Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 266 Dua Wanita


__ADS_3

Angin topan mendadak datang entah dari mana dan menerbangkan banyak dedaunan kering serta batu-batu kecil dalam satu pusaran angin yang semakin lama, semakin membesar. Angin topan itu terus saja berputar-putar menyapu apa saja yang dilewatinya termasuk orang-orang yang tadi mengepung Yeon dan Yuna.


Kebetulan mereka semua tidak bisa bergerak karena kaki mereka terluka akibat tembakan dari para pengawal Leo yang sampai sekarang masih bersembunyi ditempatnya. Anehnya, anak buah Leo ini tidak tersapu badai karena angin topan itu hanya mengitari lapangan terbuka saja. Sebenarnya, sasaran angin tersebut adalah orang-orang yang mencoba melukai Yeon, tidak ada yang lain. Leo, Shena, Yeon dan Yuna tak ikut tersapu angin topan yang ternyata, diciptakan oleh Refald. Jadi, Leo dan yang lainnya tetap aman-aman saja dan tak perlu mengkhawatirkan angin topan tersebut.


Refald datang setelah menggiring angin topan ciptaannya ke tempat yang tak bisa dijangkau manusia bersama dengan apa saja yang terbawa bersama angin. Ia menenangkan Yeon yang sedang bingung melihat kondisi Yuna terluka parah.


“Paman, anak ini …” seru Yeon cemas.


“Tenanglah Yeon, kau jangan bergerak atau tulangnya bisa patah. Sini, berikan padaku.” Refald meletakkan kedua tangannya dibawah punggung Yuna untuk menggantikan posisi tangan Yeon. Begitu dapat, Refald langsung berdiri dan mengangkat tubuh Yuna mendekat kearah mobil Leo yang juga panik karena Shena pingsan.


“Yeon, buka pintu mobilnya,” ujar Refald saat ia sudah sampai di samping pintu mobil Leo. Yeon bergegas membuka pintu mobil tersebut dan duduk di bangku belakang. Refald meletakkan Yuna yang tak sadarkan diri dengan hati-hati dengan kepala ada dipangkuan Yeon. “Pegangi dia, aku akan memeriksa kondisi ibumu.” Refald menutup pintu mobil dan berjalan ke tempat Shena pingsan.


“Bagaimana keadaannya?” tanya Leo mencemaskan kondisi istrinya begitu Refald memeriksa keadaan Shena.


“Dia baik-baik saja, pergilah ke rumah sakit. Yuna terluka, jika dibiarkan … kondisinya bisa kritis,” terang Refald.


“Kau tidak ikut denganku?” tanya Leo sambil mengencangkan sabuk pengaman Shena.


“Aku harus membereskan tempat ini agar tidak ada yang curiga dengan perbuatanku, nanti aku menyusul. Oh iya, Rey dan Fey sudah ada dirumahmu, kau tak perlu mengkhawatirkan anak-anakmu yang lain. Hanya saja, masalahmu belum selesai sampai disini. Rentenir itu masih mengincar gadis kecil ini. Selanjutnya, kau bereskan saja sendiri.”


“Ehm, aku akan membuat perhitungan dengan orang-orang yang sudah berani merusak ketenangan keluargaku. Terimakasih atas bantuanmu, Kak. Aku pergi dulu, cepat temui aku begitu kau selesai di sini.”

__ADS_1


“Ehm, hati-hati. Jangan ngebut! Punggung gadis kecil itu terluka.” Refald mengingatkan Leo dan suami Shena itu hanya mengangguk.


Sesampainya di rumah sakit, baik Yuna ataupun Shena langsung mendapat perawatan medis diruangan yang berbeda. Bagian luar tubuh Yuna tak terluka, tapi bagian dalamnya lumayan mengkhawatirkan. Yuna mengalami cedera dibagian punggung sehingga kemungkinan besar ia takkan bisa berenang, bermain basket ataupun olahraga yang menggunakan kekuatan tangan akibat cedera dipunggungnya. Selebihnya, tak ada masalah lain lagi.


Sedangkan Shena, dokter belum bisa memastikan seperti apa kondisi Shena yang sekarang sebelum istri Leo itu sadarkan diri. Shena tidak mengalami luka apapun. Saraf otaknya juga baik-baik saja. Mungkin Shena pingsan karena terlalu shock berat setelah melihat suatu kejadian yang mengingatkannya akan masa lalunya sehingga menimbulkan rasa sakit dikepalanya. Agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, dokter hanya menyarankan supaya untuk sementara, Shena tak boleh banyak pikiran ataupun mengalami shock lagi, sebisa mungkin Shena harus terus merasa rileks dan nyaman sampai kondisinya benar-benar pulih. Ia juga tidak boleh tertekan.


Mendengar kedua wanita berbeda usia itu baik-baik saja, Leo dan Yeon merasa lega. Mereka sama-sama membuang napas dan sama-sama duduk di kursi ruang tunggu. Ini pertama kalinya, Leo melihat putranya secemas itu. Sebelumnya, Yeon adalah anak yang sangat cuek terhadap segala hal dan tak suka banyak bicara. Namun kali ini, putra sulung Leo menunjukkan sisi lain dari dirinya yang biasanya.


