Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 280 Cinta


__ADS_3

Leo dan Shena masuk ke dalam mobil limosin hitam mereka dan melaju cepat meninggalkan gedung putih milik Datuk Situroja. Di depan dan belakang mobil limosin Leo, ada mobil pengawal Leo yang selalu siap siaga menjaga majikan mereka untuk mengantisipasi segala macam bahaya meskipun untuk saat ini, Leo beserta yang lainnya telah aman sentosa sejahtera. Tak kana dan musuh yang berani mengusik Leo lagi setelah apa yang ia lakukan terhadap Datuk.


Sebuah pesawat jet melintas cepat dari atas mobil Leo kearah depan dan Leo mengamati kepergian pesawat jet itu sambil tersenyum senang. Ia juga melihat istrinya yang sedang menikmati pemandangan malam disekelilingnya. Meskipun gelap, Shena tetap menyukai tempat ini. Tempatnya dekat dengan perbukitan tinggi yang tampak eksotis. Ia baru sadar kalau letak gedung putih itu ternyata ada dibawah bukit yang ia lewati sekarang ini.


Jalanannya saat ini, semakin lama semakin menanjak tinggi sehingga gedung putih megah itu jadi semakin terlihat jelas dibawahnya. Leo mengambil ponselnya dan menelepon seseorang dan sengaja membiarkan Shena berkutat dengan pikirannya sendiri.


“Apa sudah tidak ada siapa-siapa di sana?” tanya Leo pada orang yang ia telepon. “Cepat pergi dari situ, kalian punya waktu 10 menit dari sekarang.” Leo kembali menutup panggilannya dan menatap Shena yang juga langsung melihatnya heran.


“Apalagi yang sedang kau rencakan sekarang?” tanya Shena. Raut wajahnya tenang dan datar-datar saja.


“Jurus pamungkas. Aku selalu membereskan segala hal sampai ke akar-akarnya tanpa sisa dan tak berbekas,” jawab Leo penuh makna. Kemudian beralih pada sopirnya. “Hentikan mobilnya sekarang,” pinta Leo.


Seketika mobil Leopun berhenti tepat diatas puncak bukit dimana hanya terlihat gedung putih berdiri kokoh dibawahnya. Jika siang hari, pasti pemandangan ini terlihat lebih indah bila dibandingkan dengan malam hari.


“Kenapa kita berhenti di sini?” tanya Shena bingung.


“Ayo, kita keluar Sayang. Akan aku tunjukkan pemandangan yang sangat indah sebentar lagi.” Leo keluar lebih dulu lalu membukakan pintu mobil untuk istrinya.

__ADS_1


Si gengster itu menjulurkan tangan dan menggenggam erat tangan Shena. Keduanya berjalan dan berdiri tegak beriringan dipinggiran pembatas jalan yang menjulang tinggi di atas bukit. Leo juga melihat dua mobil lain milik anak buahnya sudah menjauhi gedung putih megah itu.


Shena sungguh tidak tahu kenapa Leo mengajaknya berdiri di pinggir jalan dan hanya diam menatap gedung putih megah tersebut. Shena juga mencium bau aneh dari kejauhan tapi ia tak tahu darimana asal muasal bau aneh tersebut. Ia ingin sekali bertanya pada suaminya apakah ia mencium bau yang sama dengannya atau tidak. Namun, niatnya ia urungkan karena wajah Leo terlihat sangat serius seolah ia sedang fokus pada sesuatu.


“Kau tahu, Sayang. Bukan hanya kau saja yang marah jika ada orang lain merendahkan atau bahkan berani menghina ayah. Aku … takkan pernah memaafkan orang itu. Akan aku buat orang itu menyesal selama hidupnya kerena telah berani mengusik ketenangan keluargaku. Untuk itu … aku akan memusnahkan seluruh tempat ini agar arwah si Datu itu menangis pilu dikuburannya.” Selesai berkata demikian, Leo mengeluarkan pematik milik ayahnya yang ia kira, kini sedang bermeditasi dengan ibunya di suatu tempat yang jauh dari hiruk pikuk dunia.


Leo menyalakan pematik itu dan salah satu anak buah Leo memberikan obor padanya yang entah mereka dapat darimana. Sepertinya, mereka memang sudah menyiapkan segala hal yang dibutuhkan Leo dalam mengeksekusi semua musuh-musuh Leo.


