
Leo dan Shena melanjutkan perjalanan romantis mereka menuju suatu tempat yang harus mereka kunjungi bersama. Perjalanan mereka kali ini lumayan jauh juga karena ternyata Leo mengajak Shena menghadiri pemakaman para anak buahnya yang dimakamkan di satu tempat pemakaman sama. Pihak keluarga mendiang juga sudah berada di sana untuk memberikan penghormatan terakhir atas kepergian salah satu anggota mereka.
Suasana haru menyelimuti proses pemakaman hingga selesai. Orang-orang yang ikut berduka mulai pergi satu-persatu setelah memberikan dukungan untuk keluarga yang ditinggalkan agar selalu tabah menghadapi kehidupan selanjutnya meskipun tanpa mendiang. Yang menjadi pusat perhatian Shena adalah istri-istri dari para mendiang anak buah Leo. Sebagai sesama wanita, Shena sangat tahu seperti apa perasaan seorang istri bila ditinggal mati oleh suaminya. Shena tak pernah bisa membayangkan bila itu terjadi padanya.
Shena hendak maju menemui para istri-istri almarhum anak buah Leo untuk menyampaikan rasa belasungkawanya disaat semua orang sudah pergi meninggalkan pemakaman ini. Namun langkahnya terhenti tatkala melihat pemandangan mengejutkan terjadi di depan mata kepalanya sendiri.
Salah satu istri mendiang yang tadi terlihat sedih, tiba-tiba saja tersenyum senang setelah ia pergi meninggalkan pemakaman almarhum suaminya. Bahkan tak hanya itu, ia bahkan dijemput seorang pria yang tak lain adalah selingkuhannya. Sekali lihat Shena langsung tahu hubungan seperti apa yang dijalani wanita itu, padahal baru saja ia menjadi janda muda dengan pria tua kaya raya yang baru saja menjemputnya. Sungguh wanita itu tidak punya perasaan, kuburan suaminya belum kering tapi ia berani bermain hati dengan pria lain.
"Gila!" ujar Shena dari kejauhan. Ia tak percaya pada apa yang ia lihat.
Suami baru saja meninggal tapi ia bukannya menangis, tapi malah tertawa riang bersama pria lain. Shena berlari mendekat kearah pasangan sejoli itu dan ....
Plak!
Istri Leo itu menampar pipi wanita itu dengan sangat keras. Mata merah menyala Shena menatap tajam wanita yang baru saja ditamparnya.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menamparku?" teriak wanita itu tak terima. "Apa kau sudah gila?" bentaknya pada Shena.
"Kau yang gila!" balas Shena berteriak. Meskipun bukan dia yang dikhianati, entah mengapa Shena benar-benar marah. "Sebagai wanita, aku malu karena sudah satu spesies denganmu! Kau benar-benar tidak punya hati! Suamimu baru saja dimakamkan dan kau ... kau sudah bermesraan dengan pria tua yang jauh lebih pantas menjadi ayahmu daripada selingkuhanmu?"
"Jangan sembarangan bicara! Dan siapa kau? Apa masalahmu? Dengan siapa aku bermesraan, itu bukan urusanmu!"
__ADS_1
"Dasar jalaang!" umpat Shena kesal. "Kau benar-benar murahaaan!" teriak Shena.
"Kau!" wanita itu mengangkat tangannya dan hendak menampar wajah Shena tapi tangan itu langsung dicekal kuat oleh seseorang, siapa lagi kalau bukan Leo. Leo menatap tajam wanita itu dengan kilatan api kemarahan yang jauh lebih besar dari Shena.
"Jangan coba-coba menyentuh istriku atau kupatahkan lenganmu sekarang juga!" tandas Leo.
"Hei!" teriak pria tua yang sejak tadi berdiri di samping wanita yang tangannya dicengkeram Leo kuat-kuat hingga wanita itu merintih kesakitan. "Lepaskan tanganmu anak muda! Ini peringatan!"
"Oke, aku baik hati, jadi kulepaskan kau hari ini." Leo mendorong tubuh wanita itu dengan keras hingga tubuhnya menabrak pria tua itu.
