
“Kau tidak perlu menuruti ancaman si nenek sihir itu Shena. Tidak masalah bagi kami jika kami menjadi pengangguran.” Fitri mencoba meredakan amarah Shena.
“Bukan itu masalahnya, kalau kalian dipecat aku bisa minta Leo untuk mencarikan perkerjaan untuk kalian semua. Namun, aku tidak bisa membiarkan Aryani bersikap seenaknya lagi padaku atau pada siapapun. Ia harus merasakan bagaimana rasanya dikalahkan olehku. Akan aku buat dia tidak bisa berkutik lagi didepanku jika aku bisa mengalahkannya dalam kompetisi ini. Kalian semua harus menjadi tim suksesku. Kontes dan pertandingan ini bukan apa-apa. Aku akan mengikuti semua perlombaannya dan membuat malu si Ary itu,” tandas Shena dan ia pun pergi ke lokasi pedaftaran lomba yang tertera dalam brosur yang dibawanya.
Teman-teman Shena sudah tidak bisa bilang apa-apa lagi karena Shena sudah mengambil keputusan seperti itu. Mereka hanya bisa mengikuti kemauan Shena dan mendukungnya. Akhirmya mereka juga ikut pergi bersama Shena kelokasi pendaftran pertandingan.
Begitu sampai di gedung pendaftaran, Shena mulai mendaftarkan diri beserta anggota yang akan menjadi timnya, tapi dirinya ternyata dilarang ikut bertanding. Hanya timnya saja yang boleh mengikuti seluruh pertandiangan kecuali Shena. Tentu saja Shena terkejut karena bingung mengapa hanya dirinya saja yang dilarang mengikuti pertandingan.
“Kenapa saya tidak dipebolehkan ikut, Pak?” tanya Shena meminta penjelasan.
“Karena kondisi anda saat ini sedang menyusui, Nyonya. Pertandingan bisa dibilang ekstrim. Anda boleh mendaftar, tapi tim andalah yang boleh mengikuti pertandingan ini. Ini demi kebaikan anda sendiri.
“Tapi memanah dan menari itu bisa saya lakukan, Pak. Meski saya sedang menyusui, sepertinya itu tidak berpengaruh pada kondisi fisik saya.” Shena tetap kukuh ingin ikut betanding karena alasan petugas ini tidak masuk akal baginya.
“Ini sudah peraturan dalam kompetisi ini, Nyonya. Silahkan baca peraturan yang tertera disana.” Petugas itu menunjuk sebuah poster yang tertempel di dinding pengumuman. “Ibu hamil dan menyusui tidak diperbolehkan ikut bertanding.” Petugas pendaftaran itu jadi agak keki juga dengan Shena karena Shena tetap ngeyel kalau ia bakal baik-baik saja selama mengikuti pertandingan ini. “Peraturan adalah peraturan, dan itu berlaku pada semua orang tanpa terkecuali.” Petugas itu tetap tidak mengizinkan Shena ikut bertanding.
“Bagaimana ini Shena. Kami tidak bisa bertanding tanpamu,” tanya Dody diikuti anggukan yang lainnya.
“Sebaiknya batalkan saja rencanamu, jangan turuti tantangan si nenek sihir itu.” Fitri memberi saran. Ia jadi khawatir melihat ekspresi Shena.
“Tidak, jika Aryani tahu aku tidak ikut pertandingan ini, maka ia akan semakin sombong dan bertindak semena-mena pada kalian semua. Aku harus mengalahkannya bagaimanapun caranya. Seandainya Leo ada disini, pasti masalahnya beres. Dia bisa menggantikanku mengikuti pertandingan ini, sebab Leo juga jago menari. Tapi masalahnya, ia sedang ada urusan penting sekarang, tidak mungkin aku menyuruhnya kembali pulang disaat ia baru saja pergi hanya untuk memintanya mengikuti petandingan konyol ini.” Shena menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia bingung harus bagaimana sekarang.
__ADS_1
Shena mondar mandir kesana kemari mencoba mencari jalan keluar untuk mengatasi masalahnya. Namun, kepala Shena serasa pecah karena tidak juga menemukan caranya. Sial si Ary, bisa-bisanya dia membuat lelucon seperti ini. geram Shena dalam hati.
“Eh, Shena. Suamimu Leo itu orangnya tinggi nggak, sih? Rambutnya hitam dan berkulit putih?” tanya Fitri.