“Kau bak-baik saja? Pakaianmu kotor sekali? Pulanglah bersama pamanmu begitu ia tiba kemari,” ujar Leo sambil menepuk pelan punggung putranya.


Yeon terdiam dan masih menundukkan kepalanya, tiba-tiba saja Yeon memeluk tubuh ayahnya dan menangis dipelukan Leo. Tentu saja Leo sangat terkejut, biasanya yang mendapat pelukan ini dari Yeon adalah Refald. Leo sangat terharu, Yeon akhirnya mau memeluknya juga. Bahkan menangis dalam dekapannya. Ini adalah tangisan pertama Yeon setelah sekian tahun ia hidup bersama putra sulungnya. Sejak Lea lahir, Yeon tidak pernah menangis sama sekali, dan kini … putranya bisa menangis lagi.


“Anak itu terluka gara-gara aku, Ayah.” Yeon mulai mengungkapkan isi hatinya pada Leo. “Aku sudah jahat padanya, menuduhnya dan mencurigainya yang bukan-bukan, tapi kenapa dia rela mati demi aku? Katakan padaku, Ayah? Apa semua wanita seperti itu?” isak Yeon. Leopun mulai mengerti kegundahan hati putranya.


“Dua? Siapa?”


“Satu adalah gadis kecil itu, satunya lagi … adalah ibumu.”


“Apa?” Yeon menatap wajah Leo dengan penuh tanda tanya.


“Kau tahu kenapa Yuna rela mengorbankan nyawanya demi melindungimu?” tanya Leo. Dan Yeon hanya menggelengkan kepalanya karena ia memang benar-benar tidak tahu.

__ADS_1


“Karena dia adalah anak yang baik, Yeon. Dan dia mirip ibumu. Aku mengerti seperti apa perasaanmu saat ini karena dulu, aku juga merasakan hal sama seperti apa yang kau rasakan sekarang. Bahkan lebih parah.” Leo mencoba memberi penjelasan pada putranya.


“Apa maksud, Ayah?” tanya Yeon semakin bingung dan penasaran.


“Ibumu … juga pernah melakukan hal sama seperti yang dilakukan gadis kecil itu padamu. Dia melindungiku, ibumu … rela mati demi ayahmu ini. Padahal saat itu, Shena sangat membenciku, tapi ketika melihat ada peluru terarah padaku, ia berlari menghadang peluru itu agar tidak mengenaiku dan menembus perutnya. Aku rasa, kejadian tadi mengingatkan ibumu pada waktu itu, makanya ia pingsan. Syukurlah Shena baik-baik saja sekarang. Kita hanya menunggu ia sadar.” Leo menatap wajah putranya yang tercengang mendengar ucapan Leo.


Yeon tidak ingin memercayai semua ini. Namun, nyatanya ini benar-benar nyata. Ada banyak sekali kesamaan Yuna dengan ibunya terutama dalam hal pengalaman hidup yang sedang mereka alami diwaktu yang berbeda. Masa kecil Shena tak jauh beda dengan Yuna, bahkan mereka memiliki momen sama yang membuat ayah dan anak ini merasakan sesuatu hal yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.


Meskipun berbeda kisah, Yeon tetap tak bisa membiarkan Yuna hidup dalam keadaan cedera seperti sekarang ini. Rasa bersalah akan menghantui Yeon seumur hidupnya bila Yuna tak bisa hidup bahagia. Leo, yang sebelas dua belas dengan putranya, akhirnya mengerti apa yang harus ia lakukan setelah ini agar Yeon tak terlalu mencemaskan keadaan Yuna.


“Pamanmu, sudah datang. Pulanglah dan ganti pakaianmu. Istirahatlah di rumah besama dengan yang lainnya. Akan kukabari jika Yuna sudah sadar,” ujar Leo mendekati Yeon yang sedang melihat kondisi Yuna dari balik kaca ruang tunggu.


“Bagaimana dengan, Ayah?” tanya Yeon.


“Aku akan tetap di sini menunggu ibumu sadar kembali. Dan juga harus mengurus sesuatu hal yang tak perlu kau tau karena belum saatnya kau mengetahuinya. Jadilah anak baik dan ikutlah pulang bersama paman kesayangnmu itu. Kita akan bertemu lagi nanti.” Leo jongkok didepan Yeon supaya wajahnya sejajar dengan wajah putra sulungnya. “Percayalah pada ayah, semuanya akan baik-baik saja seperti yang kau inginkan.” Leo kembali mengusap kepala putranya dan langsung memeluknya dengan erat.


BERSAMBUNG


***


Kisah ini aku lanjutkan sampai Yeon dan Yuna dewasa. Baru setelah itu nyambung ke novel baru khusus Yeon dan Yuna. Jadi, jangan bosan dulu ya. ..

__ADS_1


Aksi keren Leo bakal dimulai sebentar lagi, tunggu aja ... love you all


__ADS_2