Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 116 Aksi Refald


__ADS_3

Rekan-rekan preman pasar suruhan Rega sangat heran melihat temannya yang paling sangar malah melarikan diri setelah melihat Refald. Berkali-kali mereka memanggil-manggil temannya itu agar kembali, tapi preman berbadan tegap tadi tetap tidak mau balik lagi. Lebih baik ia dianggap pengecut daripada harus berhadapan dengan Refald si raja dedemit tampan yang menakutkan.


Dengan mudah Refald menyingkirkan orang-orang Rega yang mencoba menghalangi langkahnya hanya dengan menggunakan satu tangan. Sebab, tangannya yang lain ia gunakan untuk menggendong Yeon. Bahkan, Refald tak perlu memakai kekuatan supernya untuk melumpuhkan orang-orang tak berguna ini.


Pengawal Rega ini tahu kalau ia dan rekan-rekannya yang lain sedang dalam bahaya melihat betapa hebatnya Refald saat melumpuhkan mereka semua. Iapun tak kekurangan akal. Pengawal Rega itu menggunakan tubuh sang pengasuh yang panik dan ketakutan sebagai tameng agar Refald tak bisa menyerangnya. Sedangkan Yeon, masih menangis didekapan Refald akibat guncangan yang mengguncang tubuhnya.


“Jangan mendekat! Jika kau maju selangkah saja, maka pengasuh ini akan mati detik ini juga!” ancam pria berjas hitam itu pada Refald. Ia tidak tahu saja, kalau ancaman seperti itu tidak berlaku bagi raja dedemit yang tak terkalahkan.


Namun, saat ini Refald juga tak ingin buru-buru, ia menunggu Leo mendapatkan Shena terlebih dulu, baru ia akan membereskan semua orang yang ada disini dan pastinya memastikan Yeon tetap aman terkendali.


“Tenanglah, Yeon. Paman ada disini. Selama ada aku, kau akan baik-baik saja. Kita akan bersenang-senang dulu dengan mereka disini sembari menunggu ayahmu menyelamatkan ibumu,” ujar Refald mencoba berbicara pada keponakannya yang baru berusia 3 bulan dan ajaibnya, Yeon tak menangis lagi seolah mengerti ucapan pamannya.


“Bagus, anak pintar. Kau pasti sedang kaget gara-gara ulah para kecoak ini. Tunggulah sebentar lagi. Ibumu sedang berjuang menyelamatkan diri.” Refald tersenyum menatap keponakannya yang juga sedang melihatnya. Ia beralih kembali menatap tajam mata para preman pasar yang ada dihadapannya. “Ehm … kalian semua enaknya diapakan, ya? Kalau langsung dipanggang rasanya tidak seru … bagaimana kalau kalian … kubawa saja kekandang buaya lapar yang ada didasar jurang sana?” Tanya Refald mencoba mengintimidasi orang-orang Rega yang sedang mengepung Refald. Suami Fey itu terlihat sangat tenang meski ia sedang ditodong dengan senapan dari setiap ditembakkan dari setiap orang yang mengepungnya.


“Tembak dia!” perintah pengawal Rega yang sedang menyandera pengasuh Yeon.


Peluru-peluru itupun langsung keluar dari sarangnya dan melesat cepat kearah Refald begitu preman-preman suruhan Rega menarik pelatuknya. Dengan kekuatan supernya Refald, ia menghentikan seluruh laju timah panas tersebut seperti yang dulu pernah Refald lakukan bersama Leo saat menggertak Kenzo. Hal samapun Refald lakukan sehingga peluru-peluru itu tak bisa menembus kulitnya dan hanya berputar-putar diudara.


Mata para preman itupun tercengang melihat keajaiban didepannya. Mereka seolah sedang melihat adegan action ala film-film fantasi bioskop Transtv. Sungguh mereka tidak menyangka hal semacam ini benar-benar ada dan mereka melihat kejadian menakjubkan ini dengan mata kepala mereka sendiri. Refald hanya tersenyum sinis melihat wajah-wajah tercengang mereka.

__ADS_1


“Tamatlah riwayat kalian semua!” geram Refald. Iapun mulai mengerahkan timah panas itu untuk menyerang kembali pemiliknya.


