
Susah payah Leo dan Roy menggunakan seluruh tenaga dalam mereka agar cepat sampai ke tempat istri-istri mereka berada. Sayangnya, keduanya terlambat karena baik Laura ataupun Shena sudah membuka isi kotak itu. Roy terpaku melihat wajah Laura langsung shock habis melihat foto-oto mesra suaminya bersama wanita lain di atas ranjang.
Begitupula dengan Leo yang langsung tertegun menatap Shena yang sedang memerhatikan sebuah foto dimana suaminya, terekam kamera saat makan malam bersama dengan seorang wanita bule. Foto Leo masih mending ketimbang Roy. Suami Laura itu benar-benar tak memakai pakaian dan hanya berbalut selimut tebal dan yang lebih mengejutkan adalah disebelah Roy, memperlihatkan foto seorang wanita seksi berbaring dipelukan suami Laura.
Suasana mendadak hening, sepi, sesunyi embun pagi. Bahkan suara nyamuk dan lalatpun tak terdengar di tempat ini. Laura masih terpaku menatap semua foto-foto vulgar suaminya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Sedangkan Shena, ia menunggu reaksi sahabatnya yang pastinya merasa terluka melihat foto orang yang dicintai tidur bersama dengan wanita lain. Meskipun kejadian itu sudah lama berlalu, tetap saja, rasanya nyesek juga.
Tak ada yang bisa dilakukan Shena saat ini selain menunggu apa yang akan dilakukan sahabatnya. Di kotak itu, memang ada foto Leo juga bersama dengan wanita lain, tapi suaminya hanya bersikap biasa saja pada wanita yang duduk dihadapannya. Tidak ada yang aneh dari foto-foto Leo.
Sebelumnya juga, Leo pernah bilang kalau sebelum ia bertemu dengan Shena, suaminya yang terkenal playboy dan gonta ganti pasangan, sering ngajak dinner banyak wanita yang berbeda-beda. Dan sungguh-sungguh hanya sekedar dinner, tak lebih dari itu. Tidak ada alasan bagi Shena untuk meragukan ketulusan cinta Leo terlepas apa yang sudah mereka arungi bersama selama ini.
Berbeda dengan kasus Laura. Foto-foto itu benar-benar nyata. Hati wanita mana yang tidak hancur lebur mengetahui belang suaminya yang sebenarnya. Bahkan untuk shockpun tidak akan cukup dialami oleh wanita yang mengira bahwa Roy tidak sampai melakukan hal diluar batas seperti itu meskipun dulunya Roy juga 11 12 dengan Leo. Kenyataan pahit ini benar-benar membuat Laura serasa merasakan sesak yang begitu menyayat hati. Lebih sakit ketimbang disayat belati tertajam sekalipun.
“Ra … foto itu … itu … tidak seperti yang kau bayangkan. Aku bisa jelaskan, tolong dengarlah penjelasanku.” Roy mencoba menjelaskan pada istrinya meskipun ia tahu Laura takkan mudah percaya begitu saja.
Tidak ada reaksi apapun dari Laura. Wanita cantik itu, tetap diam menatap foto-foto suaminya tanpa mau melihat wajah tampan Roy yang terlihat melas berdiri dibelakangnya.
__ADS_1
“Shena,” panggil Laura pada sahabatnya yang berdiri di samping Laura. “Tolong katakan pada pria brengsek yang ada di belakangku ini untuk tak lagi bicara padaku. Aku hanya ingin sendiri sekarang,” ujar Laura menatap tajam mata Shena yang bingung karena meskipun Shena tidak mengatakan pesan sahabatnya, Roy pasti sudah bisa mendengar ucapan Laura sendiri.
“Sayang, jangan seperti itu … aku bisa jelaskan kronologi kejadiannya. Leo juga ada di sana, sungguh … seingatku … aku tak melakukan apa-apa. Kalau kau tidak percaya, tanya saja pada Leo?” Roy mencoba meminta bantuan Leo untuk ikut menjelaskan. Namun, belum juga Leo buka suara, Laura tiba-tiba mengatakan kalimat yang sangat mencengangkan sehingga membuat Leo dan Shena saling pandang.
