
Kehebohan yang terjadi diluar mall, membuat Shena tak bisa berkosentrasi pada apa yang terjadi di sini. Ia juga harus mengamati pergerakan babysitternya yang sedang sibuk mengasuh Yeon. Memang sih, putranya tidak rewel sama sekali dan nyaman dalam gendongan babysitternya.
Hanya saja, Shena menjadi agak gimana gitu, ketika melihat penampilan kenalan kakak iparnya yang merusak pemandangan mata. Ingin sekali Shena melepas pakaian norak yang dikenakan wanita itu dan menggantinya dengan yang baru. Namun, niatnya itu ia urungkan karena Shena sangat menghargai Fey. Tidak mungkin Shena bertindak seenaknya terhadap hal yang tidak ia suka.
“Kak, kau yakin kau mengenal orang aneh ini?” bisik Shena ditelinga Fey.
“Dari dulu dia memang aneh. Aku akui dia berasal dari keluarga sultan, tapi … dia norak sekali dan agak-agak ….” Fey tak sanggup menyelesaikan kalimatnya. “Ehm, apa karena cintanya terus ditolak oleh Kanata sehingga dia jadi seperti itu, ya?” tebak Fey.
“Kanata? Siapa dia?” tanya Shena.
“Kanata itu kakak kelasku, dia tinggal seatap dengan Miu, kedua orangtua mereka memang sengaja menjodohkan Kanata dengan Miu, tapi semua orang di sekolah tahu, kalau Kristin cinta mati dengan Kanata dan cintanya tak pernah terbalaskan hingga sekarang. Aku yakin, itulah sebabnya Kristin jadi aneh begitu.” Fey malah asyik berghibah sendiri dengan Shena daripada mendengarkan ocehan Kristin yang isinya full pamer kakayaan pasangannya yang sudah ia anggap sebagai dewanya Sultan.
Shena mengerti dan hanya manggut-manggut. Istri Leo itu menatap pria yang terus saja digandeng oleh wanita kenalan Fey. Pria tersebut memang berlagak sok ala gaya cool seorang CEO. Pakaian yang ia kenakan juga bermerek semua. Namun anehnya, kenapa pria ini hanya diam saja dan tak bersuara saat pasangannya memperkenalkan dirinya pada Fey. Dan juga, sikapnya itu sok keren banget. Bagi Shena, model pria seperti itu biasanya cuma menang gaya doang.
“Kenapa kau diam saja, Shiyuri? Aku keren, kan? Udah cantik, tajir dan bersuamikan sultan. Tak ada wanita yang seberuntung diriku, hahaha …” Kristin tertawa keras membanggakan dirinya sendiri.
“Ehm, kau beruntung,” ujar Fey singkat. Ekspresinya masih datar-datar saja menyaksikan betapa narsis teman lamanya ini.
“Bagaimana denganmu? Kau sudah menikah, kan? Dimana suamimu? Kenapa kau tetap saja berpakaian seperti itu? Apa suamimu tidak memberimu uang? Kau mau aku belikan baju baru untukmu? Lihat gayaku ini, keren kan? Kau bisa memilih pakaian apa saja yang kau inginkan dan biar aku yang bayar.” Kristin mengeluarkan dompet dalam tasnya dan memamerkan sejumlah uang cash pada Fey dan Shena.
__ADS_1
Shena semakin memicingkan matanya melihat aksi si ratu norak ini. Gaya kampungan begitu dibilang keren? Dan apa dia bilang tadi? Suami kak Fey tidak memberinya uang? Wuah, minta dibinasakan ini orang, ya? Belum tahu saja dia siapa kak Refald sebenarnya, batin Shena dalam hati. Ingin rasanya istri Leo itu mengumpat kasar pada wanita yang sok kaya ini, tapi ia mencoba menahannya karena tangan Shena digenggam erat oleh Fey.
“Dia ada di sini, akan aku kenalkan padamu begitu dia kemari,” Fey masih tetap santai dikursinya. Tidak ada rasa kesal seperti yang dirasakan Shena sekarang.