“Iya, tingginya 181 cm, berkulit putih dan juga tampan. Bukankah kalian dulu pernah bertemu dengannya,” jawab Shena.
“Sepertinya, aku melihat suamimu disini,” ujar Fitri sambil mengamati pergerakan seseorang dari kejauhan.
“Kau ini bicara apa? Mana mungkin Leo ada disini, dia kan sedang dalam perjalanan bisnis dan baru saja sejam yang lalu ia berangkat. Tidak mungkin Leo ada disni. Kau ini ada-ada saja.”
“Benarkah? Apa aku cuma salah lihat saja, ya? Orang itu ... mirip suamimu soalnya.” Fitri menunjuk seseorang yang sedang berjalan ke arah mereka ditengah kerumunan orang-orang yang mengelilinginya.
“Leo!” ujar Shena. “Tidak mungkin.” Shena terus menatap tajam suaminya yang semakin lama, semakin mendekat ke arah Shena.
“Hai Sayang. Kau merindukanku?” tanya Leo sambil tersenyum manis pada Shena saat ia sudah berdiri tepat didepan Shena.
Tentu saja wajah Shena masih tertegun melihat orang yang dicintainya benar-bena ada didepan mata. Shena masih tidak tahu harus berkata apa. Bagaimana Leo bisa ada disini? Padahal sejam tadi ia sudah berangkat dan harusnya ia sudah ada diluar kota sekarang. Kenapa malah kembali pulang dan datang kemari, ada apa ini? Shena bahkan tidak memberitahu apapun pada Leo.
“Jangan buat aku menciummu, Sayang. Kenapa kau melihat suamimu seperti melihat hantu saja, hm? Kau tidak suka aku datang untukmu?” tanya Leo sambil menyentuh bibir Shena yang gemetar.
“Bu-bukan begitu, aku hanya bingung, bagaimana kau bisa ada disini? Bukankah ... kau sedang dalam perjalanan bisnis, tadi?” tanya Shena masih menatap tajam wajah suaminya.
__ADS_1
Leo tersenyum, ia maju dan menghadap petugas yang sejak tadi berdebat dengan Shena. “Masukkan namaku dalam daftar anggota tim Shena juga, Pak” ujar Leo kepada petugas yang ada didepan Leo.
“Baik, Sir.” Petugas itu meminta kartu identitas diri Leo dan memasukkannya dalam daftar nama anggota tim Shena.
Shena semakin tidak mengerti, ia yakin pengawal Leo tidak tahu apapun soal permasalahannya dengan Aryani. Bagaimana Leo bisa tahu padahal Shena tidak memberitahunya. Pengawal Leo berada agak jauh saat ia menerima tantangan dari sepupunya. Tidak mungkin mereka mendengar pembicaraan Shena.
“Leo, ada apa ini? Kenapa kau bisa tahu semuanya?”
“Tentu saja aku tahu, Sayang. Bahkan saat kau bernapaspun, aku tahu.” Leo memerhatikan kalung liontin yang dipakai Shena pemberian darinya. “Cepat hubungi semua petinggi perusahaan datang kemari, mereka semua juga harus menyaksikan pertandinganku besok.” Perintah Leo pada anak buahnya, tapi matanya tetap menatap wajah istrinya. “Ayo kita pulang, Sayang. Aku harus banyak istirahat dirumah supaya aku bisa memenangkan seluruh pertandingan.” Leo meraih tubuh Shena kedalam pelukannya. “Ah, dan kalian semua ... ayo kita bikin video kontesnya, si macan Leopard ini akan beraksi besok. Auuuurgggh!” Leo mengaum seperti macan sungguhan.
Jelas aksi Leo barusan membuat teman-teman Shena semakin bingung dan juga shock karena tersindir, sebab mereka juga sempat menyebut Leo seperti macan Leopard sungguhan. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana suami Shena itu tahu apapun yang mereka lakukan sekarang? Kedatangannya kemari mengundang tanda tanya besar seolah Leo mengetahui semuanya. Dan itu diluar dugaan Shena.
BERSAMBUNG
***
Video kedatangan Leo ke gedung pendaftaran dimana ada Shena dan teman-temanya sudah aku upload Ig. Juga video Leo mengaum, seperti macan serta hal yang ia bicarakan dengan Shena. seperti apa visualnya, lihat saja di igku ya ....
Terimakasih sudah mendukung semua karya-karyaku. Love you all ...
__ADS_1