Dengan tatapan mata menakutkan, Leo menyalakan obor dari pematik itu hingga obor tersebut menyala terang. “Ini … adalah pembalasan dariku karena kau telah berani mengusik ketenangan keluargaku. Dan juga atas nama ayahku, akan ku bakar habis seluruh istanamu! Kau dengar itu Datuk Situroja!” teriak Leo menggelegar. “Bahkan di alam bakapun, kau takkan pernah bisa tenang!” sambil berteriak. Leo melemparkan obor tersebut dan blurrr ….


Begitu obor menyentuh tanah, api besar langsung menjalar mengelilingi seluruh gedung putih itu dengan cepat. Dalam sekejap, gedung putih megah terbakar habis tak tersisa. Rupanya, pesawat jet tadi adalah pesawat sama seperti yang digunakan Leo untuk membakar habis seluruh aset milik Datuk Situroja, yang tersebar luas di berbagai tempat berbeda,


Mata Shena terbelalak melihat api besar menyala bagai amukan api neraka. Mulut Shena bahkan menganga lebar saat kobaran api itu melahap habis seluruh gedung. Bangunan indah itu, kini sudah lenyap tak berbekas dan hanya menyisakan abu. Dengan begitu, tak ada lagi jejak mafia yang bernama Datuk Situroja seiring lenyapnya gedung putih yang dibangun atas namanya.


Shena terpukau atas aksi suaminya ini. Dari luar, ia terlihat tenang saat ayahnya tadi sempat disinggung oleh Datuk, tapi ternyata, Leo menyimpan api kemarahan yang begitu dalam melebihi Shena. Hal itu menunjukkan bahwa betapa sayangnya Leo terhadap orangtuanya meskiun mereka selalu saja bertengkar bila bersama.


Itulah keluarga, saling menyayangi, melindungi dan memahami satu sama lain. Shena sangat bahagia menjadi bagian dari keluarga ini. Tak peduli seberapa bahaya yang ia hadapi saat menjadi Nyonya Leopard Pyordova, Shena tetap bangga dan terus ingin bersama dengan keluarga besar suaminya. Sebab, hidup Shena hanyalah Leo dan seluruh anggota keluarganya. Tidak ada yang lain lagi.

__ADS_1


“Kau luar biasa hari ini Leoku Sayang. Aku … mencintaimu selamanya,” ujar Shena mmeluk tubuh suaminya. Ia mearsakan kehangat yang luar biasa saat Leo membalas pelukan istrinya.


“Kau adalah hidupku. Terimakasih sudah kembali padaku dan mengingat semua kenangan kita bersama, Sayang. Aku juga sangat mencintaimu melebihi apapun yang ada di dunia fana ini. Tak peduli berapa kalipun kau kehilangan ingatan, aku akan terus mencintaimu sampai mati.” Leo mencium kening Shena sambil terus menatap kobaran api dihadapannya.


***


Sementara dikediaman Leo, Yuna tertidur pulas dikamarnya pasca insiden ledakan mobil yang terjadi akibat ulah orang yang telah membuatnya menderita. Sepertinya, Refald memang sengaja membuat Yuna pingsan agar gadis kecil itu tak melihat hal ajaib yang Refald lakukan kecuali anggota keluarganya sendiri. Dengan Begitu, Yuna takkan tahu apapun insiden yang terjadi sebelum ia dibawa pulang ke mension Leo.


Di pojokan kamar, Yeon berdiri menatap tajam wajah gadis manis yang terkapar tak berdaya diatas ranjang. Ini pertama kalinya ia menjauh dari keluarganya dan memilih menjaga gadis ini hingga ia tersadar kembali. Pantas saja saat Refald menelepon Leo, yang terdengar hanyalah suara Bima dan Lea saja. Sedangkan Yeon, ada di dalam kamar bersama dengan Yuna yang belum terjaga dari pingsannya.


Ada banyak hal yang dipikirkan Yeon sekarang, termasuk aksi Yuna yang tanpa pikir panjang rela mengorbankan dirinya demi melindungi Yeon. Mereka berdua tak saling kenal sebelumnya, keluarga atau teman juga bukan. Tapi mengapa Yuna bersedia mati untuknya? Itulah yang menjadi pertanyaan di hati Yeon dan ia ingin sekali tahu apa alasan Yuna rela menjadikan tubuhnya sebagai temeng dirinya.


“Kenapa kau lakukan itu, Yuna?” gumam Yeon dari kejauhan. Matanya terus menatap tajam wajah cantik Yuna.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


Dilarang Baper ya … hehehehe ….


__ADS_2