“Benarkah? Kalau begitu, aku akan menunggu kedatangan suamimu. Aku mau mengomelinya kerena memperlakukanmu seperti ini. Masa daridulu gayamu tidak berubah sama sekali?” Kristin langsung duduk di meja yang sama dengan Fey dan pastinya memaksa suami sultannya ikut duduk juga. “Tidak apa-apa kan, Sayang.” Kristin mencoba pamer kemesraan dihadapan Fey dan Shena. “Aku ingin suami Shiyuri nanti bekerja diperusaahanmu dan beri dia gaji yang pantas, aku tidak ingin hahabat kecilku ini terlihat kere begini, bagaimanapun juga, Shiyuri ini adalah teman SD-ku.”
“Terserah kau saja,” ujar pria berkacamata itu sok cool.
Wajah pasangan Kristin memang tampan, tapi entah mengapa Shena merasa kalau pria itu sama sekali tidak meyakinkan. Sebab, Leo yang sultan beneran saja, tak bersikap berleihan seperti pria yang ada dihadapannya ini.
“Terimakasih, Sayang. Haaa … kau memang baik sekali, tak salah aku memilihmu sebagai suamiku.” Wanita centil itu bersandar dibahu suaminya.
Nah kan, pria ini adalah pria hidung belang. Dasar laknatt! umpat Shena dalam hati, ia sungguh jijik melihat betapa rendahnya pria yang duduk berseberangan dengannya.
Mendadak, Shena jadi merasa kasihan pada Kristin karena telah salah memilih pasangan hidup. Rasa kesalnya tadi tiba-tiba saja hilang seketika. Mungkin saja, Fey juga sudah tahu, makanya istri Refald itu hanya diam dan tenang-tenang saja saat Kristin meremehkan dirinya dan juga Refald. Sebab, orang yang meremehkannya ternayat nasibnya lebih miris darinya.
“Suamiku ini,” ujar Kristin mulai kumat lagi membual. “Dia tidak pernah pamer pada siapapun kalau dialah pemilik perusahahn ternama dan CEO dari salah satu perusaahaan terbesar di dunia. Suamiku selalu menyembunyikan identitas aslinya sampai aku mengetahui sendiri siapa dia sebenarnya. Haa .. aku terkejut sekali kalau ternyata, pacarku seorang CEO. Saat dia melamarku, tentu saja aku lansung menerimanya dan kami baru saja menikah. Kebetulan kami datang berlibur kemari dan nanti malam kami baru mau berangkat keliling dunia. Bagaimana menurutmu, aku … wanita paling beruntung, kan?” lagi-lagi, Kristin menyombongkan dirinya sendiri dan membuat Shena kembali keki.
Padahal, baru saaja istri Leo itu merasa iba kerena ia tak mengetahui benar siapa sosok suaminya yang sebenarnya, tapi setelah mendengar ucapannya. Wanita yang bernama Kristin ini memang pantas mendapatkan pasangan seperti suaminya.
__ADS_1
Fey tak langsung berkomentar mendegar ocehan wanita tukang pamer ini. Ucapan dan perbuatan sama sekali tidak sinkron.
“Memangnya, apa nama perusahaan suamimu?” tanya Fey polos.
“Aku yakin aklian berdua pasti kaget bila mengetahuinya.”
“Sebutkan saja, kami jamin kami tidak akan kaget,” ujar Shena. Yaiyalah, sebab tak ada perusahaan lain yang lebih besar dari perusahaan Leo dan seluruh keluarga suami Shena itu.
“Oke, tapi jangan salahkan aku jika kalian berdua kaget nanti.” Wanita itu tersenyum penuh makna sehingga semakin penasaranlah Shena, Namun tidak dengan Fey yang terus saja bersikap tenang setenang permukaaan air kolam. “Nama … perusahaan suamiku ini adalah … Dilagara Groub.”
Bagai kejatuhan buah durian, Shena langsung memuntahkan minuman yang ia minum tepat tak sengaja mengenai baju suami Kristin setelah ia mendengar nama perusahan suami wanita tukang pamer ini.
“Apa? kau bilang apa barusan? Di … Dilagara Groub?” teriak Shena tanpa peduli pada pakaian basah suami Kristin.
Istri Leo itu spontan menatap Fey yang entah mengapa reaksinya tak seperti reaksi terkejut Shena sekarang. Fey malah terkesan cuek dan biasa-biasa saja mendengar apa yang diucapkan Kristin barusan.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1