“Shena, bilang pada si brengsek ini untuk tidak menjelaskan apapun padaku karena aku tak butuh penjelasan darinya. Katakan pula pada teman si brengsek itu, supaya tidak ikut campur urusan ini. Jika tidak … maka … hubungan ini, selesai sampai disini,” ujar Laura tanpa ada keraguan dalam nada suaranya seolah ia tidak main-main dengan ancamannya.
Wanita yang sedang kalut akut itupun memilih pergi karena sudah tak tahan lagi berada didekat suaminya yang sudah membuatnya terluka. Sangat sangat terluka sampai air matanya sudah tak bisa dibendung lagi. Melihat kondisi Laura, Shena sungguh tak tahu harus berbuat apa. Iapun tak perlu menyampaikan pesan Laura barusan, karena Shena yakin, dua bauya laknaat itu pasti sudah mendengarnya.
Tanpa buang waktu lagi, Shena mengikuti langkah Sahabatnya dan bermaksud untuk menemaninya sampai Laura kembali merasa tenang dan bisa menyelesaikan masalah ini. Nggak lucu aja, kalau rumah tangga Laura dengan Roy hancur hanya karena sebuah foto dan kehadiran ulat bulu. Shena bertekad untuk membantu sahabatnya menyelesaikan masalah yang terjadi antara Roy dan Laura meskipun membutuhkan waktu yang tak sebentar. Namun, baru juga selangkah Shena berjalan, Leo langsung mencekal lengan Shena dan mencegahnya pergi.
“Lepaskan aku … atau hubungan kita juga akan berakhir sampai di sini!” ancam Shena marah. Mata merah Shena membuat Leo tak bisa memaksa istrinya untuk tetap tinggal bersamanya.
Baru kali ini Leo melihat Shena semarah itu. Ada beberapa isyarat mata yang disampaikan Shena sehingga membuat Leo melepas cekalan tangannya. Begitu terlepas, Shena langsung berlari pergi menyusul Laura tanpa berkata apa-apa lagi.
Roy terhuyung mundur melihat betapa tersiksanya Laura saat ini, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Hal paling menyakitkan, dirasakan Roy saat ini adalah menyaksikan wanita yang dincintainya terluka karenanya. Bukannya Roy tidak mau berusaha membujuk Laura agar bisa memahami situasinya, tapi saat ini, Roy tak ingin menambah kemarahan istrinya bila ia memaksakan diri memberikan penjelasan. Bagaimanapun juga, ini semua memang salah Roy dan ia hanya bisa menunggu Laura tenang kembali agar dapat membukakan pintu maaf atas kekhilafannya.
__ADS_1
“Ayo Roy!” ujar Leo sambil terus menatap punggung Shena yang kini sudah menghilang dari pandangan.
“Ke mana?” tanya Roy bingung. Ia sudah tak punya tenaga lagi untuk berdiri.
“Buat onar. Mereka sudah mulai menyulut api, tak ada gunanya kau berusaha menutupi api itu. Kita bakar saja sekalian toh Laura sudah mengetahui semuanya. Aku benar-benar kesal sekarang. Istriku yang cantik jadi semarah itu padaku. Aku … benar-benar tidak bisa memaafkan orang-orang yang sudah berani membuat Shenaku jadi marah. Akan aku habisi mereka semua.” Leo mengepalkan kedua tangannya.
Nada suaranya juga terdengar menakutkan. Pancaran api kemarahan bahkan terlihat seolah sedang menyelimuti seluruh tubuh Leo.
“Tapi … mereka berbahaya! Kau tak bisa seenaknya saja datang ke tempat mereka. Mereka semua punay system keamanan yang super duper canggih. Aku juga dengar kalau Magdalena dan Senorita adalah kekasih konglomerat yang berkuasa di italia. Bahkan ia punya ikatan kerjasama dengan mafia kelas kakap di sana.” Roy menjelaskan situasinya pada Leo seberapa bahaya 2 wanita yang sudah mulai menunjukkan taring dan gigi mereka.
“Harusnya, merekalah yang gemetar ketakutan mengetahui kedatanganku ke tempat mereka, Roy. Mereka belum tahu saja … Siapa Leopard Bay Pyordova!” tandas Leo dengan ekspresi wajah kerennya.
Kalau Leo sudah turun tangan, maka siapapun yang cari gara-gara dengan Leo bakal lebih cepat pergi ke alam baka sebelum waktunya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
****