Karena kondisi tubuh yang lemah termakan usia, pria tua tersebut tak kuat menahan beban wanita yang di dorong Leo kearahnya. Alhasil, dua pasangan selingkuh itu terjatuh ke tanah dengan posisi wanita ada di atas si pria tua. Mereka berdua mengerang kesakitan karena tubuh keduanya terbentur tanah.
"Heh, Jalaang!" ujar Leo tidak sopan. "Aku beritahu satu hal padamu. Kalau kau wik-wik dengannya, jangan kuat-kuat. Kau bisa membunuhnya. Aku yakin, etalibunnya langsung patah kalau kau terlalu kuat menggenjotnyaa. Hadeuh, harusnya kau cari selingkuhan yang seusia dengan suamimu. Kenapa kau malah cari pria tua seperti dia!" ucapan Leo terdengar hot dan itu membuat Shena menganga lebar. Tapi itulah Leo, ia mana punya akhlak kalau bicara dengan orang-orang yang menyebalkan seperti wanita ini.
Rasanya ingin sekali Shena menjambak rambut wanita itu dan merobek-robek mulutnya karena berani merayu Leo didepannya, tapi reaksi Leo benar-benar mengejutkan dirinya. Suami Shena itu menodongkan senjata apinya yang selalu ia bawa kemana-mana pada wanita yang telah berani mengajaknya berselingkuh tepat di depan Shena.
Dasar ulat bulu! batin Shena.
"Sepertinya, aku harus punya program seleksi istri untuk seluruh anak buahku. Aku tidak mau mereka salah pilih istri seperti dirimu yang tidak tahu diri ini. Dan kau bilang apa tadi? Mau berselingkuh? Denganku?" Leo menatap tajam wanita yang ada dihadapannya. Ia juga menempelkan pistol goldnya tepat di dahi wanita itu sehingga membuatnya gemetar ketakutan. "Boleh, tapi setelah kau jadi arwah gentayangan. Mau?" Leo memainkan pelatuknya dan siap menembak.
"Tidak! Tidak jadi, aku ... aku hanya bercanda tadi, singkirkan senjatamu dariku." wanita itu langsung ciut melihat betapa menakutkannya Leo saat ini.
__ADS_1
"Sayang," panggil Leo pada Shena.
"Iya Sayang," jawab Shena bangga karena Leo sangat keren ketika menghadapi para ulat bulu yang mencoba menggodanya.
"Katakan kau ingin aku apakan dua siamang ini!" ujar Leo sambil menatap mesra Shena.
Shena berdiri didekat Leo dan suaminya itu memeluk erat pinggang istrinya.
"Di depan pemakaman suamimu, kau berselingkuh. Bahkan kau tak terlihat sedih sedikitpun. Aku lega karena suamimu sudah tenang di alam sana. Jika dia tahu perbuatanmu yang menjijikkan ini, entah bagaimana hidupnya." Shena benar-benar tidak habis pikir, ada wanita yang setega itu terhadap suaminya.
Diluar dugaan, beberapa orang tiba-tiba saja datang dan mengepung Shena dan Leo. Mereka juga menodongkan senjata api mereka pada pasangan suami istri itu. Wanita dan pria tua tadi langsung tertawa karena kini Leo dan Shena, sedang dalam bahaya. Sebab, orang-orang itu adalah anak buah pria tua yang ternyata ia adalah seorang mafia.
"Hei anak muda, tamatlah riwayatmu sekarang." Pria tua itu tersenyum menang. "Aku kesal karena kau telah meremehkanku."
"Hadeuh, aku benar-benar kesal sekarang!" gumam Leo sambil menggaruk-garuk keningnya yang tidak gatal. "Kau sudah terlalu tua untuk jadi mafia! Sebaiknya kau rawat etalibunmu itu agar masih bisa kau gunakan dengan baik." Leo mengarahkan senjatanya tepat di bagian alat vital pria tua itu dengan tatapan menakutkan.
"Apa yang akan kau lakukan? Kau akan mati sekarang?" teriak pria tua itu ketakutan.
"Oh iya?" Leo masih bersikap tenang meskipun ia sedang dikepung banyak orang dengan senapan tertuju kearahnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
****