shena yang tersenyum manis padanya. Namun, belum juga Leo sampai dihadapan istrinya, tiba-tba ponsel Leo berdering. Suami Shena itu mengangkat panggilan telepon dari pengacaranya dan memberitahukan sesuatu. Seketika Leo langsung berdiri mematung mendengar kabar yang diberitahukan pengacara keluarganya tersebut.


“Apa?” pekik Leo dan mengagetkan semua orang termasuk Shena. Namun mati-matian Leo bersikap sewajarnya. Mata Leo menatap tajam mata Shena begitu juga sebaliknya. “Temui aku sekarang juga!” ujar Leo sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Ada api kemarahan yang besar dalam diri Leo. Sepertinya, ia ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya tapi ia tidak bisa melakukannya disini. Sekali lagi, Leo memutuskan pergi keluar tapi kali ini, ia pamit dulu pada semua orang dan menyembunyikan amarahnya.


“Maaf aku harus pergi sebentar, jika butuh apa-apa ... kalian tinggal bilang saja pada semua anak buahku yang berjaga disini.” Leo tidak ingin mendengar balasan jawaban dari semuanya dan langsung nyelonong pergi begitu saja.


Shena yang mengetahui ada gelagat tidak beres pada suaminya juga bermaksud ikut menyusul kepergian Leo. “Bibi, maaf aku harus merepotkan Bibi lagi. Aku merasa, ada sesuatu yang terjadi dengan Leo. Tolong jaga Yeon, jika butuh ASI, aku sudah menyiapkannya di kulkas, bibi tinggal menghangatkannya, bibi pengasuh akan membantu Bibi. Maaf Bi, aku sangat mengkhawatirkan Leo, jika kalian membutuhkanku, telepon saja aku.”


“Ehm, pergilah. Semoga masalah kalian cepat selesai,” ujar Egha menenangkan. “Jangan khawatirkan Yeon. Dia anak yang pintar dan tidak rewel. Semua orang disini juga menyayanginya. Kau tenang saja, cepat kejar suamimu.” Egha mengusap lembutrambut Shena.


“Terimakasih, Bi.” Shena mengecup pelan kening putranya dan pamit pada semuanya untuk mengejar Leo yang sudah pergi entah kemana.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2