Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 208


__ADS_3

Shena tak pernah menyangka di negeri asing begini ada juga orang yang menginginkan kematiannya? Dan hal itu memang sudah resiko yang harus ditanggung Shena karena menjadi bagian dari keluarga Pyordova. Keluarga Leo bukan hanya keluarga bangsawan, tapi juga merupakan keluarga mantan mafia dan pernah berjaya di masanya. Tak heran, jika musuh keluarga Leo, memang ada dimana-mana.


"Jika benar ada yang ingin membunuh kita, bagaimana kau bisa selamat dari mereka? Kau juga sedang terluka, dan baru saja dioperasi." Shena mencemaskan keadaan suaminya, tapi ia juga sangat penasaran bagaimana cara Leo lolos dari kematian.


Shena pernah mengalami luka tembak, jadi ia mengerti seperti apa rasanya. Jangankan lari menghindari musuh, untuk bergerak saja sakitnya minta ampun. Shena tak tahu kesulitan apa yang dialami suaminya saat ia mengindari musuh yang ingin membunuhnya. Kedengarannya sadis dan mengerikan. Membayangkannya saja, Shena tidak berani.


"Aku baik- baik saja, Sayang. Dokter sudah memberiku obat anti nyeri dan lukaku sudah kering dalam waktu singkat. Aku yakin ini karena ulah si biksu Tong itu, makanya aku pulih dengan cepat." Alasan yang diberikan Leo memang tepat. Jika orang lain mungkin tidak akan bisa seperti Leo. Berhubung ada campur tangan Refald makanya suami Shena ini bisa menghindari musuh yang ingin melenyapkannya.


"Bisa jadi sih, aku juga sempat melihat kak Refald masuk keruang operasi dan setelah itu aku tak sadarkan diri. Tapi ... kau belum jawab pertanyaanku, bagaimana kau bisa lolos dari maut padahal tidak ada kak Refald di ruangan kita waktu itu."


"Setelah memastikan kau dan Yeon aman. Aku dan Roy mengambil kloningan tubuhku dan meletakkannya di ranjang seperti yang kau lihat tadi. Lalu kami bersembunyi ditempat yang takkan pernah mereka sadari. Tak berselang lama, seseorang yang menyamar sebagai suster datang dan menyuntikan sebuah cairan pada tubuh palsuku. Sepertinya itu adalah cairan yang bisa merusak paru-paru seseorang. Suster itu juga mencari keberadaanmu yang tentunya takkan bisa ia temukan.


"Sebab, begitu kau masuk ke sebuah ruangan, para anak buahku mengganti nomer ruanganmu setiap 1 jam sekali tanpa kentara. Sebelum itu, aku juga meminta bibi pengasuh Yeon untuk memberimu obat tidur supaya kau tertidur pulas tanpa terganggu oleh kebisingan yang ada diluar ruangan." Leo menggenggam erat tangan Shena dan menatapnya lembut. "Maafkan aku, Sayang. Aku terpaksa melakukannya karena aku tak ingin kau terluka."


Shena terpana mendengar penjelasan suaminya. Pantas saja bibi pengasuh itu terlihat aneh saat Shena membuka mata. Wanita paruh baya itu terus berkeringat dingin seolah ada yang ia sembunyikan selain memberikan kabar palsu tentang kondisi suaminya. Ternyata inilah alasan dibalik sikap aneh pengasuh Yeon. Kemungkinan besar wanita tersebut tak biasa berbohong, makanya jadi gugup.

__ADS_1


"Astaga, sebahaya itukah orang itu sampai kau harus melakukan trik semacam ini? Bagaimana bisa itu terjadi, lalu ... dimana suster itu sekarang? Dan Yeon? apa ..."


"Putra kita aman, Sayang. Begitu kau datang keruang ICU, bibi pengasuh membawa Yeon keluar dari rumah sakit dengan pengawasan dan pengawalan ketat dari seluruh pasukanku. Kita akan bertemu Yeon lagi nanti. Dan mengenai suster itu ... Roy sudah membereskannya, kau tenang saja. Sebagai gantinya aku sudah mengirim mata-mata untuk menggantikan suster suruhan mereka dengan memakai wajah yang sama dengan suster itu.


"Aku akui, Jepang memang memiliki teknologi canggih yang patut diacungi jempol karena bisa menciptakan kloning yang terbuat dari boneka mirip dengan tubuh manusia aslinya. Bahkan kaupun sampai tak bisa membedakan mana suamimu yang asli dan yang bukan. Aku benar-benar tersentuh saat kau menangis pilu di depan jasad palsuku." Leo manatap mesra wajah istrinya yang tak terlihat marah dan sedih lagi tapi berubah jadi merah antara malu dan juga kesal.