Dengan kata lain, peluru preman pasar tadi kembali melaju kecang menembus jantung preman-preman itu sehingga mereka semua jatuh terkapar tak berdaya. Lebih parahnya lagi adalah Refald melempar semua tubuh seluruh preman tak berdaya itu jatuh ke dasar jurang menganga tempat mereka tadi melempar keponakan mungilnya. Hanya ada satu orang tersisa, yaitu orang yang menyandera pengasuh Yeon. Melihat teman-temannya berakhir mengenaskan, iapun mulai ketakutan. Kini, ia mengerti alasan kenapa rekannya yang sangar tadi lebih memilih melarikan diri, ternyata ini.


“Itu balasanku pada kalian karena berani menyakiti keponakanku!” geram Refald, dan kali ini ia menatap tajam mata pengawal Rega. Satu-satunya orang yang belum dihabisi oleh Refald.


“Jika kau berani menyakitiku, maka orang ini akan mati!” ancam pria berjas hitam itu pada Refald. Tentu saja tubuhnya juga gemetar.


“Ayolah! Kau tahu kalau ancaman itu sama sekali tak berlaku untukku!”


Dengan gerakan secepat kilat, Refald langsung menuju pengawal Rega dan mencengkeram erat tubuh orang itu hingga ia melayang diudara. Pengasuh Yeon pun jatuh terhuyung ditanah dan langsung pingsan seketika. Bukan karena terkejut, tapi karena ia sudah kehabisan tenaga akibat siksaan yang dilakukan para preman pasar itu padanya.


“Maafkan saya Tuan, tolong lepaskan saya! Saya hanya menuruti perintah tuan Rega!” orang yang dicengkeram Refald dilehernya semakin gemetar ketakutan.


“Huh, dibayar berapa kau mau saja menuruti perintah si bangsat itu sampai kau tega membunuh bayi yang tidak bersalah? Dimana hati nuranimu, ha? Kau sama binatangnya dengan bedebah itu!” Refald membalikkan ucapan yang ia katakan pada bibi pengasuh Refald. Pria itupun terdiam karena memang ia tak bisa menjawab pertanyaan Refald. “Enyahlah kau dari hadapanku! Ucapkan selamat tinggal pada dunia, bye!” tanpa ampun, Refald melempar tubuh pengawal Rega itu ke jurang yang ada disampingnya seperti yang pengawal tersebut lakukan pada Yeon.


Tak ada yang bisa dilakukan sang pengawal selain kata ‘pasrah’ karena ia tak berdaya. Dalam sekejap, tubuh pria itu menghilang dari pandangan Refald seiring dengan rasa kesal yang sempat tadi Refald rasakan.


“Sekarang kau tahu rasanya dilempar ke jurang,” gumam Refald sambil menatap Yeon yang tersenyum padanya. “Ayo kita temui ayah dan ibumu, Yeon. Saat ini mungkin mereka sudah sampai di lokasi tempat eksekusi!” Refald balas tersenyum.

__ADS_1


Sebelum Pergi, suami Fey itu memanggil pak Po untuk membantu membawa bibi pengasuh Yeon supaya cepat dibawa kerumah sakit tempat dimana bibi Shena dirawat sekarang.


“Apa yang anda lakukan pada wanita paruh baya ini, Raja? Wah … jika sampai ratu tahu, anda pasti kena omel!” pak Po mulai bersikap menjengkelkan lagi.


“Bukan aku yang melakukannya pak Po, tapi para preman yang baru saja kuhabisi! Apa kau ingin kumusnahkan juga, ha? Baru datang langsung nuduh orang yang bukan-bukan!” geram Refald pada salah satu pasukan dedemitnya. “Cepat lakukan saja apa yang aku perintahkan!” bentak Refald kesal.


“Baik Raja, saya kan tidak tahu … hehe … tapi Raja … dimana mas Gen dan mas Ger, bukannya mereka selalu mengawal anda kemana-mana salama saya cuti?” Tanya pak Po bingung.


“Mereka sudah kulempar jauh dari sini. Apa kau ingin menyusul mereka?” Refald tersenyum, tapi matanya menatap tajam pak Po.


“Tidak Raja, terimakasih. Permisi!” pak Po pun menghilang sambil membawa bibi pengasuh Yeon.


Mana mau ia dilempar ketempat yang sagat jauh dari jangkauan manusia walau dimasa depan pak Po bakal menjadi korban lemparan kekesalan Refald.


BERSAMBUNG


***


Eksekusi Rega dan Aryani setelah ini ya … sabar dulu …

__ADS_1


__ADS_2