Istri Leo itu merasa malu dan langsung membuang muka bila mengingat betapa histerisnya dia ketika melihat tubuh kaku suaminya yang ternyata hanyalah boneka palsu. Leo menyembunyikan senyumnya dan menyentuh dagu Shena supaya istri tercintanya ini mau menatapnya lagi.


"Sungguhkah kau tak bisa hidup tanpaku, Sayang?" tanya Leo dengan suara merdunya.


Tak ada kata-kata yang keluar dari bibir Shena. Namun, kedua tangannya terulur dan langsung memeluk erat tubuh orang yang sangat dicintainya. Hati Shena benar-benar lega bisa mendengar detak jantung Leo yang berdebar sangat kencang.


Sebuah ciuman mesra, mendarat mulus dibibir lembut Shena. Keduanya saling mencurahkan hati dan perasaan mereka masing-masing. Baik Leo dan Shena sama-sama tenggelam dalam lautan cinta yang menyelimuti keduanya.


"Aku tidak akan memaafkan orang-orang yang cari gara-gara dengan kita Sayang. Begitu kubereskan mereka malam ini, kita bisa kembali lagi ke rumah dan pergi ke tempat-tempat yang kau inginkan sesuai janjiku." Leo menyudahi ciuman mautnya sambil terus di menatap Shena.

__ADS_1


"Tapi siapa mereka? Kenapa ingin membunuh kita semua?"


"Siapa lagi? Mereka adalah orang-orang yang haus akan harta dan kekuasaan. Mereka bisa melakukan apa saja demi bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan termasuk melenyapkanku dan seluruh keturunan keluarga Pyordova. Mereka adalah rekan-rekan kerja ayahku yang tak setuju jika seluruh aset serta perusahaan yang mereka dirikan bersama ayah, jatuh ke tanganku sebagai pewaris tunggal keluarga Pyordova. Itulah motif mereka melakukan ini semua padaku, serta istri dan anakku."


"Tapi mereka rekan bisnis ayah? Bagaimana bisa mereka merencanakan hal keji terhadap putra rekan kerja mereka sendiri?"


"Inilah sisi gelap dari dunia bisnis Sayang. Segala hal bisa berubah, apalagi jika itu menyangkut yang dan kekuasaan. Ayah tahu kalau hal ini bakal terjadi, sebab itulah ia membekaliku jiwa gengster untuk menghadapi mereka semua. Dan sekarang inilah saatnya keahlianku itu kugunakan supaya tak ada lagi yang berani menyakitiku, ataupun orang-orang yang aku cintai."


Shena memejamkan mata mendengar penjelasan suaminya. Sebenarnya dalam dunia mafia dan orang-orang sultan lainnya, hal seperti ini pasti bakal terjadi cepat atau lambat. Namun Shena tak menduga bakal terjadi secepat ini bahkan disaat ia belum siap. Sepertinya, setelah ini, Shena harus melakukan sesuatu agar bisa membantu melindungi suami dan seluruh keturunannya jika hal serupa terjadi lagi dimasa depan.


Tiba-tiba berita kematian sang sultan dan istrinya, yang tak lain adalah Leo dan Shena mulai tersebar dimana-mana. Inilah yang diinginkan Leo untuk mengelabuhi musuhnya. Dengan begitu, Leo bisa dengan mudah membasmi orang-orang yang sudah berani cari gara-gara dengannya. Apalagi sampai ingin membunuhnya. Siapapun orang ini, ia akan mendapat hukuman yang setimpal atas apa yang sudah ia lakukan.


Sekarang yang menjadi pikiran Shena, diluar sana tak hanya heboh kabar tentang kematian Leo saja, tetapi juga kematian Shena sendiri. Wanita cantik itu tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Laura sekarang. Sahabatnya itu pasti shock berat seperti yang ia alami saat mendengar kabar kematian suaminya. Dan yang patut disalahkan dalam hal ini adalah Roy karena tak memberitahu istrinya lebih awal.


"Awas kau Roy, kalau sampai Laura kenapa-napa. Akan ku cincang kau jadi daging giling," geram Shena dan Leo hanya tersenyum melihat ekspresi Shena yang tadinya berduka, kini berubah jadi kesal gara-gara ide gila Roy.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2